
sampai dikantor reimond kembali seperti singa lapar yang siapa menerkam mangsanya ,saat kami berada di dalam lift ada dua orang perempuan cantik yang terus memperhatikan reimond ,tapi yang diperhatikan cuek dan tidak menoleh sedikitpun .
ehm bongkahan es ini sifatnya aneh sekali ,kadang lembut ,perhatian ,tapi tiba tiba bisa kaku dan kasar ,sampai pintu lift terbuka reimond tetap acuh tak acuh ,aku mengikuti langkahnya menuju ruangan kami.
"nanti kalau mau pulang saya antar ,jangan pulang sendirian ." ujar reimond saat aku duduk di kursi kerjaku .
"memangnya kenapa pak ." mataku menyipit .
"buat keamanan kamu ,kalau sudah punya mobil dan sopir pribadi baru aku lepas kemana mana sendiri ." sahutnya .
aku diam gak mau merespon ,karena sudah bisa dipastikan reimond tidak akan mau mendengar ucapan ku .
aku melanjutkan kerja hingga jam pulang tiba ,bergegas aku membereskan berkas dan mematikan layar komputer ,kulihat reimond pun sedang bersiap untuk pulang .
"Ayuk ,ikut bersamaku ." reimond sudah berjalan ke arah pintu .
aku menyambar tas ku dan mengikuti nya keluar ruangan ,menuju loby dan ketika pintu loby terbuka ,aneh kenapa reimond tidak nampak ,kemana dia .
Aku berdiri di loby sambil menenteng tas warna hitam ,aku mengedarkan netra ku setiap ada mobil yang berhenti ,siapa tahu itu reimond .
mobil sport warna putih susu berhenti di hadapanku dan pintu kaca bagian depan terbuka,wajah reimond menatapku menyuruhku masuk kedalam mobilnya .
aku berjalan memutari mobil dan membuka pintu kiri bagian depan ,saat sedang membetulkan posisi duduk ku ,tiba tiba tubuh reimond mendekat ke arahku dan tanganya mengambil seft belt .
aku menatap wajah reimond yang jaraknya hanya beberapa senti dari wajahku ,ku perhatikan wajah reimond dari dekat ,pria kaku ini ternyata wajahnya sangat tampan ,mata coklat Alis tebal dan hidung nya sangat mancung ,apalagi bibirnya begitu ****.
aku terhanyut menatap wajahnya ,jujur hatiku berdesir saat mencium aroma parfum reimond dan menatap wajahnya dari jarak yang sangat dekat .
"sudah selesai ,kamu bisa rileks duduk nya ." ucap reimond sembari menarik tubuhnya kebelakang setir .
"terimakasih pak ," jawabku .
"panggil saja nama ku jika diluar kantor ." netra reimond masih fokus ke arah jalan .
"saya nggak enak pak ,saya kan karyawan bapak ,masa harus panggil nama ." ujarku sambil meliriknya .
"ikuti saja perintahku ,jangan membantah ." kali ini suar ketusnya keluar .
"baiklah kalau begitu Rei.." tetap saja aku tidak bisa menolak kemauan nya.
terlihat senyum tipis di bibirnya ,ah semakin terlihat tampan jika dia tersenyum .
aku menunjukan jalan menuju rumah yang aku tempati ,hingga mobil reimond berhenti di depan gerbang ,aku menoleh ke arah reimond .
"makasih ya rei sudah anterin pulang ,mau mampir dulu gak ." tanya ku sambil meraih tas dan membuka pintu mobil .
__ADS_1
"kamu tinggal sama siapa dirumah ini Mel." reimond mematikan mesin mobil lalu menatapku .
"sama sepupu kawanku ,kebetulan ini rumah Tante nya ." sahutku ,mengurungkan untuk keluar dari mobil .
"sepertinya aku gak asing sama rumah ini Mel,tapi aku lupa kapan aku pernah datang ke rumah ini ." ujar reimond lagi .
"kalau begitu masuk aja yuk ,kita ngobrol didalam ." ajak ku ,dan reimond tak keberatan dia langsung turun dari mobil dan mengikuti ku masuk setelah aku geser pintu gerbang .
aku mempersilahkan reimond duduk di ruang tamu ,aku meninggalkannya ke belakang untuk membuatkan minuman .
saat aku keluar membawa nampan berisi dua gelas minuman kulihat reimond sedang berdiri menatap bingkai foto yang ada di dinding .
"ini aku bawakan minuman Rei ,silahkan di minum ." kuletakan dua gelas minuman di atas meja .
reimond membalikan tubuhnya dan duduk dihadapan ku .
"Mel yang punya rumah ini sekarang tinggal dimana ." mata reimond menatapku lekat .
"kata kawanku mereka tinggal di Belanda ,makanya rumah ini kosong dan aku diijinkan tinggal disini bersama sepupu kawanku ." sahutku ,lalu ku simpan nampan di bawah meja .
"kenapa aku benar benar lupa ya kapan aku pernah kerumah ini ,tapi aku yakin sekali pernah datang kesini Mel ." reimond menyandarkan tubuhnya ke sofa dan menatap kembali foto yang ada di dinding .
"nanti kalau sudah sampai rumah ,coba kamu ingat ingat kembali Rei kapan kamu datang ke rumah ini ." saranku .
"ya sudah aku pamit ya Mel ,kamu gak papa sendirian disini ." reimond berdiri aku pun mengikutinya .
