
pesawat terakhir yang aku tumpangi mendarat cantik di bandara Surabaya kota kelahiran ku ,tiga tahun aku meninggalkan desa tempatku dilahirkan untuk menuntut ilmu di Belanda .
"jangan menangis sayang,aku janji akan menikahi mu setelah kuliahku selesai ,tiga bulan lagi aku akan mendapatkan gelar master dan akan segera menikahi mu." tangan Nathan mengusap mata ku yang basah .
"kamu janji ya than ." ucap Amelia sambil terisak .
Amelia sudah menyerahkan kesucian nya ke Nathan ,pria yang sudah satu tahun menjadi kekasihnya .
saat Nathan masuk ke kamar mandi ,Amelia menggunting sprei putih yang ada darah virgin diatasnya lalu memasukan potongan sprei itu kedalam tas nya .
seminggu berlalu
"Yogi ,kamu jangan bercanda ,katakan pada ku di mana Nathan ." Amelia mendatangi kosan Yogi sahabat Nathan .
"buat apa si mel aku becandain kamu ,terakhir ketemu Nathan lima hari yang lalu ,dia kelihatan kacau sekali ,saat aku tanya dia bilang sedang ada masalah,kalian nggak berantem Kan Mel ." Yogi menatap ku .
"enggak ,kami baik baik aja ." Amel memainkan ponselnya ,hatinya mulai gelisah .
"mel,,besok aku cari nathan di rumah om nya ya ,selama ini kan yang biayain kuliah Nathan om dia ." ujar Yogi menenangkan .
"aku ikut ya gi ."
"boleh ,pulang kuliah kamu aku jemput ,udah jangan sedih ya nanti cantiknya ilang loh ." goda yogi .
"ya sudah aku pulang dulu gi dah malam ." Amel melangkah keluar dari kosan Yogi .
saat melewati lorong menuju pintu gerbang aku melihat perempuan berbaju merah ,memakai sepatu tinggi dan topi yang bagian depannya menutup wajah .
"siapa sih malam malam ada cewek berdiri di situ ." bathin ku .
"hallo prachtice dame..." dia menyapaku,wajahnya tertutup topi hanya tampak hidung dan bibirnya .
"wie Ben jij ." aku menanyakan siapa dia sebenarnya .
"mijin naam Karel kleef"
dia menyebut sebuah nama ,cantik namanya menurutku .
aku rasa tidak perlu banyak bertanya lagi ,aku permisi dengan nya dan melangkah menuju gerbang yang jaraknya tinggal beberapa langkah lagi.
wuuusss.....
angin kencang bertiup di samping telingaku , wanita tadi sudah berdiri dihadapan ku .
"a...apa..kah kamu hantu ,kenapa bisa pindah begitu cepat nya ," aku hanya mampu bertanya dalam hati ,mulutku tercekat ,tubuhku gemetar .
Karel ,wanita bergaun merah mengulurkan tanganya dan mengajak mu pergi .
aku tidak bisa menolak ,Ki genggam tangan nya yang dingin ,Karel membawaku terbang .
aku diturunkan di depan sebuah rumah megah ,bangunan khas Eropa bercat putih di kelilingi banyak jendela kaca.
Karel membawaku masuk,badan kami menembus pintu .
__ADS_1
"dari mana kamu Karel ...!"
seorang pria bule menyapa Karel dengan bahasa Indonesia .
"aku pulang dari rumah teman papah ." jawab Karel ,wajah nya menunduk tidak berani menatap papa nya .
"hah,,kenapa Karel bisa berbahasa Indonesia ,aku menoleh ke kiri tubuhku bergeser selangkah kesamping ,aku kaget sekali melihat Karel berdiri disampingku .
"ka..kamu kenapa ada dua ,itu kembaran mu ya ,tapi kok nama nya sama ." tanya ku keheranan .
"kamu sedang melihat ku lima puluh tahun yang lalu ,," Karel tersenyum ke arahku ,kali ini wajahnya nampak sangat jelas .
"Karel ,kamu cantik sekali ." ucapku dalam hati .
Karel tersenyum menatapku ,aku melihat ada yang aneh di pergelangan tangan Karel ,gelang yang di pakainya seperti gumpalan darah Yeng melingkar dan bergerak .
"pasti kamu pergi dengan Senopati Arya ,papa sudah bilang jangan dekati pemuda itu ,tapi kamu tidak pernah dengar ." ucap pria bule dengan bahasa Indonesia yang terbata bata .
"Arya tidak seburuk yang papa sangka ,dia baik pa dan kami saling mencintai ." Karel menjawab sambil menunduk .
