Kisah Berdarah Diujung Senja

Kisah Berdarah Diujung Senja
2. kampung kelahiran


__ADS_3

benar saja sesampai di rumah Kinan bapak sudah gelisah menungguku .


"kenapa lama sekali baru sampai Mel." tanya bapak ,wajahnya nampak kelelahan .


"tadi delay pak dua jam ,makanya jam segini baru sampai ." jawabku sambil menjatuhkan tubuhku ke sofa .


"apa Mel ,dele ...apa maksudmu kacang dele to Mel ." mendengar ucapan bapak Kinan terpingkal pingkal .


"ish,dasar nggak sopan kamu nan ,ketawamu itu loh ." aku kesal melihat tingkah Kinan .


"habis pakde lucu si mel ,masa delay pak de bilang kacang dele ." hahahaha Konan masih saja tertawa.


aku nggak menanggapi ucapan Kinan ,menurutku nggak lucu ,ah,,aku kenapa sih , biasanya malah aku yang heboh .


"Mel ,kamu kenapa sih diem terus sejak di bandara." Kinan duduk disampingku ,aku melengos .


"Amel ,kita pulang sekarang ya ,takut kemalaman dijalan ." ucap bapak saat keluar dari kamar .


'iya pak ,oh iya om sama Tante kemana pak ,kok nggak kelihatan ." tanyaku melihat sekeliling .


"lagi kondangan ,pulangnya pasti sore ,bapak sudah telepon mereka mau pulang sekarang ." ujar bapak sembari membetulkan kerah kemejanya .


"nan,,pakde sama Amel pulang dulu ya ,tadi ayah mu pesan kamu makan dulu terus istirahat ." ucap bapak


'siap pakde ..." Kinan mengangkat kepalanya dan meletakan di keningnya .


kali ini aku tersenyum melihat tingkah Kinan,dasar si reseh selalu saja ngebanyol , ucapku dalam hati .


aku dan bapak keluar dari rumah Kinan ,sopir bapak memasukan koperku di bagasi ,mobil meluncur meninggalkan rumah Kinan .


"gimana nduk ,senang to sudah sampai kampung ,nanti jangan banyak main ,temani ibu mu ,dia sudah lama merindukan kamu ."ucap bapak tegas .


"iya pak ,lagian mau main sama siapa ,teman ku semua sudah menikah tinggal Anggit yang belum ." ucapku sembari memeluk tangan bapak .


sudah lama sekali aku tidak bermanja manja sama bapak ,dulu saat masih SMA bapak masih suka menggendongku di belakang saat mengajak ku pergi melihat kebun jagung .


terus waktu aku kuliah di kota ,tiap dua Minggu sekali bapak datang ke kosan ,membawakan makanan dan mengisi kulkas di kamarku dengan berbagai macam makanan mentah dan matang.


dari kecil aku sangat di manjakan oleh kedua orang tuaku ,maklumlah aku anak semata wayang ,jika aku sakit semalaman bapak begadang menemaniku .

__ADS_1


ibu juga menyayangiku ,tapi kasih sayang ibu tidak sebesar bapak ,entah kenapa ibu jarang mau ngobrol dengan ku .


tapi ibu selalu masak apa yang aku inginkan ,membelikan semua kebutuhanku dan merawat ku dengan baik .


dulu rambutku panjang sekali sampai mata kaki ,ibu yang selalu merawatnya,keramas seminggu dua kali dan ibu memberi minyak ramuan nya ke rambutku.


pernah bapaku marah besar saat ada teman laki laki memanggil ku mbak Kunti...padahal dia hanya bercanda .


menjelang magrib mobil memasuki jalan kampung ,bapak tidur di sebelahku , pak Ratno sedang fokus menyetir .


saat mobil memasuki gapura desa aku melihat perempuan berdiri di bawah gapura ,perempuan itu melihat ke arahku ,wajahnya kenapa mirip denganku meski dia kelihatan sangat pucat .


aku merinding ,dia terus menatapku sampai mobil melewatinya ,saat aku melihat ke belakang perempuan itu sudah tidak tampak lagi .


hah....berarti tadi itu hantu ...nggak mungkin dia menghilang secepat itu .


"kamu kenapa nduk ,kok lihat kebelakang terus ." suara bapak membuatku kaget .


"nggak kenapa Napa pak ,tadi kaya lihat temanku ternyata bukan ." jawab ku berbohong .


" mbak Amel kangen kali ya sama temanya ,sudah lama banget nggak ketemu ." pak Ratno menimpali .


