Kisah Cinta Gadis Kembar

Kisah Cinta Gadis Kembar
Kisah Cinta Gadis Kembar #22


__ADS_3

Sebelumnya ..


Loh , sus kok udah di beresin Putrinya mana ya sus ? " Dicky


Mba Putri udah pulang mas " Suster


Emangnya udah di bolehin pulang sus bukanya belum sus " Dicky


Mbanya yang minta pulang mas , jadi dokter mau gak mau di izinin " Suster


Ohh , kalo saya boleh tau kapan pulangnya sus " Dicky


Tadi pagi sekitar jam 7 an mas " Suster


Ohhyauda deh makasih ya sus " Dicky


Iya sama - sama , permisi " Suster


Putri kok gak bilang ya kalo udah pulang . Mending gue ke rumahnya aja deh gapapa kali ya " Dicky


Kini mobil Dicky berhenti tepat di depan rumah yang cukup mewah , ia tidak langsung turun hanya memandanginya dari dalam mobil .


Ini bukan sih rumah nya " Dicky kemudian ia pun keluar dari mobil .


Maaf ada yang bisa saya bantu " Satpam


Iya pak , eemm .. ini bener rumahnya Putri kan ? " Dicky


Iya den bener ini rumahnya non Putri . Kalo boleh tau ada keperluan apa ya den sama non Putri " Satpam


Saya temennya pak , Putri nya ada " Dicky


Ohh , non Putri ada den didalem baru pulang dari rumah sakit . Mari masuk " Satpam


Iya pak sebentar " Dicky . Sementara Pak Satpam pun membuka gerbang dan Dicky langsung memarkirkan mobilnya ke dalam rumah Putri .


Makasih ya pak " Dicky


Sama - sama den " Satpam . Dicky pun langsung menuju depan pintu rumah Putri


Tok .. tokk .. tok..


Iya , ada yang bisa di bantu " Bi Ijah


Putri nya ada bi " Dicky


Aden temenya non Putri ya " Bi Ijah


Iya bi saya Dicky . " Dicky


Silahkan masuk den . Non Putri ada di dalem , mari " Bi Ijah . Dicky pun mengikuti langkah Bi Ijah masuk ke dalam rumah .


Maaf non , ada temenya non Putri


dateng " Bi Ijah


Siapa bi " Putri yang penasaran hanya mengerutkan keningnya , namun rasa penasaranya pun hilang saat Dicky muncul di samping Bi Ijah .


Hai " Dicky


Dicky ? " Putri


Permisi non " Bi Ijah


Iya bi makasih " Dicky . Bi Ijah hanya tersenyum dan berlalu .


Putri lebih memilih untuk berada di ruang tamu , sementara yang lain ada di halaman belakang . Walaupun sudah ada Dicky Putri tetap ingin memilih sendiri karena hatinya merasa begitu sakit melihat kedekatan Bisma dengan Ayu , entah sejak kapan Ayu dan Bisma menjadi dekat . Morgan memang sudah berada di ruang tamu membaca novelnya dan mulai menyadari keberadaan Putri memutuskan berhenti membaca .


Siapa Put " Morgan memandangi Dicky


Temen gue " Putri


Tunggu deh , lo bukanya yang waktu itu di rumah sakit kan ? " Morgan


Iya kak" Dicky


Lo kenal Putri , bukanya lo bilang lo temen sekolahnya Ayu ? " Morgan


Iya emang temen sekolahnya Ayu " Putri


Tapi kok lo bisa kenal " Morgan


Dia yang nolongin gue waktu di makam


itu " Putri


Oh, thakns ya udah nolongin Putri " Morgan


Iya itu lagi kebetulan aja gue di situ " Dicky


Ehiya lo tau dari mana rumah gue " Putri


Kan waktu itu gue sempet nganterin lo pulang . Ini juga gue lupa - lupa inget jalanya " Dicky


Ohh iya gue lupa . Tapi kok lo tau gue udah di rumah " Putri


Tadi gue ke rumah sakit eh pas nyampe sana lo nya gak ada kata suster lo udah pulang " Dicky


Sori ya ky gue gak ngasih tau lo kalo gue udah pulang " Putri


Iya gpp santai aja " Dicky


Loh ky ? " Pekik Reza saat masuk ke dalam di susul dengan yang lain , memang kedatangan Dicky belum ada mengetahuinya termasuk Ayu .


