Kisah Mistis

Kisah Mistis
Tersesat di Desa Alam Ghaib Kuningan-Cirebon


__ADS_3

......................


Nama saya Harus saya akan menceritakan kisah mistis saya di tahun 2020 ketika hilang ke Desa Alam Ghaib. Jadi kisah mas Haris sedang menuju Kuningan ke Cirebon dan mengalami kejadian yang sangat di luar dugaan.


Ketika tepat di tahun 2020. waktu zamannya booming pandemi. Posisi Haris sedang ada di daerah Kuningan waktu itu, kebetulan ada acara keluarga di sana.


Kebetulan ia juga sedang kumpul dengan keluarga juga.


Untuk profesi mas Haris sendiri sebagai teknisi kendaraan beroda 2.


Nah kebetulan waktu itu banyak rekan dan keluarganya sedang berkumpul waktu itu tepat jam 11 malam. waktu itu istrinya mas Haris memberi tahu bahwa ada panggilan masuk dari ponsel Mas Haris.


"Yah.. ini ada telpon, mau di angkat nggak?"


"Dari siapa?"


"Nggak tahu ini nomer baru"


Jadi dengan cepat Mas Haris itu mengangkat telpon itu.


Setelah ia mengangkat telpon itu. Ternyata dari temannya sekaligus pelanggan setianya yang bernama Deri.


Dia memberitahukan kepada saya membutuhkan jasanya kala itu.


"Kang Haris.. Bisa nyusul saya nggak, posisi kang Haris lagi dimana?"


"Saya lagi ada di Kuningan, ada apa gitu?"


"Ini kang, saya ada trouble ada masalah di Cirebon, saya habis kecelakaan dan motor juga perlu di perbaiki"


"Lalu bagaimana keadaanmu sekarang"


"Alhamdulillah, Kalo saya nggak apa-apa udah keluar dari rumah sakit, sekarang kalo bisa langsung ke rumah aja ngambil unit, tolong lah kang, kalo bisa ya secepatnya kang"


"Iya baik, tunggu saya sebentar lagi berangkat sekarang"


Karena Deri adalah langganan setia saya, dan saya nggak mau juga kehilangan pelanggan dong ucap Haris, lalu saya langsung lah siapin alat-alat perkakas, saya langsung bergegas pergi. Itu sekitar jam 11.30 malam langsung saya berangkat.

__ADS_1


Posisinya saya lupa kalau itu sebelnya malam Juma'at Kliwon, sebelum tengah malam itu saya berangkat menggunakan sepeda motor, dari Kuningan sampai perbatasan. Kuningan-Cirebon aman-aman aja nggak ada masalah.


Yang awalnya saya membawa sepeda motor normal-normal saja, saya geber-geber tuh sepeda motornya normal-normal aja.


Sampailah tepat di perbatasan Cirebon kota. Tiba-tiba sepeda motor mendadak mati.


(Aduhh... motor mati, saya utak - utik sepeda motonya tetap nggak mau hidup.)


lalu hp bergetar kembali menunjukan bahwa ada panggilan masuk.


"Udah sampai mana kang"


"Sebentar, ini saya juga sedang ada masalah, mendadak sepeda motor saya ngadat, jadi saya membereskan masalah yang disini sebentar" sambil saya menutup telpon.


...Malam Jum'at Kliwon...


Lalu saya melanjutkan lagi mengotak-atik sepeda motor saya yang tidak bisa hidup.


Tak membutuhkan waktu yang lama akhirnya sepeda motor saya sudah hidup. lalu saya melanjutkan kembali perjalanan.


Waktu itu saya nggak liat jam tapi kisaran sampai di sini nih aturannya dari Kuningan ke Cirebon itu nggak lama paling antara kisaran dalam perjalanan itu sekitar 30menit-1jam lah kurang-lebihnya.


Ini kok jam segini Kota Cirebon biasanya masih ramai, masih banyak kendaraan yang berlalu-lalang.


Lah kok ini malah sepi banget. Apa saya salah jalan apa gimana.


Saya akhirnya kepinggir untuk berhenti, dan membuka GPS untuk membuka maps.


(Kok nambah lama, nambah nggak enak perasaan, nambah nggak enak begini. benak Mas Haris.


Haris mendapatkan firasat nggak enak, dengan menghiraukan rasa takut dan firasatnya dikala itu, akhirnya Haris melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor sambil sesekali ia melirik ke arah maps yang dibukanya tadi.


