
" Jika bukan artikel tentang agama Islam aku harus menuliskan artikel apa ? , Meera bermonolog sendiri
' Buat saja artikel Bumi ! , Jawab Bi Sri yang tiba-tiba saja muncul
" Bibi ngagetin aja ! , Ucap Meera tersenyum
' Mending buat artikel Bumi aja ! , Ujar bi Sri
" Itu tidak mungkin Bi , aku harus meminta izin nya dulu ! , Jawab Meera
' Maksud bibi bukan Bumi tapi menceritakan tentang dunia ! , Ucap Bi Sri menjelaskan
" Bi Sri benar lebih baik aku menceritakan dunia saja , dan perlahan cerita itu akan beralih menceritakan Agama ! , Batin Meera
" Baiklah bi terima kasih ! , Ucap Meera tersenyum
****
Meera masuk ke dalam mobil dan pergi ke tempat yang ia butuhkan untuk mencari inspirasi , samar-samar terlihat seperti ada orang yang tengah berdiri di tebing dan hendak akan meloncat , Meera pun segera turun dan menyuruh supir nya untuk menunggu sebentar
" Berhenti ! , Teriak Meera
' Siapa kau ? Pergilah aku tidak butuh orang-orang ! , Jawab pemuda itu
" Gapai lah tangan ku , ayo ! , Ucap Meera
' Ku bilang pergilah ! , Ucap pemuda itu kesal
__ADS_1
" Aku tidak akan pergi sebelum kau turun ke bawah ! Ayo pegang lah tangan ku ! , Ujar Meera kekeuh
Akhirnya pemuda itu meraih tangan Meera dan duduk di bawah
" Apakah kau ingin menyalahi takdir ? , Tanya Meera
' Aku hanya lelah dengan semua perintah ini ! , Jawab pemuda itu menunduk
Meera menghela nafas nya panjang lalu meminta supir nya untuk pergi saja
" Apakah kau tengah mempunyai seseorang yang mungkin tengah menunggumu atau mungkin membutuhkan mu ? , Tanya Meera
' Ya mereka ada di kampung ! Istri dan anakku sangat membutuhkan ku ! , Jawab pemuda itu
" Kalau begitu kenapa kau ingin berusaha meninggalkan mereka ? Apakah kau tidak tau nasib mereka jika kau jadi loncat dari sini tadi ? Ingatlah kau akan menemukan jalan keluar nya dengan cara apa saja ! , Ucap Meera meyakinkan pemuda itu
" Iya sama-sama !
Pemuda itu pun pergi dan Meera baru saja mendapat ide untuk artikel koran nya itu , namun seseorang mendorong nya hingga gadis itu hampir akan terjatuh , namun ia langsung memegang sebuah pegangan yang ada di sana
" Tolong ! , Teriak Meera ketakutan
" Tolong seseorang tolong lah aku ! , Teriak nya lagi
Mobil yang tadi mengantar Meera masuk ke dalam pekarangan rumah , dan Bumi melihat tidak ada Meera duduk di bangku mobil itu
" Pak kemana perginya Meera ? , Tanya Bumi
__ADS_1
' Tadi nona Meera turun di sebuah tebing dan dia melihat ada orang yang ingin melompat dari sana , saya mau menolong nya namun dua di suruh untuk pulang ! , Ucap supir itu menunduk
Dengan cepat Bumi langsung membawa motor nya dan pergi ke tempat tebing itu
" Tolong ! , Teriak Meera lemah , ia harap seseorang akan menolongnya
Pada saat gadis itu melepaskan pegangannya , tiba-tiba dengan sigap Bumi langsung memegang tangan Meera dengan erat
" Ayo Meera berusaha lah untuk naik ! , Ucap Bumi khawatir
Dan Meera pun berhasil naik dan langsung pergi agak menjauh dari tebing itu
" Apakah kau tidak apa-apa ? , Tanya Bumi khawatir
" Aku takut Bumi ! , Jawab Meera dengan mata yang berkaca-kaca
" Tidak apa-apa aku di sini ! , Ucap Bumi memeluk Meera yang tengah terisak
" Ku harap kau akan tau cinta ku ini Meera ! Cinta kita hanya akan ada di dalam hati masing-masing saja ! , Batin Bumi
Meera pun naik ke atas motor Bumi , mereka hanya terdiam hanya suara jalanan saja yang terdengar Bumi pun memegang tangan Meera agar gadis itu memeluk nya , dengan tujuan ingin menenangkan gadis itu
Dan mereka pun sampai di rumah terlihat Dev yang sudah khawatir , pemuda itu langsung menghampiri Meera dan memegang tangan nya
" Apakah kau tidak kenapa-kenapa ? , Tanya Dev khawatir
Bumi pun mengalihkan pandangannya ke arah lain , dia sungguh tidak bisa jika melihat Meera bersama Dev namun apa yang harus ia lakukan ini sudah takdir
__ADS_1
Meera menggeleng kan kepala nya dan Dev pun membawa masuk Meera ke dalam rumah , sementara indah gadis itu hanya melihat kepedihan Bumi lewat jendela kamar nya , gadis itu tidak bisa menenangkan Bumi karena indah tau bahwa hal itu sia-sia