Kisah Berdarah Diujung Senja

Kisah Berdarah Diujung Senja
3. RAINA


__ADS_3

di meja makan bapak sudah menunggu , diatas meja sudah tersedia semur jengkol dan sambal udang kesukaan ku .


"makan yang banyak nduk ,biar sehat dan nambah pintar ." ujar bapak sambil menyendok nasi di piringnya .


"bapak ini selalu memperlakukan Amel seperti anak kecil ." ibu tersenyum ke arahku .


"lah emang Amel masih kecil kok Bu ,kan dia belum punya suami ." bapak terkekeh pelan .


"iya pak ini Amel ambil nasi banyak ,masakan ibu kan enak pak pasti Amel nambah makanya ." ucapku sembari menyendok semur jengkol di mangkuk .


saat sedang menikmati masakan ibu ,di ruang tengah dekat televisi berdiri anak kecil yang aku lihat di minimarket tadi, dia melambaikan tangan ke arahku ,seketika nafsu makan ku hilang kala melihat wajahnya yang hancur .


"Mel ,kenapa nggak di habisin nasi nya ." tanya ibu keheranan


"nggak tahu Bu ,perut Amel tiba tiba nggak enak banget ." ucapku berbohong .


"ya sudah kamu istirahat dikamar ,nanti ibu buatkan wedang jahe ." ibu memberikan gelas berisi air minum padaku .


aku berjalan menuju kamar ,saat ku buka kamar anak kecil tadi sudah berdiri di dekat jendela .


"kamu siapa sih ,kenapa menggangguku ." tanyaku padanya .


"namaku Rania mbak ,aku mati ketabrak mobil ."ucap nya sedih .


"iya tapi kamu muncul dengan kondisi seperti ini sangat menggangguku." ujarku tanpa melihat ke arahnya .


"maafkan aku mbak ,aku tidak bisa merubah wujud ku seperti dulu saat masih hidup ,tolonglah aku mbak ." Rania mengiba padaku .


"bagaimana caranya aku menolong mu Raina ,kita berbeda alam ." ucapku tegas .


"ikut denganku mbak ..." Raina memegang tanganku ,tubuhku berputar dan mengikuti langkahnya .


Raina berjalan menuju ke belakang ,saat melewati ruang makan bapak sama ibu sudah tidak ada disana ,mungkin mereka sudah masuk kamar untuk beristirahat .


Raina berhenti di depan gudang tempat penyimpanan jagung ,pintu gudang terbuka tampak tumpukan karung berisi jagung kering siap dijual bapak ke kota .


aku berjalan mengikuti raina dan berhenti di sudut ruangan di bawah jendela.


"disini aku dikubur kak ,tolong sempurnakan aku ,kubur aku dengan layak .' Raina terisak,sedih sekali aku mendengarnya .


"siapa yang mengubur mu disini Raina ." aku melihat ke bawah ,lantai yang sedikit berbeda dengan lantai lainya.

__ADS_1


Rania tertunduk dia belum menjawab pertanyaanku .


tangisan Raina semakin keras ,aku khawatir bapak sama ibu mendengarnya .


"hei...cup...cup ...jangan keras keras nangisnya nanti bapak sama ibuku dengar mereka bisa curiga ." ujarku menenangkan Raina .


"dia yang menguburku disini ,dia jahat sama aku mbak ,dia cuma sayang sama kamu .' Raina masih terisak ,baju sekolah yang berwarna putih seketika berubah warna merah darah .


"dia siapa maksudmu Raina , kenapa kamu bilang dia hanya sayang padaku ,bicaralah yang jelas jangan membuatku pusing ."


"dia...i..ibu...Sundari ." huaaaaa tangisan Raina menggema di ruangan gudang yang pengap .


"hah,,,maksud kamu ibu Sundari ibuku ..? kamu jangan mengarang cerita ya ,jangan fitnah ibu ku ."aku tak rela Raina menyebut nama ibu .


"iya mbak ...a..aku adik mu ." jawab Raina .


"mana mungkin aku punya adik tapi tidak tahu ,bapak juga nggak pernah bilang kalau aku punya adik ." ucapku tak percaya .


"kita di lahirkan dari ibu yang sama tapi beda bapak ." Raina mengangkat wajah nya ke arahku .


"kenapa aku tak pernah tahu kapan kamu dilahirkan ." hati ku iba mendengar cerita Raina .


"ibu Sundari selingkuh dengan bapak ku saat pak Darmo bapak mu pergi naik haji ,saat tahu ibu hamil dia menutupi perutnya dengan stagen ,hingga tidak ada orang yang tahu dia hamil .


"di kediaman kembarannya ibu Sundari melahirkan ku ,dan memberikan ku ke Bu Sunarti untuk merawat ku ."


