Kisah Untuk Bumi

Kisah Untuk Bumi
Bagian 19


__ADS_3

Setelah selesai sarapan , Bumi dan Indah pun pulang ke rumah dan terlihat hanya Meera yang ada di meja makan , indah pun pergi ke kamar nya dan ingin membiarkan Bumi dan Meera berbicara berdua saja


" Kemana Dev ? , Tanya Bumi yang kesal karena melihat Meera sarapan sendiri


" Untuk apa kau menanyakan nya ? , Meera malah balik bertanya


" Mengapa kau sarapan sendiri ? , Ucap Bumi


" Untuk apa juga kau bertanya hal itu ?


" Meera aku bertanya padamu serius ! , Jawab Bumi


" Ku kira kau tidak akan pernah bisa serius ! , Ucap Meera


" Sejak saat itu aku jarang melihat mu tersenyum Meera ! , Batin Bumi


Gadis itu pun hendak pergi meninggalkan Bumi di sana


" Aku kegelapan pekat , kau pagi yang cerah ! Aku musafir yang mengembara dan kau adalah tempatku untuk berteduh , kau kunang-kunang yang indah dan aku adalah hutan belantara ! , Ucap Bumi


" Jangan biarkan gelap mengelilingi hidupmu Meera ! Kau yang selalu tersenyum aku ingin selalu melihat hal itu di wajah mu ! , Ucap nya lagi


" Hal itu tidak pantas untuk kau tanyakan ! Dan hal itu pun tidak pantas untuk kau ucapkan ! , Jawab Meera

__ADS_1


" Namun aku mempunyai hak untuk mendapatkan senyum mu ! , Ucap Bumi memegang tangan Meera


" Dev saja tidak menanyakan hal itu padaku ! Mengapa kau menanyakan hak mu ? , Tanya Meera


" Karena aku adalah teman mu ! Kita adalah teman sejati dan akan tetap bersama seperti itu selamanya ! , Jawab Bumi


" Apakah tidak bisa lebih dari itu ? , Tanya Dev yang tiba-tiba saja muncul


" Apakah kau tidak bisa mengetahui perasaan Meera ? , Tanya Dev lagi


" Karena jika hubunganku dengan Meera lebih dari itu maka akan ada hati yang sakit ! , Jawab Bumi


" Siapa ? Apakah itu aku ? , Tanya Dev


Dev hendak menyusul Bumi namun Meera memegang tangan Dev dan menggeleng kan kepalanya


Meera melangkahkan kaki nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya


" Kau jangan menangis Meera ! Kau jangan menangis ! , Batin Meera namun tetap saja ia meneteskan air matanya rasanya memang tidak mungkin jika ia tidak sakit hati , Bumi memang benar cinta akan membuat nya lemah , itulah pikiran Meera saat ini


Dev perlahan mengetuk pintu kamar Meera dengan perlahan


" Meera buka pintunya ! Tidak baik jika kau seperti ini ! , Ucap Dev khawatir

__ADS_1


Namun tidak ada jawaban dari gadis itu yang ada hanyalah suara samar-samar tangisan Meera , pemuda itupun menghela nafas nya panjang lalu duduk dan menyandar ke pintu kamar Meera


" Aku tau kau pasti tengah menangis Meera ! Kau tau kan bahwa aku ini suami mu ? Dan aku tidak merasa keberatan jika kau mencintai seseorang lebih dari kau menyayangiku ! Namun aku merasa terbebani jika kau seperti ini ! Aku terbebani karena kau sudah lemah karena Cinta ! , Ujar Dev menyeka air matanya


" Ku mohon bukalah pintunya ! , Ucapnya lagi


Seketika pintu pun terbuka dan Meera langsung memeluk Dev , Bumi hanya terdiam saja sama hal nya seperti Dev ia pun menyeka air matanya


" Inilah yang terbaik untukmu Meera ! Kau harus bisa hidup bersama Dev ! Aku memang mencintaimu namun aku tidak bisa mengatakan hal itu ! Berulang kali aku menyangkal bahwa aku tidak mencintaimu namun tetap saja hatiku berkata bahwa aku mencintaimu ! , Batin Bumi


Meera pun melepaskan pelukannya dan segera menyeka air matanya lalu menunduk


" Terima kasih Dev ! Karena mu aku sekarang mengerti bahwa memang aku sudah memiliki dirimu , dan kau lah kewajiban ku sekarang ! , Ucap Meera tersenyum


Dari dulu Dev ingin mendengar kata itu dari mulut Meera , namun entah mengapa hati Dev ragu ia seperti merasakan bahwa ada yang mencintai Meera lebih besar dari Cintanya


" Sama-sama ! , Jawab Dev tersenyum


****


Pagi-pagi sekali Meera sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi , sebelum Dev bangun Meera pergi ke kamar pemuda itu dan membuka lemari pakaian nya untuk membawa pakaian agar di pakai oleh Dev untuk ia berangkat bekerja


like, vote dan favoritkan

__ADS_1


__ADS_2