Kisah Berdarah Diujung Senja

Kisah Berdarah Diujung Senja
11. penunggu rumah mewah


__ADS_3

aku terbangun dan melihat jam di ponsel Ku ,jam 8 malam pantas saja perutku terasa lapar , aku turun dari tempat tidur membuka koper .


aku bawa mie instan dari rumah ,aku hendak masak mie ke dapur ,,mataku jelalatan melihat dapur bersih ,ruang tengah bersih dan wangi dan di meja makan aku melihat makanan sudah tersedia di atas meja .


aku tidak berani menyentuh makanan di bawah tudung nasi ,karena tidak tahu itu siapa yang masak dan untuk siapa .


"hei ,,,sudah bangun ya mbak ."seorang perempuan muda menghampiriku.


"iya ,baru saja bangun ,maaf kamu siapa ya ,tadi pas saya masuk kerumah ini nggak ada siapa-siapa." tanyaku sambil meletakan panci yang sudah aku isi air .


"namaku Jihan ,aku sepupunya Yogi ,kamu Amel kan ,"perempuan yang usianya lebih muda dari ku mengukirkan tangan dan menyalami ku .


"oh jadi kamu yang punya rumah ini,maaf ya aku nggak ngabarin kalau mau masuk ke rumah ." tanyaku merasa malu .


"ini rumah tanteku juga kok Mel,jadi mamaku tuh kakak nya mamanya Yogi dan Tante yang punya rumah ini adik bungsunya mama ," ujar Jihan menjelaskan .


"kamu mau ngapain Mel ,itu panci buat apa ."


"oh ini aku pengen masak mie instan ." jawabku .


"nggak usah Mel aku udah masak banyak tuh lihat diatas meja makan ,kita makan yuk ." Jihan menarik kursi untuk ku duduk lalu menarik kursi satunya untuk dia duduk .


dengan perasaan nggak enak akhirnya aku makan malam masakan Jihan ,besok aku akan ke pasar belanja dapur ,gantian aku mau masak buat Jihan ,bathinku .


"ehm,,han masakan kamu enak banget ,kamu pintar masak ternyata ya ." ucap ku sambil menyendok sayur capcai ke atas piring ku .


"tenang aja mbak ,aku emang suka masak karena sering bantuin mama masak ," ucap Jihan tersenyum lebar .


selesai makan aku mencuci piring ,awalnya Jihan melarang tapi aku memaksanya ,setelah itu aku menyusul Jihan ke ruang tengah .


"Mel ,kamu sudah keterima kerja disini ya ." tanya Jihan saat aku duduk di kursi sebelahnya.


"besok aku interview Han,doakan ya aku bisa keterima di perusahaan Cahyo grup ." ujarku.


"wah ,keren Mel kalau bisa kerja di perusahaan besar Cahyo grup ,pemiliknya kan sering ke Belanda itu Mel ,ada cabang di sana juga ." ujar Jihan sambil makan kacang ditangan nya .


"iya aku juga dengar begitu ,makanya pas aku masukin lamaran besoknya langsung di hubungi HRD ,besok aku akan ke sana ." ucapku


"wah ,baguslah semoga diterima ya Mel ,kamu istirahat aja Mel besok kamu mau interview kan ." ujar Jihan,


aku mengangguk dan segera masuk ke kamarku ,setelah ke kamar mandi sebentar aku langsung naik keatas tempat tidur ,,saat mataku hampir terpejam aku melihat di samping ranjang ada anak kecil membawa bunga .


ku singkirkan selimut dari tubuhku dan menatap anak kecil yang usianya sekitar tujuh tahun .


"kamu siapa dek ,namamu siapa dan mau apa datang ke kamarku .?" tanyaku ke anak dihadapanku .


"aku kedinginan kak ,boleh nggak aku main disini sama kakak." jawabnya seraya memeluk bunga yang berjumlah tiga tangkai .


"tapi kakak mau tidur ,besok kakak mau interview ,kamu boleh main disini tapi jangan ganggu kakak ya ." ujarku pelan .


" iya kak makasih, nama ku abel,nama kakak siapa ." tanyanya .


"nama kakak Amelia ,panggil saja kak Amel ya." aku menguap ,kulihat jam sudah pukul dua dini hari ,perasaan aku belum lama masuk kamar,kenapa sudah mau pagi .

__ADS_1


aku menarik selimut dan menutupi tubuhku ,saat mulai terpejam aku mendengar suara perempuan sedang menyanyi,suara nya sangat merdu tapi menyayat hati yang mendengarnya.


aku menutup wajahku dengan selimut ,tak mau menghiraukannya takut besok telat datang ke perusahaan .


....


jam enam pagi aku di bangunkan oleh alarm yang aku pasang di handphone ku .


bergegas aku masuk kekamar mandi ,setengah jam kemudian aku keluar kamar mandi dan berganti pakaian .


aku membawa tas dan map keluar dari kamar ,Jihan sudah bangun dan mengajaku sarapan .


"Han ,lain kali jangan siapkan makan buatku,biar aku bikin sendiri ,maaf ya nggak bantuin kamu lagi ," ujarku nggak enak hati .


"nggak papa Mel ,kamu kan buru buru mau interview kan ,ya sudah ayok sarapan nanti telat loh ." ajak Jihan .


di atas meja makan sudah ada roti tawar selain kacang dan segelas susu hangat ,aku dan Jihan sarapan bersama .


"han ,apa kamu kuliah hari ini ." tanyaku sambil meminum susu di gelas ku .


