
Begitu juga dengan Andrew. Terkadang amat sulit untuk mencerna perjalanan hidup ini.
Andrew merupakan anak dari orang kaya. Namun tidak menghalangi pertemanannya dengan Nathan.
Dari Andrew inilah, Nathan mendapat pekerjaan. Dengan susah payah Andrew membujuk papanya agar menerima Nathan.
" Kami sering ketemu di taman kota, " Jelas Andrew kepada Airin.
Andrew memang sengaja sering ngetem di halte dengan Tiger nya, nungguin Nathan. Kalau sekarang ini Nathan sudah enggak kelihatan di halte, Maka Andrew nyamperin Airin.
" Kamu ngegantiin Nathan nemenin aku ngobrol, ya ?? "
" Enak aja. Terus kerjaanku gimana, dong ? "
" Ya. . . kalau longgar aja. Kaya Nathan , nemenin aku kalau lagi senggang. "
" Udah lama , ya ? " Tanya Airin
" Lumayan. Kalau pas suntuk, pelarianku ya . . . ketaman kota itu. Kebetulan ada Nathan yang lagi istirahat habis ngamen. Terus ngobrol . . . terus akrab deh. " Ucap Andrew
" Lucu, ya ? " Gumam Airin, persis mimik mukanya.
Andrew tak menanggapi nya, ia memainkan jari jari nya dengan ekspresi yang aneh.
" Tapi hanya sebatas itu kemampuanku membantu kalian. Padahal pekerjaan Nathan kasar . " Ucap Andrew
" Oh, Jangan begitu Drew . . . !! " Airin cepat - cepat menyilangkan jarinya di depan mulut Andrew, ,
" Kami bahkan sangat berterima kasih atas bantuanmu itu. "
" Kalian bahagia ? " Tanya Andrew
" Tentu saja. Sebentar lagi kami bisa ngontrak. Tentu saja kami sangat senang . . . "
Andrew mengangguk - angguk saja.
" Tentu enak jadi orang kaya ya, Drew . . . ? " Lanjut Airin tiba - tiba, " Tak perlu susah - susah mikirin tempat tinggal.
" Tapi justru kulihat kalian lebih bahagia daripada aku, " Gumam Andrew pelan.
__ADS_1
" Segalanya itu hanya tinggal bagaimana kita menikmatinya saja. " Ucap nya lagi
" Bahagia, kata mu ? " Bibir Airin mengerucut.
" Bahagia apa yang kami punya ? "
" Kalau kita tidak bisa menikmatinya, sesuatu yang sebenarnya nikmat akan terasa hambar. Kamu mesti mengerti hal itu. Bahwa tidak semua yang tampak itu memberi indikasi lengkap tentang sesuatu hal. Karena tidak semua yang terlihat indah akan terasa indah. "
Airin hanya melongo, , ,
" Kamu ngomongin apa, sih ? Ucap Airin,
" Hidup ini . " Jawab singkat Andrew.
" Drew... " Panggil Airin dengan wajah meredup.
" Aku ngerti kamu anak sastra. Tapi kalau ngomong sama aku, jangan dengan kalimat nyastra gitu - gitu deh. . . Maklum, aku agak - agak kurang ngerti gitu . "
Andrew menghela nafas dalam - dalam,,,,
" Kamu pikir aku bahagia ?? "
" Gila, kamu . . . !!
" Kamu enggak percaya ? " Ucap Andrew,
" Udahlah. . . Enggak usah kebawa - bawa sama film zaman sekarang. Mereka memang terlalu mempolitisir budaya yang berlaku untuk mengeruk untung. Terlalu di dramatisir. Termasuk kisah - kisah keluarga yang broken . . . ! " Airin membuang pandangannya.
" Kamu ingin begitu ?".
" Bukannya pengin, Rin. Tapi memang tidak ada yang disediakan hidup ini untuk aku, selain itu. "
" Airin menurunkan intonasinya. " Jadi keluargamu bener - bener broken ? "
Andrew bangun dengan mulut manyun.
" Kayaknya kamu bener - bener agak kurang deh , Rin . "
" Enak aja ngatain anak orang . "
__ADS_1
" Denger dulu dan jangan terlalu cepat menyimpulkan, " Kata Andrew sambil berkacak pinggang.
" Aku akui sejujurnya keluargaku harmonis. Sangat harmonis malah. Mamiku seorang perancang busana dan Papiku pengusaha, dan Adikku tengah karier sebagai model. "
" Lantas, apa yang membuat kamu enggak nyaman ? " Tanya Airin.
" Dalam keluargaku aku ini seperti kecoak, mereka sibuk dengan kebanggaan masing - masing, saling bercerita tentang kesuksesan masing - masing di meja makan. Dan aku selalu merasa tak memiliki tempat untuk bernapas, "
Airin mendesah. " Lantas ? "
" Uang yang diberikan kepadaku dan materi yang lebih dari sekedar cukup, semua justru seperti belati yang menikam kemanusianku. Aku memakainya karena secara manusiawi aku memerlukan. Namun jiwaku tak bisa menikmati. "
" Karena kamu terbawa perasaan saja, Drew. " Ucap Airin.
" Justru aku membayangkan bisa seperti kalian, kalian bisa memberi harga pada hidup kalian. Nilai perjuangan dalam usaha bertahan hidup itu sangat indah. Benar - benar patut dibanggakan karena memang memiliki tempat yang pasti dalam hati. "
" Ya udahh... Kamu kayak Aku aja. Ngabur dari rumah, bikin rumah - rumahan dari kardus, terus ngamen, " Sahut Airin sekenanya.
Andrew menepuk keningnya,
" Mendingan Aku ngomong sama sapi aja, deh. "
Airin ngakak, Jadi, Kamu menyamakan aku dengan Sapi ? "
Andrew membuang muka. " Udah, ah ...!"
Namun Airin malah bengong, " Drew, Kamu marah, ya ?"
" Enggak. " Andrew memandang Airin sayu " Cuma sebel ".
" Bukannya kamu , yang ngomong bahagia dan hidup ini sangat tergantung apakah kita menikmatinya atau tidak. Jadi, kenapa kamu tidak menikmatinya saja ?".
Andrew mendesah berat . " Ya."
" Ibuku pernah berkata, Biarlah semuanya berlalu percayakan saja semua pada yang Maha kuasa." Airin berkata sambil menunduk sayu
" Ibuku dan juga Aku, mungkin bukan orang yang baik dalam menyebah Tuhan dan beragama. Tapi kami percaya bahwa Tuhan tidak pernah tidur untuk mengawasi setiap umat nya. Dia ada dan tengah me jalankan skenario maha besarnya. Karena itu, berpasrah diri kepada nya akan lebih menenangkan jiwa. "
...*** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua🙏🙏 Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar 😁😁...
__ADS_1
...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih🤗🤗~~...