
......................
Dengan santai saya mengendarai motor namun sebenarnya saya sangat panik sekali.
Sudah berjalan jauh barulah terdengar suara adzan subuh. suasana terasa seperti normal kembali. Saya meminggirkan motor di jalan dan mengecek jam yang ada di pergelangan tangan sudah sedia kala. Dan langsung saya cek hape sinyal pun sudah di dapat. Dengan sigap saya langsung menghubungi Deri.
Saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya sebentar lagi nyampai ke rumahnya. saya tutup telpon. lalu melanjutkan perjalanan.
.
.
.
10 Menit berlalu.
Akhirnya saya tiba di rumah Deri. Lalu kami duduk-duduk di teras rumahnya sembari sudah disuguhkan kopi dan berbagai macam kue juga yang sudah di taruh di meja luar.
Lalu kami di situ berbincang-bincang. Sambari saya menceritakan kejadian yang saya alami tadi di saat perjalanan menuju rumahnya.
__ADS_1
"Di telpon jam berapa, kok datangnya jam berapa" sahut Deri memulai percakapan.
Disitu saya baru menceritakan kejadiannya.
"Saya tuh sempat nyasar ketika dalam perjalanan rumah kamu, saya nyasar. tepat di pertigaan yang mau mengarah ke kota Cirebon. saya mengambil jalur ke kiri karena maps menunjukan jalur itu, lalu saya di arahkan ke permukiman warga seperti di desa oleh maps. Dan di sasarin juga."
"Oh... berarti kamu tuh masuk ke kampung ghaib itu. Tuh!. Memang masuk ke daerah sana. Kampung ghaib itu!" celetuk Deri seperti sudah paham betul dengan yang di alami Haris.
Kudengarkan penjelasan Deri. Posisi saya juga sudah capek gak karuan. Ngobrol-ngobrol sambil lanjut minum kopi. Sebelum membenarkan motor Deri.
Yang awalnya saya pikir saya benarkan di bengkel saja, namun saya lihat ternyata masih bisa saya servis di rumah Deri.
Sesampai dimana saya tersesat di desa ghaib Cirebon. Deri memberi kode untuk singgah ke pinggir jalan.
"Kamu semalam masuk ke arah itu ya?" ucap Deri sembari menunjukkan jalur ke kiri.
"Iya. Lewat situ"
"Kanan-kiri. Kanan-kiri tuh kamu lihat sendiri banyak pohon rindang. Saya juga waktu kecelakaan tuh di sini." Celetuk Deri.
__ADS_1
Deri menjelaskan ketika itu seolah-olah saya masuk ke kampung orang. Lalu ia menabrak anak kecil. Ketika ia tersadar. Ternyata yang ia tabrak bukan anak kecil. Melainkan tangkal kayu. Tangkal kayu bekas kayu roboh ia tabrak.
Berarti kamu tuh di sasarin di sini.
"Kamu berarti terkena Oyod Mimang" celetuk Deri lagi.
Lalu saya dan Deri mencoba telusuri bersama Deri. Kebetulan Deri juga mempunyai kelebihan.
Dia anak indigo. Lalu saya di buka mata batinnya oleh dia. Itu saya melihat semuanya. Wujud-wujud mereka.
Kasar ngomongnya itu kuntilanak lagi midang sambil angklung-angklung kakinya duduk di atas pohon sambil menyisir rambutnya. Ada wujud berbadan kuda tapi kepala manusia.
Tempat itu benar-benar ramai. Seperti desa pada umumnya, banyak yang berlalu lalang. Sampai terlihat semuanya. Lalu kami mendatangi rumah yang konon ketika itu saya menanyakan rumah Deri di arahkan ke rumah besar dan mewah. Ternyata rumah mewah itu hanyalah pohon yang sangat lah besar berukuran jumbo.
......................
Untuk Masyarakat Cirebon apakah sudah pernah mengunjungi daerah Desa Ghaib?
......................
__ADS_1