
jam 12 malam mbok jumi menemuiku ,dia mengatakan malam ini akan mengantarkanku pulang kerumah ,karena bertepatan dengan malam weton ku .
aku dan mbok jumi berjalan ke depan dan tiba tiba sudah sampai dikamar tempat bapak meletakan jasad ku .bapak masih duduk bersila di samping jasadku .
"Darmo ,buka mata mu ,aku datang untuk membantumu ." suara mbok jumi terdengar menggema di ruangan .
"kamu sudah datang Jumi." bapak membuka mata dan menatap ke arah mbok jumi .
"iya ...siapkan kembang tujuh rupa dan paku dudur ,waktu ku hanya sebentar jangan sampai majikan ku mencariku ." mbok Sumi mendekati bapak dan meminta apa yang dia inginkan .
aku berdiri memperhatikan mbok jumi dan bapak ,lalu melihat tubuhku yang terbuka di bagian wajah ,,wajahku pucat seperti kapas .
setelah meletakan semua peralatan disamping tubuhku ,mbok jumi dan bapak duduk bersila ,mulut mereka komat Kamit .
aku merasakan kaki ku terangkat dan tubuhku terlentang di udara ,,,ada kekuatan yang menarik ku mendekat ke arah jasad yang terbaring .
blesss....
aku sudah masuk kedalam tubuhku ,ruh sudah bersatu dengan jasad .
"cepat bangunkan anak mu dan segera tancapkan paku ini di kepalanya ." lirih mbok Sumi memerintah bapak .
bapak mengangkat punggungku ,lalu mendudukan ku dengan diganjal bantal ,tiba tiba ada sinar biru yang datang dari atas dan menghantam tangan mbok jumi .
"aaarrrrgggghhh...mbok jumi jatuh terjengkang ,,air di dalam baskom tumpah membasahi jarik yang ia kenakan .
"kurang ajar ,,Darmo ada yang mau menggalakan rencana mu ." ujar mbok Darmi sambil berusaha berdiri .
"aku lupa memagari kamar ini Jum ." sahut bapak dan segera menyambar keris kecil yang ikut tumpah bersama air di baskom tadi .
keris itu bapak tancapkan di depan pintu ,,lalu bapak dan mbok jumi kembali duduk bersila ,,udara didalam ruangan kadang sangat panas lalu dingin sekali .
"Darmo cepat tancapkan paku ini ke kepala anak mu ,waktu ku tinggal sedikit lagi .! " mbok jumi memberikan paku yang ada dalam genggaman tangannya ke bapak .
ccruubbbbb....
__ADS_1
paku sepanjang telunjuk melesak kedalam kepalaku ,Jawa dingin berubah menjadi hangat menjalari tubuhku ,aku membuka mataku ,bapak dan mbok jumi tersenyum menatap ke arahku .
"sudah berhasil Jumi ,,,anak ku sudah kau hidupkan kembali ,terimakasih sudah membantuku ." bapak mencium tangan mbok jumi .
"ingat ,,,jika ada orang yang menemukan paku di kepala anakmu dan mencabutnya ,maka dia akan menjadi kuntilanak ." ucap mbok jumi mengingatkan .
"satu lagi jika dia menikah dengan manusia ,setiap malam Sabtu Wage dia harus meninggalkan rumah atau dunianya untuk masuk ke alam nya dan akan kembali sebelum subuh ." aku pamit ,setelah memberi kesan mbok jumi menghilang .
bapak mencabut keris yang tadi ia tancapkan di depan pintu ,mengolesj dengan kembang dan minyak yang entah aku tidak tahu namanya lalu menempelkan ke seluruh tubuhku .
"bapak .." suara dari mulutku bisa didengar bapak ,ia menoleh lalu memeluk ku .
"kamu sudah jadi manusia nduk ,,,bapak harap jangan ada lagi kesedihan dalam hidupmu sekarang ,jika kamu merasa sakit hati dengan pacarmu datangi dia dan ambil kembali menjadi milik mu ." ujar bapak sambil membelai rambutku .
"aku tidak ingin merebut Nathan dari istrinya pak,tapi aku akan menghancurkan hidup nya seperti dia menghancurkan ku ." jawabku tegas .
"bapak akan dukung apa pun yang kamu lakukan nduk ,bapak mau kamu bahagia ," ujar bapak .
