Kisah Mistis

Kisah Mistis
Panti Asuhan Menjadi Tempat Pesugihan Tuyul


__ADS_3

------------------------------------------------------------------------


...Jangan Baca Kisah Mistis Ini Sendirian!!...


...(Rahasia Panti Asuhan Tempat Pesugihan Tuyul di Bandung)...


...Sebuah kisah mistis datang dari seorang wanita bernama Ratna....


Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2000. Meski sudah 20 tahun berlalu pengalaman horor tersebut tidak bisa dilupakan oleh Ratna.


Saat remaja, Ratna pernah mengalami putus sekolah. Ia tidak melanjutkan ke jenjang SMP, lantaran sang ayah di PHK setelah aksi demo mahasiswa pada 1998. Setelah putus sekolah, Ratna bekerja sebagai pekerja serabutan membantu ayahnya di ladang di daerah Sumedang, Jawa Barat.


Tiba-tiba, paman Ratna yang bernama Andi, pulang kampung ke Sumedang, tempat ayah dan Ratna tinggal.


Menurut cerita, paman Ratna tinggal di wilayah Bandung Kota dan hidup secara berkecukupan, dan suka membantu keluarga, serta orang lain yang kesusahan. Dengan kata lain, paman Ratna merupakan orang yang paling berkecukupan, di keluarga Ratna.


Paman Ratna memiliki sebuah rumah singgah atau panti asuhan di wilayah Bandung Utara. Rumah itu dipergunakan untuk membantu dan menampung anak-anak yang kurang mampu.


Saat bertemu dengan pamannya, Ratna pun bercerita jika ia putus sekolah. Ratna ditawarkan untuk membantu pamannya menjaga panti. Paman Ratna juga berjanji akan membiayai paket C Ratna. Mendengar hal tersebut Keluarga Ratna menerima dengan baik. Ayah Ratna menilai hal itu merupakan kesempatan bagus untuk masa depan Ratna.


Ratna pun akhirnya menyetujui untuk ikut pamannya menjaga panti. Setibanya di Bandung, Ratna tinggal di panti asuhan yang letaknya bersebelahan dengan rumah pamannya.


Panti asuhan yang dibangun oleh paman Ratna cukup besar, memiliki dua lantai dan 4 kamar tidur. Di dalam panti juga terdapat area connecting door atau pintu penghubung antara rumah pamannya dan panti asuhan.


Akan tetapi, paman Ratna memilih memasuki pintu depan jika ingin menengok anak-anak panti seperti tamu panti pada umumnya.


Di panti tersebut, Ratna tinggal bersama 9 orang anak panti. Terdiri dari 7 anak panti yang sudah lama tinggal di panti asuhan, dan dua anak baru. Kedua anak yang terakhir ini berasal dari kampungnya Ratna.


Anak-anak panti ini berusia sekitar kelas 4-6 Sekolah Dasar (SD) berarti Ratna di panti itu jatuhnya paling dewasa. Sore harinya, anak-anak panti yang udah lama memberitahukan Ratna perihal suara ketukan yang berasal dari pintu penghubung. Suara ketukan itu yang datang ketika malam tiba. Anak-anak panti menganggap itu adalah ulah iseng dari hantu.


Ratna yang kala itu berumur 16 tahun mengaku takut mendengar cerita dari anak panti. Tetapi dirinya tidak terlalu menghiraukan obrolan dari anak-anak panti tersebut.

__ADS_1


Hingga suatu hari, Ratna mendapatkan kebenaran akan cerita anak panti mengenai pintu rahasia yang ada di panti asuhan paman Ratna.


Beberapa hari setelah tinggal di panti setiap jam 01.00 pagi, Ratna selalu terbangun. Karena, mendengar suara ketukan seseorang dari balik pintu. Suara ketukan itu sangat jelas, karena menggangu Ratna pun membuka pintu tersebut. Setelah pintu di buka Ratna kaget, karena tidak ada siapapun di sana. Ketika Ratna mempertegas suara ketukan pintu itu, ternyata ketukan pintu itu berasal dari pintu penghubung antara rumah pamannya dan panti.


Menurut Ratna, pintu penghubung itu selalu terkunci rapat. Karena penasaran dengan pintu tersebut, Ratna pun berusaha untuk membuka pintu penghubung.Baru saja tangannya inggin membuka pintu, gagang pintu penghubung itu bergerak sendiri seperti ada orang yang memegangnya. Ratna pun kaget dan berlari ke kamar.