Maps itu. Harusnya itu saya lurus untuk masuk ke jalur Cirebon, namun maps itu mengarahkan masuk ke jalur kiri, bener nggak sih spontan saya di situ kembali ke pinggir jalan untuk mengecek kembali jalur yang diarahkan oleh maps. Saya cek kembali dengan teliti. Ternyata benar maps itu mengarahkan ke jalur kiri.


Akhirnya ia mengikuti arahan maps itu. Namun di kejauhan juga sudah terlihat dan ia sempat tertegun sejenak karena memperhatikan maps tersebut, karena jalur yang ia lewati nanti terlihat sekali seperti jauh juga dari permukiman warga, dan jika ia hanya memikirkan penasarannya itu, itu hanya membuang-buang waktu saja Pikirannya saat itu.


"Ahh, sudahlah karena udah malem juga jalan sajalah. Masuk ke jalur kiri" benaknya.

__ADS_1


Ketika sudah masuk ke jalur kiri. Masuk ke situ kok ini jalan nambah kecil, nambah kecil jalurnya ya. bukannya menuju jalan besar. kok yang saya lewati ini jadi jalan setapak seperti ini.


Seketika disitu baru Haris mulai merasa bulu kuduknya merinding. tak lama sepeda motornya itu mati lagi, ketika ia melihat GPS kok nggak gerak-gerak ya. Tiba-tiba sinyal mendadak hilang.


"Ini gimana ya, saya harus tepat waktu ke sana tapi kok kaya gini ya cobaan" benaknya kini merasa heran.


Ketika ia mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Kenapa dimalam ini menjadi hari yang kurang beruntung kali ini Pikirannya.


Oh!, ternyata iya ini malam Jum'at Kliwon tuh pasti ada aja cobaan.


Lalu ia membenarkan kembali sepeda motornya itu, sesekali ia menengok kanan-kiri berharap ada rumah warga, ternyata memang tidak ada permukiman warga di sekitar sana.


Suasana saat itu sangat gelap gulita, ia memonitor motornya itu dimodali hanya dengan pencahayaan lampu hpnya saja. Mutik-untik motor lagi. Akhirnya nyala.


Ketika motor sudah kembali nyala ia melanjutkan kembali perjalanannya. Lalu Haris melihat ke arah jam tangannya yang masih Pukul 12.15 Malam. lalu diperjalanan Haris merasakan lapar.


Ini perasaan saya kok lapar banget ya, saya belum makan, entah mungkin itu sugesti saya atau memang salah pandangan saya di tengah toang itu ada warung. Pikiran saya udah capek udahlah makan aja dulu, berhenti lalu masuk ke warung itu.


Ketika saya masuk ke warung memang tidak ada orang di dalam, namun di etalase makanan itu masih ada banyak dan komplit menurut saya. Banyak makanannya, saya panggil si pemilik warung.


Ibu, Embak punten ...


Tak lama itu keluar ibu-ibu, iya mas mau persen apa, mau makan pakai apa?


Langsung saya persen tuh karena saya lagi lapar Bu persen Telor dadar, orek-orek tempe, sayur lalap, dan sambel.


Dengan sigap ibu itu melayani dan akhirnya makanan sudah saya terima, lalu di situ saya asik makan nggak peduli lagi dengan sekitar saat itu.


Perlahan terlintas mulai tersadar kembali seketika tiba-tiba kok warung kok gini amat ya, sepi, sunyi, tidak ada suara. Nambah gelap juga saya liat ke kanan-kiri nggak ada orang satupun di warung.


Saya sempat berfikir disana.


"Ini warung atau bukan" sontak membuat saya berhenti makan.


Disitu saya malah kepikiran dengan motor saya yang terparkir di luar warung, dengan spontan saya meninggalkan makanan di atas meja lalu pergi keluar untuk memastikan bahwa motor masih ada atau tidak, karena suasana nya terasa sepi jadi terlintas takut nya tiba-tiba motor saya ada yang ngambil.


Setelah di cek motor masih terparkir seperti tempat semula. lalu saya membalikan badan ke arah dalam warung, saya terkejut kok tiba-tiba ada bapak-bapak, bapak-bapak dengan peci hitam baju hitam, pokonya pakaian nyaris hitam seperti orang habis ke masjid. Lalu saya kembali menghampiri makanan saya yang di meja dan menikmati makanan. Tak lama itu bapa-bapa itu menepak pundak saya. dan berpesan

__ADS_1


......................


__ADS_2