Kisah Berdarah Diujung Senja

Kisah Berdarah Diujung Senja
5. ketahuan


__ADS_3

"jangan lupa makan ya Mel ,ibu sudah masak buat sarapan sama makan siang kamu ." ucap ibu sembari menenteng tas nya .


"iya Bu,tenang aja pasti Amel makan sampai habis ." ucap ku terkekeh .


bapak memberiku uang ratusan tiga lembar ,lalu masuk kedalam mobil duduk di sebelah ibu .pak Ratno menjalankan mobil meninggalkan pekarangan rumah .


"san ,rumah sudah aman ,kamu kesini ya ." aku mengirim pesan ke arsan


send


"iya Mel ,ini aku lagi jalan ke rumahmu ,sengaja minta anterin anak tetangga .' balas arsan .


aku menunggu arsan di teras depan rumah .tak lama arsan datang di bonceng anak muda tanggung .


"nanti mau di jemput gak mas," tanya pemuda yang membonceng arsan .


"nggak usah Nang ,nanti mas pulang sendiri." ujar arsan lalu melangkah naik ke teras rumah Ku .


"Ayuk Mel ,kita ke gudang tempat Raina dikubur ." arsan nggak mau duduk ,dan kami berjalan masuk ke dalam rumah .


"bentar San, aku tutup pintunya dulu ." aku menutup pintu depan dan mengunci dari dalam .


aku berjalan di depan ,arsan mengikuti di belakangku ,kami sampai di depan pintu gudang .


aku mengambil kunci dari saku celana dan membuka pintu gudang .


krekeett ...


pintu gudang terbuka ,dan arsan masuk lebih dulu .


"arrggg....Mel ,...i..itu siapa." arsan balik badan ke arahku .


"ih ,apaan si San,kok belum apa apa udah takut gitu ." aku mendorong tubuh arsan untuk maju ke depan .


"Mel ,,tadi aku lihat hantu anak kecil lake seragam sekolah SD ,disitu ." arsan menunjuk jendela di sudut gudang .


"iya ,itu Raina ,dia dikubur dilantai bawah jendela itu ,udah ah nggak usah takut ,kaya cewek aja kamu ." aku mencebik ke arahnya .


"Ayok gali san lantainya ,keburu siang ." aku mencolek tangan arsan .


arsan membuka karung yang dibawanya dari rumah ,mengeluarkan linggis dan mulai membongkar lantai .


"keras lantainya Mel ,lihat nih baju ku dah basah keringat ." arsan menunjuk punggungnya yang sudah basah .


"ayok semangat san...itu galian kamu sudah dalam ." aku menunjuk lobang dihadapan arsan .


arsan menyapaku lalu netra nya menyorot ke lubang dihadapan nya .


"kayaknya tadi belum sedalam ini Mel ,,kok tahu tahu sudah kebawah ya galian nya ." ujar arsan kebingungan .


"san ,,,lihat tuh ada tulang ,kamu gali kepinggir san biar melebar ,bentar lagi pasti nemuin tulang tulang nya Raina ." aku berseru gembira .

__ADS_1


mendengar ucapan ku arsan bersemangat ,,lubang sudah melebar kesamping .


crak ....


arsan mengangkat linggis dan meletakan di lantai,aku ikut melongok kedalam lubang .


"ambil karung yang bersih itu Mel,aku akan mengangkat kerangka nya." arsan turun mengambil kerangka yang sudah terpisah dari sendi nya.


aku memasukan tulang Raina ke dalam karung ,,aku menyusunnya hati hati ,takut ada yang patah .


***


di kota saat sedang belanja di toko kain,perasaan Bu Sundari gelisah entah apa yang dia fikirkan .


"sudah belanjanya Bu .' pak Darmo berdiri di belakang bu Sundari .


"sudah pak ,aku pilihkan warna biru tosca warna kesukaan Amel ." ujar Bu Sundari seraya membawa kain pilihannya ke kasir .


"nanti temani bapak ke rumah Handoko dulu ya Bu ,sudah lama juga kan kamu nggak bertemu mereka ." pinta pak Darmo setelah membayar belanjaan di kasir .


"gimana ya pak ,perasaan ibu nggak enak ,rasanya pengen cepat cepat pulang ke rumah ." sahut Bu Sundari ,wajahnya sedikit menegang .


"nggak usah terlalu khawatir sama Amel Bu ,dia sudah besar kok ,kalau ada apa apa Amel pasti menghubungi bapak ." jawab pak Darmo santai .


akhirnya Bu Sundari ikut kerumah Handoko ,,rekan bisnis pak Darmo yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri .


di dalam mobil Bu Sundari nampak gelisah ,berulang kali wajahnya melihat ke arah luar jendela , seperti sedang mencemaskan sesuatu .


"ah bapak ini apaan sih ,malu sama Ratno loh ." Bu Sundari tersipu malu dengan candaan pak Darmo .


pak Darmo masih terkekeh diikuti pak Ratno ,sepuluh menit kemudian mobil mereka sampai dihalaman rumah Handoko .


