Kisah Cinta Gadis Kembar

Kisah Cinta Gadis Kembar
Kisah Cinta Gadis Kembar #23


__ADS_3

Sebelumnya ..


Lo Dicky kan " Morgan


Iya . Eh lo kakak tiriya Putri kan " Dicky


Iya gue Morgan " Morgan


Ngapain kak di sini ? Sendirian aja ? Tapi kok lo panik gitu ? " Dicky


Iya justru itu gue nyamperin lo ini masalah Putri " Morgan


Putri ? Putri kenapa ? " Dicky


Dari tadi pagi dia belum pulang


sekolah " Morgan


Belum pulang ? " Dicky


Iya , ini gue lagi nyari dia lo bisa kan bantuin gue nyari Putri " Morgan


Iya iya gue bisa " Dicky terlihat begitu panik saat mengetahui Putri belum pulang sejak pagi . Wanita yang sempat singgah di pikiranya beberapa menit yang lalu .


Yauda sekarang kita mencar ya . Kalo lo ketemu Putri kabarin gue , nih nomer hp gue " Morgan


Oke " Dicky langsung berlalu pergi mencari Putri . Helmnya pun tidak ia gunakan , menurutnya supaya lebih leluasa memperhatikan jalan dan mencari Putri . Memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang .


Dicky masih menelusuri jalan dengan motornya yang kecepatan sedang , matanya terus melihat ke arah pinggir jalan berharap ia melihat sosok yang di carinya saat ini . Malam semakin larut namun jalanan pun semakin ramai , sehingga ia harus ekstra teliti memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang . Sampai akhirnya ia melihat seseorang yang di kenalinya sedang berjalan seorang diri dengan seragam sekolah yang masih menempel , Dicky pun langsung menghampirinya dengan tergesa melajukan motornya .


Putri " Dicky memanggilnya berharap perkiraanya benar . Sementara Putri yang merasa terpanggil menoleh .


Dicky " Putri memekik kaget saat melihat Dicky di hadapanya dengan wajah panik yang mulai mereda .


Lo ngapain di sini " Putri


Harusnya gue yang nanya , lo ngapain di sini ? Lo belum pulang dari tadi pagi " Dicky


Putri menggeleng pelan . Ia tidak bisa mengelak dari pertanyaan Dicky , terlebih lagi seragam yang masih menempel di tubuhnya .


Lo kenapa sih Put , ada masalah apa ? Cerita aja sama gue mungkin gue bisa bantu lo " Dicky . Putri hanya diam menunduk . Dicky yang mengerti keadaan Putri saat ini hanya menghela nafas .


Yauda kalo lo gak mau cerita . Sekarang kita pulang , kakak lo khawatir banget sama lo " Dicky . Putri mendongak saat Dicky menyebut nama kakak .


Kakak ? " Putri


Iya gue ketemu sama kakak tiri lo , dia keliatan panik banget terus minta bantuan ke gue " Dicky


Termasuk gue khawatir pas tau lo belum pulang dari pagi " Dicky mungkin perkataanya terdengar lirih dari telinga Putri . Putri memandangi wajah Dicky .


Maaf " Putri


Yang penting sekarang lo udah ketemu . Gue ngabarin ka Morgan dulu " Dicky memberi kabar ke Morgan melalui pesan .


Udah yuk , sekarang lo naik . Gue anterin lo pulang . Udah malem " Dicky pun melepas jaket dan memberikanya pada Putri . Sementara Putri hanya mengangguk menuruti perintah Dicky .


Morgan P.O.V


Kini Morgan memang berada di danau untuk memastikan apakah Putri ada di sini atau tidak , di danau pun tidak ada siapa - siapa . Matanya memandangi pohon - pohon sekitar danau dengan lampu yang menyala , keningnya berkerut.


Gak salah lagi , Putri emang abis dari sini kenapa gak kepikiran dari tadi sih " Morgan


"Bip" tanda satu pesan masuk . Morgan pun langsung membukanya .


" kak , Putri udah ketemu sekarang gue mau nganterin dia pulang ." Begitulah isi pesan yang Morgan terima dari nomor yang belum terdaftar dari ponselnya , namun ia yakin bahwa itu adalah Dicky . Ia pun langsung pergi meninggalkan danau .


