Kisah Cinta Gadis Kembar

Kisah Cinta Gadis Kembar
Kisah Cinta Gadis Kembar #25


__ADS_3

Sebelumnya ..


Ternyata adik cocoh yang satu ini udah besar ya sekarang " Rafael


Cocoh ngeledek Putri ya " Putri


Engga , cocoh saranin buka hati kamu buat Dicky dan jaga tali persahabatan kamu sama Bisma " Rafael tersenyum . Putri hanya diam meresapi perkataan sang kakak , bagaimana pun juga perkataan Rafael ada benernya juga karna persahabatan itu mahal harganya dan harus di jaga bukan di rusak hanya karna masalah cinta .


Tidur gih udah malem , jangan mikirin itu dulu . Fokus dan persiapin diri buat ujian nanti , inget kamu harus tetep jadi diri kamu sendiri " Rafael


Tapi " Putri


Udah malem , waktunya tidur jangan begadang mulu cocoh juga udah ngantuk nih " Rafael


Yauda deh " Putri


Cocoh ke kamar ya , selamat tidur


sayang " Rafael seraya mengusap kepala Putri


Malem coh " Putri


Pagi menjelang dan Putri bangun lebih awal dari biasanya , entah apa yang membuatnya begitu semangat hari ini . Saat ini Putri sedang berolahraga seorang diri di halaman belakang .


Semangat banget non , ini bibi bawain minum buat non " Bi Ijah


Eh bibi , makasih ya bi " Putri menghela nafas dan berisitirahat dengan keringat yang keluar dari tubuhnya . Terlihat Morgan yang menghampiri Putri dan memberikanya handuk kecil .


Thanks " Putri langsung menerimanya .


Makanya kalo mau olahraga siapin handuk dulu " Morgan yang kini ikut duduk di samping Putri .


Tadi udah gue siapin , cuma lupa " Putri


Tumben lo olahraga " Morgan


Refreshing dikitlah besok ujian " Putri


Kenapa gak lari keliling komplek aja , pasti lebih seru " Morgan


Iya seru sih , tapi gue kan sendirian jadi gak asik " Putri


Kan lo bisa ngajak gue " Morgan


Emangnya lo mau , lo kan paling males kalo bangun pagi selain ada jam kuliah pagi " Putri


Emm .. ya gue maulah kalo lo yang


ngajak " Morgan . Putri hanya terkekeh dan tidak begitu memikirkan perkataan Morgan . Padahal perkataan Morgan tadi memiliki arti .


Sayang , ayo sarapan dulu " Alma


Iya mah , ayo!! " Putri seraya mengajak Morgan sarapan dan berjalan lebih dulu .


Putri P.O.V


Kini jam sudah menunjukan pukul 2 siang , sejak tadi Putri masih saja memilih pakaian yang cocok untuk di pakai pergi bersama Dicky . Entah apa yang membuat nya begitu semangat dan sudah berapa baju yang Ia coba sehingga membuat kamarnya sedikit berantakan akibat baju yang ia keluarkan dari lemari .


Aduuuh gue pake baju apa yaaa " Putri seraya menatap dirinya di cermin .


Udah jam 2 lagi " Putri seraya melirik ke arah jam dinding .


"Inget kamu harus tetep jadi diri kamu sendiri " Rafael . " Entah apa yang Putri pikirkan sehingga perkataan sang kakak tadi malam melintas dalam pikiranya .


Iya gue harus tetep jadi diri gue sendiri . Apa sih yang gue pikirin dari tadi " Putri dan berbalik ke lemari pakaian untuk memilih pakaian yang sesuai dengan dirinya , setelah mendapat pakaian yang cocok Putri langsung merapihkan kembali pakaian yang berserakan di kamarnya . Setelah merapihkan kamarnya Putri langsung berganti pakaian , kini jam sudah menunjukan pukul 3 sore kurang 5 menit Putri sudah siap dengan penampilanya yang cukup sederhana namun tetap memiliki kesan cantik pada dirinya . Putri tersenyum di depan cermin memandangi dirinya sendiri , untuk pertama kali ia merasa senang pergi bersama Dicky .


Aduhh kok gue deg - deg an gini ya , apa iya yang cocoh bilang semalem " Putri .


Udahlah turun aja , hufttt " Putri . Setelah semua siap Putri pun bergegas turun ke bawah .


Sementara di ruang tamu sudah ada Dicky yang sedang mengobrol dengan Rafael dan Alma .


Kalian emang mau kemana ? " Alma


Kita mau ke toko buku tante , boleh kan


Tan ? " Dicky


Ya boleh dong , tapi Putri nya mana sih belum turun juga " Alma


Sebentar lagi juga pasti turun kok mah , tungguin aja " Rafael


Sabar ya nak Dicky " Alma


Iya tante gpp " Dicky . Tak lama kemudian terlihat Putri yang sedang menuruni anak tangga .


