
Hari ini Airin sengaja tidak pergi ngamen. Rencana nya Dia akan pindahin semua barang - barang ke kontrakan yang baru di sewa tempo hari.
Kalau nunggu Nathan libur, enggak mesti itu kapan harinya. Jadi Airin kali ini yang mengalah kepada Nathan.
Padahal Nathan ingin sekali membantu sang Adik pindahan ke kontrakan yang baru. Namun, apa boleh buat kalau Nathan bolos kerja, takutnya nanti akan dipecat.
Untung saja, menjelang siang tidak ada angin tidak ada hujan tiba - tiba Andrew nongol di gubuk mereka.
" Mau pindahan, Rin ? " Tanya Andrew.
" Iya Ndrew, mau pindahan. Kalau nunggu Kak Nathan bakalan lama jadi ya Aku guyurin aja sendirian. Mau ngebantu ? Ayo ... !" Jawab Airin tersenyum lebar yang menampakan barisan gigi putih nya.
Andrew mengerucutkan bibirnya.
" Yee . . . Maunya gitu, tuh ...!!" Ledek Andrew, tapi tangannya tetap mengangkat juga bungkusan besar di samping Airin.
" Kalau enggak rela bantuin, mending ga usah, deh ... " Ketus Airin.
Andrew memilih tidak menanggapi ucapan Airin. Dia malah berusaha mencari topik yang bisa di buat candaan untuk Airin.
" Terus gubuk ini mau di apain " Tanya Andrew iseng.
" Kata Kak Nathan, Mau di kasih ke kamu . " Ucap Airin sekenanya..
Andrew dengan spontan mengusap lembut kepala Airin. Sang empuh nya juga terlihat biasa aja. Jadi Andrew enggak ada rasa gerogi gitu malahan serasa candu kata nya hehe 😁😁
" Emangnya kamu cerita apa sama Nathan ? " Kata Andrew.
Dengan penuh percaya diri. Airin pun menjawab,
" Ngomong dong ... kalau kamu ngiri sama kita kan , "
" Dih, malu - maluin ... " Kata Andrew.
" Haha... Makanya timbul rasa iba di hati Kak Nathan buat mu. Dia pengen nolongin kamu, Jadi setelah kami pindahan nanti gubuk tua ini mau di wariskan kepada mu. Supaya kamu itu belajar yang namanya mandiri. " Jelas Airin yang hanya ingin menggoda Andrew saja.
__ADS_1
Seketika tawa Andrew pecah mendengar celotehan sang Adik teman nya itu. Menurut nya Airin sangat lucu dan menggemaskan (awas ntar bucin loh Ndreew😝)
Letak kontrakan baru mereka lumayan jauh dari gubuk nya sekarang. Motor Andrew disini berperan sangat penting loh.
Airin dengan leluasa duduk di jok belakang motor Andrew yang longgar sambil memangku barang - barangnya. Tak sampai tengah hari semua barang telah selesai diangkut ke kamar kontrakan itu.
" Sekalian aku kasih tahu sama kamu tentang peraturan - peraturan kontrakan ini ya , Ndrew . " Kata Airin.
Ya..ya.. Andrew hanya mangut - mangut saja.
" Berarti aku masih bisa main ke sini. Boleh, kan ? " Kata Andrew dengan senyum sumringan .
Airin menghembuskan nafas panjang, kemudian dia menjawab ,
" Boleh... Boleh main, Boleh ngadu, Boleh juga nangiss, semuanya boleh buat mu Ndrew, , , Suara Airin hilang ditelan cekikikan tawa kecilnya.
Andrew memilih diam. Kata orang - orang tua, DIAM ITU EMAS. Jadi dia memilih diam saja menanggapi celotehan panjang Airin, sebab kalau diladeni enggak akan ada habisnya.
" O ya... Kamu cerita apa lagi sama Nathan ? Tanya Andrew.
" Enggak ada. " Jawab Airin dengan singkat jelas dan padat.
" Suerr ✌️✌️ . . . " Jawab Airin sambil mengangkat 2 jari tangannya.
" Kamu enggak cerita kalau Kamu naksir Aku " Tanya Andrew dengan pe - de nya .
" Masyaallah, Ndrew. Kamu kesambet apaan sih. Bisa - bisa kena gampar Kak Nathan aku kalo ngomong begituan . " Kata Airin.
" Kenapa ? memangnya enggak boleh. " Tanya Andrew dengan raut wajah yang susah di artikan.
" Yaa.. Bukannya enggak boleh, paling aku disuruh ngaca sama Kak Nathan. Lagi pula karena emang aku enggak naksir sama Kamu, kok. " Jelas Airin dengan entengnya, Andrew tidak tahu saja di dalam hatinya sudah menggebu - gebu. . .
" Ya udah, cerita aja kalau Aku naksir Kamu. " Kata Andrew dengan entengnya.
__ADS_1
" Yang bener, nanti nyesal loh. " Goda Airin.
" Bener, Emang Aku naksir, kok ... " Jawab Andrew serius.
Oh my god . . . Airin terpaku mendengar nya. " Kamu ngomongin apa sih, Ndrew ? " Ucap Airin sambil melengos ke samping membelakangi Andrew. Dia memilih menyibukkan diri dengan berbenah kamar tanpa membenar kan ucapan Andrew barusan.
Andrew beralih menghadap wajah Airin dengan lekat, membuat sang empu jadi malu serta suasana berubah menjadi hening. Andrew tiba- tiba menggeser duduknya , , ,
" idih, jangan bikin Aku ke Ge - er an begitu ya, Ndrew. Kamu pasti bercanda doang , kan ? " Airin berusaha memecah keheningan diantara mereka...
" Enggak. Emang Aku beneran Naksir Kamu Airin Leeanastasya. " Jawab Andrew serius.
Deg . . .
Airin menatap wajah Andrew lekat - lekat berharap ada kebohongan di mata nya , Namun ternyata hanya sia - sia saja di mata Andrew tertulis jelas bahwa semua ucapannya itu Real tanpa mengandung sedikitpun kebohongan.
Airin melampiaskan keresahan nya dengan memilinkan jari - jari tangannya. Dia begitu gugup dan bingung dibuat lelaki di samping nya ini.
Suasana di kamar kontrakan itu berubah menjadi hening . . . Airin tidak tahu harus memberi respon apa kepada Andrew,,,
" Sekarang bagaimana, Apa kamu menerima cinta ku atau tidak. Rin ? " Tanya Andrew berusaha memecah keheningan diantara keduanya.
" Ndrew, Kamu bercanda nya kelewatan, deh . . . " Elak Airin berusaha menghilangkan rasa kegundahan nya itu.
" Sudah berapa kali aku katakan padamu, Rin. Bahwa aku sama sekali tidak bercanda. Aku minta jawabanmu sekarang , " Balas Andrew sedikit kesal.
Haha... Airin tertawa garing, " Kayak restoran aja, pesan sekarang harus jadi sekarang ." Canda Airin
" Jadi kapan ? " Kata Andrew yang sudah tidak sabaran.
" Beri aku waktu, Ndrew. Setidak nya sampai aku memberi tahu semuanya kepada Kak Nathan dan lebih tepatnya untuk memantapkan kegundahan di hatiku ini . " Jawab Airin serius.
Andrew menghembuskan nafas pelan, dia tidak bisa berbuat apa - apa lagi selain menyetujui kata - kata Airin, karena memang di dunia ini tidak ada yang instan termasuk cinta. Bahkan hanya untuk makan mie instan saja masih perlu melewati prosesnya.
...***** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua🙏🙏 Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar 😁😁...
__ADS_1
...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih🤗🤗~~...