Kisah Berdarah Diujung Senja

Kisah Berdarah Diujung Senja
15. menemukan tere


__ADS_3

aku terbangun ketika mendengar adzan subuh di masjid komplek,segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu ,dan menjalankan shalat .


aku berjalan ke arah dapur,tapi langkahku aku urungkan dan berbalik ke ruang tamu ,Tomi masih tidur dan sosok tere sudah tidak ada lagi di sana .


saat hendak menuju ke dapur ,aku mendengar suara langkah kaki dilantai atas ,selama tinggal di sini aku belum pernah ke lantai atas ,karena menurut sahabatku lantai atas tidak boleh ditempati ,aku pun mematuhinya.


aku berusaha mengabaikan suara yang aku dengar tadi ,mungkin hanya perasaan Ku saja ,kembali aku mengarah ke dapur untuk membuat sarapan .


aku mengambil bahan makanan dari kulkas ,hanya tersisa ayam dan telur serta sedikit sayuran ,aku akan membuat nasi goreng ayam .


jam tujuh pagi sarapan sudah siap ,aku akan mengajak Tomi untuk sarapan bersama ,Tomi nampaknya kelelahan aku merasa gak tega membangunkan nya .


ku bawa segelas kopi dan duduk di teras ,aku melihat ke arah jalan di depan rumah ,tampak ibu ibu komplek perumahan sedang mengerumuni Abang tukang sayur.


pandangan ku berhenti saat melihat salah satu diantara ibu ibu yang sedang memilih sayuran,ada seorang perempuan tua duduk di atas gerobak sayuran ,wajahnya berlumuran darah dan menjilati sayuran serta bungkusan ikan dan ayam .


mataku masih tak berkedip melihatnya ,darah yang keluar dari wajah nya yang rusak mengalir membasahi sayuran yang dia duduki .


sementara ibu ibu berebut mengambil belanjaan ,semakin lama semakin banyak yang datang dan pergi dan dalam waktu gak sampai setengah jam dagangan si Abang habis di borong .


Abang sayuran mengambil tas dan mengeluarkan botol kecil ,lalu tanganya menarik rambut perempuan tua yang masih duduk di atas gerobaknya ,tubuh perempuan itu masuk ke dalam botol dan Abang sayuran menutup botol Lalu memasukan kembali ke dalam tas nya .


aku menghela nafas melihat kejadian itu ,Abang sayuran memperalat arwah perempuan tua yang sepertinya korban kecelakaan untuk melariskan dagangannya,huh aku gak sanggup kalau harus beli sayuran dari dia .


"Mel ,kamu sudah bangun dari tadi ya,maaf aku kesiangan ,." suara Tomi mengejutkan ku .


"eh kamu sudah bangun tom ,kita sarapan dulu yuk ,keburu dingin nasi gorengnya." aku berdiri mengajak Tomi ke ruang makan .


Tomi mengikutiku ke meja makan ,sudah aku siapkan dua piring nasi goreng dan satu piring ayam goreng.


"Mel ,semalam aku mimpi Tere mendatangi Ku ,dia menangis memeluk ku ,Tere sangat menderita selama ini terpisah dari keluarga ." ujar Tomi sambil mengunyah nasi di mulut nya.


"kamu gak bermimpi tom,Tere memang ada didekat kamu ,dia menjaga mu saat kami tidur ." sahutku menatap nya .


"apa kamu bersedia membantu ku membongkar lubang tempat Tere di buang Mel ." Tomi menghentikan siapa nya dan menatapku .


"hari ini aku libur ,kita akan pergi kesana bersama tom,aku juga kasian sama Tere ,kita harus menolong nya ." timpalku .


setelah selesai sarapan dan membereskan meja makan ,aku dan Tomi keluar rumah ,kami menunggu taxi online untuk menuju ke belakang hotel anatel .


lima belas menit perjalanan mobil sampai di depan gang belakang hotel ,aku dan Tomi turun setelah Tomi membayar ongkos taxi .

__ADS_1


kulihat ada tulisan di kayu yang menempel di tembok pagar ,gang merak dua ,Tomi ikut menatap tulisan di kayu yang menempel di tembok .


"apa sudah benar disini Mel ." ujar Tomi seraya merapihkan tas ransel nya .


"iya tom ,ini kan tembok belakang hotel anatel ,kita masuk ke gang ini mencari rumah tua sesuai petunjuk dari Tere ." sahutku meyakinkan Tomi .


kami berjalan menyusuri gang ,tidak kami temukan satu orang pun di gang ini ,suasana nya sangat sepi dan beberapa rumah pagar nya tertutup rapat .


aku dan Tomi terus berjalan dan kami berhenti karena di depan sana ada tembok tinggi dan tidak ada jalan lagi ,kami menatap rumah di sebelah kiri ,rumah ini tidak terawat dan nampak gelap dan suram .


"Mel ,ini sudah jalan buntu ,apa kita coba masuk ke rumah itu saja ,sepertinya rumah itu tidak berpenghuni ." Tomi menunjuk rumah yang memang sedang aku perhatikan .


"ok ,ayok kita kesana ." ajak ku ,kami beriringan memasuki halaman rumah .


pintu rumah tertutup rapat ,aku mengintip kedalam rumah dari celah jendela ,didalam gelap tak terlihat apa pun .


