Kita Pernah Salah

Kita Pernah Salah
SEBUAH KEJUJURAN


__ADS_3

Siang itu Andrew menemui Riki ...


" Bos belum bisa ngasih keputusan, " Ujar Riki samar.


" Lu udah menyampaikan keputusan Gue ? " Sahut Andrew.


" Sudah. " Jawab Riki singkat.


" Thanks, kalau gitu Gue cabut dulu. Gue enggak mau berhubungan dengan semua ini. Gue pengen tobat. " Ucap Andrew.


" Tobat ? O, tobat ? " Riki tertawa mengejek ,,,


Andrew geram bukan main,


" Kenapa ? Ada yang lucu ? " Ucap nya.


" Aneh aja. " Jawab Riki.


" Apanya yang aneh ? Anehan juga rambut elu yang dicat coklat kemerahan. " Ejek Andrew.



Riki tak menanggapi ejekan Andrew. Namun dia menahan langkah Andrew yang hendak pergi.


" Tunggu, Bro ... " Ucap Riki.


" Apa ? " Tanya Andrew.


" Bos pesen, Lu jangan banting setir hanya karena cinta. Cinta nggak bisa bikin kenyang. " Ucap Riki.


" Apa urusannya dengan cinta ? " Jawab Andrew tak terima.


" Enggak usah bohong deh. Semua juga tahu kalau kamu lagi kasmaran sama pengamen cantik yang suka kamu ceritakan itu . " Ucap Riki.


" Brengsek. Urusan apa dengan pengamen ? Keputusanku enggak ada sangkut pautnya sama dia. " Jawab Andrew tak terima.


" Lu jangan munafik, ya !! Katanya pengen tobat ... " Ejek Riki.


Andrew mendengus kesal.


" Apa maksudmu tentang Airin ? " Tanya Andrew.


" Ya.. memangnya siapa lagi, memangnya aku kenal sama pengamen ? " lagi - lagi Riki mengejek Andrew ,,,


" Dia orang baik. Dia mengajarkan Aku tentang sebuah kesederhanaan dan bagaimana hidup bisa berarti hanya dengan sebuah kata yaitu kesederhanaan. " Ucap Andrew. Oh ya apalagi yang mau Lu sampaikan ?


" Bos bisa bertindak di luar yang kamu kira , " Ucap Riki.

__ADS_1


Andrew tersenyum sinis..


" Jangan ngancem Gue. Lu pada tahu Gue siapa. " Ucap Andrew.



Mulut Riki membulat. Tak mampu menahan Andrew yang melangkah keluar dari rumah mewah itu.


๐Ÿ–‡๏ธ๐Ÿ–‡๏ธ๐Ÿ–‡๏ธ๐Ÿ–‡๏ธ๐Ÿ–‡๏ธ๐Ÿ–‡๏ธ


Sesuai dengan pesan Nathan, Airin pulang menjelang magrib. Jam lima lewat dikit Nathan sudah berada di rumah.


" Kakak sudah pulang ? " Tanya Airin basa - basi.



" Ya. " Jawab Nathan acuh saja sambil menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.


" Andrew masih ke sini hari ini ? " Tanya Nathan lagi.


" Mana aku tahu, Aku kan seharian kerja. Pergi pagi pulang magrib. " Jawab Airin jutek.


" Tadi dia menemuiku di Proyek . " Ucap Nathan.


" Oh ya ? Ngomong apaan dia ? " Airin penasaran.


" Terus apalagi ? " Tanya Airin.


" Aku bilang enggak tahu. Paling juga ngamen tapi dia ngotot, katanya enggak ngelihat kamu di halte. " Jawab Nathan.


" Memang aku enggak di sana kok . . . " Jawab Airin.


Nathan menghentikan makannya. Pandangan nya sayu menatap Airin.


" Jujur lah pada ku Airin, Apakah kamu mencintai Andrew ? " Tanya Nathan serius.



Airin tiba - tiba jadi gugup, tangan nya sudah meremas ujung baju nya.


" Kamu ngomong apa sih, Kak. ? " Jawab Airin penuh ke gugupan tapi berusaha di tutupinya.


Nathan menghembuskan nafas pelan ,,,


" Aku pernah merasakan jatuh cinta juga, Rin. Aku pernah merasakan bagaimana jatung ku berdebar debar tanpa henti. Terkadang sulit untuk membohongi diri sendiri. " Ucap Nathan.


Airin tak ada komentar, dia diam saja. Tanganya mulai sibuk merapikan meja makan.

__ADS_1


" Aku juga pernah merasakan bagaimana sakitnya luka karena cinta. " Kata - kata Nathan semakin menggumam,,,


" Jadi katakanlah sejujurnya, Airin. Barangkali aku salah dalam bersikap terhadapmu. " Ucap Nathan serius.


" Tidak, Kak . " Jawab Airin singkat.


Nathan menghentikan suapannya.


" Kamu tidak mencintai Andrew ? " Tanya nya penuh penasaran.


Airin menghela nafas.


" Aku mengatakan tidak untuk perasaan bersalahmu dalam bersikap kepadaku, Kak. Tapi kalau masalah mencintai Andrew, Jujur kurasa aku memang mencintainya. " Jawab Airin dengan jujur.


Pandangan Nathan menerawang jauh . . .


" Tidak hanya Andrew, malah. Aku juga mencintai mu dan mencintai banyak orang . " Ucap Airin lagi.


" Jangan mengalihkan pembicaraan. " Ucap Nathan.


" Tidak. Aku sejujurnya mengatakan itu. Hanya saja Aku belajar memahami cinta itu adalah sebuah anugerah yang sangat berharga . " Ucap Airin.


" Benarkah, Bagaimana cara kamu memahaminya ? " Tanya Nathan.


" Dengan berusaha mencintai ataupun membenci semata - mata karena Allah. Aku merasakan itu lebih damai. Aku mencintaimu sebagai saudaraku, juga karena begitu besarnya perhatianmu terhadapku. Aku mencintai Andrew karena kurasa Andrew telah banyak memberi bantuan dan perhatian kepada kita. " Jawab Airin.


Nathan diam saja tidak berkomentar, dia melanjutkan makan nya lagi sampai habis.


" Bagaimana kerjamu hari ini ? " Tanya Nathan mengalihkan pembicaraan.


Airin tersenyum๐Ÿ˜Š


" Tuh, Kakak sendiri yang suka mengalihkan pembicaraan ... " Ejek Airin.


Nathan tidak menanggapi ejekan Airin.


" Jawab saja bagaimana, Apa kamu tidak mau memberi tahukan nya pada Kakak semata wayang mu ini adik ku. " Ucap Nathan.


" Enak sekali. Serasa di rumah sendiri. Orangnya baik - baik semua begitu juga dengan para customer nya pada ramah - ramah. Kak " Jawab Airin girang.


" Syukurlah kalau begitu. Aku juga ikut senang kalau kamu senang. Terus itu seragam kerjamu ? " Tanya Nathan.


" Iya Kak. Ini seragam ku . " Jawab Airin terseyum bahagia.


Nathan hanya diam saja melihat tingkah konyol Adiknya karena hanya mendapat sebuah seragam saja.


...**** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua๐Ÿ™๐Ÿ™ Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar ๐Ÿ˜๐Ÿ˜...

__ADS_1


...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih๐Ÿค—๐Ÿค—~~...


__ADS_2