Kisah Abdi Negara

Kisah Abdi Negara
nadila anak pintar


__ADS_3

hari ini dirumahnya salsa lagi ada acara pernikahan adiknya salsa.semua keluarga pada hadir, helda sama arga juga ikut menghadiri acara pernikahan adiknya salsa.


saat salsa sama helda lagi dikamar mau ganti pakain salsa kaget melihat tubuh helda penuh dengan memar .selesai ganti pakaian,salsa langsung mengajak helda ngobrol dari hati kehati.


"helda, apa yang terjadi dengan kamu sehingga tubuh kamu penuh dengan luka memar seperti ini."ujar salsa sambil mengajak helda duduk diatas kasur


"ijin bu,aku kemarin jatuh ditoilet."ujar helda yang makin membuat salsa makin curiga karena sikap salsa.


"helda jangan bohong sama aku, aku sangat kenal bangat sama kamu, dari sikap kamu, kamu menyembunyikan sesuatu." ujar salsa dan helda hanya diam.


"kalau kamu jatuh ditoilet, kenapa dua lengan kamu memar? emangnya kamu jatuh gayanya gimana?"sambung salsa


tiba tiba helda menangis dihadapan salsa yang makin membuat salsa yakin, helda mengalami kekerasan rumah tangga yang dilakukan arga.


"ijin bu, aku,,aku,, tapi ibu jangan beritahu siapapun ya?." ujar helda sambil menangis


"iya, aku janji. emang apa yang terjadi padamu???coab jelaskan tapi aku mau kita ngobrol layaknya kaka sama adik ajah.kita kan lagi dirumah bukan dilingkungan asrama."ujar salsa


"waktu aku sama mbak inda dipanggil kekantor dan suami suami kami ditegur komandan karena kami ngak sopan sama kamu. saat pulang dari ruangan komandan aku sama mbak indah mulai merasakan disiksa suami. bang arga mulai bersikap kasar padaku. ketika aku melakukan kesalahan, aku pasti mendapatkan kejerasan dari bang arga dan bukan hanya aku disiksa suami.mbak inda juga sering disiksa suaminya." ujar helda sambil mengusap air mata


" inilah yang aku rasakan karena aku selalu bersikap ngak sopan sama bu sal." ujar helda


"ini salah, kenapa kamu ngak lapor kekoamndan sikap arga kekamu? arga itu diminta agar bisa mendidik kamu bukan mendidik dengan cara kekerasaan. aku ngak suka sika arga kekamu, kamu itu bukan juniornya atau bukan bawahanny yang harus didik dengan kekerasan." ujar salsa yang marah dan membuat helda panik


" salsa diam, nanti bang arga dan keluarga kita tau. kamu kan sudah janji agar ngak ada yang tau. kalau kamu teriak teriak nanti mereka tau." ujar helda sambil menutup mulut salsa.


" bang arga mengancam aku, kalau aku melapor kekomandan atau ada yang tau. aku disiksa lagi. bang arga akan mencerikan aku."ujar helda


" ya bagus kamu diceriakan, kamu lapor arga ke atasanya agar dia bisa dipecat karena sudah menyiksa kamu. kamu ngak boleh diam, mana kamu yang dulu. kamu tau diluar sana ada pria lain yang takut kehilangan kamu. kamu jangan bertahan sama pria yang membuat kamu tersiksa." ujar salsa yang emosi dengan nada suara yang tinggi.


" diam sal, aku mau bercerai dari bang arga,kamu tau kan salsa, menjadi persit adalah cita citaku dan aku juga harus memikirkan anakku." ujar helda

__ADS_1


"kamu sih terlalu teropsesi sama cita cita sampai kamu harus merelakan dirimu tersiksa dan kalau masalah anak gamang, anak kamu kan baru satu." ujar salsa


" tapi aku ngak mau merelakan semua yang sudah aku perjuangkan sal. aku ngak mau hanya karena cobaan kayak gini dan aku memilih mundur. karena disiksa" ujar helda


"aku sebagai saudara kamu, aku ngak bisa diam. aku mau arga juga dihukum. kalau hanya diamin nantinya arga akan menyiksa kamu terus terusan." ujar salsa


" aku mohon sama kamu sal, jangan ikut campur urusan rumah tanggaku. biarlah ini menjadi urusanku sama suamiku dan kamu sudah janji padaku salsa." ujar helda


"aku ngak akan lapor keatasan tapi aku juga berhak menegur arga. aku ngak bisa terima ini." ujar salsa yang kesal.


tiba tiba niko masuk kekamar itu membuat helda kaget.


