
Sebelumnya ..
Putri yang masih heran hanya diam memandang Morgan .
Ayo turun ! " Morgan
Kita ngapain ke sini " Putri
Udah ayo , yang lain udah pada nunggu di dalem " Morgan . Putri hanya menurut dan masuk ke dalam Restaurant .
Ha papah ? " Putri
Maaf mah telat , macet " Morgan
Iya sayang gpp kita juga baru pada nyampe kok , duduk sini " Alma
Tante " Putri seraya mencium tangan Alma . Alma tersenyum .
Pah ada apa sih , tumben banget " Putri
Langsung aja ya . Jadi gini maksud papa mengumpulkan kalian di sini memang ada yang ingin di bicarakan " Ivan
Kayanya serius banget pah " Rafael
Iya , maka dari itu papah harap kalian bisa mengerti dan mau menerima keputusan dari kami " Ivan
Ada apa sih pah , Putri jadi tambah bingung nih to the point aja " Putri
Iya om , emang ada apa sih " Morgan
Oke . Jadi papah sama Tante Alma ini memutuskan untuk menikah " Ivan
Apaa !!! " Putri dan Morgan bersamaan .
Putri melirik ke arah Morgan .
Papah serius " Putri
Ya serius dong sayang . Kamu setujukan sama keputusan papah ini " Ivan . Morgan hanya terdiam tidak bisa berkata apapun .
Papah udah gak sayang sama mama ya , atau papah udah lupa sama mamah iya ? Papah jahat tau gak " Putri dan langsung berlari ke luar .
Putri mau kemana kamu , papah belum selesai bicara . Putri !! " Ivan
Udah mas , biarin Putri nenangin diri dulu . Mungkin dia masih belum
nerima " Alma
Yauda pah biar aku susul Putri " Rafael
Udah Raf , biar gue aja yang susul " Morgan
Yauda kalo gitu , tolong ya Gan " Rafael
Iya . Om , mah aku susul Putri
dulu " Morgan
Morgan , tolong di bujuk ya om percaya sama kamu " Ivan
Iya om " Morgan dan langsung menyusul Putri keluar .
Putri P.O.V
Duduk menyendiri di taman air matanya yang sejak tadi di bendung kini mengalir deras membasahi pipi mulusnya .
Hiks .. hiks .. papah udah gak sayang sama mama . Kenapa papa cepet banget buat lupain mama " Putri
__ADS_1
Mah , Putri gak mau mamah di gantiin sama orang lain . Putri gak mau " Putri
Sementara itu dengan Morgan langsung mencari Putri ke luar . Langkahnya menuju taman dekat restaurant .
Put ! Putri ! " Morgan
Put .. di mana lagi tuh anak cepet banget ngilangnya " Morgan terus berjalan hingga sampai dekat taman .
Put .. " Ucapan Morgan terhenti saat melihat sosok yang di carinya dan berjalan pelan menghampiri Putri . Morgan menghela nafas dan duduk di samping Putri .
Put " Morgan . Putri yang mendengar suara Morgan pun mencoba menghapus air matanya .
Ngapain lo di sini " Putri dengan suara yang sedikit serak akibat menangis .
Gue ngerti kok perasaan lo " Morgan
Apa yang lo ngertiin dari gue " Putri tanpa melihat ke arah Morgan yang berada di sampingnya .
Put ! Denger , gue juga sama kaya lo . Tapi kalo itu emang yang terbaik buat mereka , kalo itu yang bisa bikin mereka bahagia kenapa kita harus nentang . Kenapa gak kita coba buat nerima keputusan
mereka " Morgan . Putri terdiam .
Coba deh lo pikir , apa lo gak mau ngeliat papah lo bahagia . Mungkin emang ini yang bisa buat papah lo bahagia . Apa lo gak mau punya keluarga yang
utuh lagi " Morgan
Tapi gan .. gue gak mau kalo mamah di gantiin sama siapapun " Putri yang akhirnya menatap ke arah Morgan . Matanya terus saja mengeluarkan cairan bening dengan derasnya .
Gue gak mau papah lupa sama mamah gan " Putri
Iya gue ngerti . Gue juga sama kaya lo , lo pikir gue gak syok denger nyokap gue mau nikah sama bokap lo . Tapi gue coba terima , lo mau tau kenapa alesan gue buat nerima keputusan mereka " Morgan
Kenapa ? " Putri
Karna gue pengen ngeliat nyokap gue bahagia itu aja . Mungkin cuma ini satu - satunya cara . Coba deh lo pikir , pernah gak bokap lo minta yang macem - macem sama
lo " Morgan . Putri hanya menggeleng pelan .
Enggak kan , justru malah sebaliknya lo minta ini itu iya kan " Morgan . Sejenak Putri berpikir selama ini ia terus saja membuat papa nya susah dengan tingkah lakunya di sekolah , semenjak sang mama meninggal Putri berubah drastis dan ia sangat menyadarinya dari yang selalu membuat masalah di sekolah dan harus memanggil sang papa menghadap kepala sekolah . Sebenarnya ia hanya menarik perhatian lagi dari sang papa .