"eh,,pak de ganteng sudah nyampai ,ditunggu bapak tuh di dalam ." Kinan menyambut pak Darmo dengan gaya tengil nya.


"oh gitu ya nduk ,,itu ada bude Salim dulu sana." titah pak Darmo ke Kinan .


"oh bude ikut juga ya ,Kom Amel nggak diajak bude." tanya Amel sambil menyalami tangan Bu Sundari .


"Amel lagi nunggu interview dari perusahaan katanya nan ,jadi nggak bisa ikut ." sahut Bu Sundari .


pak Handoko dan istri menyambut dengan ramah ,pak Darmo terlibat obrolan serius dengan Handoko ,Bu Sundari duduk bersama Bu Sinta dan Kinan .


setelah satu jam di rumah Handoko akhirnya pak darmo dan istri pamit pulang ,,di tengah perjalanan bu Sundari semakin gelisah .


mobil memasuki gapura desa ,,dari spion mobil pak Ratno memperhatikan wajah Bu Sundari ,dia nampak pucat saat melihat ke arah gapura .


pak Ratno melirik ke arah pak Darmo yang tertidur ,kembali netra pak Ratno melihat ke arah Bu Sundari ,nampak mulutnya bergerak pelan seperti sedang berbicara .


"pak turun sudah sampai rumah ini ." ni Sundari menepuk pelan punggung pak Darmo.


"huaaammm....em ..kamu masuk saja dulu ke rumah Bu ,aku mau me rumah darman ,besok mau suruh dia mengangkut semua hasil panen kita ." ujar pak Darmo seraya mengusap wajahnya .

__ADS_1


"ya sudah aku masuk dulu ,, " Bu Sundari turun membawa plastik belanjaan menuju teras rumah nya .


"ah...pintu nya di kunci dari dalam ,apa Amel tidur ya ,kok nggak keluar mendengar suara mobil." bathin Bu Ndari .


"Mel....Amel ...buka pintunya nak ." suara Bu Ndari cukup keras .


"kamu ratakan tanahnya san, terus kasih rumput diatasnya ,biar nggak ada yang curiga ." ucap Amel sambil membantu menguruk bagian yang belum rata .


"Alhamdulillah sudah beres Mel ,,,aku pulang dulu ya ,sudah hampir sore ." ucap arsan sambil masukan linggis ke dalam karung .


setelah arsan berlalu Amel berjalan kerumahnya lewat pintu belakang .


"Amel...kemana kamu sih ,lagian kenapa pintunya di kunci ,,ah nyusahin saja kamu Mel." suara ibu membuat Amel panik .


Amel segera mencuci tanganya ,lalu mengacak rambutnya seperti orang baru bangun tidur .


"huaammm...Amel pura pura menguap saat membuka pintu ,ibu nya berdiri menatap kesal ke arahnya .


"kamu ngapain sih Mel ,lama banget buka pintunya." ucap ibu Ndari ketus .


"tadi habis interview aku ketiduran Bu .maaf nggak dengar ibu manggil ." Amel melebarkan pintu rumah dan menyuruh ibu nya segera masuk .


"ya sudah ibu mau istirahat di kamar capek ." ibu berjalan ke arah kamarnya .


aku menutup pintu depan dan masuk ke kamarku ,entah mengapa aku ingin ke kamar ibu menanyakan kain yang di beli ibu untuk membuat baju ku .


saat sudah berada di depan kamar ibu aku mendengar ibu sedang berbicara dengan suara pelan .


"aku tahu Amel sudah melakukan tindakan di luar batas ,,dia akan membongkar rahasiaku satu persatu ,,lalu apa yang harus aku lakukan ."


deg


apa maksud ucapan ibu barusan ,,apa ibu sedang berbicara di telepon ,dengan siapa ibu bicara .


aku berjalan kesamping rumah ,mengintip lewat jendela kamar ibu ,nafasku berhenti sesaat saat melihat ibu sedang duduk bersila ,matanya terpejam dan mulutnya bergerak gerak mengeluarkan suara pelan sekali ,samar Samar aku mendengarnya.


"dia akan menjadi ancaman buatku ,apa aku harus menyingkirkan nya juga ."


"hah...dia yang dimaksud ibu itu apakah aku ,ya Tuhan apa ibu tahu aku sudah memindahkan kerangka Raina dan menguburnya di kebun belakang rumah .


bruk ....


aku terjatuh saat hendak berjalan kembali ke pintu belakang rumah ,aku segera merapatkan tubuhku ke tembok .


benar saja ibu membuka jendela dan melihat ke arah luar ,,,dibawah jendela ada tembok yang menghalangi pandangan ke bawah ,untung saja aku segera merapat ke tembok ,ibu tak melihatku .


"dari mana kamu Mel ,,ibu menghadang ku saat aku membuka pintu belakang .


"cari angin Bu ,didalam panas ," sahutku asal.


"masuk ke kamar ,jangan keluyuran ." tegas suara ibu .

__ADS_1


aku mengangguk lalu melangkah ke kamarku ..


__ADS_2