Singkat cerita, apa yang dijanjikan oleh paman Ratna ternyata benar ditepati. Ratna didaftarkan paket C dan turut serta membantu pamannya merawat dan menjaga panti.


Ratna ditugaskan untuk bersih-bersih panti dan mengurus administrasi panti. Ratna sering dimintai tolong pamannya untuk membantu pamannya mempersiapkan acara kumpul-kumpul bersama kerabat pamannya.


Setiap ada acara, Ratna kebagian tugas untuk belanja ke pasar dan mempersiapkan sesajen berupa buah kelapa muda bulat, bunga dan jajanan pasar yang ditaruh di setiap sudut rumah.


Selain sesajen hal yang membuat Ratna aneh ialah ketika ada acara tersebut anak-anak panti yang berjumlah 9 orang tidak pernah diikutsertakan padahal jika di lihat dari hidangan yang disediakan cukup banyak dan sayang untuk dibuang.


Suatu malam ketika Ratna sedang bersih-bersih rumah pamannya karena tamu pamannya sudah pulang. Ratna mendadak di panggil sang paman.


Ratna pun menghampiri pamannya, dari obrolan Ratna dan pamannya disimpulkan jika paman Ratna itu sudah percaya dengan Ratna yang sudah setahun tinggal bersama.


Dalam obrolan itu, paman Ratna meminta dirinya untuk menjaga sebuah rahasia. Karena pengaruh alkohol yang ia minum, sang paman mulai bercerita kepada Ratna.


Paman Ratna juga kembali bercerita, jika sekarang paman dan bibinya sudah angkat tangan lantaran kondisi bibi Ratna yang terus menerus sakit karena kehabisan darah. Hal itu karena darah bibinya diisap oleh para tuyul peliharaan pamannya.


Sang paman juga mengatakan, jika ia dan istrinya berencana menyudahi pesugihan tersebut. Ratna yang mendengar itu antara percaya dan tidak percaya. Karena sang paman tengah dalam pengaruh alkohol. Ratna menganggap hal itu hanya gurauan belaka.


Tiba-tiba paman Ratna mengambil air sirih dan air itu pun diciptakan ke wajah Ratna. Ratna mengaku awalnya ia merasa tidak ada sesuatu yang aneh. Tetapi saat Ratna melihat sesaji yang berada di pojok rumah. Tubuhnya bergidik, badannya pun gemetar. Ratna mengaku hari itu adalah hari pertamanya melihat penampakan tuyul.


Menurut pengakuan Ratna bentuk tuyul yang ia lihat wajahnya seperti kakek-kakek dengan tubuh kecil seperti anak TK. Dan memiliki kuping panjang dengan kulit keriput. Bola matanya besar, tuyul itu juga memiliki gigi taring yang panjang.


Sosok yang Ratna lihat itu hanya memakai ****** ***** berwarna putih. Sosok itu pun tengah asik menikmati sajen dan jajanan pasar yang disediakan oleh pamannya. Setelah makan, sosok itu mengelilingi Ratna dan pamannya, seolah sedang menunggu perintah. Sambil memainkan gagang pintu.


Setelah kejadian itu, pak Andi dan istrinya pergi selama kurang lebih tiga hari. Dan di waktu itu, Ratna belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi dan apa yang harus ia lakukan. Sampai akhirnya pak Andi dan istrinya kembali ke rumah mereka.

__ADS_1


Setibanya pak Andi di rumah, paman Ratna itu langsung menyuruh Ratna merapikan sebuah kamar. Kamar tersebut mirip seperti kamar anak kecil, di mana banyak mainan-mainan berserakan dan juga makanan ringan. Dan juga sajen yang sudah mengering.


Ratna juga menemukan uang pecahan Rp.2000 berserakan di lantai. Yang jika dikumpulkan sampai mencapai empat kardus Indomie.Saat itu paman Ratna sempat mengatakan jika barang-barang yang ada di ruangan tersebut dibuang karena tuyulnya sudah tidak ada.


Ratna pun mulai bisa mencerna apa yang pamannya katakan. Ia berfikir jika kepergian pamannya itu untuk mengembalikan Tuyul peliharaannya. Setelah Ratna selesai membersihkan kamar tersebut, pamannya pun kembali berujar jika nanti malam akan ada penghuni baru dan uang yang ada dalam kardus Indomie di taruh di dalam kamar pamannya.


Sesudah mengatakan hal demikian paman Ratna berlalu sambil memberikan Ratna sejumlah uang yang nominalnya cukup lumayan di tahun 2000. Setelah itu, pak Andi memberikan Ratna kue bolu yang ditujukan oleh anak-anak panti. Saat memberikan kue tersebut sang paman menitip pesan untuk Ratna agar tidak memakan kue bolu itu. Dan membiarkan anak panti yang memakan.