Kalo gue boleh jujur , gue pengen punya sosok seorang papah lagi . Makanya gue cuma bisa diem . Jujur Put , Om Ivan itu mirip sama bokap gue . Gue ngerasa bokap gue hidup lagi " Morgan
Lo gak perlu minta maaf sama gue , harusnya lo minta maaf sama
bokap lo " Morgan
Makasih ya " Putri . Entah sadar atau tidak Putri pun memeluk Morgan , dengan sedikit ragu Morgan memabalas pelukan Putri .
Iya sama - sama " Morgan tanganya mengusap punggung Putri dengan hati - hati .
Yauda sekarang kita mau balik lagi ke dalem atau gimana " Morgan
Gue mau langsung pulang aja gan " Putri
Yaudah yuk gue anter lo pulang " Morgan
Tapi Tante Alma " Putri
Gpp mereka juga pasti ngerti
kok " Morgan
Beneran gpp " Putri
Iya gpp , sekarang apus air mata lo gue anter lo pulang " Morgan . Putri mengangguk .
SKIP >>
makasih ya gan udah mau nganterin gue pulang . Maaf kalo ngerepotin lo " Putri
Iya . Gak ngerepotin sama sekali " Morgan
Yauda kalo gitu gue masuk ya " Putri
Oke . Gue juga mau balik ke resto " Morgan
Hati - hati ya gan " Putri . Morgan hanya tersenyum .
* * *
__ADS_1
Reza P.O.V
Entah apa yang membuat nya tersenyum sendiri dengan ponsel di tanganya sejak tadi , mungkin itulah yang di rasakan Reza saat ini seperti sedang jatuh cinta . Sementara sang adik merasa sedikit heran .
Kenapa lo ja seneng banget kayanya "
Kepo aja lo ham " Reza
Yee di tanya juga rese lo " Ilham . Reza dan Ilham memang kakak beradik namun tidak ada yang mengetahuinya .
Haha gitu aja marah " Reza . Seraya melempar bantal ke arah Ilham , namun dengan cepat Ilham menghindar .
Ham gue pengen cerita nih " Reza
Cerita apaan , masalah cewe nih " Ilham
Hehe tau aja lo . Tapi kali ini beda " Reza
Iyaa . Sebenernya gue juga mau curhat nih ja sama lo " Ilham
Ikut - ikutan aja lo " Reza
Gue serius " Ilham
Haha yauda curhat apa emang , tumben benget lo " Reza . Ilham pun menceritakan tentang dirinya yang memang sedang menyukai teman sekolahnya . Begitu sebaliknya dengan Reza menceritakan bahwa ia sedang dekat dengan seorang gadis dan bahkan mulai menyukainya . Reza memang tahu bahwa gadis yang di sukainya satu sekolah dengan Ilham , namun Reza masih belum memberitahu Ilham .
Putri P.O.V
Berdiri di balkon kamar memang sudah kebiasaan Putri saat sedang sedih , mata indahnya menatap kosong ke arah langit .
Mah .. mamah apa kabar ? Putri kangen banget sama mamah , Putri mau ketemu sama mamah " Putri . Air matanya mengalir kembali membasahi pipinya .
Tok .. tok .. tokk ..
Put .. " panggil Rafael . Putri yang mendengar suara kakaknya pun langsung menghapus air matanya dan menarik nafas panjang .
Ada apa coh " Putri
Kamu kenapa ? Masih mikirin kejadian tadi sore " Rafael seraya mengusap kepala Putri .
Coh , papah marah ya sama Putri " Putri
Enggak , papah gak marah kok " Rafael
Yang bener coh " Putri
Iyaa sayang , yaudah yuk kita makan malam dulu . Papah sama Ayu udah nungguin di bawah " Rafael .
Dengan rasa sedikit takut Putri tetap ikut makan malam . Selama makan Putri memang tidak bersuara sama sekali dan kini mulai memberanikan diri untuk bicara pada papahnya . Putri menatap Rafael , Rafael pun mengangguk .
Emm ,, pah " Putri . Ivan tidak bersuara hanya menoleh ke arah Putri .
Putri mau minta maaf soal kejadian tadi sore . Putri tau Putri salah , papah mau kan maafin Putri " Putri
Iya sayang , papah udah maafin kamu kok . Papah ngerti perasaan kamu " Ivan
Papah gak marah sama Putri " Putri
Enggak , harusnya papah yang minta maaf . Mengambil keputusan papah sendiri dan gak bilang dulu sama
kalian " Ivan
Makasih ya pah . Putri sayang banget sama papah " Putri seraya memeluk papahnya .
Papah juga sayang sama kalian . Yaudah papah masuk kamar dulu ya " Ivan . Sementara Putri tersenyum lega .
Bersambung ...
__ADS_1