Morgan bernafas lega karena Putri sudah bersama Dicky , kemudian tanganya mengambil ponsel dari saku celananya dan menekan nama Rafael untuk di hubungi .


"Via On Telepon"


Halo Raf " Morgan


....


Putri udah ketemu ini lagi jalan " Morgan


....


Keadaan mamah gimana ? " Morgan


....


Alhamdulillah . Yauda gue cuma mau ngabarin itu aja ke lo " Morgan


....


Iya . Yauda kalo gitu udah dulu ya gue lagi nyetir soalnya " Morgan


....


Oke " Morgan


"Via Off Telepon"


 


Putri dan Dicky masih dalam perjalanan pulang . Semilir angin malam membuat Putri menenggelamkan wajahnya ke punggung Dicky dan tanganya pun melingkar erat di pinggang Dicky, mungkin akibat kelelahan yang Putri rasakan hari ini terlebih lagi Putri yang habis menangis sampai berjam - jam di danau . Dicky yang merasakan tangan Putri melingkar memeluknya hanya tersenyum membiarkan , ia sepertinya mengerti apa yang Putri rasakan saat ini . Tak lama kemudian merekapun sampai di perkarangan rumah Putri , satpam rumah yang mengenali Dicky langsung membukakan gerbang rumah membiarkan Dicky masuk . Tak lama Morgan sampai dan langsung keluar dari mobil .


Gimana Putri " Morgan langsung bertanya pada Dicky yang masih duduk di atas motornya seraya melirik kearah Putri di belakangnya yang masih menyandar di punggung Dicky.


Kayanya Putri tidur deh kak " Dicky melirik ke belakang .


Tapi Putri gapapakan ? " Morgan


Gpp kok paling cuma kecapean aja " Dicky


Thanks ya ky udah mau bantuin gue cari Putri " Morgan


Iya karna gue juga peduli sama Putri

__ADS_1


kak " Dicky . Morgan hanya tersenyum dan mencoba menggendong Putri .


Sekali lagi makasih ya udah mau nganterin Putri sampe rumah " Morgan


Iya sama - sama kak . Yaudah gue balik ya udah malem " Dicky


Eh tunggu " Morgan


Kenapa kak " Dicky


Gak usah panggil gue kakak , panggil Morgan aja gue juga gak tua - tua banget kali dari lo " Morgan


Haha okeee .. Gan " Dicky


Nah gitukan enak . Yaudah sana balik , gue juga mau bawa Putri ke kamar berat juga nih anak " Morgan


Haha iyaiya " Dicky seraya menyalakan mesin motornya dan berlalu meninggalkan perkarangan rumah Putri . Morgan pun langsung masuk ke dalam rumah.


Sementara di dalam Rafael dan Ayu masih terlihat gelisah menunggu Putri dan Morgan pulang . Sedangkan Alma sudah tidur sejak tadi .


Putri " Ayu memekik lega saat melihat Morgan yang menggendong Putri


Gan , Putri kenapa ? " Rafael cemas saat melihat Morgan yang menggendong Putri yang tertidur .


Putri gpp , cuma kecapean aja dia lagi tidur " Morgan . Rafael dan Ayu langsung bernafas lega .


Yauda gue bawa Putri ke kamar dulu ya , berat nih " Morgan . Rafael dan Ayu hanya terkekeh kecil .


 


Pagi kembali menyambut dengan cerahnya . Kicauan burung di pagi hari membuat Putri terusik dari tidurnya , matanya menyipit dan perlahan membuka sedikit silau dengan sinar matahari yang masuk melalui celah ventilasi udara .


Ini kamar gue ? " Putri


Dicky , semalem gue sama dia kan . Gue belum sempet bilang makasih sama


dia " Putri


Tok ... tok ... tok ...


Iya masuk aja " Putri


Pagi " Morgan


Elo " Putri


Ternyata lo udah bangun " Morgan berjalan menghampiri Putri dengan senyum khasnya .


