
lalu aku melihat bapak keluar dari pintu belakang rumah dan menjerit histeris saat melihat ku sudah tidak bernyawa .
bapak memeluk ku erat sekali ,tanganku yang terluka dibalut dengan kain sarung yang bapak pakai setelah merobeknya dibagian bawah .
lalu bapak menggendongku masuk kedalam kamar yang berada di ujung rumah ,selama ini aku tahu kamar itu tempat bapak menyimpan pusaka peninggalan orang tuanya .
bapak menutupi tubuhku dengan kain jarik berwarna coklat ,lalu melangkah keluar dan mengunci pintu .
"bapak sudah pulang dari ladang ." aku melihat ibu masuk kerumah membawa kantong belanja.
"sudah Bu ,," sahut bapak sambil menghisap rokok cerutunya .
ibu berjalan ke dapur dan meletakan belajaan yang baru di beli dipasar , keluarga kami dari dulu memang tidak punya pembantu ,semua urusan rumah di handle sama ibu.
"Amel kemana pak ,apa masih tidur dikamar nya ." ibu membawa secangkir kopi dan meletakan diatas meja .
"dia tadi ijin ke kota ,katanya ada perusahaan yang memanggilnya untuk bekerja disana ." aku tahu bapak berbohong ,tapi aku belum tahu apa tujuan bapak .
"kok ya mendadak to pak ,Amel Kam anak perempuan kenapa dibiarkan berangkat sendirian ," ibu nampak khawatir .
"tadi ada kawanya dari kota jemput Amel ,bapak yang nganter ke mobilnya ,sudah ibu nggak usah khawatir ." bapak berusaha tenang didepan ibu .
...
malam hari pukul 12 tepat bapak masuk ke kamar penyimpanan pusaka ,aku melihat wajah bapak seperti bukan bapak yang selama ini bersamaku .
raut mukanya tampak memerah matanya menatap nyalang ,disamping tubuhku bapak meletakan keris pusaka dan bermacam macam bunga diatas baskom plastik .
"eyang penunggu keris lancir,saya mohon berilah kekuatan padaku agar aku bisa menghidupkan anak ku kembali ,saya belum rela dia pergi dengan cara seperti ini ." aku mendengarkan ucapan bapak,meskipun beliau mengucapkannya dalam hati .
keris kecil yang ada disamping tubuhku bergerak gerak ,lalu terbang mengitari tubuhku yang terbujur kaku .
bapak berdiri dan mengambil keris kecil yang ada diatas tubuhku lalu merendam di baskom yang berisi aneka ragam bunga .
lalu bapak bersemedi ,,,jam tiga pagi bapak baru keluar lalu duduk di teras depan rumah sambil merokok .
__ADS_1
kasian bapak ,aku akan menemaninya duduk,siapa tahu bapak melihatku dan kami bisa ngobrol .
aku duduk dihadapan bapak ,,saat sedang memperhatikan bapak tiba tiba ada yang mencolek lengan ku ,aku menoleh kesamping ,,Karel tersenyum ke arahku .
"hi,Amel gimana kabarmu ." wajah Karel hanya terlihat hidung dan mulutnya saja ,terlihat bibirnya tertarik ke atas .
"Karel,,,kenapa kamu bisa sampai sini ,bukanya kamu di Belanda ."tanyaku ke Karel .
"waktu kamu pulang aku ikut denganmu ,tapi aku kesulitan untuk muncul dihadapanku ,sekarang alam kita sama ,aku lebih leluasa bersamamu ." lagi lagi Karel tersenyum .
bapak nampak gelisah ,berulang kali beliau mengusap tengkuk nya ,bapak pasti merasakan kehadiran kami hanya belum melihat kami ,aku yakin bapak belum membuka mata bathin nya .
"Mel ,,kasian tuh bapak kamu ,,dia pasti sedih kehilangan kamu .' ujar Karel ,wajahnya diarahkan ke bapak .
"iya ,bapak sangat menyayangiku dari kecil rel ,makanya bapak tidak terima aku mati dan berusaha untuk membangkitkan aku kembali." ucapku ke Karel.
"kamu beruntung punya bapak sebaik itu Mel,,,beda denganku yang selalu disiksa jika membantah,,kamu lihat tubuhku penuh dengan luka bekas cambuk ." Karel membuka lengan baju nya dan gaun merah panjangnya.
benar saja di tangan ,kaki dan punggung Karel penuh bekas luka cambuk ,bahkan ada yang masih basah di bawah lutut nya .
aku mengikuti Karel yang sudah membawaku terbang ,,,dan berhenti di sebuah bangunan tua ,Karel membawaku masuk dan mengajaku tinggal disitu sambil menunggu malam tiba .