" sayang kamu kenapa marah marah sama helda, helda berbuat ulah lagi." ujar niko dan perkataan niko membuat arga mebdengar karena arga berada dibelakannya niko.


raut wajah arga berubah marah menatap helda dan salsa melihat itu. niko hanya menatap wajah salsa dan helda hanya menundukan kepala karena helda melihat tatapan arga yang emosi menatapnya.


"ngak kok, aku sama helda hanya bercanda." ujar salsa yang mulai ketakutan nantinya helda disiksa lagi sama arga.


"abang duluan ajah, nanti aku sama helda menyusul." ujar salsa, niko pergi sambil menggendong nadila keluar kamar.


setalah acara selesai. tiba tiba niko mengajak helda, arga, salsa berkumpul dikamar yang salsa.


"lansung ajah, disini aku mau bahas masalah helda sering mengalami kekerasan rumah tangga." ujar niko yang kesal membuat salsa, helda dan arga kaget.


arga menatap wajah helda, helda menatap wajah salsa dan salsa pun binggung.


"kenapa bang niko bisa tau??" ujar dalam hati salsa


"arga, aku lihat kamu ngak merasa takut ya melakukan kekerasan terhadap ipar saya. kenapa juga kamu pakai acara mengancam helda?? " ujar niko


"arga, kamu ditegur komandan kita agar bisa mendidik istrimu bukan mendidik istrimu dengan kekerasan. bukan berarti helda harus mengalami luka memar memar ditubuhnya." sambung niko yang sangat emosi.

__ADS_1


" ubah sikapmu atau kamu mau masalah ini sampai keatasan. aku benar benar marah sama arga, aku sebagai atasanmu dan sebagai ipar kamu, kamu saya hukum menurutin semua permintaan istrimu." ujar sambung niko


" tunggu bang, kita jangan asal kasih hukuman ke arga dan bukan aku ngak percarya sama helda tapi kita juga harus dengar apa yang dikatakan helda benar atau ngak." ujar salsa


"ijin, maafkan saya iya saya hilaf. saya sudah melakukan kekerasan terhadap helda. habis saya sudah cape menegur helda dengan mulu, helda ngak pernah berubah. saya juga kesal selalu kena teguran dari atasan. mungkin dengan kekerasan helda akan berubah." ujar arga


"kalau begitu hukumannya ngak berlaku, aku hanya ingin arga sama helda akur akur dan harus saling menjaga perasaan masing masing.helda, kamu berubahlah jangan sampai nantinya arga murka dan kamu arga. kalau istri kamu salah, janganlah menghadapi dengan kekerasan. perempuan itu lemah." ujar salsa


"maafkan nadila ya bunda dan tante helda, nadila yang menceritakan semuanya sama ayah. nadila merasa om arga salah dan harus ditegur.mungkin ayah bisa bantu tante helda agar om arga ngak bersikap kasar lagi sama tante helda " ujar nadila membuat semua kaget dan helda sama salsa juga baru sadar tadi dikamar ada nadila yang mendengar percakapan mereka.


" trimaksih ya sayang, nadila ngak salah tapi tante bersyukur nadila bisa membantu tante." ujar helda sambil memeluk dan mencium pipi nadila.


"anak bunda pintar bangat." ujar salsa


" kamu arga harus memohon maaf sama istrimu karena kamu sudah bersikap kasar dan helda juga harus memohon maaf sama arga karena sikap helda membuat arga sering kena teguran dari komandan." ujar salsa


" saling memaafkan ajah, mulai semua dari awal." ujar niko


" siap komandan." ujar arga sambil memeluk helda


"maafkan aku ya bang arga." ujar helda


"maafkan abang juga ya." ujar arga sambil memeluk dan mencium dahi helda.


"sekarang gantian, aku sama salsa yang marahan. kenapa salsa menutupi hal besar kayak gini dari aku." ujar niko yang menahan tawa


"bodoh amat kalau abang mau marah sama aku." ujar salsa melangkah pergi tapi niko menahan tangan salsa


"jangan marah marah dong sayng."ujar niko sambil memeluk salsa dari belakang.


"hmmmm.ada anak kecil." ujar nadila membuat semua ketawa

__ADS_1


__ADS_2