Kemaren Dicky yang nganterin lo


pulang " Morgan


Terus Dicky nya ? " Putri


Dia langsung pulang soalnya juga lo udah tidur " Morgan


Kenapa lo gak bangunin gue sih , gue kan belum sempet bilang makasih sama


dia " Putri


lo . Dan untungnya lo gak jatoh " Morgan


Terus gue kok bisa di kamar " Putri


Gue yang gendong lo sampe badan gue pada remuk nih . Ternyata lo berat juga yaa " Morgan . Putri tersenyum lebar memamerkan gigi putihnya .


Makasih yaa , ternyata lo baik juga jadi gemes gue " Putri . Morgan langsung menatap tajam Putri .


Udah ah gue mau mandi , sana


keluar " Putri


Mau kemana emang ? " Morgan


Ya sekolah Morgan , emang mau kemana lagi " Putri


Ohiya . Yaudah sana!! bau tau " Morgan


Yeee . Lo nya juga keluar dong " Putri


Emang kenapa kalo gue maunya di


sini " Morgan


Ihh Morgan !! Maa .... " Belum sempat Putri berteriak Morgan langsung membekap mulut Putri .


Iya iya bawel lo " Morgan pun pergi meninggalkan kamar Putri .


Sementara di ruang makan seperti biasa sudah ada Ayu , Rafael dan Alma begitu juga Morgan yang baru saja datang dan langsung duduk di samping sang mamah .


Pagi mah " Morgan


Pagi sayang , gimana Putri " Alma


Putri udah bangun kok mah , cuma sekarang lagi mandi " Morgan


Tapi Putri gpp kan " Alma


Gpp mah . Cuma kecapean aja " Morgan .


Oh syukurlah , yauda yuk sarapan sambil nunggu Putri " Alma . Tak lama kemudian Putri turun menghampiri meja makan dan duduk di samping Rafael , matanya terus memandangi sang mama.


Mah " Putri


Pagi sayang , kamu mau makan apa mamah ambilin . Ohiya ini juga ada kesukaan kamu. Ayo sayang kita sarapan " Alma


Mah , Putri minta maaf . Putri tau kok Putri salah seharusnya kemaren Putri langsung pulang ke rumah , Putri juga gak bermaksud bikin mamah khawatir kalo mamah mau marah sama Putri gpp mah Putri siap " Putri


Eeii sayang denger mamah , mamah gak akan bisa marah sama kamu . Tapi kamu janji jangan ngulangin lagi " Alma yang berbicara dengan lembut seperti sedang menasihati anak kecil .

__ADS_1


Iya mah Putri janji " Putri . Alma hanya tersenyum sebagai balasanya .


Sepulang sekolah Putri sengaja mengajak Dicky untuk bertemu di taman . Dicky sudah lebih dulu sampai di taman , duduk manis di bangku taman yang sudah di sediakan dengan setia menunggu Putri datang .


Hei " Putri yang baru saja datang langsung menyapa Dicky , sementara Dicky tersenyum senang .


Hai " Balas Dicky .


Sori ya lama , tadi ada urusan bentar soalnya " Putri ikut duduk di samping Dicky .


Gue juga baru dateng kok . Emang ada apa tumben ngajak ketemuan di sini , harusnya biar gue aja yang nyamperin lo di sekolah " Dicky


Haha gak usah malah tambah ngerepotin kalo gitu . Ohiya ini buat lo " Putri memberikan sebuah gelang .


Dalam rangka apa nih , lo ngasih gue gelang " Dicky


Gak dalam rangka apa - apa sih , tapi anggap aja itu sebagai tanda terima kasih gue ke lo . Soal yang semalem gue kan " ucapan Putri terhenti


Ya ampun Put , mulai sekarang itu udah jadi kewajiban gue buat ngejaga lo " Dicky


Makasih ya ky , gue jadi terharu . Ohiya gelangnya di pake ya semoga sih lo suka sama gelangnya , gue juga pake kok nih liat " Putri seraya menunjukan lengan kirinya , bibirnya tersenyum .