Nah ini dia , kamu lama banget sih


sayang . Dicky nya udah ungguin kamu


loh " Alma


Hehe maaf ya ky lama " Putri


Iya gpp kok " Dicky . Rafael hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu .


Mau langsung jalan sekarang " Putri


Iya , nanti keburu sore malah macet


lagi " Dicky


Mah , Putri pergi dulu ya " Putri


Iya sayang , hati - hati ya " Alma


Dah coh " Putri . Rafael hanya tersenyum sebagai balasannya .


Ky , kalo bisa pulang jangan terlalu malem ya " Rafael


Siap " Dicky


Bisma P.O.V

__ADS_1


Menonton tv seorang diri itu yang sedang Bisma lakukan saat ini . Hari ini ia memang tidak mempunyai niat untuk keluar rumah . Dan untuk pertama kalinya ia tidak mengunjungi rumah Putri di akhir pekan , padahal 3 bulan terakhir ini setiap akhir pekan Ia selalu mengunjungi rumah Putri . Tapi bukan berarti Ia ingin bertemu Putri melainkan untuk bertemu Ayu .


Tumben lo di rumah " Rangga yang datang menghampiri Bisma dengan membawa makanan ringan.


Emangnya mau kemana , gak ada rencana lain juga " Bisma tanpa melirik Rangga yang kini berada di sampingnya , mata pandanya tetap fokus pada layar tv yang ada di hadapannya .


Mamah perhatiin kok kayanya Putri udah lama ya gak main ke sini " Casma yang kini ikut nimbrung .


Iya Bis , lo lagi gak berantem kan " Rangga


Enggak kok , ya mungkin Putri juga lagi nyiapin diri buat ujian besok " Bisma


Kamu sendiri kenapa gak belajar , malah nonton tv di sini " Casma


Nanti malem aja mah . Sekarang mau refreshing dikit , lagian kemaren juga udah belajar seharian . Bisa meledak


kepalanya " Bisma . Casma hanya menggeleng pelan saat mendengar penuturan dari putranya itu .


Eh Bis , by the way emang lo mau ngelanjutin kuliah dimana " Rangga


Emm .. pengenya sih di Bandung tapi mamah sama siapa di sini . Papah kan ke luar negeri mulu " Bisma


Yauda kamu sama Rangga aja , nanti mamah bisa daftarin kamu di kampusnya Rangga " Casma


Iya Bis , kayanya seru tuh kalo kita kuliah bareng . Lagian emang lo gak mau kuliah bareng Putri " Rangga


Justru itu si Putri yang ngajakin kuliah di Bandung , tapi gak tau sih jadi apa engga soalnya kan baru cita - cita " Bisma


Ohh pantesan " Casma


Udah ah kok malah jadi ngomongin kuliah , lulus juga belum " Bisma . Casma dan Rangga hanya terkekeh .


* * *


Hubungan sepasang kekasih ini semakin terlihat mesra dan hangat . Keduanya saling mencintai , itulah yang membuat mereka bertahan . Reza yang sangat menyayangi Vita dengan kepolosanya dan terkadang membuat Reza gemas dengan sifat pelupa dan sedikit lemot dari kekasihnya . Begitu juga dengan Vita yang sangat menyayangi Reza karena Reza mau menerima kekurangan Vita , selain itu Vita merasa begitu nyaman bersama Reza .


Za , udah tau belum " Vita


Apa ? " Reza


Setelah ujian kan ada prom night " Vita


Iya terus kenapa ? " Reza


Kalo dari gosip yang beredar katanya sekolah kita bakal jadi satu acara " Vita


Ha ? Kamu serius ? Kok aku belum tau ya , Dicky juga gak cerita apa - apa " Reza


Aku serius . Makanya kamu tanyain temen kamu si Dicky " Vita


Wah Dicky parah gak cerita " Reza


Yee berarti kamu yang kudet , kurang update . Lagian bukanya kamu itu anggota osis ya " Vita


Yeee aku kan juga lagi sibuk belajar buat ujian , lagian selama ujian kegiatan osis di berhentiin dulu kok . Soalnya kan nanti bakal ada pergantian anggota osis " Reza


Alesan kamu mah " Vita


Rezaa , acaranya kan belum di mulai udah ngayal aja . Lagian ujian aja juga belum udah mikir ke sana " Vita


Ya siapa tau aja aku jadi King nya kamu jadi queen nya . Emang nya kamu gak mau " Reza


Pake di tanya , ya pasti maulah " Vita . Reza hanya tersenyum .