Siapa za ? " Vita


Temen aku " Reza


Kamu kenal Dicky Put ? " Ayu


Iya . Waktu itu kita gak sengaja ketemu di pemakaman " Putri . Sementara Bisma hanya memandangi Dicky dengan tatapan penuh arti .


* * *


Pagi telah menyambut di iringi dengan kicauan burung - burung . Putri yang sudah siap dengan seragam sekolahnya segera keluar kamar menuju ruang makan , di sana sudah ada Rafael , Morgan , Ayu dan tentunya Alma .


Pagi mah " Putri menyapa seraya mencium pipi sang mamah .


Pagi sayang " Alma


Lo mau kemana Put ? " Morgan


Ya mau sekolah , emang mau kemana


lagi " Putri duduk di samping Rafael


Kamu kan baru keluar dari rumah sakit , paling engga istirahat dulu sehari " Rafael


Tapi Putri mau sekolah coh , masa di kamar mulu kan bosen " Putri


Yaudah selama Putri bilang masih baik - baik aja gpp coh " Ayu . Putri tersenyum senang . Morgan yang melihat Putri tersenyum tanpa sadar bibirnya ikut tersenyum .


SKIP >>>


Kini Putri sudah sampai di sekolah , ia pun langsung menuj kelas .


Pagi guys " Putri

__ADS_1


Lo kok udah masuk aja sih Put " Indah


Apaan sih , gue udah sembuh kali " Putri


Lo kan baru keluar dari rumah sakit , paling engga istirahat dulu " Vita


Udah deh , kalian bawel ah . Gue di rumah mulu bosen tau " Putri


Nanti kan kita bisa ke rumah lo buat nemenin lo biar gak bosen " Indah


Iya Put " Vita


Dengerin gue , gue udah gpp " Putri


Yauda yauda , tapi lo harus nurut sama kita ngerti " Indah


Iyaa indah ku sayang " Putri


Kalian kaya gak tau aja Putri gimana , keras kepala " Bisma


Apaan deh lo Bis " Putri dengan nada sedikit ketus . Entah ia sadar atau tidak dengan sikapnya terhadap Bisma hari ini .


Sementara Rafael dan Morgan baru saja sampai di kampus langsung menuju kantin yang di sana sudah ada Rangga .


Woi !! " Rafael


Eh , Raf lo mah ngagetin aja " Rangga. Rafael terkekeh


Rajin banget lo udah sampe aja " Morgan


Iya tadi sekalian bareng sama Bisma soalnya " Rangga


Bu es jeruk satu ya , lo mau Gan " Rafael


Iya samain aja " Morgan


Yauda kalo gitu 2 ya bu " Rafael.


Oh iya gimana Putri sekarang " Putri


Ya begitulah , tadi maksa minta masuk sekolah " Rafael


Dari dulu gak pernah berubah . Keras kepala banget " Rangga


Ya kaya lo gak tau Putri aja " Rafael .


* * *


Waktu istirahat telah tiba Putri lebih memilih duduk menyendiri di taman . Entah apa yang ada di pikiranya saat ini sehingga ia sengaja menghindari Bisma .


Gue sakit Bis sakit ngeliat lo sama Ayu jadi deket kaya gitu hati gue sakit " Putri dan perlahan mengalir cairan bening dari mata indahnya .


Kenapa sih lo gak pernah sadar sama perasaan gue ke lo " Putri . Sementara di koridor terlihat geng The Evil's berjalan dengan gaya sombongnya .


Eh njel liat deh " Siska menunjuk ke arah yang di maksud


Putri ? Tumben tuh anak sendirian " Angel


Samperin yuk , lo masih demdamkan sama dia " Siska


Eh kalian mau kemana sih " Vio sedikit berlari mengejar angel dan lainya .


Kini Angel sudah berada di belakang Putri dengan tangan yang di lipat di atas dada , sementara Putri yang memang ingin beranjak dan berbalik sedikit terkejut melihat Angel Cs menatapnya dengan tajam . Putri yang memang sudah mengenali watak Angel hanya menanggapinya dengan santai karna baginya itu sudah biasa . Dengan santai Putri pun mencoba menerobos Angel dan Siska yang menghalangi jalanya .