"iya pak ,kangen lah tiga tahun nggak ketemu ,keadaan desa banyak kemajuan ya pak Ratno ." jawabku .


"iya pak nambah ramai saja desa kita ya ,apa....lagi..." mulutku tidak jadi melanjutkan pembicaraan saat mataku melihat seorang anak kecil memakai baju sekolah merah putih berdiri di depan minimarket .


saat dia mengangkat wajahnya aku tersentak ,wajahnya hancur dipenuhi darah sampai tidak terlihat bentuk wajahnya ,anak itu melambaikan tangan ke arahku .


"kamu mau ngomong apa nduk ,kok nggak jadi malah melihat ke luar terus ." bapak menatapku heran .


"Amel lupa mau ngomong apa tadi pak ." jawabku sambil menggaruk kepala yang tak gatal.


"Oalah nduk ,kirain mau ngomong apa .' ucap bapak terkekeh .


aku pun ikut tertawa ,saat aku melihat ke arah pak Ratno dia mengalihkan pandangannya,,pak Ratno sepertinya sedang menatapku tadi tapi buru buru memalingkan wajah nya .


tepat pukul 7 malam kami sampai dirumah ,rumahku masih seperti dulu saat aku tinggalkan ,rumah paling mewah dikampung ku tetap sama seperti tiga tahun yang lalu .


"eh,,kalian sudah sampai ." ibu berdiri di ambang pintu ,aku segera memeluk nya

__ADS_1


"anak ibu pasti lapar ya ,Ayuk masuk kekamar mu bersih bersih badanmu sana ,ibu siapkan makanan kesukaan mu ya .ucap ibu sambil berlalu ke belakang .


"iya nih Bu ,Amel kangen masakan ibu yang pasti enak ." jawabku sembari tersenyum lebar ke ibu .


pak Ratno membawakan koperku ke kamar ,aku mengikuti dari belakang .


"makasih ya pak .' ujarku saat pak Ratno hendak keluar dari kamar .


aku duduk diatas ranjang ,,,aku masih belum mengerti kenapa aku sekarang bisa melihat mahkluk yang tak kasat mata.


dulu bapak pernah bilang , saat aku masih duduk di bangku SMP ,kata bapak aku bisa melihat mahluk halus saat usiaku sudah di atas 20 tahun.


saat aku masih kuliah di kota , aku sering bertemu dengan arwah mahasiswa yang dulunya meninggal karena berkelahi merebutkan mahasiswi .


waktu itu aku tidak begitu menghiraukan ,aku berfikir saat itu aku berhalusinasi ,karena fikiran kacau makanya aku melihat penampakan .


tapi kali ini hatiku berkata bahwa aku bisa melihat mahluk dari dunia lain itu karena aku punya kelebihan seperti cerita bapak ku .


hari ini saja aku sudah melihat dua penampakan dijalan ,akan tetapi arwah anak SD yang mukanya hancur tadi sangat membuatku penasaran .


"anak siapa Itu ya ,kasian sekali melihat kondisinya yang sudah hancur ,aku tidak bisa memastikan karena wajahnya tertutup darah .


"Amel...."


ada suara orang memanggilku,aku berjalan menuju jendela kamar ,ku buka perlahan dan jantungku hampir copot ,mulutku tidak bisa mengeluarkan suara .


seorang perempuan sekitar berusia 35 tahun berdiri di balik jendela , tanganya terulur hendak menjamah wajahku .


aku mundur dengan reflek ,tangan wanita itu segera ditariknya, dia menatapku sedih, aku masih berdiri dekat jendela ,kenapa perempuan ini mirip sekali sama ibu .


"ka...mu siapa dan mau apa kesini ." tanya Ke perempuan di luar jendela .


"nanti kamu pasti akan tahu siapa aku sebenarnya." wanita itu membalikan badan dan menghilang .


rambutnya panjang seperti rambutku Dulu , Aku melihatnya lagi tapi tak nampak oleh mata .


menghilang ...glek aku menelan Saliva ku .


"Amel buka pintunya ,ayok kita makan Sama Sama ,ibu sudah masakin menu kesukaanmu ." ibu sudah berdiri di belakangku .

__ADS_1


aku mengangguk dan segera melangkah dibelakang ibu ....aku menjerit saat melihat ibu berubah seperti perempuan yang menemuiku di jendela kamar.


"Amel , kamu kenapa." ibu menoleh ke arahku,,aku mengangkat wajah ku dan melihat ke arah ibu ,wajah ibu tidak berubah ,,aduh kenapa tadi rambut ibu panjang terurai dan baju yang dikenakan ibu tadi sama seperti wanita tadi .


__ADS_2