
tiga minggu setelah niko pulang satgas, sudah dua minggu ini salsa selalu marah marah setiap kali melihat melihat wajah niko.
saat tidur salsa selalu membelakangi niko, sampai akhirmya membuat niko hilang kesabaran. disaat malam hari, sebelum tidur niko memarahi salsa.
"bunda ini kenapa?? akhir akhir ini bunda selalu marah marah sama ayah, mau tidur bareng ayah, bunda selalu membelakangin ayah. bunda, seorang istri kalau tidur ngak boleh membelakangi suami." ujar niko tapi tiba tiba salsanya nangis
"bunda kenapa nangis?? ayah kan hanya nanya."ujar sambung niko yang kaget melihat salsa nangis
"ayah nanyain bunda agak ngegas gitu, bunda kan jadi sedih. ayah kan lagi ngobrol sama bunda bukan sama bawahannya ayah."ujar salsa sambil mengusap air matanya.
"bunda, cara bicara ayah emang kayak gini. suara ayah emang agak keras dan tegas. tumben loh bunda sensitif sama nada bicaranya ayah." ujar niko sambil membujuk salsa dan nada suaranya niko agak lembut
"tapi sekarang, bunda ngak suka sama nada biacaranya ayah. bunda ngak mau tidur dikamar ini lagi. bunda mau tidur dikamar nadila bersama nadila."ujar salsa yang malah balik marah
sikap salsa sering berubah ubah, terkadang emosi dan terkadang sedih.
"bunda ngak boleh tidur dikamarnya nadila, bunda harus tidur dikamar ini dan harus tidur bersama ayah. bunda, ini kenapa sih??kenapa bunda akhir akhir ini sering berubah ubah sikap??emang apa yang bunda rasakan??"ujar niko dengan nada sedikit naik dan nadila mendengar nada suara niko
"ini ada apa??? kenapa ayah marahin bunda?? nadila ngak suka lihat kayak gini ya ayah?? kalau bunda punya salah, nada suara ayah boleh dikecilkan dikit. ayah ngak malu sama tetangga, masa ayah marahin bunda didengar sama tetangga apalagi tetangga kita mantanya ayah." ujar nadila yang marah sama niko membuat niko terdiam
nadila naik keatas kasur dan memeluk salsa yang lagi nangis.
__ADS_1
"maafkan nadila ayah, bukan nadila mau ikut campur masalah orangtua tapi nadila ngak suka sama nada biacara ayah yang tunggi. perempuan itu ngak suka dibentak."sambung nadila
"emangnya ini ada apa?? kenapa bunda nangis??" sambung nadila
"nadila, ayah sudah cape sama sikap bundamu yang berubah ubah. tiba tiba marah ngak jelas, sedikit sedikit sedih dan bunda rasanya ngak mau dekat dekat sama ayah."ujar niko yang emosi
"saat tidur bunda selalu membelakangi ayah. saat ketemu ayah, bunda selalu emosi. kalau ayah tegur sikapnya bunda, bundanya nangis dan saat ayah bicara lembut, malah ayah yang dimarahin. ayah kan jadi binggung."sambung niko
"ayah, bunda itu wanita ya maklum ajah sikapnya wanita emang seperti itu mungkin ajah bunda lagi PMS atau mungkin ajah bunda lagi ngidam. itukan bawaan wanita lagi PMS atau lagi ngidam." ujar nadila
perkataan nadila membuat niko sama salsa kaget dan menatap wajah nadila. kenapa nadila bisa tau masalah PMS dan NGIDAM.
"nadila, juga sama kayak ayah. nadila merasa bunda sudah berubah sikap dan nadila barusan menelpon mami claudia. mami claudia mengatakan itu ke nadila, kata mami claudia, kalau bunda lagi PMS atau ngidam." ujar nadila
"ngak."ujar salsa
"apa aku hamil?? ngak mungkin, kan bang niko baru pulang satgas tiga minggu yang lalu dan aku juga melalukan hubungan lagi sama bang niko tiga minggu yang lalu. kalau aku hamil, nanti akan ada gosip aku selingkuh."sambung salsa dalam hatinya
"atau benar bunda lagi ngidam??" ujar nadila
"itu ngak mungkin, kan ayah baru tiga minggu pulang satgas, masa iya bunda hamil."ujar salsa yang ketakutan
__ADS_1
"bunda, mungkin ajah bunda hamil." ujar niko
"maaf nadila pergi kekamar dulu."ujar nadila pergi kekamarnya
"itu ngak mungkin ayah, bunda kan sama ayah baru tiga minggu yang lalu berhubungan bersama ayah tiga minggu yang lalu. sumpah salsa ngak berselingkuh sama pria lain."ujar salsa dan niko duduk disamping salsa yang duduk diatas kasur
" ya ampun bunda. bunda pernah cerita temanya bunda dian yang baru nikah dua minggu udah hamil dan mereka nikah ngak hamil diluar nikah. mungkin ajah kita sama bun." ujar niko
" beda, kita sudah beberapa tahun nikah dan sudah beberapa kali melakukanya. masa sih baru tiga minggu kita melakukan hubungan intim kembali,saat ayah pulang satgas dan aku bisa hamil." ujar salsa
"nah, mungkin saat kita melakukannya, sama sama kita lagi subur. makanya langsung jadi, bukan kah memiliki anak kembali adalah impian kita."ujar niko sambil merangkul bahu salsa dan salsa bersandar dibahunya niko
"tapi aku takut terlalu berharap yang akan hanya mengecewakan kita." ujar salsa
"kalau bunda ngak hamil, ngak papa. yang penting kita cek. besok kita kerumah sakit, dokter kandungan." ujar niko
"ngak mau kerumah sakit, aku takutnya kecewa. kita cek ajah dulu pakai tespek atau aku mau cek sama bu dini istrinya bang rendy. istrinya serka rendi dokter kandungan." ujar salsa
"terserah bunda, asalkan kita cek. mau hamil atau ngak. alhamdulilah karena kita sudah usaha." ujar niko sambil mengusap usap rambut salsa tapi tiba tiba salsa berubah marah marah lagi
"ngapain ayah dekat dekat sama bunda, sudah tidur. ayah jauh jauh dari bunda."ujar salsa
__ADS_1
mereka berdua mengatur tempat tidur. lagi lagi salsa tidur membelakangi niko.