Eh mau kemana lo " Angel mendorong pelan bahu Putri .


Apaan sih njel , gue lagi males ribut " Putri mencoba menerobos kembali namun tetap di tahan oleh Angel .


Njel , ke kelas aja yuk panas nih . Ngerjain Putrinya nanti aja kasian Putrinya dia itu abis sakit tau " Vio yang sedikit berbisik pada Angel namun masih terdengar oleh Putri .


Nah tuh Vio pinter , manding lo pada balik gih ke kelas gue juga lagi males ribut sama lo " Putri


Oke , sekarang mau lo apa " Putri


Mau gue cuma satu lo JAUHIN BISMA!!! Ngerti kan lo !!? " Angel


Itu doang ? Oke , FINE!! Puas lo " Putri meski ada rasa yang mengganjal di hatinya entah kenapa ia berbicara seperti itu . Namun selalu ada bayangan yang melintas di pikiranya tentang kedekatan Ayu dan Bisma kemarin siang , rasanya begitu sakit bagi Putri . Sementara Angel Cs sudah pergi di waktu yang bersamaan saat Indah dan Vita datang sedangkan Putri berdiri mematung , Indah dan Vita langsung menghampirinya .


Put lo kenapa ? " Indah . Putri tidak menjawab


Put lo gak di apa - apainkan sama Angel tadi " Vita . Putri mulai tersadar dan mencoba menenangkan pikiran dan hatinya .


Lo gpp kan Put " untuk ke dua kalinya Indah bertanya memastikan jika Putri baik - baik saja .


Gue gpp kok " Putri


Beneran gpp " Vita


Iya beneran gpp , ke kelas yuk " Putri mencoba untuk bersikap seperti biasa dengan menunjukan senyum di bibirnya . Ke dua sahabatnya hanya mengangguk .


* * *


Saat pulang sekolah Putri tidak langsung pulang , ada suatu tempat yang ingin ia tuju . Putri juga sengaja untuk tetap menghindari Bisma sehingga membuat Bisma bingung atas sikap Putri hari ini .


Lo serius gak mau bareng kita ? " Indah


Iya serius , kayanya gue di jemput sama Morgan " Putri yang sengaja berbohong


Kenapa gak bareng kita aja sih Put " Vita


Kan tadi gue udah bilang kayanya gue di jemput sama Morgan . Kalian duluan aja paling sebentar lagi juga dateng " Putri


Beneran gpp ? Tapi kalo lo belum di jemput telepon gue atau Vita ya " Indah


Iya udah sana " Putri


Yauda kita duluan ya , daaah " Vita . Putri melambaikan tanganya hingga mobil Indah tak terlihat lagi . Baru saja Putri ingin melangkah mobil Bisma menghadang jalan sehingga Putri menghentikan langkahnya .


Put " Bisma memanggil Putri dan langsung keluar dari mobil menghampiri Putri .


Ada apa " Putri yang sedikit ketus


Kok lo sendirian ? Indah sama Vita mana lo gak bareng sama mereka " Bisma


Udah duluan tadi " Putri


Yauda lo bareng sama gue aja yuk " Bisma


Gak usah , gue bisa sendiri kok " Putri


Lo kenapa sih Put , ada masalah ? Cerita sama gue " Bisma


Gue gpp " Putri langsung melangkah pergi namun dengan cepat Bisma menarik pelan lengan Putri .


Apaan lagi sih Bis!! Plis deh ngertiin gue sekali aja , gue lagi pengen sendiri ! " Putri Bisma terdiam melihat sikap Putri yang semakin aneh .


Ada apa sih sama Putri " Batin Bisma memandangi Putri yang mulai menjauh dari pandanganya .


Di perjalanan pulang Indah merasa ada yang mengganjal , selama di sekolah Indah memang selalu memperhatikan Putri diam - diam . Putri yang terus melamun , dan sikap Putri yang tiba - tiba berubah pada Bisma . Indah liat semua perubahan sikap Putri yang sepertinya sengaja untuk menghindari Bisma , ia memang tidak mengatakan apapun kepada Putri . Baginya ini belum saatnya .