"dirumah tua ini ternyata banyak penghuninya ,,ada yang wujudnya seperti manusia biasa ,ada juga yang menyeramkan .
"huaaaa....aku dikagetkan sama sosok tinggi hitam dihadapanku ,Karel entah kemana ,aku tak melihatnya .
"gadis cantik anak baru ya disini ,,mana kawan mu tadi hahahaha...aku punya mainan bagus hahaha." suara tawanya menggema dan badanya ikut bergoyang kekiri dan kekanan .
"gondoruwo jangan ganggu saya ,,! pergi sana,bukanya kamu suka mengganggu manusia..? bukan ruh penasaran seperti ku dan kawan ku Karel ." aku berdiri dihadapan tubuh tingginya.
"aku tak akan mengganggumu ,,aku hanya ingin menghisap bau tubuhmu yang masih wangi seperti kembang ,,,hahahaha." mahluk dihadapanku kembali terkekeh .
"sudah Mel ,,biarin aja dia nggak akan memakan mu ,dia hanya mau menghisap aroma tubuhmu.yang masih bau wangi ,karena kamu baru mati ." Karel sudah berada di sampingku .
mahkluk raksasa dihadapanku menundukan badanya ,lalu lidah panjang dan hitam keluar dari mulutnya yang hitam dengan gigi taring mencuat ,lidah hitam dan sangat busuk baunya menjilati tubuhku .
__ADS_1
aku diam tak bergerak pasrah dengan menahan bau busuk dari mulut besar mahluk dihadapanku.
"sudah ...hentikan .! Karel membentak mahkluk itu dan seketika mulutnya menjauh dari tubuhku .
"Amel Ayuk kita pergi dari sini.' Karel menarik tanganku ,membawaku terbang dan berhenti di sebuah pasar tradisional .
"rel ,,,kita dimana ini ,,kenapa orang orang disini penampilan nya seperti jaman penjajahan ,itu banyak orang asing ." tanyaku tak mengerti .
"iya betul ,kita sekarang ada di jaman saat ayahku berada diindonesia ." Karel mengajaku berjalan sampai tiba dirumah yang sangat besar bercat putih .
"ayok masuk ,ini rumahku dulu ,makasih ya Mel aku sudah bisa ketemu mami ku saat ikut terbang dengan mu ke sini ." Amel memasuki gerbang dan melangkah ke atas teras rumah .
dua penjaga berpakaian hitam dan memakai celana hitam di pinggangnya ada kain batik menjuntai ,mereka berdua menunduk hormat saat melihat Karel .
"hello ...anak mami ,,kamu pulang membawa teman ya ,Ayuk ajak masuk pelayan sudah menyiapkan makan malam untuk kalian ." wanita paruh baya yang sangat cantik ,wajahnya ayu khas orang Jawa mengenakan pakaian putih dan topi lebar diatas kepalanya.
"ok mami ..i love you so much ." Karel memeluk dan mencium mami nya .
"Ayuk Mel kita makan dulu ." Karel menarik tanganku menuju meja makan yang sangat besar ,disana sudah ada empat pelayan berjejer di samping meja .
perempuan seusia ibu ku menatapku tak berkedip ,,lalu tersenyum tipis saat aku menoleh ke arahnya .
"mbok jumi ...cepat layani putriku dan kawanya makan ,jangan melihat seperti patung ." suara mami nya Karel membuat perempuan yang dipanggil mbok jumi mendekat ke tempat duduk Karel .
"Nona Karel ,,ini ada daging empal kesukaanmu dan kentang kuning yang masih panas,Ayuk makan non ." mbok jumi mengambilkan makanan untuk Karel ,lalu pelayan lainya mengambilkan untuk ku .
"pantas eyang putri menyuruhku membantu Darmo ,ternyata kamu yang akan dibangkitkan dari kematian ,,kamu harus bantu anaku yang terjebak di sebuah klub malam di ibukota."
"jika kamu tidak membantu menyempurnakan anaku ,aku akan menolak perintah eyang untuk membantu bapak mu membangkitkan mu dari kematian ."
aku terkejut atas ucapan mbok jumi saat dia berada persis di sebelahku ,,Karel menatap mbok jumi sebentar lalu melanjutkan makan .
"iya mbok , aku janji akan membantu mbok jumi setelah aku hidup kembali ." jawabku lirih ,mbok jumi tersenyum dan pergi meninggalkan meja makan .
"
__ADS_1