Kisah Cinta Gadis Kembar

Kisah Cinta Gadis Kembar
Kisah Cinta Gadis Kembar #18


__ADS_3

Sebelumnya ..


Gue heran dulu nyokap lo ngidam apa sih anaknya jail banget kaya gini " Morgan


Udah takdir kali haha " Putri


Tapi kok lo sama Ayu beda banget . Ayu lebih pendiem , feminim sedangkan lo tomboi kaya gini mana bisa berantem pula , bandel , gak bisa diem , jail " Morgan


Iya sebutin sifat - sifat buruk gue " Putri


Iya iyaaa . Ehh ,, ceritain dong tentang lo sama Ayu . Kenapa kepribadian lo berdua bisa beda banget padahal mukanya sama " Morgan


Gue sama Ayu itu sebenernya sama cuma gue ngerasa semuanya berubah semenjak mamah pergi dan gue ngerasain perubahanya . Dulu mamah pernah pesen sama gue supaya gue bisa jaga diri sendiri dan tentunya jagain Ayu , gue sayang banget sama Ayu . Mamah juga yang selalu ngasih gue semangat buat masuk sekolah bela diri , dan gue sayang banget sama mamah " Putri


Gue kangen cerewetnya , kangen marahnya dia , gue kangen suaranya dia , gue kangen pelukanya dia , gue kangen gan dan sekarang gue gak bisa ngerasain itu lagi " Putri perlahan airmatanya mulai berjatuhan . Morgan yang melihat air mata Putri jatuh merasa bersalah dan perlahan menarik Putri ke dalam pelukannya untuk menenangkan Putri.


Maafin gue Put , gue gak bermaksud bikin lo jadi sedih kaya gini gara - gara inget nyokap


lo " Morgan


Gue gapapa kok Gan " Putri seraya merenggangkan pelukan Morgan dan menghapus air matanya .


Sekarang mau gimana ? Apa mau pulang aja ? " Morgan


Gue mau ke makam " Putri


Yauda kita ke sana " Morgan .


Rafael P.O.V


Assalamualaikum " Rafael


Walaikumsalam , tumben jam segini baru sampe rumah " Alma


Iya nih mah macet banget " Rafael


Yauda kamu istirahat gih " Alma


Iya mah , pada kemana kok sepi banget mah " Rafael


Belum pada pulang paling sebentar lagi juga pulang semua " Alma


Yauda deh mah aku ke kamar ya " Rafael


Iya sayang " Alma


Saat ini Putri sudah berada di makam sang mama , ia kembali mengunjungi makam sang mama seperti janji yang ia buat tempo hari .


Assalamualaikum mah . Putri dateng lagi , mamah lagi apa sekarang putri kangen banget sama mamah " Putri


Kali ini Putri gak sendirian ke sini mah , kenalin ini Morgan dia bawain bunga favorit mamah loh " Putri


Halo tan , bunganya aku taro sini ya semoga tante suka sama bunganya . Putri cerita banyak tentang tante " Morgan . Putri hanya tersenyum . Merekapun mengobrol dengan asik bercanda gurau dan saling mengejek , Morgan yang mengadu bahwa Putri selalu menjaili dirinya begitu juga Putri yang selalu senang jika sedang menjaili Morgan . Tak terasa hari sudah mulai gelap namun Putri dan Morgan masih saja di sana tidak bosan bercerita tentang dirinya masing - masing bahkan saling menjelekan satu sama lain namun itulah yang membuat kenyamanan tersendiri di antara mereka .


Put kita pulang yuk , udah sore " Morgan


Nanti dulu deh Gan , gue masih pengen di sini " Putri dengan nada yang terdengar sangat pelan kepalanya pun di senderkan di batu nisan sang mamah .


Lo kenapa Put " Morgan yang menyadari nada suara Putri .


Gue gapapa kok " Putri yang masih berusaha untuk tersenyum .


