
Sebelumnya ..
Dengan rasa sedikit takut Putri tetap ikut makan malam . Selama makan Putri memang tidak bersuara sama sekali kini mulai memberanikan diri untuk bicara pada papahnya . Putri menatap Rafael , Rafael pun mengangguk .
Emm ,, pah " Putri . Om Ivan tidak bersuara hanya menoleh ke arah Putri .
Putri mau minta maaf soal kejadian tadi sore . Putri tau Putri salah , papah mau kan maafin Putri " Putri
Iya sayang , papah udah maafin kamu kok . Papah ngerti perasaan
kamu " Om Ivan
Papah gak marah sama Putri " Putri
Enggak , harusnya papah yang minta maaf . Mengambil keputusan papah sendiri dan gak bilang dulu sama
kalian " Om Ivan
Makasih ya pah . Putri sayang banget sama papah " Putri seraya memeluk papahnya .
Papah juga sayang sama kalian . Yaudah papah masuk kamar dulu ya " Om Ivan . Sementara Putri tersenyum lega .
Tidak seperti biasanya Putri tidak bersemangat untuk sekolah . Wajahnya terlihat masih murung , entah apa yang ada di pikiranya saat ini . Rafael yang melihat raut wajah Putri hanya bisa maklum . Putri memang sudah bernafas lega , namun ia masih belum tahu apa yang harus lakukan . Ia memang harus menceritakan pada kedua sahabatnya , menurutnya mungkin akan mengurangi beban pikiranya saat ini .
Pagi guys " Putri menyapa kedua sahabatnya saat sudah sampai di kelas .
Pagi Put " Vita
Lo kenapa ? Gak biasanya lo kaya gini , ada masalah ? Cerita dong siapa tau kita bisa bantu " Indah
Bokap gue " Putri
Bokap lo kenapa ? " Indah . Putri pun menceritakan semua kejadian kemarin sore pada sahabatnya .
What !? " Indah
Lo serius Put ? " Vita
Iya , lo inget kan ndah kemaren kenapa Morgan jemput gue ? Ya ternyata mau ngebicarain itu , gue bingung harus gimana " Putri
Put , kalo menurut gue mending lo terima aja keputusan bokap lo . Mungkin bokap lo ngerasa kesepian Put , apa lo gak mau ngeliat bokap lo bahagia , apa lo gak mau ada sosok seorang ibu lagi " Vita
Vita bener Put , pelan - pelan lo jalanin pasti deh semuanya bakal terbiasa kok percaya sama gue " Indah . Putri menghela nafas panjang .
Iya deh . Thanks ya guys udah mau ngedengerin curhatan gue , makasih buat saranya . Nanti gue mau coba ke rumah Tante Alma " Putri
Nah gitu dong , udah jangan cemberut lagi " Indah
Eh Vit , tumben lo nyambung tadi " Indah
Iya dong , gue " Vita
SKIP >>
Saat pulang sekolah Putri memutuskan untuk langsung pulang , lebih tepatnya ia akan mendatangi kantor sang papa . Entah apa yang akan ia lakukan di sana .
Ndah , Vit gue duluan ya mau ke kantor bokap gue " Putri
Kenapa gak bareng kita Put " Indah
Iya bareng aja , gue bawa mobil kok " Vita
Gak usah deh takut ngerepotin gue bisa naik taxi kok . Gue duluan ya , bye " Putri
Put .. Put .. yauda deh yuk Vit " Indah
Indah Vita " Bisma
Kenapa Bis " Indah
Putri mana ? Kok tumben gak bareng kalian " Bisma
Putri katanya ada urusan , jadi dia duluan tadi " Indah
Emangnya ada apa Bis " Vita
__ADS_1
Gpp kok " Bisma
Ndah pulang bareng gue yuk " Ilham
Gue bareng sama Vita aja ham , lain kali ya " Indah
Yauda deh " Ilham
Maaf ya ham , kalo gitu kita duluan " Indah dan berlalu minggalkan kelas .
Sabar ya bro haha " Bisma yang sedikit meledek .
Berisik lo !! " Ilham
*** * ***
Kini Putri sudah berada di kantor sang papa , begitu sampai ia langsung masuk ke dalam dan menemui receptionist kantor .
Pak tunggu dulu ya di sini , saya mau ke dalem sebentar aja " Putri.
Baik non " Putri pun langsung masuk ke dalam kantor papah nya .
Ehh non Putri , tumben ke sini . Apa kabar non " Receptionis
Hehe alhamdulillah mba " Putri
Mau ketemu bapak ya non " Receptionis
Emm enggak juga sih mbak , emang papah ada di dalem " Putri
Pak Ivan lagi gak ada di tempat
sih non " Receptionis
Gak ada ? Kemanain mba " Putri
Katanya ada urusan di luar " Receptionis
Ohh ,, yaudah mba aku minta alamatnya Tante Alma dong rekan bisnisnya papa , ada kan ? Mba kenal kan ? " Putri
Bu Alma dari Revolution non ? Ada tapi buat apa non " Receptionis
Iya non tenang aja saya gak akan bilang kok . Tunggu sebentar ya non saya cari dulu alamatnya " Receptionis
Iya mba " Putri
Nah ini non alamatnya " Receptionis seraya memberikan secarik kertas yang sudah di tuliskan alamat rumah Alma .