"aku sudah nggak kuliah Mel,sekarang lagi jalanin usaha butik punya mama,mama tinggal di kampung sama kakak ku ." jawab Jihan datar .


"oh keluarga mu tidak tinggal disini ya ." tanyaku .


"papa ku ada di sini ,tapi sudah nikah lagi ,mama depresi dan memilih untuk tinggal dikampung sama kakak Perempuanku ." wajah Amel nampak mendung ,ada kesedihan di mata coklatnya .


"ya sudah aku pamit ya han ,oh iya lupa boleh aku minta nomor handphone mu Han ." aku mengurungkan langkah ku .


Jihan memberikan kartu nama padaku ,disitu ada nama butik dan no handphone Jihan ,aku memasukan kedalam dompetku .


"ke Cahyo grup ya mbak ." tanya pak sopir .


"iya pak ,tolong antar saya kesana ya ."ujarku setelah duduk di belakang pak sopir.


"baik mbak ," ucap sang sopir sambil memperhatikan ku lewat kaca spion .


tak lama taxi berhenti di depan gedung perkantoran,aku melihat orang lalu lalang didepan kantor .


"semoga interview nanti berjalan lancar dan aku bisa diterima di perusahaan Cahyo grup ." ujarku seraya masuk ke dalam gedung .


"maaf mbak ada keperluan apa datang kemari ." seorang satpam bertubuh kekar menghampiriku .


"saya ada panggilan interview diperusahaan ini pak ,Diamana saya harus bertemu dengan pak Reymond ." ujarku ke satpam dihadapan ku .


"silahkan mbak naik kelantai 7 nanti ada pintu bertuliskan CEO itu ruangan pak Reymond ." pak satpam menunjukan pintu lift yang ada di ujung bangunan .


"terimakasih pak ." ujarku seraya berjalan menuju lift ,sampai didepan pintu lift pas sekali pintu terbuka aku segera memasuki nya .


hidungku menghembus bau tidak sedap saat berada di dalam lift ,aku perhatikan orang di sekitarku ,dua laki laki dan satu perempuan .


mataku tertuju ke pria berpakaian biru celana hitam ditangannya memegang sebuah bungkusan ,sepertinya dia office boy disini ,tapi kenapa aku merasa ada yang aneh darinya .


wajah pria itu pucat sekali dan matanya sangat aneh ,dibawah mata ada lingkaran hitam dari tubuhnya menguat aroma seperti tanah basah .

__ADS_1


pria itu menoleh ke arahku ,dia merasa aku memperhatikannya, tak ku duga dia tersenyum ke arahku .


deg...giginya kuning dan pandangan matanya sangat tajam .


aku memalingkan wajahku ke arah tombol lift dan saat aku menoleh ke arahnya pria itu masih menatapku ,aku merasakan hawa aneh saat dia menatapku kali ini ,apakah dia bukan manusia ...hatiku menebak nebak .


pintu lift terbuka aku segera keluar dan berjalan mencari ruangan pak reymond ,tepat diujung lorong aku menemukan ruangan yang bertuliskan CEO aku berhenti di depan pintu dan mengetuknya .


"masuk ...! " suara bariton terdengar dari dalam ruangan .


aku mendorong pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan ,,seorang laki laki sedang duduk di atas kursi tanpa melihat ke arahku ,dia asik melihat handphone nya .


"selamat pagi pak ,saya mendapat panggilan interview di perusahaan ini .


"duduk ,"


aku menarik kursi di hadapanku dan duduk di hadapan pria yang masih saja sibuk dengan ponselnya .


perlahan pria angkuh itu mengangkat wajahnya dan menatapku .


"siapa namamu ." tanya nya dingin .


"Amelia Reni Astuti pak ." sahutku


"bisa mengurus keuangan perusahaan .?"


"bisa pak kebetulan saya kuliah jurusan akutansi ." jawabku .


pria dihadapanku mengayun kan bolpoint sambil menatapku ,wajahnya sangat tampan dan tegas ,sorot matanya dingin .


"oke ,besok kamu bisa bekerja disini .disamping itu meja kerjamu ,tugasmu mengurus semua jadwal ku dan melaporkan keuangan perusahaan ,paham ..!?" suara beratnya membuyarkan lamunanku .


"jadi saya di terima bekerja disini pak ." tanyaku .


"iya ,kenapa ...kamu mau menolaknya ."


"oh tidak pak ,saya merasa senang bisa di terima diperusahaan bapak ." sahutku sembari tersenyum ke arahnya .


"silahkan keluar dari ruangan saya dan kembali besok pagi ,jam sembilan kamu sudah harus bekerja ." ujarnya kembali menatap layar ponsel ditangannya.


"baik pak saya permisi ." aku berdiri dan menuju ke arah pintu .


"tunggu ."


aku berhenti dan menoleh ke belakang ,pak Reymond berdiri menghampiriku .


"ada apa pak ."


"apakah kamu punya saudara yang tinggal di Jerman ." tanya pria bertubuh atletis yang berdiri dihadapanku .


"tidak pak ,saya anak tunggal ." jawabku bingung .


"oh ,oke ...ya sudah pergilah ."

__ADS_1


aku dongkol sekali melihat tingkahnya ,seenaknya saja mengatur orang ,andai aku tidak ada tujuan di perusahaan ini malas aki datang ke sini .


aku segera berjalan menuju lift dan turun ke loby dan keluar dari gedung tempatku akan bekerja besok .


__ADS_2