Za , gak sabar deh pengin cepet - cepet lulus " Vita


Emang mau kemana , mau nikah ya sama aku " Reza


Ihh engga! Apaan sih , nikah ? " Vita


Emang kamu gak mau nikah sama aku , jahat kamu " Reza


Ya mau sayang , tapi aku mau lanjut kuliah dulu . Aku gak mau nikah muda " Vita


Ya ampun sayang maksud aku bukan sekarang , aku juga gak mau nikah muda aku aja belum kerja . Aku mau kuliah dulu terus kerja baru deh ngelamar kamu , kamu maukan ? " Reza . Vita hanya tersipu .


Aku mau lah , abisan kamu udah ngebahas nikah lulus sekolah aja juga belum " Vita


Hehe iya sayang . Emang kamu mau kuliah di mana nanti " Reza


Eemm .. pengen di binus sih kaya kakaknya Putri " Vita


Kalo gitu sama dong , rencana aku sama Ilham nanti mau kuliah bareng " Reza


Wihh , kita bakal barengan terus dong aku jadi gak sabar dehh " Vita . Reza hanya tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya itu .


* * *


Putri dan Dicky baru saja sampai di sebuah mall di jakarta . Setelah memarkirkan mobilnya merekapun langsung masuk dan menuju toko buku yang berada di dalam mall .


Emang lo mau beli buku apa " Putri


Emm belum tau sih , tapi liat aja nanti ada buku yang gue cari apa enggak " Dicky


Putri hanya mengangguk sebagai jawaban dan mengikuti langkah Dicky . Sesampainya mereka di toko buku mereka langsung berpencar mancari buku yang di maksud apa lagi kalau bukan buku untuk soal - soal latihan ujian .


Dicky terus saja menelusuri rak buku sampai akhirnya ia menemukan satu buku yang mencuri perhatiannya , bibirnya tersenyum lebar saat membaca judul dari cover buku tersebut .


"7 Cara pernyataan Cinta"


Ini yang gue cari " Dicky dan melanjutkan mencari buku pertama yang di carinya sejak awal . Setelah menemukan buku keduanya Dicky langsung menuju kasir membayar buku pertamanya terlebih dahulu sebelum Putri mengetahuinya .


Mba , ini jadi berapa ? " Dicky


37.000 kak , ada tambahan lainya "


Enggak itu aja dulu , nih mba " Dicky yang sedikit berbisik sehingga membuat penjaga kasirnya sedikit keheranan atas sikap Dicky . Setelah membayar Dicky langsung menyimpanya di balik baju .


Mba diem - diem aja ya " Dicky . Penjaga kasirnya pun hanya diam menuruti perintah Dicky .


Hei , udah dapet bukunya " Putri menghampiri Dicky yang sudah berada di kasir seraya meletakan buku di atas meja kasir .


Udah tuh " Dicky

__ADS_1


Maaf kak , ini sekalian aja atau di pisah "


Di gabung aja / pisah mba " Dicky dan Putri berbarengan .


Gak usah ky gue ada kok " Putri


Udah simpen aja uangnya . Mba sekalian di gabung sama punya saya ya " Dicky


Barangnya sudah semua jadi totalnya 128.000 ya kak "


Ini mba " Dicky memberikan kartu debit . Setelah membayar merekapun keluar dari toko buku tersebut .


Ohiya nih bukunya " Dicky


Makasih ya ky , jadi ngerepotin deh " Putri


Kok ngerepotin , enggak kok gue malah seneng " Dicky


Sekali lagi thanks ya bukunya " Putri


Iya sama - sama . Yaudah cari makan yuk laper nih " Dicky


Emang sekarang jam berapa ? " Putri


Jam setengah 5 lewat , ayo " Dicky seraya melihat jam tanganya .


Ayo " Putri seraya menarik lengan Dicky sehingga membuat pemiliknya tersenyum .


Malam pun telah tiba saat ini Dicky sedang


berbaring di atas kasur dengan kedua tanganya di lipat ke belakang kepala mata indahnya menatap langit - langit kamar , sementara bibir tipisnya terus saja mengembangkan senyuman . Pikiranya saat ini hanya memikirkan seorang gadis yang telah berhasil mencuri hatinya . Sesaat pikiranya terlintas sesuatu , ia baru ingat dengan buku yang baru saja di beli nya tadi sore kemudian ia beranjak dari kasur untuk mengambil buku tersebut di meja belajarnya . Dicky kembali tersenyum saat membaca tulisan cover pada buku yang di pegangnya itu . Tanganya pun mulai membuka cover buku hingga berhenti pada halaman pertama , ia membacanya dengan penghayatan pada setiap kata yang di bacanya . Bukanya belajar tetapi ia lebih memilih membaca buku yang berhasil mencuri perhatianya saat pandangan pertama .