Vit , lo ngerasa ada yang aneh gak sih sama Putri ? " Indah


Aneh gimana maksudnya ? " Vita


Ya aneh aja masa lo gak ngerasain " Indah


Iya sih gak biasanya dia gak mau pulang bareng kita " Vita

__ADS_1


Bukan itu maksud gue " Indah


Terus yang mana ? " Vita


Tadi gue suka mergokin Putri lagi ngelamun setiap gue liat pasti lagi ngelamun , kaya ada yang di pikirin sama dia Vit tapi gue gak tau apa . Terus juga pas istirahat dia gak mau ke kantin kan malah milih ke taman " Indah


Mungkin dia ada masalah lain , atau mungkin menurut Putri ini belum waktunya aja buat cerita " Vita


Tapi kan kita ini sahabatnya , lagian dia udah janji bakal mau terbuka sama kita gak bakal ada yang di tutup - tutupin lagi apa pun masalahnya , lo ingetkan " Indah


Iya gue inget , tapi paling engga kita juga harus ngertiin Putri dong . Cepet atau lambat dia juga pasti bakal cerita kok kalo emang udah waktunya , percaya deh sama gue " Vita


Ternyata lo bijak juga ya Vit , gak nyangka gue " Indah


Iya dong , kan belajar dari Reza " Vita . Indah hanya menghela nafas .


Putri P.O.V


Pergi ke danau menggunakan ojek , itu memang pilihan yang tepat bagi Putri . Suasana danau yang tenang itu yang di butuhkan Putri saat ini , kini Putri mulai melangkah memasuki area danau yang mulai gelap karna hari sudah sore . Putri berjalan gontai menuju pohon mencari sesuatu dan setelah menemukannya Putri langsung menekan tombol tersebut . Bibir manisnya mengembangkan senyuman saat semua lampu kecil kelap - kelip yang mengelilingi pohon menyala dengan sempurna . Morgan pernah bilang kepada Putri bahwa ada tombol kecil di balik pohon , memang lampu - lampu di danau sudah di rancang sendiri oleh Morgan . Putri kembali berjalan gontai menuju tepi danau merentangkan kedua tangan dan matanya terpejam menghirup udara segar , rambutnya yang panjang terurai di biarkanya terkena terpaan angin sore . Di tengah danau ada sekumpulan kunang - kunang sehingga menambah kesan cantik pada danau tersebut .


Gue tenang di sini " Putri bahkan suaranya pun terdengar lirih , kini Putri duduk di tepi danau tempat yang sama saat ia duduk bersama Morgan .


Morgan bener di sini gue bisa lebih tenang , nyaman . Kenapa sih Bis , lo gak pernah sadar sama perasaan gue ke lo " Putri menghela nafas panjang dan berat . Putri memang tidak pernah menduga bahwa ia akan pergi ke danau lagi seorang diri , seperti sudah di rencanakan bahwa ia akan mendapat masalah dan mengetahui masalah apa yang akan ia hadapi . Saat ini ia memang sedang mengalami masalah hati .


Gue .... gue suka sama lo Bis !!!! " Putri berteriak dan menekan saat kata terakhirnya , tanpa sadar buliran bening dari matanya mulai mengalir membasahi pipinya .


Sementara itu suasana panik di rumah mulai membara saat mengetahui Putri tak kunjung pulang . Alma begitu panik saat melihat suasana gelap di luar namun Putri belum juga sampai rumah , apalagi Putri baru saja keluar dari rumah sakit . Bahkan Rafael pun mencoba berkali - kali menghubungi ponsel Putri namun tidak ada sambungan apapun , hingga ia memutuskan untuk menghubungi teman - teman Putri yang ia ambil dari buku agenda sekolah Putri .


Raf , gimana udah dapet kabar dari temen - temen nya Putri " Alma


Belum mah , rata - rata semua gak ada yang tau Putri kemana " Rafael


Ya ampun nak , kamu kemana sih sayang mamah khawatir " Alma


Mamah yang sabar ya " Ayu seraya memeluk sang mamah .


Lo kemana sih Put " Batin Morgan yang kini mulai terlihat cemas .


Cocoh udah coba telpon temen nya Putri yang namanya si ... Indah kalo gak salah deh coh " Ayu


Ohiya sampe lupa , sebentar " Rafael langsung menelpon Indah


"Via On Telepon"


Halo , indah " Rafael


....


Emm , cocoh mau nanya Putri sama kamu nggak " Rafael


....