Beberapa bulan telah berlalu kini Bisma dan Ayu jadi semakin dekat entah ada hubungan apa dengan mereka bahkan seringkali Bisma main dan sesekali mengajak Ayu jalan - jalan . Begitu pun juga Dicky dan Putri walaupun Dicky sudah mengetahui bahwa Putri memiliki rasa terhadap Bisma , Dicky selalu berusaha untuk terus mendekati Putri dan selalu membuat Putri tersenyum. Hati Dicky sangat yakin bahwa suatu saat nanti pasti Putri akan memiliki perasaan yang sama pada dirinya , Dicky memang sudah menyadari perasaan yang selama ini ia rasakan untuk Putri . Sementara Ilham dan Indah kini sudah resmi menjalin hubungan meskipun caca selalu mencoba untuk mengganggu hubungan mereka . Reza dan Vita sudah menjalin hubungan selama 2 bulan dan tidak pernah ada masalah apapun yang mendera hubungan mereka , Reza yang selalu menunjukan sikap romantisnya terhadap Vita membuat Vita semakin menyayangi Reza begitu juga dengan Reza yang sangat menyukai sifat polos Vita . Sementara Morgan , ia semakin bingung dengan perasaanya sendiri terhadap adik tirinya itu , Putri . Di awali dengan pertengkaran kecil antara dirinya dan Putri justru tanpa sadar membuat mereka semakin dekat bahkan tidak sungkan mereka saling curhat satu sama lain jika sedang akur . Rasa sayang Morgan terhadap Putri kini sudah bisa di katakan tidak wajar di antara kakak dan adik , melainkan ada rasa yang tersembunyi dalam hati Morgan terhadap Putri .


Kini ujian sekolah sudah semakin dekat membuat Putri harus memperbanyak belajar untuk persiapan ujian nanti .


Pusing gue !!!! Yailah pake abis segala minumnya " Putri dan meraih gelas yang sudah kosong itu , kemudian keluar kamar untuk mengambil air minum . Sementara di ruang tamu terlihat Bisma dan Ayu sedang belajar bersama , mereka sangat terlihat begitu asik dengan suasana yang mereka ciptakan sendiri . Morgan yang memang berada di sana hanya menggelengkan kepala melihat Bisma dan Ayu .


Sedangkan Putri yang baru saja turun langsung menuju dapur dan mengambil air minum tanpa melihat Bisma dan Ayu yang berada di ruang tamu . Morgan yang melihat Putri langsung menghampiri Putri dan menghalanginya saat Putri ingin berbalik .


Ngapain sih lo disini , ngagetin gue aja . Minggir ah " Putri . Morgan hanya menggeleng .


Minggir gak !! Gue mau ke kamar pengen belajar lagi , gue lagi males ribut ya " Putri . Namun Morgan tetap diam di tempat membuat Putri geram dengan tingkah laku Morgan .


Morgan , plis deh gue mau lewat " Putri


Yaudah lewat tinggal lewat " Morgan


Gimana mau lewat , gue ke kiri lo ke kiri gue ke kanan lo ikut ke kanan . Ada apa sih " Putri


Gak ada apa - apa " Morgan


Minggir ah !! " Putri yang akhirnya berhasil menerobos Morgan . Bibirnya serasa kelu tidak mampu berucap apa - apa saat melihat pemandangan di ruang tamu .


Gue bilang kan juga apa " Morgan . Putri hanya menghela nafas panjang merasakan sesak di dada lebih tepatnya di hati , ia pun berbalik menghadap Morgan .


Gue gpp kok " Putri berusaha tersenyum lebar di hadapan Morgan .


Gak usah boong sama gue " Morgan . Putri tidak menjawab melainkan berjalan gontai menuju halaman belakang . Morgan yang mengerti tentang perasaan Putri saat ini mencoba mengikutinya , langkah Putri berhenti tapat di kolam renang .


Gue gak tau sampe kapan rasa itu ada . Gue emang udah lama sahabatan sama dia gan dan gak tau kenapa rasa itu muncul tiba - tiba , harusnya gue gak boleh punya perasaan itu " Putri


Iya gue ngerti kok apa yang lo rasain , tapi lo gak boleh nyalahin diri lo sendiri . Sampe kapan pun lo tetep sahabatnya Bisma " Morgan yang memang sudah ada di belakang Putri .


Tapi gan , kalo seandainya gue gak pernah punya perasaan sama Bisma mungkin gue gak bakal ngerasa jauh kaya sekarang ini sama dia . Gue pengen semuanya kaya dulu lagi bisa deket sama dia , bercanda , ketawa , sampe main basket bareng sama dia " Putri air matanya sudah tidak dapat ia bendung lagi Morgan yang melihat Putri mulai menangis mencoba untuk memeluk Putri menenangkan hatinya .


