
malam hari setelah acara doa bersama, sebelum tidur salsa dan niko ngobrol. mereka membahas cara tadi sore.
" bunda, tadi saat bunda lagi sibuk bagi bagi kue ketetangga. ayah ngobrol sama claudia dan suaminya, kami lagi gosipin bunda." ujar niko
" pasti ayah jelek jelekin bunda kan?? awas ajah ayah jelekin bunda, ayah tidur diluar." ujar salsa
" bunda sudah suuzon ke ayah, bunda belum dengar sudah nuduh ayah yang ngak ngak." ujar niko sambil mencubit pipi salsa dan tersenyum menatap wajah salsa.
" sakit, jangan dicubit. emang kalian lagi ngobrolin apa??" ujar salsa mengusap usap pipinya yang sakit karena niko mencubit pipinya
" mereka itu binggung hati kamu itu terbuat dari apa?? kenapa sangat baik, kebaikanmu tulus bangat." ujar niko membuat salsa ketawa.
" alhamdulilah suamiku lagi gombalin aku." ujar salsa menyadarkan kepalanya dibahu niko.
" siapa yang gombal, beneran mereka mengatakan itu. banyak orang mengatakan bunda itu orangnya baik."ujar niko
" alhamdulilah tapi sebenarnya bunda bersikap baik kevmereka karena orang orang tersebut pernah bersikap baik sama bunda."ujar salsa sambil memeluk tubuh niko.
__ADS_1
" bunda dan ayah lagi apa?? nadila boleh ngak tidur disini."ujar nadila sambil duduk ditengah tengah niko sama salsa dan nadila memisahkan salsa sam niko yang lagi pelukan.
" nadila ngapain dikamar ini?? nadila kan punya kamar sendiri." ujar niko
"emangnya nadila ngak boleh tidur dikamar ini bareng bunda sama ayah. ngak boleh ya bunda."ujar nadila menatap wajah salsa dan salsa langsung memeluk nadila.
" boleh lah nak, kata siapa ngak boleh?? nadila kan anak bunda sama ayah. jadi kapan pun nadila mau tidur bareng ayah dan bunda. pintu kamar ini selalu terbuka untuk nadila."ujar salsa sambil mencium dahi salsa.
" pintu kamar selalu terbuka tapi nadilanya tidur dibawah dialaskan tikar karena ayah ngak mau jauh jauh dari bunda." ujar niko sambil ledekin nadila.
" bunda, masa ayah usilin nadila." ujar nadila sambil manja dipelukan salsa.
nadila alaskan tikar dibawah kasur dan meletakan bantal niko diatas tikar. nadila menarik tangan niko agar berada diatas tikar.
"kenapa jadi aku yang tidur dialaskan tikar?? sunggu kejam istri dan anakku. ini namanya ratapan seorang ayah."ujar niko beberbaring diatas tikar dengan raut wajah sedih.
"nadila kenapa hari ini tidur dikamar ini??" ujar niko yang berbaring diatas tikar.
__ADS_1
" karena tadi kata mami dan papi yang ngobrol sama nadila. kata mami, nadila harus tidur dikamar ini sampai luka oprasi bunda sudah sembuh betul." ujar nadila membuat salsa tersenyum karena melihat niko lagi melamun.
" mungkin niatnya mbak claudia sangat baik, dia mencegah agar aku ngak hamil dalam waktu ini karena luka oprasiku belum sembuh betul."ujar salsa.
" tapi." ujar niko terhenti karena salsa memotong pembicaraan niko
" nanti lanjut besok, ada nadila dan ngak baik untuknya."ujar salsa membuat niko pun terdiam.
" waktunya tidur, ayah pasti cape kan?"sambung salsa yang sibuk menidurkan nadila
"iya cape bangat, badan ayah cape bangat ni." ujar niko sambil mengerak kerakan bahunya.
" nanti bunda pijitin tapi tunggu nadila tidur. kalau nadila sudah tidur nanti bunda urusin ayah." ujar salsa
" baiklah bunda, seperti biasa ya bun. rawatlah kulitku yang sudah kusam dan tubuhku yang pegal pegal. bisakan bunda selalu lulurin ayah, maskerin dan kayak ayah lagi disalon dan SPA." ujar niko sambil berbaring menatap langit langit rumah.
" hust diam ayah, iya nati bunda lakuin SPA dari ujung kaki samapai ujung kepala tapi nanti kalau nadilanya sudah tidur.
__ADS_1
"oke bunda." ujar niko sambil main hp
setelah nadila tertidur, salsa melakukan perwatan untuk suaminya yang baru balik dari dinas luar asrama. salsa selalu melakukan perwatan full untuk niko.