Belum , makanya cocoh telpon kamu . Cocoh kira Putri sama kamu " Rafael


....


Ohh gitu ya ,makasih ya info nya. Maaf ganggu kamu malem - malem " Rafael


....


Iya , makasih ya ndah bantuanya " Rafael


....


"Via Off Telepon"


Gimana Raf " Morgan


Iya coh gimana , apa katanya " Ayu . Rafael menggeleng pelan .


Tapi , Indah bilang kalo Putri di jemput sama lo gan " Rafael


Gue ? Tadi sore kan gue sama lo " Morgan


Makanya itu gue juga gak ngerti " Rafael


Ada yang gak beres . Yaudah gue cari Putri di luar , mah aku cari Putri di luar


ya " Morgan


Iya sayang , kamu hati - hati tolong cari Putri ya " Alma


Aku ikut kak " Ayu


Gak usah , kamu di rumah aja jagain mamah " Morgan . Ayu mengangguk .


Raf gue duluan " Morgan


Hati - hati gan " Rafael


* * *


Hari sudah semakin gelap namun Putri masih ingin berlama - lama di danau menikmati pemandangan di sekitar danau . Kini hatinya mulai sedikit lebih tenang walaupun matanya terlihat sembab akibat menangis , Putri menghela nafas lega matanya melirik jam tanganya yang menunjukan pukul 7 malam .


Ha ? Jam 7 ? " Putri memekik kaget saat melihat jam tanganya .


Aduuuh gue harus pulang . Mamah pasti nyariin gue nih , kenapa bisa keterusan di sini sihh " Putri . Tanganya meraba - raba ke dalam tas mencari ponsel nya .


Nih dia , yah kok mati . Mending gue pulang deh , kena marah nih gue sama cocoh " Putri dan bergegas untuk pulang .


Dicky P.O.V


Mencari udara segar dengan menggunakan motor ninja putih kesayanganya itu yang Dicky lakukan saat ini . Tidak hanya mencari udara malam hari melainkan untuk mencari makan malam untuk dirinya sendiri . Terus menyusuri jalan melihat beberapa pedagang pinggir jalan yang sudah menjadi rutinitas mereka setiap malam .


Rame banget ternyata , kalo ada Putri pasti lebih asik " Dicky menghentikan motornya dan membuka helm . Bibirnya menyunggingkan senyuman mengingat kebersamaanya dengan Putri , atau mungkin Dicky mulai menyukai sosok Putri lebih tepatnya jatuh cinta . Entah sejak kapan ia merasakan itu , yang jelas ia memang sudah tertarik dengan Putri pada pandangan pertama .


Sementara dengan Morgan terus saja mencari Putri dengan menggunakan mobil hitamnya , wajahnya terlihat begitu panik .


Lo kemana sih Put , gue khawatir sama


lo " Morgan entah apa yang ada di pikirannya saat ini sehingga ia berkata bahwa ia sangat mengkhawatirkan keberadaan Putri . Namun terlihat jelas mata sipitnya bahwa ia begitu khawatir dengan Putri , terus berjalan pelan sampai akhirnya Morgan melihat sosok laki - laki yang di kenalinya . Morgan pun berhenti dan keluar dari mobil menghampiri orang yang di maksud .


Lo Dicky kan " Morgan


Iya . Eh lo kakak tiriya Putri kan " Dicky


Iya gue Morgan " Morgan


Ngapain kak di sini ? Sendirian aja ? Tapi kok lo panik gitu ? " Dicky


Iya justru itu gue nyamperin lo ini masalah Putri " Morgan


Putri ? Putri kenapa ? " Dicky


Dari tadi pagi dia belum pulang


sekolah " Morgan


Belum pulang ? " Dicky


Iya , ini gue lagi nyari dia lo bisa kan bantuin gue nyari Putri " Morgan


Iya iya gue bisa " Dicky terlihat begitu panik saat mengetahui Putri belum pulang sejak pagi . Wanita yang sempat singgah di pikiranya beberapa menit yang lalu .


Yauda sekarang kita mencar ya . Kalo lo ketemu Putri kabarin gue , nih nomer hp gue " Morgan


Oke " Dicky langsung berlalu pergi mencari Putri . Helmnya pun tidak ia gunakan , menurutnya supaya lebih leluasa memperhatikan jalan dan mencari Putri . Memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang .

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2