"kamu susah sekali di atur dan selalu membangkang ,.!!"
plak...
papa Karel menampar nya ,seketika dia jatuh terduduk dilantai .
aku berlari ingin menolong Karel ,tapi ada kekuatan yang menghalangiku ,Karel menangis sambil memegang pipinya .
suara papa Karel menggelegar di ruangan ,seorang pria muda berlari dari pintu belakang menghampirinya .
"tuan meneer diederic ,siap laksanakan perintah ." pria yang di panggil Goran berjalan mendekati Karel dan menarik tanganya .
"Goran ,,jangan paksa saya ." Karel menepis tangan Goran ,tapi tenaga Goran lebih kuat dan menarik paksa Karel kelantai atas .
aku dan hantu Karel sampai duluan di lantai atas .
brak ...pintu terbuka, Karel di dorong masuk ke kamar .
Karel menangis dan memanggil manggil mama nya ,sedih melihatnya .
aku melihat matahari hampir terbenam dari jendela kamar Karel,saat mataku kembali menatap ke arah Karel sudah tergeletak di lantai,dari pergelangan tangan nya mengalir darah segar .
"Karel...ka..mu...bunuh diri ," aku menoleh ke hantu Karel ,dia mengangguk sedih .
"kenapa kamu lakukan itu ."
"tidak ada jalan lain , papa ku sangat kejam dan melarangku berhubungan dengan Arya ." ucap nya terisak .
"terus sekarang kamu jadi hantu gentayangan ." tanyaku penasaran .
"Karel mengangguk ,air matanya mengalir membasahi pipi putih nya.
"aku mau ketemu mama ,bantu aku ya ." ucap Karel pelan .
__ADS_1
"mama kamu di mana ." tanyaku .
"ada di negara kamu ,Amel aku akan ikut bersamamu ,kamu tidak keberatan kan .?" ucap Karel memohon .
"tapi kamu kan hantu ,bagaimana bisa ikut dengan ku .'" timpal ku .
"aku kesepian Mel ,aku butuh sahabat sepertimu ." wajah pucat Karel menatap ku .
"baiklah asal kamu tidak menggangguku dan orang disekitar ku ,aku mau jadi sahabat mu."
wajah Karel nampak ceria ,dia meraih tangan ku .
"makasih ya Mel ,ayok aku antar pulang ." Karel menarik tanganku dan kembali membawa ku terbang .
bluk .....
aku sudah berada diatas tempat tidur di kosan Ku .
kemana karel apa dia sudah pergi dari sini .ah ..badanku capek sekali ,aku melihat jam di ponselku jam enam pagi berarti semalaman aku tidak pulang ke kosan.
aku berjalan ke kamar mandi ,segar sekali air dari shower membasahi badanku ,saat hendak duduk di ranjang untuk mengeringkan rambut ada mawar merah di atas tempat tidur .bunga dari siapa ini ,apa karel yang taruh disini .
"hi,Amel kamu sudah mandi ya ." Karel berdiri di ujung ranjang .
"eh Karel bikin kaget aja ,kamu belum pulang ." tanya ku .
"aku nggak mau pulang Mel,aku mau ikut kamu terus ." sahut Karel tersenyum lebar.
"pagi ini aku mau ke kampus ,jangan ganggu kawan ku ya ,jika kamu terlihat sama mereka pasti akan heboh di kampus ." ucapku mengingatkan .
"oke Mel,aku janji nggak akan ganggu temen mu ." Karel menyatukan jari telunjuk dan jempolnya .
"Amel ..." ada suara laki laki memanggilku saat aku memasuki gerbang kampus .
"Yogi ,ngapain sepagi ini ke kampusku ,kamu bilang mau jemput aku sepulang kuliah kan ." ? tanyaku saat Jodi sudah berada di hadapan ku .
"tadi aku ke apartemen Nathan ,kata orang yang tinggal di sebelahnya Nathan sudah pindah tidak tinggal disana lagi ." Yogi menatap ku ,menunggu reaksi ku .
"heh....bangun Mel ,sudah sampai loh ." suara Kinanti mengagetkan ku .
penumpang sudah memenuhi jalan bagian tengah pesawat ,aku mengambil tas lalu berjalan di belakang Kinan .
"kita mau langsung pulang apa makan dulu Mel ." lagi lagi suara keras Kinan mengagetkan ku .
"langsung pulang saja deh ,bapaku pasti sudah nungguin di rumahmu ." ucapku tak semangat .
"lemes amat sih ngomongnya Mel ,kaya orang baru putus cinta aja ." Kinan terkekeh menggodaku .
"kamu benar nan,aku bukan hanya putus cinta tapi di campakan setelah madu ku di teguk ,hatiku bukan hanya sakit tapi berdarah ,Kinan tidak tahu masalahku wajar jika dia menggodaku terus .
^^^"^^^
..."...
__ADS_1