Kita Pernah Salah

Kita Pernah Salah
MENDAPAT PEKERJAAN


__ADS_3

Airin membaringkan tubuhnya ke dinding kamar yang berlapiskan kardus.


" Bahagia banget ya Kak, mulai besok kamu udah kerja . Berarti harapan kita untuk bertahan hidup akan lebih besar. Mungkin kita bisa ngontrak lagi. "


Airin menangkupkan selimut hingga menutup separuh badannya lantas merentangkan kedua tangannya.


" Cepat kamu tidur ! Besok kamu harus sehat dan fit. "


Namun belum lagi ia menurunkan suaranya, terdengar suara dengkuran orang tidur. ya dia lah Nathan sang Kakak yang tidur berbaring membelakanginya tanpa selimut.


" Ya ampun ! jadi kamu sudah tidur, Kak. Tega benar biarkan aku ngomong sendiri. " Airin menggeleng - gelengkan kepalanya kesal.


Tubuh Nathan merapat ke dinding samping. Seharian tadi Nathan jual koran sekalian ngamen, sehingga tubuhnya lelah dan tidur lebih awal dari biasanya.


Airin segera memejamkan matanya hendak menyusul tidur. Badannya lelah bukan main, seharian juga dirinya ikut jual koran dan ngamen.


Matanya memang terpejam, tapi sangat sulit ternyata memulai tidur. Harapan bersemi berpadu dengan khayal yang terlanjur mengelanakan pikirannya.


Mulai besok Nathan sudah kerja. Walau hanya sebagai tenaga proyek kasar. Berkat jasa Andrew, yang anak kontraktor. Andrew teman dekat Nathan. Bagi Nathan sendiri, Peran Andrew itu sangat besar pengaruhnya. Di saat ini, siapa yang mau memberi pekerjaan kepada orang yang tidak memiliki identitas seperti Nathan.


Dengan Nathan bekerja semacam itu, paling tidak membuatnya bisa membina sebuah harapan baru. itulah yang dikatakan Nathan sore tadi.


" Kita bisa ngontrak lagi, Rin. " Ucap Nathan


Badannya yang letih sepulang ngamen dan jual koran seperti terlupakan dengan kegembiraannya menyampaikan berita itu kepada Airin.


Airin yang sedang membuat Teh pun tersenyum. Memang tak senyaman kalau memiliki tempat tinggal yang pasti. Meskipun hanya sepetak kecil kamar kontrakan saja.


Tentu saja Airin mengangguk menanggapi pernyataan Nathan itu. Lantas seperti seorang ibu kepada anaknya, Airin langsung memberi nasihat - nasihat bijak .


" Hati - hati kamu bekerja Kak. Jaga kualitas kinerjamu, agar keberadaanmu dipertahankan. "


Nathan hanya diam, Airin paham kalau sudah begitu, berarti Nathan sudah paham, dan tidak ingin pembicaraannya dilanjutkan lagi. Maka Airin pun ikut diam.


Suasana jadi hening seketika, hingga Nathan membuka percakapan ____


" Berarti mulai besok kamu ngamen sendirian Rin ? " Ucap Nathan


" Memangnya kenapa ? "


" Enggak apa - apa. Cuma mau ingetin kamu perlu hati - hati. Kamu harus waspada jika ada yang mau mengganggu. "

__ADS_1


Airin tersenyum dan mengangguk.


" Dan satu lagi belajarlah mengalah karena bagaimanapun kamu seorang wanita. "


" Siapp boss . . . masih ada lagi ? " Jawab Airin.


Nathan mengernyitkan keningnya.


" Kamu ngeledek in kakak ya ? "


Airin tertawa renyah.


" Habis aku bingung dengan pesanmu Kak. Tadi kamu suruh aku waspada. Belum lama sesudahnya, Kamu suruh aku mengalah. Mana yang mesti aku turuti ? " Ucap Airin sambil cemberut.


Nathan Bangkit dari duduk nya dan mengusap sayang rambut Airin.


" Kamu suka bercanda deh. Tapi kamu harus paham bahwa Aku selalu mengkhawatirkan dirimu Rin. Kemarin - kemarin mungkin tak begitu problem karna kita selalu bersama. Tapi mulai besok ? " Kata - kata Nathan berhenti mengantung . . .


Airin hafal dengan Nathan. Dulu ketika boss rumah makan tempat ia bekerja dulu berbuat kurang ajar padanya, maka Nathan selalu marah menyuruhnya berhenti bekerja. ia pun menurut hingga akhirnya ia tak punya pekerjaan tetap hingga sekarang.


Airin bangkit perlahan. Lantas tiba - tiba saja ia melompat dan memasang kuda - kuda.


Belum sempat hilang kaget nya Nathan yang bukan main itu, ditambah Airin tertawa pecah sedemikian rupa.


" Ha . . . Ha . . . Bagaimana Kakak bisa menasihatiku begitu, sedangkan kakak sendiri ketakutan melihat aku pasang kuda - kuda . "


" Dasar gila .... !!! Umpat Nathan


" Begitulah kalau ada orang yang mencoba menggangguku Kak. Apa kau masih meragukan aku Kak ?. " Tanya nya pada sang Kakak.


Nathan tidak menjawab. Dia segera berlalu meninggalkan Airin yang masih cekikikan.


Hatinya terlanjur kesal merasa dikerjain adik semata wayang nya itu.


***


keesokan harinya, Airin pergi ngamen sendiri. Agak kurang PD sebenernya tapi apa boleh buat itulah pekerjaan yang bisa dia lakukakan sekarang ini.


Dan tak berapa lama, hup . . . !!


Akhirnya ada juga bus yang tak dinaiki pengamen lain. Penumpangnya hanya sedikit. Mungkin karena itu, mengapa pengamen lain pada segan untuk naik.

__ADS_1


Airin segera menggeser langkahnya menjauhi pintu, mencari tempat berpijak yang nyaman. Mulai lah Airin ia memainkan petikan gitar dengan diiringi suara nya yang lumayan enaklah untuk di dengar.


Aku mengerti


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah


Biar ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa.


lagu itu banyak menyisakan kenangan tersendiri bagi Airin. Paling tidak, itulah alasan mengapa dia menyanyikannya. Saking menghayatinya, sampai - sampai ada air mata yang merembesi kelopak matanya.


Nathan tidak begitu suka menyanyikan lagu tersebut. Karena menurutnya lagu itu cenderung mengandung kecengengan.


Nathan suka munafik, dan ini yang terkadang bikin Airin sebel. Padahal Airin pernah memergoki Nathan sedang bersenandung menghayati lagu ini. Lantas jika Nathan sadar lagunya di dengar Airin, ia segera tutup mulut dan menghentikan senandungnya.


Airin pernah memburunya.


" Kenapa buru - buru berhenti ? "


" Lagu cengeng, " Jawab Nathan datar, " hanya mengingatkan kita pada masa lalu yang getir. "


...*** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua🙏🙏 Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar 😁😁...


...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih🤗🤗~~...

__ADS_1


__ADS_2