Badan lo panas banget , muka lo juga pucet " Morgan seraya menempelkan telapak tangannya di kening Putri dan memandangi wajah Putri yang mulai memucat .


Gue gpp Gan , cuma sedikit lemes aja nanti juga baikan " Putri


Engga , ini lo demam . Sekarang kita pulang " Morgan


Tapi ... " Belum sempat Putri melanjutkan perkataanya tubuhnya langsung jatuh pingsan di pelukan Morgan .


Put !! Putri !! Putri bangun Put " Morgan dengan menepuk pelan pipi Putri .


Aduhh .. badanya panas banget " Morgan langsung menggendong Putri menuju Mobil . Wajahnya terlihat begitu panik melihat keadaan Putri saat ini .


Put lo sabar ya kita ke rumah sakit sekarang " Morgan dan menyalakan mesin mobil dan langsung meninggalkan perkarangan makam . Sesekali Morgan melirik ke arah Putri yang sedang memejamkan mata dengan wajah yang begitu pucat membuat Morgan begitu panik .


 


Bisma P.O.V


Berbaring di bibir kasur itulah yang di lakukanya saat ini , pikiranya selalu teringat tentang kejadian tadi siang .


Apa itu bener Putri , tapi .. " Bisma


Sayaang " Casma


Ehh mamah " Bisma


Boleh mamah masuk " Casma


Boleh dong mah , ada apa mah " Bisma


Gpp , tadi mamah lewat ngeliat kamu ngomong sendiri mikirin apa sih kalo mamah boleh tau " Casma

__ADS_1


Bisma gpp kok mah , cuma tadi Bisma ketemu sama orang yang mirip banget sama Putri " Bisma


Mirip sama Putri ? " Casma


Iya mah , apa Putri punya kembaran ya mah ? Kalo iya kok Putri gak pernah cerita sama Bisma mah " Bisma


Ohhh .. iyaa Putri itu ... " belum sempat Casma melanjutkan perkataanya tiba - tiba ponsel Bisma berdering tanda panggilan masuk .


Siapa Bis " Casma


Ilham mah " Bisma


Yauda angkat dulu aja siapa tau penting kan " Casma . Bisma mengangguk .


" Via On Telepon "


Hallo ham , kenapa ? " Bisma


......


Putri ? Engga , emang kenapa ? " Bisma


.......


Apa ?!! Lo serius ham ? " Bisma


......


Yaudah sekarang lo dimana ?" Bisma


......


Rumah sakit mana ? " Bisma


......


Oke , gue ke sana sekarang " Bisma


......


" Via Off Telepon "


Kenapa sayang ? siapa yang masuk rumah sakit ? " Casma


Putri mah " Bisma


Ya allah kok bisa " Casma


Mamah ikut ya " Casma


Mamah di rumah aja dulu nanti Bisma kabarin tentang Putri " Bisma


Yauda kalo gitu kamu hati - hati ya


sayang " Casma


Iya mah , assalamualaikum " Bisma


Walaikumsalam " Casma


 


Morgan P.O.V


Duduk di ruang tunggu dengan perasaan gelisah , sesekali Morgan berjalan mundar mandir di depan ruangan untuk melihat keadaan Putri yang terbaring lemah yang sedang di periksa . Dan sesekali mengusap kasar wajahnya yang terlihat begitu panik . Tak lama kemudian terlihat Rafael dan Alma datang dengan wajah yang tak kalah panik dan gelisahnya .


Sayang , gimana keadaan Putri nak sekarang " Alma


Iya Gan , Putri gimana ? " Rafael


Belum tau , Putri masih di periksa di dalem " Morgan


Gimana ceritanya kenapa Putri bisa kaya gini sayang " Alma


Aku juga gak tau mah , tadi itu kita abis dari makam tapi tiba - tiba Putri jadi demam terus pingsan . Aku gak tau harus gimana makanya aku langsung bawa ke sini " Morgan


Ya ampun nak " Alma seraya memandangi Putri dari luar air matanya pun sudah banjir sejak tadi . Raut wajahnya terlihat sangat cemas melihat anak gadisnya terbaring lemah di dalam sana .


