
niko baru habis rapat dari luar asrama dan niko baru ajah tiba dirumah.
" assalamulaikum." ujar niko baru ajah nyampe.
"waalaikum salam ayah." ujar nadila sambil salim
"bundanya mana??"ujar niko sambil duduk diruang tamu dan sambil membuka sepatu, nadila menghampiri niko.
"bunda lagi didapur. ayah, kasihan bunda."ujar nadila yang terhenti karena kedatangan arga dan niko pun ngak fokus dengan perkataan nadila.
" assalamulaikum komandan." ujar arga saat tiba dirumah niko.
" waalaikum salam, mari masuk." ujar niko yang terus membuka sepatu.
" ijin, ini berkas yang komandan minta diprint." ujar arga dan nadila langsung masuk kekamarnya.
" oh iya, trimakasih." ujar niko sambil mengambil berkas itu.
" siap" ujar arga
" ijin komandan, saya pamit pulang."sambung arga
"silahkan." ujar niko dan arga pun pergi
berkas itu niko letakin dimeja dan tiba tiba niko ditelpon komandanya. niko nelpon sambil meletakan sepatunya dirak sepatu yang didepan pintu masuk rumah.
"siap komandan."ujar niko yg lagi telponan dengan komandannya.
salsa menghampiri niko diruang tamu sambil bawain niko kopi. saat salsa mau naru kopi dimeja, salsa tiba tiba pusing dan membuat kopi itu tumpah diberkas yang arga anter.
saat niko menoleh, niko hanya melihat kopi sudah tumpah diberkas itu dan niko ngak nanya apa penyebab kopi itu sampai tumpah.
emosi niko langsung naik, ketika melihat berkas itu ketumpahan kopi.
" ya ampun." ujar niko yang kaget dan langsung marahin salsa
"kenapa kamu ngak hati hati. kebiasaan kamu selalu ceroboh. kamu ngak bisa ya, pelan pelan naru kopinya dimeja."sambung niko yang nada sedikit naik
"maaf ayah, bunda ngak sengajah." ujar salsa yang ketakutan.
"kamu tau ngak, ini berkas penting yang harus aku antar keatasanku hari ini. kalau tau kayak gini, aku ngak mampir kerumah dulu. mending aku langsung ambilnya dikantor dan langsung menuju kerumah komandan." ujar niko yang sambil melihat berkas itu yang ketumpah kopi.
salsa tersinggung dengan perkataan niko karena niko memanggil salsa dengan sebutan kamu. mereka ngak pernah saling memanggil aku kamu.
" maaf ya ayah." ujar salsa sambil membersihkan kopi dengan tisu yang ada diatas meja itu.
"sudah mending kamu masuk kamar. nanti aku yang urusin ini." ujar niko membuat salsa langsung nangis dan masuk kekamarnya nadila.
__ADS_1
nadila mendengar ayahnya memarahi bundanya karena suara niko terdengar sampai dikamar nadila, nadila melihat bundanya masuk kekamarnya sambil nangis.
"pasti ayah memarahi bunda ya, sampai membuat bunda nangis."ujar nadila dan salsa menutupi semuanya dari nadila.
" ngak kok nak, nadila kan tau bunda beberapa hari ini lagi kurang sehat karena sakit kepala,+ bunda kekamar nadila agar ayah ngak tau bunda lagi sakit."ujar salsa sama nadila yang ngobrol diatas kasurnya nadila
" bunda istirahat tidur dikamar nadila ajah, nadila pinjam hpnya bunda dong. nadila mau telpon aman arga." ujar nadila dan nadila keluar kamar.
niko lagi mandi, nadila menelpon arga diteras rumah.
"hallo, assalammulaikum bu."ujar arga
"hallo aman arga, ini nadila" ujar nadila
" iya ada apa nak??? kenapa tumben nadila menelpon paman."ujar arga
"aman, boleh ngak nadila minta tolong, berkas yang aman antarin kerumah barusan bisa diprint lagi karena bunda ngak sengaja tumpahin kopi ke berkas itu. ayah marahin bunda dan bunda menangis dikamarnya nadila." ujar nadila
"iya boleh nanti paman antar kerumah." ujar arga
" baiklah aman, kalau bisa sebelum ayah habis mandi. tolong berkasnya sudah ada dirumah ya. agar ayah ngak marahin bunda lagi." ujar nadila
" siap ibu bos." ujar arga membuat nadila ketawa
" ih aman, kenapa aman manggil nadila bos."ujar nadila sambil ketawa
" oke aman, nadila tunggu ya. trimakasih sebelumnya aman ganteng."ujar nadila.
"sama sama nak."ujar arga sambil mematikan telponnya.
nadila masuk kekamarnya dan melihat salsa berbaring.