"gak papa Rey ,bentar lagi Jihan pulang ,dia bisanya habis magrib pulang ." ujarku .
aku mengantar reimond ke depan ,sesampai di halaman rumah Rei minta ijin untuk mengambil foto rumah ,aku mengijinkannya.
tak lama mobil Rei pergi meninggalkan halaman halaman rumah ,aku segera masuk dan mengunci pintu .
gegas aku menuju kamar mandi membersihkan tubuhku ,dan berganti pakaian , bersamaan dengan adzan magrib terdengar bel rumah berbunyi .
Ting tong ....
aku meletakan handuk di bangku samping tempat tidurku berjalan menuju ke arah pintu depan .
saat ku buka pintu ada seorang pemuda berperawakan kurus tinggi berdiri menatap ke arahku .
"maaf mas cari siapa ." tanyaku menyelidik .
" mbak,,saya dari kampung cari alamat saudara saya disini tapi gak ketemu ,apa mbak bisa bantu saya ." ujar pria di hadapanku .
"saya juga belum lama tinggal disini mas ,jadi kurang paham ." sahutku .
__ADS_1
"coba mbak lihat foto ini ,mungkin mbak pernah melihat nya ." tangan pria ini merogoh saku celana dan memberikan foto ke padaku .
aku memperhatikan foto wanita cantik berkulit putih ,matanya besar dengan kornea berwarna biru ,wajahnya terlihat murung ,wanita ini kenapa seperti tak asing bagi ku .
"waduh maaf ya mas ,saya gak kenal dengan saudara nya dan belum pernah melihat nya." ku berikan foto perempuan cantik ke pria di hadapan ku .
"ya mbak gak papa ,kenalkan mbak saya Tomi ,apakah boleh saya numpang duduk di teras rumah mbak ,sambil menunggu kabar dari saudara saya yang akan tiba dijakarta besok pagi ." pintanya dengan wajah memelas .
"ehm ...silahkan saja mas ,duduk di kursi sini saja ,bentar saya buatkan minum dulu ya ,oh ya nama saya Amel ,sya tinggal kedalam sebentar ya mas ." aku masuk kedalam rumah setelah Tomi duduk di kursi teras .
aku bawakan teh hangat dan sekaleng biskuit untuk Tomi ,aku merasa kasian melihat nya ,setelah meletakan suguhan aku duduk di kursi dekat pintu .
"kamu sudah lama tinggal di sini Mel ." tanya Tomi menoleh ke arahku .
"belum lama si ,baru dua Minggu ." sahutku .
"melihat kamu aku jadi ingat saudara tiri ku ,yang di foto tadi kami satu ibu lain bapak, dia menghilang saat kampung kami terkena bencana banjir ."
"kapan itu kejadiannya ,dan di mana kampungmu ." cecar ku penasaran.
"lima tahun yang lalu ,kami dari sebuah desa di Jawa tengah ,tentu Kamu ingat waktu terjadi gempa dan banjir saat itu ." Tomi kembali menatap ku .
"oh iya aku baca beritanya waktu itu ,banyak korban meninggal dunia dan luka luka ,terus gimana kamu bisa mencari saudaramu kejakarta ." tanyaku lagi .
"adiku bernama Tere, dia di selamatkan oleh pria bule dan membawanya ke Jakarta, saat itu Tere mengalami amnesia karena benturan di kepala nya ."
"dan pria bule itu tidak punya niat mengembalikan Tere ke keluarga kami ,lalu membawanya ke negara asal pria itu ,tapi beberapa waktu lalu tetangga kami melihat Tere di sekitar komplek perumahan ini saat sedang mengantar kawanya ."
"ibu menyuruh ku kejakarta untuk mencari Tere ,kami sangat yakin Tere ada di sekitar sini ,karena tetangga ku sempat mengambil gambarnya ."
"tapi saat aku tanya posisi rumah tempat Tere di foto ,tetangga ku tidak ingat ." Tomi menjeda ceritanya dan mengambil gelas lalu meminum teh yang aku suguhkan .
"makasih ya Mel atas suguhannya ." ujar nya sambil meletakan gelas ke atas meja .
aku mengangguk ke arah Tomi ,mendengar ceritanya aku jadi terharu ,kasian Tere harus terpisah dengan keluarganya selama lima tahun.
"tapi tom dari mana kamu tahu jika Tere pernah dibawa keluar negri oleh pria bule itu dan dari mana kamu tahu kalau Tere menderita amnesia ." aku menyorot ke wajah Tomi .
"tetangga kami ada yang mengetahui kejadian saat Tere di temukan ,dia disuruh tutup mulut untuk tidak menceritakan ke keluarga ku ,tapi saat tetanggaku sakit parah dan sebelum meninggal dia menceritakan semua kepada ibu tentang Tere .' wajah Tomi tampak sedih .
"oh begitu ya ,aku jadi penasaran sama Tere ,jika dia benar tinggal di sekitar komplek ini ,mungkin aku bisa bantu kamu ke rumah pak RT siapa tahu dia kenal sama Tere dan tahu rumahnya ." usul ku me Tomi .
"benar juga ya Mel ,kenapa aku gak kepikiran begitu ,sekarang sudah malam besok temani aku kerumah pak rt ya ." senyum Tomi mengembang .
kami melanjutkan ngobrol ,entah kenapa aku nyaman ngobrol dengan Tomi ,Jihan mengirimkan pesan bahwa malam ini dia tidak pulang ,menginap di rumah kawan nya .
__ADS_1