"kita ke belakang saja Mel ,siapa tahu pintu samping itu bisa kita buka .' Tomi berjalan menuju pintu samping rumah .


ternyata sama saja pintu samping rumah juga terkunci rapat ,Tomi berusaha menarik pegangan pintu dan memakan nya .


brak ....


tubuh Tomi terdorong ke depan dan jatuh tersungkur ke tanah ,aneh sekali tadi pintu ini susah di buka ,seperti ada yang membuka dengan paksa dari arah dalam hingga membuat Tomi tak siap dan jatuh .


"gak papa Mel,aku cuma kaget aja ,kayak ada yang narik pintu ini dari dalam ,kuat sekali sampai aku kaget ." Tomi mengibas celana nya yang kotor di penuhi tanah .


"Ayuk kita masuk Mel," Tomi melangkah ke arah belakang rumah ,aku mengikutinya .


sampai dihalaman belakang kami berhenti ,ada meja dan kursi di dekat kolam ikan yang airnya sudah kering ,disamping kolam ikan ada jemuran baju yang sudah menguning warnanya .


aku membersihkan kursi dengan baju yang ada di jemuran ,lalu kami duduk untuk mengatur nafas yang serasa sesak .


"Mel ,dimana lubang pembuangan itu ya ,tidak terlihat ada disini ." ujar Tomi sambil mengenaskan tubuhnya ke kursi kayu .


aku mengedarkan pandanganku ke seluruh halaman belakang rumah ,benar saja tidak ada tanda jika ada lubang pembuangan disini .


saat aku hendak berjalan untuk melihat ke arah kolam ,kaki ku terantuk sesuatu ,aku menoleh ke arah kaki ,ada besok bulat yang sudah berkarat di bawah meja .


"tom lihat sini deh ,ini ada besi tertanam disini ,." ujarku ke Tomi yang sedang mengetik sesuatu di ponsel nya .


Tomi berjalan ke arahku dan menggeser meja untuk melihat besi yang aku katakan barusan .

__ADS_1


"Awa mel ,aku mau coba menarik besi ini ." ujar Tomi .


Tomi menarik besi bulat yang tertanam dan sepertinya di cor dengan semen ,sudah berulang kali tapi tidak berhasil .


aku berjalan memutari halaman mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk menarik besi itu ,mataku melihat Palu tergeletak diantara tumpukan karung di sudut halaman .


"tom ,coba pake ini siapa tahu bisa mengangkat besi itu ." aku menyodorkan palu ke tangan Tomi .


Tomi memukul mukul besi bulat dengan palu ,tapi bukanya besi itu terangkat tapi lantai di sekelilingnya retak ,Tomi menggempur lantai mengikuti keretakan yang menyebar di sekeliling besi .


sudah cukup lebar lantai terbuka karena hantaman palu Tomi ,dan Trang ...palu menghantam besi dengan kuat .


Tomi semakin bersemangat membongkar lantai ,dan dia tersenyum saat melihat lempengan besi seperti penutup lubang mencuat dari bawah lantai .


"Mel ,lihat ini sepertinya lempengan besi ini penutup lubang di bawahnya ." Tomi mengangkat wajahnya ke arahku .


"terus gimana kita bisa membukanya tom ,besi itu sangat kuat tertanam di lantai ." sahutku sambil berjongkok di hadapan Tomi .


"kita cari sesuatu mel ,siapa tahu ada linggis disini bisa kita gunakan untuk membuka penutup besi itu ." Tomi berdiri dan berjalan ke tempatku tadi menemukan palu .


Tomi menemukan besi seukuran satu meter dan berjalan menuju tempat tadi ,dia menghentak besi bulat pengait tutup lempengan ,tapi tidak juga berhasil membukanya .


kami duduk beristirahat ,wajah Tomi sudah bersimbah keringat ,tak terasa waktu sudah sore dan perut ku terasa lapar dan haus .


"tom aku keluar cari makanan ya ,ini sudah jam setengah lima ,kamu pasti lapar kan ." kutatap wajah lelah Tomi .


"kamu jalan kaki keluar Mel ,jangan lah nanti kamu capek ,biar aku saja yang beli makanan ,kamu tunggu disini ya ." Tomi menyambar ransel yang ia letakan di atas meja .


aku mengangguk dan memperhatikan punggung Tomi saat berjalan menghampiri pintu samping rumah .


setelah Tomi pergi aku menyandarkan kepalaku di kursi kayu ,mataku sangat mengantuk dan tubuhku lelah ,sampai akhirnya aku tertidur .


aku terbangun saat tangan Tomi menyentuk bahuku.


"Mel ,bangun makan dulu yuk ,ini aku belikan makan ." Tomi menaruh kantung plastik di atas meja dan mengeluarkan isi nya.


dua box nasi ayam kremes dan minuman dingin kami santap bersama ,perut ku sudah terisi dan badan berasa segar dengan minum air dingin .


selesai makan Tomi kembali sibuk mencari alat untuk membuka pintu besi,hingga malam tak juga menemukan .


kami sepakat mau pulang dan datang lagi keesokan hari,saat aku dan Tomi sudah sampai pintu samping .

__ADS_1


brak...


pintu tertutup rapat,sekuat tenaga kami mencoba membukanya tapi tak berhasil .


__ADS_2