Jadi pertama gue harus lebih bisa ngedeketin dia , oke . Tapi apa masih kurang pendekatan yang selama ini gue lakuin " Dicky


Itu gak penting!! Pokoknya gue bakal ngelakuin apapun yang ada di buku ini


titik " Dicky .


* * *


Berbeda dengan Putri yang saat ini sedang belajar seorang diri di kamarnya . Putri memang tipikal gadis yang malas di kelas bahkan terkadang suka tertidur di kelas saat jam pelajaran . Namun walau begitu Putri termasuk murid yang cukup pintar , dan tipikal gadis yang ingin berusaha dalam keinginannya .


Hadehh , jam berapa sih sekarang " Putri melirik ham dindingnya .


Udah jam setengah 8 ya , udahan deh . Mendingan ke bawah daripada bete sendirian di sini " Putri seraya merapikan buku - buku nya yang berserakan di atas kasurnya , dan langsung turun ke bawah .


Sementara di bawah tepatnya di ruang tengah terlihat Morgan yang sedang membaca novelnya seraya berbaring di sofa .


Putri yang sedang menuruni anak tangga pun terlihat begitu heran dengan suasana rumahnya yang sepi . Namun keheranan nya sirna begitu saja berganti dengan senyuman yang mengembang di bibirnya saat melihat Morgan , dengan ide jailnya ia mencoba berjalan pelan supaya tidak ketahuan oleh Morgan . Dan sampai di belakang sofa dimana Morgan berbaring Putri pun langsung memulai aksinya namun terhenti seketika saat Morgan bersuara .


Lo mau ngapain kaya gitu " Morgan . Seketika Purti bengong dan mematung sesaat .


Lo mah gak asik ah " Putri cemberut dan duduk di sofa . Morgan pun bangkit dan ikut duduk di sofa , bibirnya menyunggingkan senyumana kecil melihat Putri yang sedang ngambek pada dirinya .


Jelek lo kaya gitu " Morgan


Bodo " Putri


Lagian lo ngapain sih kaya tadi , mau coba ngejailin gue lagi " Morgan . Putri diam


Lo itu udah sering banget ngejailin gue sampe gue udah hafal sama tingkah laku lo kalo mau ngejailin orang " Morgan


Abisan gue bete " Putri


Emangnya lo gak belajar " Morgan


Udah , makanya gue turun ke bawah eh taunya di sini malah sepi banget " Putri


Lo gak nganggep gue nih " Morgan


Ihh maksud gue papah , mamah , Ayu sama cocoh pada kemana sih " Putri


Papah sama mamah lagi ke acara temenya . Ayu tadi pamit mau ketempat temenya di anter sama Rafael cuma belum balik lagi sampe sekarang " Morgan


Putri menghela nafas dengan malas ia bangkit dari duduknya .


Ehh mau kemana " Morgan


Halaman belakang , kenapa ? " Putri dan berlalu dari hadapan Morgan . Morgan tersenyum kecil , entah apa maksud dari senyuman Morgan .


Perasaan ini makin jauh Put dan gue udah gak bisa ngelawanya lagi , gue gak ngerti kenapa perasaan ini ada " Morgan yang masih saja memandangi punggung Putri yang mulai menjauh , Ia pun menghela nafas panjang .


Malam ini gue harus bisa ngeluarin semua perasaan gue " Morgan bangkit berniat menyusul Putri .


Putri duduk di tepi kolam renang kakinya sengaja ia masukan setengah ke dalam air . Morgan yang menyusul Putri langsung duduk di samping Putri


Ngapain lo ngikutin gue " Putri .


Gimana lo sama Bisma sekarang ? " Morgan . Bukanya menjawab ia malah melemparkan pertanyaan lain kepada Putri .


Bisma ? Kenapa lo nanyain Bisma " Putri


Ya gpp pengen tau aja , kalo gak boleh juga gpp " Morgan


Gue sama Bisma baik - baik aja kok sekarang , kenapa ? " Putri


Ohh gpp , syukur kalo gitu " Morgan


Gue bingung deh " Putri


Kenapa ? " Morgan


Gak tau , gue bingung sama perasaan gue ke Bisma sekarang tuh kaya mulai ilang gitu aja . Gue sadar harusnya gue gak boleh punya rasa sama Bisma " Putri


Iyaa gue ngerti kok , lo itu kan udah lama temenan sama dia . Jadi ya wajar aja kalo tiba - tiba lo punya perasaan sama


Bisma " Morgan


Dan harusnya lo sadar ada orang lain yang suka sama lo bahkan sayang " Morgan . Putri yang mendengar kalimat terakhir Morgan langsung menatapnya heran .


Maksud lo ? " Putri


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2