"kamu tunggu disini nduk ,karena ibu mu tahu nya kamu sudah pergi ke kota ,bapak akan membawa ibu pergi setelah shalat subuh ,nanti kamu pergi dengan arsan ya ,bapak tahu arsan anak baik pasti akan membantu mu .' bapak menyuruhku berbaring dan menyelimuti tubuhku .
tak lama kemudian terdengar mobil bapak keluar dari dari pekarangan rumah dan menjauh .
aku bangun melipat selimut dan beranjak keluar menuju kamar ku ,hal pertama yang aku cari adalah handphone ku ,segera aku kirim pesan ke arsan .
"san ,bisa nggak anterin aku ke terminal bus ,pagi ini aku mau ke kota ."
"bisa Mel jam berapa aku jemput kamu ."
"setengah jam lagi ya san ,aku siap siap dulu ."
"ok setengah jam lagi aku sampai dirumahku ."
bergegas aku membereskan baju bajuku lalu memasukan ke dalam koper ,tak lupa ijasah sarjanaku dari Belanda .
thinn....thinn....
__ADS_1
aku menyeret koperku keluar rumah dan mengunci pintu rumah dengan kunci cadangan ,arsan membantu mengangkat koperku ke atas motornya ,lalu ia memegangi motor saat aku naik ke bagian belakang .
dua puluh menit perjalanan ,kami tiba di terminal bus antar kota ,,arsan membantu membawakan koper lalu duduk diruang tunggu .
"san ,kamu tunggu disini ya aku ke loket dulu ." ucapku ke arsan .
"ya sudah sana kamu beli tiket ,hati hati dompetmu jangan sampai berpindah tangan ,aku disini jagain barang barang mu ." sahut arsan mengingatkan ku .
aku tersenyum lalu berjalan ke loket tak jauh dari tempat arsan duduk ,setelah mendapatkan tiket aku menghampiri arsan dan duduk disampingnya.
"kok mendadak gini ke kota nya Mel ,apa kamu sudah di terima kerja disana ,jangan lupa kabari aku ya Mel kalau sudah sampai kota ." nampak wajah mendung arsan ,kami bersahabat sejak kecil mungkin arsan merasa kehilangan sosok sahabat kecilnya yang baru saja kembali .
"iya San ,kebetulan aku diterima di perusahaan besar ,,nanti aku kabari deh kalau sudah sampai sana ,kamu kenapa juga jadi PNS si San jadi susah kan kalau pengen pindah kerja ." sahutku menggodanya .
"dari dulu bapak pengen ada salah satu anaknya yang jadi PNS seperti beliau ,Kakak ku nggak berminat ,begitu juga adik ku ,ya terpaksa aku lah yang menyanggupi keinginan bapak ,tapi aku senang kok Mel jadi guru ." ucap arsan tulus .
"iya sih san kamu juga luwes banget kok jadi guru ,dari kecil kamu kan emang rahim ,pintar dan disiplin ."
"inget nggak kamu dulu sering ngambek kalau malam malam aku kerumah mu terus nggak mau diajak belajar bersama ." aku tertawa lirih menatap arsan .
"iya ,tapi herannya kamu itu malas belajar tapi nilai mu nggak pernah jelek ,bahkan selalu juara dua setelahku ." kami tertawa mengingat masa kecil dulu.
suara seseorang menghampiriku dan mengatakan bahwa bis sebentar lagi datang aku harus bersiap siap .
arsan mengantarkanku masuk ke dalam bis ,,dia memberikan bingkisan tipis padaku .
"apa ini san ."
"nanti bukanya jika sudah sampai kota ya ." jawab arsan sambil memasukan bungkusan pemberiannya ke dalam ranselku .
"makasih ya san ,,,titip bapak sama ibu ya san ...jangan kasih tahu siapapun tentang Raina ,ok ." lirihku ke telinga arsan .
"siap laksanakan ...eh aku turun ya bus nya dah mau berangkat ,hati hati dikota ya ,jangan kecantol sama orang kota ,banyak yang nggak setia ." hehe arsan tertawa sambil berlalu turun dari bus.
aku melihat kearah luar dari jendela disampingku ,ada rasa haru saat arsan melambaikan tangan ke arahku ,,ah sahabat kecil terbaik ku ,aku akan selalu mengingatmu .
__ADS_1