
Nathan mengusap keringat yang membanjiri keningnya. Lelah letih itulah yang dia rasakan sekarang. Pada siang hari yang panas itu, kerjaan nya mengecat bagian dalam perumahan di kawasan proyek itu belum kelar juga.
" Istirahat dulu, Than! " Kata Deni, teman kerjanya.
Lap dulu keringat mu lalu kita pergi makan siang di luar saja. " Kata Deni, sambil melemparkan handuk basah tepat di muka Nathan.
Nathan langsung meraih handuk itu lantas di lap kan nya ke seluruh wajah nya yang penuh dengan keringat.
" Kenapa harus makan di luar, diluar pasti mahal. Mendingan di kantin proyek aja. " Ucap Nathan
Deni manyun , " Bosen. Orangnya itu - itu melulu. Kalau di luar sana kan ada warung baru tuh. Katanya sih ada cewek nya. Siapa tau kan bisa kecantol lumayan bro " Jawab Deni dengan cengengesan sendiri.
Nathan hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Kesono aja sendiri. Aku sih ogah, mendingan makan di kantin aja kenyang dan gak payah jalannya. " Kata Nathan.
Deni sedikit menundukan bahunya mendekat ke telinga Nathan yang lagi duduk.
" Beneran gak mau nih, Selera mu yang kayak gimana sih, Than ? Jangan - jangan kamu suka sesama jenis ya " Tuding Deni
Nathan langsung bangkit dari duduk nya, membuat Deni tertawa cekikikan karena berhasil ngerjain si Nathan .
" Hus, ngaco kamu. Nggak usah mikirin yang macam - macam, Den . " Jawab Nathan
Deni masih tertawa cekikikan .
" Aku tau, Kamu lagi deket sama Andrew anak Pak Boss kan. Jangan - jangan kamu lagi ngincer Adik perempuannya lagi , " Tuding Deni lagi.
" Huss... Tambah ngaco kamu, den . . .
" Hee . . . tapi enggak apa - apa kan bro , mumpung janur kuning belum melengkung berarti masih milik bersama. Ya kan ๐๐ " Canda Deni.
Nathan keburu kabur dari hadapan Deni, Dia males kalo ngeladeni omongan Deni, di otaknya cuman ada wanita terus ujung - ujungnya jadi ngelantur kemana - mana .
Belum sempat Deni menyelesaikan candaannya. Nathan sudah kabur aja (wkwk kasihan amat nasib lu den den di tinggal kabur, sabar ya den emang gitu kalo punya partner jones๐)
" Eh, tapi boleh juga kamu kenalin Aku sama Andrew Anak Pak Boss, Than. Siapa tau nanti kecantol jadi ipar (wkwk) " Deni terkekeh sambil ngejar Nathan.
Nathan mendesah, spontan melemparkan handuk ke lantai. Saking sebel nya dengan tingkah Deni yang Otak Mesum tingkat dewa mulai kambuh.
" Enggak usah ngeres - ngeres begitu. Aku emang kenal sama Andrew. Tapi kalau dengan Adiknya Si Ghea itu, ketemu juga belum pernah. Lagian apa enggak terlalu bermimpi kalau aku ngebayangin Ghea ? Dia dari golongan apa ? sedangkan aku cuman orang biasa " Jelas Nathan panjang kali lebar.
Deni, Ber Huuu... ria " ini sudah zaman modern Bro, Cinta enggak kenal kasta. " Ucap Deni
" Menurut mu begitu, baiklah kalau begitu samperin aja Ghea. Denger - denger Ghea belum punya pacar. " Sahut Nathan ketus.
" Eh,, yang bener. Than ??? " Tanya Deni kegirangan.
Nathan hanya memanyunkan mulutnya dan berlalu meninggalkan Deni pergi ,,,,
__ADS_1
Deni tampak mengejar Nathan, namun sudah cukup geram lalu dia kibaskan tangan si Deni dan berlari menuju kantin, karena sedari tadi cacing di dalam perut nya sudah merontah - rontah mendengar ocehan Deni (wkwk). . .
Sampai dikantin, Nathan langsung memesan satu porsi Mie goreng plus telur.
Setelah menghabiskan makanannya, Nathan duduk termenung melepas penat di kantin. Tapi pikirannya menerawang kepada Airin yang beberapa hari lalu menurutnya kedekatan Airin dan Andrew tidak seharusnya terjadi.
Nathan memang tidak pernah melarang siapapun untuk berteman dengan Airin, Namun berbeda dengan Andrew. Bukannya tidak setuju, tapi Nathan sadar diri status sosial yang berbeda diantara keluarga mereka terbentang begitu jauh ibarat langit dan bumi. Bisa dilihat tetapi tak bisa digapai, itulah sepenggal kata ungkapan yang menggambarkan mereka.
*****
Dilain sisi, Beda dengan Airin yang sedang menghampiri Sierra duduk di halte menanti bus.
Ditatapnya sekeliling halte, terlihat wanita wanita cantik yang seksi dan modis yang sedang bergelayutan manja di pelukan seorang pria. Sedangkan dirinya hanya memakai jaket biasa rambut di kuncir satu kebelakang tanpa ada fenimim - feminim nya sebagai wanita. Airin kurang menyukai wanita yang memakai pakaian yang terlalu minim menurutnya itu pakaian kurang bahan๐คญ
" Kamu belum menjelaskan kepadaku kenapa kamu menolak tawaranku, bukan ? " Tanya Sierra dengan ketus setelah memulai pembicaraan.