Mah kita berdoa aja buat Putri semoga Putri baik - baik aja " Rafael mengusap bahu Alma .


Raf , lo udah kabarin soal Putri ke Ayu sama temen - temenya " Morgan


Udah kok , gue juga udah sms Ayu sama temen - temen nya Putri " Rafael . Morgan mengangguk pelan dan mata nya kembali beralih melihat Putri .


Put lo harus kuat , gue tau lo kuat lo harus sembuh " Batin Morgan


Ayu dan Bintang sedang dalam perjalanan , entah dari mana mereka saat ini . Bintang sedang fokus menyetir , sementara Ayu terlihat sangat gelisah entah apa yang ia pikirkan . Bintang yang menyadari kegelisahan sahabatnya itu pun bertanya pada Ayu .


Lo kenapa sih yu kayanya gelisah banget dari tadi " Bintang


Gak tau nih tang dari tadi perasaan aku gak enak banget " Ayu


Yauda lo coba tarik nafas tenangin diri dulu biar lebih enakan " Bintang . Ayu hanya mengangguk sebagai jawaban dan menuruti nasihat Bintang .

__ADS_1


Sekarang kita mau kemana " Bintang


Pulang aja deh udah mulai gelap takutnya mamah nyariin aku " Ayu


Oke " Bintang


Ayu pun mengambil ponsel di dalam tas nya dan merasa sedikit terkejut melihat beberapa panggilan tidak terjawab dan 1 pesan dari sang kakak .


Ya allah " Ayu saat membaca pesan dari Rafael .


Kenapa yu " Bintang


Tang kita puter balik , kita kerumah sakit sekarang ! " Ayu


Iyaiya , tapi siapa yang sakit " Bintang


Saudara aku masuk rumah sakit " Ayu


Oke rumah sakit mana " Bintang


Rumah sakit Husada " Ayu


Oke oke " Bintang


 


Duduk berdua mengobrol di cafe itu yang mereka lakukan saat ini , Reza dan Vita memang sengaja membuat janji untuk bertemu di cafe .


Kamu malem ini cantik deh " Reza


Malem ini doang ? Terus kemarin - kemarin vita gak cantik gitu " Vita


Enggak maksud aku malem ini vita keliatan lebih cantik dari biasanya aku jadi makin sayang " Reza . Vita hanya tersenyum malu .


Reza juga keren " Vita


Buat aku , kamu itu tetep cantik mau make up atau enggak " Reza


Reza bisa aja deh gombal nya . Ohiya Vita mau nanya dong " Vita


Nanya apa sayang " Reza


Ilham itu siapa Reza sih " Vita


Ohh si Ilham , Ilham itu adik aku cuma beda berapa bulan aja sama aku " Reza


Ohh pantesan " Vita


Pantesan kenapa " Reza


Vita liat Reza agak mirip sama Ilham " Vita


Masa sih " Reza


Iya beneran " Vita . Namun tiba - tiba handphone Vita berdering tanda panggilan masuk .


Siapa vit " Reza


Indah " Vita


Yauda angkat aja " Reza . Vita hanya mengangguk dan menerima panggilan dari Indah .


" Via On Telepon "


Hallo , kenapa ndah ? " Vita


.....


Ha ? Kok bisa sih " Vita


.....


Yaudah iya gue nyusul . Smsin alamatnya ya " Vita


......


" Via Off Telepon "


Kenapa sayang , kok panik gitu " Reza


Za kita kerumah sakit sekarang " Vita


Siapa yang sakit " Reza


Putri , dia masuk rumah sakit " Vita


Oke oke . Rumah sakit mana " Reza


Emm , Husada " Vita saat membaca pesan dari Indah .


Yauda ayo " Reza


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2