Kisah Mistis

Kisah Mistis
Kisah TIM SAR!, dan Kisah mistis sungai Ritua#4


__ADS_3

Suasana di sungai kali ini dengan arus yang sangat tenang dan dingin.


noi ini selalu membisikan saya untuk mengakhiri pencarian, namun saya enggan mendengar ucapan dia, lalu saya berbicara ke dia dengan nada memaksa "udah noi kita gas lagii!!, kita gas".


noi pun hanya pasrah dengan ucapan paksaan bang Egi ini, dan akhirnya mengikuti keinginan bang egi.


lalu saya berpesan ke pada noi "kalo ada apa-apa jangan lari".


Nah barulah di situ tuh nemuin sesuatu hal yang sangat aneh, di pinggiran sungai itu seperti ada sisik-sisik putih tapi agak ke abu-abuan gitu ketika saya melewatinya tepat tak jauh di jembatan mundu itu.


lalu karena saya masih terpikir apa yang saya liat tadi kemudian saya bertanya kepada noi "noi kamu melihatnya gak tadi di belakang ada sisik-sisik?"


lalu noi langsung membantah perkataan saya " ahh ngga ada apa-apa kok bang gak ada".

__ADS_1


lalu pada akhirnya kita menemukan segundukan sampah yang sangat banyak di sungai. lalu kita mendarat lah dari perairan sungai itu karena menghindar tumpukan sampah yang sangat banyak.


setelah di darat saya melihat juga tumpukan sampah yang berada di pinggir-pinggir sungai, dengan spontan saya langsung meng cek sampah-sampah itu siapa tahu korban yang tenggelam ada di situkan.


ketika saya mengorek-orek sampahnya tiba-tiba tercium lah bau bangkai manusia namun ketika di cek tidak ada bangkai disekitar saya.


pada akhirnya dengan rasa curiga saya menanyakan kepada noi "noi kamu mencium bau bangkai gak noi?"


noi juga sedang fokus pencarian di sebelah saya yang agak jauh juga dari saya.


lalu saya masih liat ke arah lintu itu..


ketika saya memandangi di tengah sungai itu ada gelombang air yang mengarah ke saya lama kelamaan. terlihatlah kepalanya seperti buaya kepalanya, tapi badannya itu udh jadi kerangka tinggal tulang belulang, tapi kepalanya masih utuh. lalu nongol lah buaya ini ke darat.

__ADS_1


akhirnya saya lari ketakutan, langsung menghampiri noi yang memang berada jauh dari saya. yang satu tim yang lain saya tinggalin. lalu terlihat noi dari kejauhan lalu saya berteriak memangil nanya noii..noii..noooi...!


ketika saya memandang ke arah buaya tadi, saya melihat dia masih berada di situ, lalu di kejauhan buaya itu seperti berinteraksi dengan saya.


"kamu kalo mau nemuin balik lagi ke sungai yang banyak tikungan nya, disitu di atasnya ada pohon bambu, orangnya ada di situ" ucap buaya tersebut.


lalu saya bilang ke pada buaya tersebut "ini perbuatan mbah bukan?".


"bukan, saya hanya ingin menolong kamu untuk menemukan anak kecil itu" ucap buaya tersebut.


Akhirnya saya meminta izin untuk melanjut saya izin kepada Mbah. "Mbah saya izin untuk melanjutkan pencarian sampai di sana karena, tim saya ada di krematorium (peleburan mayat) agama Hindu. jadi abunya di buang di situ, saya izin sampe kesana"


"oh mangga silahkan saya nanti akan kawal kamu sampai sana" ucap buaya itu.

__ADS_1


__ADS_2