Airin kaget sekaligus bingung mau kasih jawaban apa, dan akhirnya dia pun menjawab,,
" Ya. Nanti - nanti sajalah, Ra. " Jawab Airin sekenanya saja.
" Kamu ini, Rin. Kemauanmu keras, tetapi kamu kerap menangis kalau lagi nyanyi." Ucap Sierra.
" Aku suka kebawa perasaan (bahasa gaul nya baper ya gengs๐), Ra. Jika kenangan itu kembali muncul, maka aku pasti akan menangis. " Jawab Airin
" Puitis banget kata - katamu. Kenangan apa ? Boleh aku tahu ? " Ucap Sierra penasaran.
" Tentu saja kenangan pahit. Kamu mungkin menganggapnya biasa. Namun bagiku mengandung nilai perjuangan seorang wanita yang tak sempat tertulis oleh sejarah. "
Airin lantas menceritakan semua tentang Ibu nya kepada Sierra.
" Ibu ku tak membunuh Aku maupun Kak Nathan sejak dalam kandungan, Bahkan dia memperjuangkan Kami tanpa bantuan seorang Ayah sekalipun. Dia bahkan memberikan cinta dan sayang terhadap kami berdua. " Jelas Airin.
" Ibu mu sangat mulia sekali, " Gumam Sierra.
" Tapi kenapa kamu masih membela pembunuh bayi tempo hari yang lalu ? " Ketus Airin.
Sierra hanya tersenyum
" Bagaimana kau bisa mengklaim bahwa aku membela mereka? kata - kata ku yang mana coba yang menunjukkan mengarah kesana " Balas Sierra tak kalah ketus nya.
Airin hanya mendengus , " Buktinya kamu masih bisa memaklumi perbuatan mereka. " Balas Airin tak mau kalah.
Sierra akhirnya mengalah, dia hanya tersenyum lebar saja.
__ADS_1
" Kalau begitu, menurutmu se*s diluar nikah itu benar atau salah ? " Tanya Sierra.
Airin tercekat kaget. Sebuah pertanyaan yang menyulut tajam bagai tombak beruncing,,,
" Tentu saja salah . " Airin menjawab berbeda dengan jalan pikirannya.
Sierra menepuk pundak Airin,,,
" Airin, aku tahu kamu akan kesulitan dalam menjawabnya. Karena apa ? karena kamu memiliki keinginan untuk membela Ibumu. Padahal jika kita bisa memilihnya, ada suatu keadaan dimana bagi seseorang untuk berbuat salah dan berbuat benar. " Jelas Sierra.
Airin terdiam seribu bahasa, semua yang dikatakan Sierra memang benar. Setitik lagi air mata membasahi pipi mulusnya.
" Kamu benar, Ra !! " Jawabnya
" Dalam hal ini, Ibumu memang salah besar karena telah melanggar batas yang ditentukan Allah. Namun kurasa, karena besarnya rasa sesal itulah, Dia tidak ingin menenggelamkan diri dalam noda yang dalam. Sehingga membiarkan kalian menikmati indahnya dunia ini. " Ucap Sierra .
Airin menghela napas, betapa lega rasanya kini beban itu sudah keluar. Selama ini Airin selalu menahan beban yang sulit di ceritakan kepada oranglain.
" Nah , sekarang kamu mau menerima tawaranku tempo hari. Rin ? " Tanya Sierra
" Bukannya aku tidak mau. Ra , tapi Kak Nathan tidak setuju. Kalau Kak Nathan sudah melarang aku mana berani melawan !!" Jawab Airin dengan sendu๐๐
Sierra tersenyum " Mungkin Nathan punya alasan yang pasti karena melarangmu ? " Ucap Sierra.
Airin mengangguk .
" Apa ? Boleh aku tahu " Ucap Sierra.
" Tapi kamu jangan tersinggung, ya !! "
" Insyaallah tidak, Rin. "
Disitulah Airin mulai menjelaskan kepada Sierra, Bahwa Nathan sangat khawatir dengan dirinya. Nathan takut bahwa Sierra hanya menipu dengan kedok menawari pekerjaan.
Sierra cukup terkejut mendengar penjelasan Airin .
" Astagfirullah . . . !!! Kamu tidak berusaha menjelaskannya. Rin ?? " Kata Sierra.
" Belum aku coba. Ra. " Kata Airin.
Sierra mencoba membujuk Airin untuk bertemu dengan Nathan, Agar dia bisa menjelaskan sendiri perihal tawaran kerja nya itu. Namun Airin menolak, dia masih ingin mencoba meluluhkan hati sang Kakak sendiri.
_________
...BONUS VISUAL CAST DENI SI OTAK MESUM VERSI AUTHOR YAAA๐๐ (Maaf apabila tidak sesuai selera kalian SEMUA ๐๐ ๐๐)...
...***** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua๐๐ Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar ๐๐...
__ADS_1
...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih๐ค๐ค~~...