Kisah Berdarah Diujung Senja

Kisah Berdarah Diujung Senja
4. menyusun rencana


__ADS_3

malam ini aku tak bisa memejamkan mata ,cerita Raina tentang ibu sangat menggangguku fikiran ku .


bagaimana caranya aku membongkar lantai itu ,tenagaku tak cukup untuk melakukannya,lantai semen di gudang sangat keras butuh tenaga untuk membongkar nya .


aku teringat sahabat kecil ku Arsan ,siapa tahu dia mau membantuku ,besok pagi aku akan ke rumahnya .


jam lima subuh bapak membangunkan ku untuk shalat subuh ,dengan malas aku bangun dan mengambil air wudhu , aku shalat bersama bapak .


dari kecil aku jarang melihat ibu shalat ,kata bapak ibu menganut Islam kejawen entah apa artinya aliran itu ,yang aku tahu ibu hanya berdoa di kamarnya tapi tidak shalat .


selesai shalat bapak meminta ku membuatkan kopi panas dan diantar ke teras rumah .


"pak ,jagung di gudang sudah penuh kenapa belum di jual ." tanyaku saat duduk dihadapan bapak .


"iya nduk ,bapak lagi nunggu harga jagung normal ,sayang kalau harganya murah ." ucap bapak sambil mengisap rokok nya .


"pak nanti aku mau main ke rumah Arsan ,boleh ya ." tanyaku lagi .


"boleh lah ,,,biar kamu nggak jenuh juga di rumah terus ,kabarnya Arsan sudah jadi pegawai negri ." ucap bapak .


"Arsan Kan memang siswa cerdas pak ,dari SD sampai SMA selalu juara kelas ,wajarlah jika dia jadi pegawai negri sekarang ."


"iya tapi Arsan sama sepertimu belum menikah juga ,padahal hidup nya sudah mapan ,rumah juga dia sudah punya ." ujar bapak disela sela rokok nya .


"ya mungkin belum ketemu jodohnya pak ." jawab ku singkat .


"tapi kamu jangan pacaran sama Arsan ya ,ibu mu nggak suka sama ibu nya Arsan ,bapak sampai pusing setiap mereka bertemu pasti ribut ." bapak menghela nafas berat .


"emangnya kenapa pak ibu nggak suka sama Bu Ratih ,bukanya orang tua Arsan sudah bercerai ya pak ." tanyaku serius .


"iya ,Ratih ibu nya Arsan sekarang tinggal di kota jadi istri pengusaha kaya ,kecantikan Ratih semakin bersinar semenjak menikah dengan pengusaha."


dan katanya setiap pulang kesini Ratih selalu mengejek ibu mu sekarang jelek padahal dulu ibu mu kembang desa ." bapak tersenyum ke arahku .


"menurutku ibu masih cantik kok pak ,ibu Kan rajin merawat tubuh nya ,rambutnya saja wangi terus ." ucapan ku membuat bapak tersenyum .

__ADS_1


"benar kata mu nduk ,makanya bapak takut sekali kehilangan ibu ,apapun yang dia minta pasti bapak turuti ,,bapak sangat mencintai ibu mu dan juga kamu nduk ."


aku jadi teringat cerita Raina ,ibu pernah selingkuh dengan bapak nya Raina ,siapa sebenarnya laki laki itu .


jam delapan pagi selepas sarapan aku pamit keluar ,bapak mewanti wanti ku jangan bilang mau kerumah Arsan takut ibu marah ,aku pun mengikuti saran bapak .


aku melihat Arsan keluar rumah menenteng tas dan hendak naik ke motornya .


"Arsan ...tunggu ." aku berteriak memanggil nya .


Arsan menoleh ke arahku ,bibirnya tersenyum lebar lalu turun dari atas motor menunggu ku sampai dihadapan nya .


"haduh nona Belanda baru pulang ya ,masih ingat saja sama kawan kampung ." Arsan menyalami ku dan mengajak ku masuk kedalam rumah .


"san ...kamu mau kerja ya ,aku ganggu nggak nih pagi pagi ke sini ." aku merasa nggak enak hati.