Makasih ya mba " Putri
Iya non " Receptionis
SKIP >>
Putri sudah sampai di perkarang rumah mewah di daerah jakarta . Taxi yang di tumpanginya berhenti tepat di depan sebuah rumah yang cukup mewah .
Ini pak uang nya " Putri .
Aduu neng , gak ada uang kecil aja "
Ambil aja pak semua " Putri
Makasih ya neng "
Iya pak " Putri dan keluar dari taksi setelah membayar argo taksi .
Ini rumahnya , gede juga " Putri seraya memandangi rumah yang cukup mewah
Ada apa ya de " Pak satpam
ini bener rumahnya Tante Alma pak ? " Putri
Iya bener , ada perlu apa de " Pak satpam
Saya mau ketemu sama Tante Alma pak , Tante Alma nya ada kan " Putri
__ADS_1
Ade ini siapa " Pak satpam
Saya anak temenya Tante Alma pak " Putri
Ohh , mari saya antar " Pak satpam
Sementara itu ..
Mas , Putri gimana ? Apa dia udah setuju mas " Alma
Kamu yang sabar ya , saya lagi membujuk Putri supaya dia setuju " Ivan
Kalo Putri gak setuju gak usah di paksain mas , takutnya ... "
Stt ,, udah kamu tenang aja " Ivan
Kalo misalkan Putri gak setuju gak usah di paksain mas , takutnya kamu berantem sama Putri cuma gara - gara
aku " Alma . Tanpa mereka sadari terlihat Putri yang datang dengan satpam mendengar percakapan mereka . Putri pun langsung meminta satpamnya untuk pergi meninggalkan Putri .
Putri setuju kok tan " Putri yang memang mendengarkan obrolan papahnya secara tidak sengaja .
Putri " Alma . Putri pun mendekat
Tante , Putri minta maaf ya soal kemaren , maaf tan kemaren Putri langsung marah - marah terus pergi gitu aja " Putri
Sayang .. tante ngerti kok . Tante gak marah , jadi kamu gak perlu minta maaf sama tante " Alma
Makasih ya tan , tante emang baik " Putri memeluk Alma
Sama - sama sayang " Alma . Putri pun meraih tangan papahnya dan Tante Alma kemudian di satukan .
Semoga papah bahagia sama pilihan papah . Putri setuju kok papah nikah sama Tante Alma " Putri
Sayang .. kamu beneran udah ngerestuin papah " Ivan
Iya pah , Putri mau liat papah bahagia sama Tante Alma . Tapi Putri minta satu dari papah " Putri
Apa sayang " Ivan
Putri minta papah jangan pernah lupain mamah , pliss " Putri
Yaa enggak dong sayang . Sampe kapan pun papah gak akan pernah lupain mamah " Ivan
Makasih ya pah " Putri langsung memeluk Ivan . Sementara Alma hanya terseyum senang dan merasa lega .
SKIP >>>
3 Bulan Kemudian
Kini Alma dan Ivan sudah resmi menjadi sepasang suami istri , pernikahan mereka di laksanakan secara sederhana hanya kerabat dekatlah yang di undang . Meski mereka sudah membentuk sebuah keluarga yang baru namun Morgan dan Putri masih suka ribut - ribut kecil , namun itulah yang akan membuat keluarga baru ini menjadi lebih harmonis . Sementara Indah dan Ilham menjadi semakin dekat begitu juga dengan Vita dan Reza . Namun masih belum ada yang mengetahui bahwa Putri dan Ayu adalah saudara kembar .
Pah selamat ya " Rafael
Iya Raf makasih ya " Ivan seraya berpelukan
Sekarang kalian bisa panggil Tante Alma dengan sebutan mamah " Ivan
Kamu juga ya sayang panggil Om Ivan papah " Alma .
Iya mah " Morgan
Papah selamat yaa . Putri doain semoga papah sama mamah awet sampe kakek nenek " Putri
Iya pah mah , doa kita selalu menyertai kalian . Bahagia selalu " Ayu
Iya sayang . Makasih atas
doanya ya " Alma
Mah pah , aku harap kita bisa jadi keluarga yang harmonis ya walaupun harus serumah sama cewe rese yang tomboi kaya gini nih " Morgan seraya melirik Putri .
Apa lo !! " Putri . Sementara Morgan hanya tetap dengan gaya santai nya .
Kamu ini , sekarang Putri ini jadi adik kamu loh Morgan . Jangan berantem mulu " Alma .
__ADS_1
Wlee " Putri meledek ke arah Morgan dengan menjulurkan lidah nya .
Bersambung ...