Udah gak usah nangis , gue gak suka ngeliat lo nangis " Morgan seraya melepas pelukanya dan menghapus air mata Putri yang masih mengalir dengan ibu jarinya .


Kenapa ? " Putri


Lo jelek kalo nangis " Morgan yang sedikit meledek Putri


Apaan sih lo " Putri mulai tersenyum dan memukul pelan lengan Morgan .


Nah gitu dong . Lo itu masih bisa deket kok sama dia asal lo bisa lupain dulu masalah hati lo , percaya deh pasti bakal balik kaya dulu lagi " Morgan


Lo baik banget sama gue gan , lo mau dengerin curhatan gue bahkan lo selalu ngasih solusi ke gue . Thanks ya " Putri


Itu udah jadi kewajiban gue , ya walaupun kadang lo suka ngusilin gue " Morgan


Hehehe pisss " Putri nyengir lebar seraya menunjukan 2 jarinya yang berbentuk huruf V . Sedangkan Morgan hanya tersenyum dan mengusap kepala Putri .


Yauda sekarang lo temenin gue belajar di kamar , ayo!!! " Putri menarik pelan tangan Morgan .


 


Saat istirahat Putri tidak ke kantin melainkan ke lapangan basket , bermain basket memang biasa ia lakukan saat sedang badmood . Bagi dirinya basketlah yang bisa membuatnya lebih tenang dan melupakan masalah serta meluapkan emosinya dengan melemparkan bola ke dalam ring . Sudah beberapa kali Putri memasukan bola ke dalam ring namun saat memasukkan bola selanjutnya terlihat Bisma yang sudah berdiri tepat di bawah ring dan menangkap bola tersebut . Putri yang melihat Bisma langsung merubah raut wajahnya dan menepi di lapangan , Bisma pun langsung menghampiri Putri .


Hai " Bisma . Putri tidak menjawab sapaan Bisma . Ini adalah sapaan Bisma yang pertama kepada Putri , jujur ia tidak tahan dengan sikap dingin Putri terhadapnya .


Kok gak di jawab " Bisma


Ngapain lo ke sini " Putri


Lo kenapa sih Put " Bisma


Gue gpp " Putri


Lo berubah sama gue " Bisma


Berubah gimana , enggak kok " Putri . Yang ia rasakan saat ini adalah gugup , namun ia mencoba menepis kegugupanya jauh - jauh di hadapan Bisma , hatinya terasa panas dan jantungnya pun seakan berdetak lebih kencang dari biasanya . Pertama kalinya ia mengobrol dengan Bisma lagi setelah beberapa bulan yang lalu .


Jujur Bis gue kangen sama lo " Batin Putri


Akhir - akhir ini lo itu berubah , tiba - tiba ngejauhin gue bahkan gue ngerasa kalo lo sengaja ngehindar dari gue . Awalnya gue ngerasa itu cuma perasaan gue , tapi emang bener lo sengaja ngindarin gue " Bisma . Putri hanya diam .


Kenapa Put ? Kalo gue boleh jujur , gue gak bisa kaya gini terus udah 3 bulan lo ngehindarin gue . Gue kangen sama lo yang dulu , gue kangen ketawa lo , gue kangen bercanda bareng lo gue juga kangen kejailan lo " Bisma


Maafin gue Bis , maafin gue atas sikap gue selama ini ke lo " Putri yang akhirnya membuka suara untuk Bisma . Hanya kata maaf yang bisa ia ucap .


Lo ada masalah apa ? Cerita sama gue Put " Bisma


Gue gak bisa cerita sekarang Bis , suatu saat lo pasti bakal tau sendiri apa masalahnya " Putri


Yauda gpp kalo lo gak mau cerita sekarang , gue ngerti kok " Bisma


Thanks ya Bis " Putri


Iya , tapi kita baikan ya sekarang " Bisma seraya membuka jari kelingkingnya

__ADS_1


Oke " Putri dengan senyum lebar dan menyambut jari kelingking Bisma . Morgan benar Putri memang harus melupakan dulu masalah hatinya saat ini .


Bersambung ...


__ADS_2