***********************************
niko sudah siap siap, niko niatnya mau kekantor dulu, mau print berkas tadi yang kena kopi itu dan setelah itu ngantar berkas kerumah komandan.
saat niko mau ambil laptop, niko kaget melihat berkas itu sudah ada diatas laptop.
" tadi nadila minta aman arga memprint kembali berkas itu." ujar nadila membuat niko kaget
" ayah, anterin ajah berkas berkas itu keatasannya ayah. nanti kalau ayah udah pulang, ada yang ingin nadila ceritakan ke ayah karena ada yang nandila ngak suka dari sikap ayah hari ini." ujar nadila yang kelihatan sangat kesal.
" emangnya anak ayah ini mau membicarakan apa??" ujar niko sambil mengatur berkas berkas itu dan laptop diransel.
"ayah selesaikan dulu kerjaan ayah hari ini bersama komandannya ayah barulah bersama nadila dan bunda." ujar nadila
"ayah pamit dulu, oh iya, bundanya mana??"ujar niko
__ADS_1
"bunda sudah tidur, ayah tau hari ini, ayah sudah buat bunda sedih tapi ayah pergi urusin dulu urusan ayah karena komandan ayah sudah menunggu ayah dirumahnya." ujar nadila yang kesal ke niko
niko pun pergi meninggalkan rumah, niko menemui komandanya.
***********************
"assalamulaikum." ujar niko yang baru ajah tiba.
" waalaikum salam, ujar nadila yang belum tidur menunggu ayahnya pulang
" kenapa kamu belum tidur, bundanya mana???"ujar niko mereka duduk didepan tv.
"bunda sudah tidur dikamarnya nadila. ayah sudah kelar pekerjaan kantor ayah hari ini kan?? nadila dari tadi nungguin ayah karena nadila mau cerita sama ayah." ujar nadila
" silahkan nadila mau ngobrol apa??" ujar niko
"ayah, coba deh ayah pikir pikir perkataan ayah tadi, saat bentakin bunda tadi, itu membuat bunda sedih" ujar nadila mencubit pipi niko
"karena ayah memarahi bunda membuat bunda nangis sampai ketiduran. ayah semestinya ngak boleh kayak gitu sama bunda. iya nadila tau bunda salah tapikan bunda sudah minta maaf dan lagi pula berkas itu masih bisa diprint." ujar sambung nadila
" iya kalau masih bisa diprint, kalau udah ngak diprint gimana??" ujar niko.
" ayah dulu ngak kayak gini, ayah yang dulu itu ngak pernah marahin bunda. nadila maklumi ayah mungkin cape sampai marah marah kayak gini tapi ayah juga harus tau bunda juga cape gurusin rumah ini, gurusin nadila. meski sakit bunda, bunda berusaha agar bisa mengerjakan semuanya."ujar nadila
"apa bunda sakit??"ujar niko yang mulai merasa bersalah
" iya, bunda lagi kurang sehat. beberapa hari ini bunda sering merasa pusing, habis makan muntah dan ngak suka nyium bau masakan tapi demi makanan untuk nadila, bunda buatin. bunda melawan rasa mual bunda. bunda tadi cerita, penyebab kopinya itu tumpah karena bunda tiba tiba pusing." ujar nadila
"awalnya bunda ngak mau cerita tapi karena nadila bilang nadila mendengar ayah marahin bunda jadi bunda ceritain ke nadila penyebab kopi itu sampai tumpah."sambung nadila
" astagfirullah, ayah ini sudah jadi suami yang egosi dong. kasihan bunda. seharusnya ayah ngak boleh ngomong kasar ke bunda"ujar niko
"oh iya ayah, tadi disaat ayah baru nyampe dirumah, nadila mau ngomong ke ayah tapi karena ada aman arga jadi nadila langsung masuk kekamar. nadila itu mau cerita, kalau bunda habis muntah muntah."ujar nadila.
"ayah mau minta maaf sama bunda. tadi ayah ngomong ke bunda aku kamu. pasti bunda tersinggung sekali. nadila temanin ayah ya??" ujar niko sambil berdiri dan mereka menuju kekamarnya nadila.
saat mereka mau buka pintu kamarnya nadila, kamarnya terkunci dari dalam.
" ayah pintunya kekunci." ujar nadila
" masa sih." ujar niko sambil gantian membuka pintu kamarnya.
" nah kan, kalau sudah kayak gini. susah menaklukan hati bunda yang lagi marah." ujar nadila melangkah masuk kekamar orangtuanya.
"nadila mau tidur bareng ayah karena bunda sudah tidur." ujar nadila melangkah masuk kekamar niko
"nadila bantuin ayah dong, bukan pergi tidur." ujar niko yang mengikuti nadila kekamar.
__ADS_1
"besok pagi ajah ayah, ayah taukan bunda lagi kurang sehat. biarkan bunda istirahat dulu." ujar nadila sambil mengatur tempat untuk tidur.