Ratna menaruh curiga, karena dia mengetahui rahasia omnya yang sudah tidak bener. Dan ternyata tidak sebaik yang orang lain kira. Akan tetapi disini Ratna adalah type orang yang takutan. Ratna tidak berani macam-macam dengan pamannya.


Sampai satu Minggu berlalu sejak kejadi bolu tersebut ada salah satu anak panti yang sakit. Saat itu Ratna hanya berfikir sakitnya anak tersebut karena penyakit typus atau DBD karena memiliki gejala seperti demam. Ratna mengaku selama sakit anak tersebut diberi makan yang berbeda dari anak panti lainnya. Makanan yang diberikan makanan lezat hingga membuat anak panti lainnya iri.


Meski diberi makanan, nyatanya anak tersebut malah terlihat kurus selama dua bulan sakit. Menurut penuturan anak panti yang sakit itu, dirinya sering sekali didatangi genderuwo saat malam hari. Genderuwo itu pun mengatakan ingin membawa anak panti akan tetapi tidak bisa. Hingga suatu hari Ratna mengalami kejadian yang membuatnya panik karena melihat anak panti yang sakit itu mengalami kejang-kejang.


Ratna pun mengadukan hal tersebut kepada pamannya. Dan pamannya dengan tenang hanya berkata semua itu tidak apa-apa, mahluk itu telah memilih anak tersebut sebagai tumbalnya.


Tak lama setelah kejadian itu, Ratna mengaku anak panti tersebut akhirnya meninggal karena sudah tidak tertolong. Sebulan setelah kematian anak panti, tak lama datanglah sebuah mobil mewah ke rumah paman Ratna.


Setelah mobil mewah buatan Eropa itu datang, Ratna kembali dikasih uang sebesar Rp.5.000.000 oleh pamannya. Disinilah Ratna mulai menangkap rentetan kejadian aneh, di mulai saat Ratna disuruh merapihkan kamar karena sudah tidak dipakai lagi, ucapan pamannya yang mengatakan jika bakal ada penghuni baru di kamar bekas pesugihan tuyul pamannya, ditambah dengan ucapan sang anak panti yang mengaku sering didatangi mahluk seperti genderuwo.


Ratna pun memberanikan diri untuk bertanya kepada pamannya. Ratna bertanya apakah penghuni baru di kamar tersebut adalah genderuwo. Sang paman pun mengiyakan. Bahkan Ratna sempat ditawari untuk melihat sosok genderuwo, Ratna menolak karena ia takut.


Pamannya menjelaskan, jika genderuwo tersebut yang memilih siapa yang akan dijadikan tumbal. Paman Ratna ini memastikan jika Ratna akan aman-aman saja jika tinggal di rumah tersebut.


Beberapa bulan kemudian Ratna dinyatakan lulus ujian paket C. Ratna juga meminta ijin untuk bekerja ditempat lain, padahal itu adalah alasan Ratna agar bisa keluar dari panti pamannya.


Suatu hari Ratna diberikan sebuah kue brownies yang ditujukan untuk anak panti, pamannya berpesan agar kue tersebut jangan dimakan oleh Ratna. Tiga hari setelah pemberian kue tersebut, Ratna mulai melihat siapa target berikutnya. Ratna pun kembali dilema, Ratna ingin sekali menolong anak tersebut. Hingga suatu hari ayah Ratna meninggal dunia, Ratna pun pulang ke kampung halamannya di Sumedang.


Setelah pemakaman ayahnya, Ratna kemudian bercerita kepada orang tua anak asuh yang ada di panti pamannya.


Ratna meminta agar orang tua anak tersebut menjenguk anaknya karena terakhir terlihat sakit. Disitulah Ratna mengambil kesempatan, ia membawa ibunya hijrah ke Jakarta dan memutuskan untuk putus hubungan dengan pamannya.

__ADS_1


Empat tahun kemudian, Ratna kembali ke kampung halamannya untuk berziarah ke makam ayahnya bersama ibunya, dia mendengar kabar jika pamannya telah meninggal dunia dan anak target pesugihan tersebut akhirnya selamat.


Ratna pun senang karena bisa menolong anak itu. Karena dianggap masih satu keluarga dengan pamannya. Ratna dan ibunya ini di usir dari kampung halamannya. Dan sekarang Ratna dan ibunya memilih tinggal di Jakarta.


__ADS_2