"ketika aku sekolah SD aku selalu diejek teman temanku katanya aku anak haram ." huuuuuu....raina mulai menangis lagi .


"karena selalu aku desak akhirnya ibu membawaku bertemu dengan ibu Sundari untuk menanyakan siapa bapak ku ." Raina masih sesenggukan .


"ibu Sundari tidak mau mengatakan siapa bapak ku ,dan menyuruh Bu Sunarti segera pulang ,,diperjalanan saat turun dari bus ,aku dan Bu Sunarti di tabrak mobil dan kami meninggal di tempat .


"mendengar kabar itu Bu Sundari membawa mayat kami ke rumah sakit ,ibu di kirim ke kampung untuk di kubur disana ,sedangkan aku di kuburkan disini ,dan saat itu pak Darmo juga sedang pergi keluar kota ." hiks...hiks ....


"aku bersandar di karung berisi jagung di belakang ku ,aku syok mendengar cerita Raina ,kenapa ibu tega melakukan ini semua .


"perempuan yang kamu lihat di gapura kemarin itu ibu Sunarti ." Raina seperti tahu apa yang aku fikirkan .


"ibu Sundari tega melakukan ini karena dia takut pak Darmo tahu jika dia sudah selingkuh dan punya anak ." ucap Raina .


ya ampun ternyata ibu menyimpan rahasia besar selama ini ,apa aku harus memberitahu bapak ,tapi jika bapak tahu pasti akan marah besar sama ibu .

__ADS_1


"mbak tolong bongkar lantai ini ,kuburkan aku secara layak mbak ,hanya kamu yang bisa menolongku ." aku sedih mendengar Raina memohon .


"iya Raina ,aku akan menolong mu ,tapi kamu jangan muncul dulu dihadapanku ,aku butuh waktu untuk memikirkan nya ." aku menghela nafas yang terasa sesak .


"baik mbak aku tidak akan mengganggu mu sampai kamu bisa menguburkan ku secara layak ,aku pamit dulu mbak ."


wusasss....


Raina menghilang ,pergi bersama angin .aku segera keluar dari gudang takut bapak mencari ku.


"kamu dari mana Mel ,tadi bapak panggil kamu di kamar nggak ada ." bapak berdiri di depan kamarnya .


"dari belakang pak ,lihat lihat keadaan rumah , siapa tahu ada yang berubah ." aku tersenyum me arah bapak .


"keadaan rumah kita masih sama nduk ,nggak ada yang berubah ." bapak menghampiriku dan mengajak ku duduk di ruang tengah .


"Mel ,,kamu sudah lulus kuliah ,apa kamu belum punya niat untuk menikah ." tanya bapak menatapku lembut.


"belum pak ,masih pengen cari kerja dulu.' sahutku .


ucapan bapak mengingatkanku akan sosok pria yang sangat aku cintai ,Nathan dia sudah merenggut kesucian ku ,tapi sekarang Nathan menghilang ,dia ingkar akan janji nya .


"nduk ,kok diam saja ." bapak mengusap lengan ku .


"ah..eh ...enggak papa pak ,masih mikir aja aku mau melamar kerja dimana ." ucap ku gugup.


"masalah pekerjaan tidak usah kamu fikirkan nduk ,bapak pengen kamu segera menikah dan mengelola usaha bapak bersama suami mu ."


"bapak yakin kamu pasti bisa membuat usaha bapak lebih maju dan modern dengan ilmu yang kamu dapat ,bapak juga sudah pengen punya cucu nduk ."


mata bapak basah ,secara melihat usia ku sekarang aku sudah di bilang telat menikah ,karena dikampung ku Rara rata mereka menikah di usia dua puluh tahun .


"sabar pak ,jika jodohku sudah datang pasti aku akan segera menikah ." ucapku menenangkan hati bapak .


"iya nduk tapi jangan lama lama ya ,usia bapak sudah sepuh ,dulu bapak sulit sekali punya anak ,di usia pernikahan balam yang ke sepuluh baru ibu mu hamil .


aku menyimak cerita bapak,aku ingat saat aku kecil bapak selalu bilang ke ibu,bapak ingin sekali punya anak laki laki .


apakah tujuan ibu selingkuh karena pengen punya anak lagi ,tapi setelah tahu bayinya perempuan ibu membuang bayi itu .


saat aku sedang berfikir Raina muncul lagi ,dia berdiri di belakang bapak ,Raina menatapku ,matanya yang hanya terlihat sebelah karena sebelahnya lagi hancur mengeluarkan air mata .

__ADS_1


kasian sekali adik ku Raina ,sejak kecil sudah menderita dan meninggal dengan cara tragis ,sabar ya adik ku sayang ,mbak janji akan menguburkan mu dengan layak.


Raina tersenyum mendengar ucapanku dalam hati ,,lalu dia berjalan membelakangi bapak dan menghilang .


__ADS_2