"tenang aja Mel ,aku sudah kirim pesan sama atasanku dan beliau mengijinkan kau libur hari ini ." ucap Arsan santai .


"kamu tinggal sama siapa san disini ." netra ku menyapu rumah Arsan yang tertata rapih .


"hidup mu dah mapan ,kenapa belum menikah san." tanya ku lagi .


"belum laku Mel .' Arsan terkekeh menatapku ,Hem..senyum Arsan meresahkan hehe.


"ngomong ngomong ada perlu apa nih kerumah ku sepagi ini ." Arsan mengambil rokok dan menghisap nya .


"begini san ,waktu aku baru pulang dari Belanda kemarin ,ada ibu ibu dan anak kecil menampakan diri padaku ,sorry mereka hantu atau arwah penasaran gitu ."


"anak ini pakai seragam SD dan wajah nya hancur ,dia bilang mati tertabrak mobil ,terus minta tolong pada ku ." aku menghela nafas sebelum lanjutkan cerita .


"anak kecil itu siapa dan kenapa minta tolong sama kamu Mel." Arsan menampakan wajah keheranan .


"dia adik ku satu ibu beda bapak san ,ternyata selama ini ibu selingkuh dan punya anak ,namanya Raina ,tapi ibu memberikan anak itu pada kembaran nya yang tinggal di tepi hutan ." kembali dadaku terasa sesak .


"hah...yang bener Mel ,apakah bapak mu tahu semua ini Mel ." Arsan kaget .

__ADS_1


"bapak tidak tahu sana karena ibu menyembunyikan dari bapak ,dan aku juga nggak tahu apakah bapak tahu kalau ibu punya kembaran ." ujarku .


"terus apa rencana mu ." Arsan menatap ku lekat .


"bantu aku bongkar kuburan Raina di lantai gudang penyimpanan jagung ,Raina minta di kuburkan dengan layak ." aku balik menatap Arsan .


"hemm....gimana jika ibu mu tahu Mel ,bahaya sekali pasti ibu mu akan marah karena rahasianya terbongkar." ujar arsan mengingatkan .


"kita bongkar saat ibu tidak ada di rumah san ,nanti aku akan mencari cara supaya ibu keluar dari rumah dalam waktu yang lama ."


"iya betul ,dan bapak mu juga usahakan tidak di rumah ,aku siap bantu kamu Mel ,kasian Raina ." ucap arsan sedih .


"ya sudah ini nomor Handphone ku kamu simpan ya ,nanti aku akan hubungi kami jika rumah sudah aman ,aku pamit dulu ya san ." aku beranjak dari kursi .


" iya Mel ...nanti kabari saja jika sudah aman terkendali ." ucap arsan tersenyum .


*****


"Bu ,,aku mau baju kayak dulu waktu ibu buatkan pas acara perpisahan SMP itu Bu .' ujarku merajuk ke ibu .


"ya ampun Mel ,itu kan modelnya dah nggak jaman lagi ,kita pergi ke mall saja nanti ibu pilihkan baju untuk mu ." jawab ibu sembari menuangkan teh ke cangkir .


"Amel nggak mau bu ,bosen pake baju bagus ,di Belanda juga Amel sering beli baju ,Amel mau baju itu Bu .please ." aku melingkarkan jari telunjuk dan jempol ku .


"sudah Bu ,sana belikan bahan nya terus dijahit ,buat anak sendiri apa sih yang nggak." bapak membela ku .


"ya sudah besok ibu ke kota beli bahan nya ,kami ikut ya Mel temani ibu ." ujar ibu menoleh ke arahku .


"aku nggak bisa ikut Bu ,aku lagi nunggu interview dari manager perusahaan di kota ,semoga diterima ." jawab ku Asal .


akhirnya ibu menyanggupi permintaanku ,aku segera mengirim pesan ke arsan ,dia menyuruhku sore ini kerumahnya untuk mengatur strategi .


jam lima sore aku tiba dirumah arsan ,arsan sudah menyiapkan linggis dan karung untuk mengeksekusi kerangka Raina di lantai gudang .


besok pagi setelah bapak dan ibu pergi ,kami akan menggali kuburan Raina dan memindahkan ke lahan di belakang rumah .

__ADS_1


__ADS_2