Kita Pernah Salah

Kita Pernah Salah
KENANGAN CERITA MASA LALU


__ADS_3

Nathan memang Kakak nya Airin. Keduanya lahir tanpa seorang Ayah. Maksudnya Seorang Ayah sah yang tercatat di lembaga negara. Ibunya seorang wanita malam yang mencari hidup di tengah pelukan lelaki hidung belang. Karena itulah, Nathan sangat membenci Ibunya.


Pada saat Nathan menginjak usia belasan tahun dan masih tinggal bersama Ibunya di sebuah pemukiman sederhana di Surabaya, Nathan pernah menghujat Ibunya di hadapan Airin,,,


" Karena Ibu, kita jadi seperti ini, Airin !!!. Matanya merah menahan amarah.


" Kau tahu bahwa seharusnya kita bisa hidup selayaknya orang lain. Hidup bahagia dengan keluarga, menjalani masa kanak - kanak yang indah, lantas besar dan dewasa secara wajar. Dan yang jelas kita memiliki status dalam masyarakat , " Tandas Nathan.


Ibu nya tidak ada ketika itu....


" Tapi bagaimanapun, Ibu telah membesarkan kita Kak. Ibu telah bersusah payah merawat kita dengan segala kasih dan cintanya. Ibu juga akan tetap mencintai kita sampai kapan pun ," Bela Airin sengit.


" Ibu memang memiliki salah dan kekurangan. Tapi itu tidak membuat kita untuk tidak menghormati dan menyanyangi nya Kak. "


" Ibu katamu ? Menyayangi ? Aku lebih suka tak beribu daripada beribu seperti dia. Kau lihat hidup kita sekarang ini tak menentu. Dalam masyarakat kita selau di cemooh, seperti kita ini bagai seonggok sampah yang tak berharga. Kau pikir kita memiliki apa ? Hanya sepotong tubuh yang terlahir dari sebuah transaksi yang telah dinikmati bayarannya oleh Ibu. " Jawab Nathan dengan Mata yang Memerah.


Airin selalu menangis getir saat teringat kata - kata Nathan. Ia teringat Ibunya ketika terbata - bata wanita itu berkesah kepadanya.


" Ibu harus tetap mencintai Kakakmu Nathan, Nak. Bagaimanapun, dia anakku seperti juga dirimu. "


" Tapi Ibu jangan diam saja kalau Kak Nathan mencaci maki Ibu sampai keterlaluan. " Ucap Airin .


Mata ibu sayu menerawang. Ditatapnya lebih lekat wajah Airin, seperti hendak mencari binar kesejukan di sana.


" Karena kamu belum memahami hati seorang Ibu, Nak. Bagaimana Ibu akan menuntut dihargai, sedangkan kesalahan Ibu terhadap Nathan begitu banyak. Nathan punya alasan sendiri untuk membenci Ibu ini. " Jelas Ibu dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.


Airin segera merengkuh tubuh Ibunya memeluknya dengan penuh kehangatan...


" Sudahlah, Nak. Biarlah semua ini berlalu. " Senyum getir Ibu menutup perbincangan.


***

__ADS_1


Guncangan keras menyadarkan Airin dari lamunannya. Ban belakang bus yang ditumpanginya pecah, sehingga supir mengerem mendadak. Akibatnya ada dorongan ke depan akibat laju bus yang tertahan. Airin segera mencari pegangan untuk menjaga keseimbangan badan.


" Sialan, mana ban lagi mahal sekarang, " umpat supir bus.


Banyak mata tertuju kepada mereka. Namun banyak juga yang tertuju ke arah Airin. Entah oleh lagunya yang tiba - tiba terhenti atau oleh air mata yang nyata terlihat di kelopaknya.


Namun untuk menepis rasa malu nya, Airin segera berucap , , ,


" Bapak supir dan Bapak kondektur yang terhormat serta penumpang sekalian, untuk mengurangi suntuk akibat musibah kecil ini, izinkan saya menghibur dengan beberapa lagu - lagu . "


Pak supir melirik sinis.


" Untuk kali ini gratis, saudara - saudara , ... ! " Ujar Airin seperti mengerti arti lirikan itu.


Semua diam. Kembali Airin memetik gitarnya dengan penuh perasaan . . .


Aku yang lemah tanpamu


Cinta yang t'lah hilang darimu


Yang mampu menyanjungku


Selama mata terbuka


Sampai jantung tak berdetak


Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu


Darimu 'ku temukan hidupku


Bagiku kaulah cinta sejati

__ADS_1


Yeah hu- hu hu


Bila yang tertulis untuk ku


Adalah yang terbaik untukmu


Kan 'ku jadikan kau kenangan


Yang terindah dalam hidupku.


Beberapa saat bus melaju. Pada jelang pintu tol, Airin mulai menyodorkan topinya yang segera disambut sinis oleh para penumpang.


" Kamu bilang tadi gratis . . . " protes salah satu penumpang bus.


Semua mata memburu tempat Airin berdiri.


" Maaf saudara - saudara . . . Ada sedikit kesalahpahaman disini. Yang saya maksud gratis adalah beberapa lagu yang saya nyanyikan terakhir. Sedangkan untuk lagu yang saya nyanyikan sebelumnya tidak demikian. Harap maklum . . . !!!


Kompak penumpang ber - huuu. Namun Airin terus saja menyodorkan topinya. Beberapa orang mulai mengisi dengan receh - recehan.


Seorang gadis bermata teduh menjatuhkan selembar gocengan. Airin terpana. Gede banget dia ngasih ? jangan - jangan minta kembalian, nih batin Airin. . .


Namun mata itu memancar teduh penuh kelembutan.


Uhf ... Ibu ! Mata teduh itu mengingatkanku kepadamu. Terima kasih, mbak...!"


" Sama - sama ."


...*** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua🙏🙏 Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar 😁😁...


...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih🤗🤗~~...

__ADS_1


__ADS_2