Kisah Mistis

Kisah Mistis
Kisah Melamar Nurjanah#3


__ADS_3

 


...Jangan Baca Kisah Mistis Ini Sendirian!!...


 


...Kisah Melamar Nurjanah#3...


“Belum bisa mas……..?” Tanya gadis itu.


Raga mengangguk. Ditatapnya sang gadis. “Di bawa ke bengkel aja ya?” Kata Raga kemudian.


“Jam segini mana ada bengkel buka?” Jawab gadis itu.

__ADS_1


“Sebentar” Ucap Raga. Ia menoleh kanan kiri lalu berjalan menghampiri tukang parkir. Omong-omong sejenak. Tukang parkir menunjuk satu arah. Raga kembali menghampiri gadis itu.


“Tolongin dong, motorku mogok nih!” Kata gadis itu sambil menunjuk motornya.


Raga mengamati motor jenis matic warna merah yang ada di depannya. “Masak sih motor baru dua bulan keluar dari dealer mogok” Katanya dalam hati setelah melihat plat nomor motor itu.


Sebenarnya raga awam soal mesin motor. Tapi berhubung dihadapan cewek ia berusaha pede. Dicobanya untuk menyalakan mesin. Sekali dua kali sampai tiga kali mesin motor tidak mau nyala. Raga mulai bingung.


Malam itu selesai menikmati lontong opor di alun-alun kota, Raga menuju tempat parkir yang ada di depan mall. Suasana jalan sudah agak sepi, tidak seperti saat sore hari.


Disampingnya terparkir sepada motor. Sejenak Raga ragu. Gadis itu kembali melambaikan tangan. Raga menghampirinya.


“Ada apa mbak?” Tanya Raga setelah berada di depan gadis itu.

__ADS_1


“Sebelumnya saya minta maaf Bu, Pak …………….” Kata Pak Hasan membuka pembicaraan dengan rombongan keluarga Ibu Raga. “Sengaja Ibu, Bapak dan rombongan saya bawa ke rumah dengan maksud agar tidak menimbulkan kecurigaan warga sini dan orang-orang yang lewat.” Lanjutnya. Pak Hasan menghela nafas. Di tatapnya Ibu dan Bapak Raga.


“Peristiwa seperti ini sudah beberapa kali terjadi……………. perempuan yang Ibu Bapak akan lamar itu memang suka berbuat “iseng”………….” Kata Pak Hasan kemudian. “Maksud Pak Hasan…………?” Tanya Ibu dan Bapak Raga hampir bersamaan.


“Nuwunsewu……… Bu…….Pak………. Secara wadag di lingkungan sini tidak ada warga yang bernama Nurjanah. Apalagi anaknya masih muda dan cantik………., seperti apa yang tadi Ibu sampaikan, sewaktu di jalan.” Kata Pak Hasan kemudian. Ibu Raga memandangi suaminya. “Dan rumah yang Ibu, Bapak tuju………. secara kasad mata………, seperti yang juga tadi panjangnya semua lihat sendiri, di seputar masjid……….. rumah itu tidak ada!” Lanjut Pak Hasan.


Seluruh rombongan yang ada di ruang tamu rumah Pak Hasan kaget, saling tatap. Sejenak suasana hening. Lalu Pak Hasan menjelaskan, atau lebih tepatnya meneruskan ceritanya tentang Nurjanah, Rumah Tua dan peristiwa-peristiwa “aneh” yang kerap terjadi di seputar makam itu, sepengetahuannya.


“Jadi…………..” Kata Ibu Raga terputus. Ah! Hampir saja Ibu Raga pingsan begitu mendengar penjelasan Pak Hasan. Tangan Ayah Raga segera meraih pundak isterinya. Dipeluknya erat-erat. Ruang tamu itu tambah hening. Dipikiran mereka kini berkecamuk antara rasa percaya dan tidak.


Senja makin lekat merapatkan dirinya ke pelukan malam. Suara pengajian menjelang maghrib dari toa masjid telah terdengar. Dua buah mobil yang membawa rombongan pun pelan-pelan meninggalkan rumah Pak Hasan. Meluncur, melewati jalan desa. Menembus senja yang telah direnggut malam. Dan malam selalu rapih menyimpan berjuta misteri yang tak pernah akan selesai untuk diungkap.


...TAMAT...

__ADS_1


SEKIAN – Terima kasih sudah membaca Cerita Misteri ” Melamar Nurjanah ” dari awal. Salam


__ADS_2