
Jakarta yang ramai. Jakarta yang padat oleh berbagai macam angan dan impian. Tak ada celah yang lolos dari incaran keglamoran, kecuali ia akan menjelma menjadi barang asing yang tidak nyaman.
Semua bergelut, Semua berebut mencari hidup.
" Jakarta memang keras . . . " Desah Airin.
Ditatapnya wajah khas yang lembut teduh di sampingnya. Teman baru Airin. Namanya Siera, Airin biasa memanggil dengan sebutan Ra saja.
Sejak ngamen tanpa sang Kakak tempo hari, Dia bertemu dengan sosok wanita yang bijaksana menurut versi Airin.
Karena itu, ia tidak menyia- nyiakan kesempatan saat bisa mulai kenalan.
" Ada bayi yang dibuang lagi, Ra. " Kata Airin berusaha membuka topik obrolan.
" Hem - hem ...? Di mana ? " Tanya Siera tanpa ekspresi.
" Bekasi. Dekat terminal. " Kata Airin.
" Hah . . . " Respon Siera hanya singkat jelas dan padat ( wkwk๐)
" Dasar gila, " rutuk Airin dengan wajah yang cemberut.
Siera hanya tersenyum melihat ekspresi teman baru nya itu. Siera memang orangnya agak cenderung pendiam dan jarang sekali berbicara kalau tidak penting (harap maklum ya guys intinya kek anak rumahan gitu lah๐)
" Bagaimana menurutmu ? " Tanya Airin.
" Kalau kau sendiri gimana ? " Kata Siera.
Nih anak ditanya malah balik nanya, Batin Airin begitu meronta - ronta saking kesalnya. (wkwk)
Airin menatap teman baru nya sambil menjawab ,,,
" Jelas nggak manusiawi. Orangtua Macam apa yang tega membuang darah dagingnya sendiri. Meski bagaimanapun kotornya, tak seorang pun berhak menghabisi nyawa sang bayi. Dia tidak bersalah bahkan dia berhak untuk hidup menikmati indahnya dunia fana ini " Jawab Airin panjang kali lebar dengan mimik wajah yang terlihat kesal sekali.
Siera hanya mengangguk - angguk saja.
" Barangkali mereka melakukan itu dengan terpaksa, Rin. " Kata Siera.
" Meskipun dengan terpaksa, Ra ! " Tandas Airin dengan air mata yang sudah menumpuk di bola matanya.
Airin mengingat perjuangan keras sang Ibu membesarkan Dirinya dan sang Kakak seorang diri tanpa bantuan dari seorang Ayah. Bahkan yang Ibu dapatkan hanya sebuah kebencian dari Anaknya sendiri. Betapa sakit nya hati yang Ibu rasakan selama ini. Maafkan Airin Bu yang belum bisa menjelaskan kepada Kakak, Batin Airin yang merasa sangat bersalah terhadap almarhumah Ibunya.
" Apakah ucapanmu itu membenarkan tindakan si pembunuh, Ra ? " Tanya Airin.
" Bukan begitu, sudahlah lebih baik tidak usah diteruskan lagi pembicaraannya ini. Bagaimana kalau kita cari makan saja ? " Kata Sierra.
__ADS_1
Airin menghela napas tanpa memberi jawaban...
Airin sebenarnya enggan. Bukan karena ia tidak lapar. Dia hanya tidak biasa menerima ajakan orang lain begitu saja. Tapi dia beranggapan Siera hendak mengalihkan pembicaraan saja, Makanya dia mau ikut.
" Baiklah, Makan di mana ? " Tanya Airin,,,
Siera menunjuk sebuah warung diseberang jalan sana. Keduanya pun lantas berjalan menyebrang kearah jalanan menuju warung makan tersebut...
Warung makan itu ternyata cukup ramai pengunjung. Keduanya memilih tempat di satu sudut yang sepi, lantas memesan makan. Tak berapa lama makanan itu tersaji.
" Di mana kamu tinggal, Rin ? " Tanya Siera.
" Aku tak punya tempat tinggal tetap. Hanya sebuah gubuk kecil yang sewaktu - waktu bisa pindah kapan saja. Letaknya di seberang lapangan, dekat sungai Ra." Jawab Airin dengan wajah yang senduh mengingat keadaan tempat tinggalnya.
" Kamu pernah bekerja selain mengamen begini ?" Tanya Siera lagi.
" Kenapa memangnya, Ra ? Apakah menurutmu ngamen itu pekerjaan yang buruk ? " Tanya Airin bertubi - tubi sambil mengerjabkan matanya. (Aduh si Airin ini sensian banget yak, awas nanti darah tinggi loh Rin bisa mati muda wkwk๐๐)
" Bukannya begitu. " Siera buru - buru meralat kalimatnya.
" Hanya saja rawan bagi seorang wanita muda sepertimu ini. Kamu enggak ngeri ? " Akhirnya Siera menemukan kalimat pembelaan yang tepat dari kejaran Airin yang suka sensian.
" Karena tak ada yang lain. Jadinya yaa begini.. " Gumam Airin pelan.
Akhirnya disini Airin cerita ke Siera bahwa dulunya dia pernah bekerja di warung makan sebagai tukang cuci piring. Namun karena boss nya genit dan suka semena - mena akhirnya sang Kakak menyuruh nya berhenti bekerja,,
" Kamu punya Kakak, " Tanya Siera
" Punya satu, orangnya baik loh. Ra " Kata Airin langsung promosiin Kakaknya yang masih jomblo wkwk ๐๐
" Kerja dimana sekarang Kakakmu ?" Tanya Siera.
" Kerja di proyek " Jawab Airin sambil senyum - senyum sendiri teringat rencananya yang mau mencoblangkan Siera dan Nathan Kakaknya itu๐คญ๐คญ
Siera diam. Pandangannya berpusat ke piring yang berisi makanan khas solo itu.
" Kenapa ? Ada yang salah dengan kami ? " Tanya Airin yang melihat keanehan pada raut wajah teman baru nya itu.
Siera tersenyum " O, sama sekali tidak. Kau terlalu curiga padaku. " Jawabnya ketus
" Yaa... itu sesuai dengan pesan dari Kakakku Ra, katanya agar aku selalu waspada. Kau tidak tau saja hampir setiap hari dia menasihati diriku."
" Perhatian sekali ya Kakakmu kepadamu, Rin ?? "
" Ya benar,, Mungkin kesamaan perasaan masing - masing. Karena bagiku aku hanya memiliki dia seorang didunia ini, dan begitu juga dengan Kakakku dia hanya memiliki Aku seorang."
__ADS_1
Siera mengangguk - angguk saja,,,,
" Begini Rin, kamu jangan terlalu mencurigaiku kenapa sih. Aku hanya ingin menawarkan kerjaan saja padamu. Mau tidak ?? " Tanya Siera
Ya,,, Walaupun Siera baru mengenal Airin, tanpa ragu - ragu dia menawarkan sebuah pekerjaan padanya. Karena menurutnya Airin orang nya jujur dan apa adanya.
" Hah ? " Airin melongo ....
" Iya, Aku mempunyai warung dari modal patungan dengan beberapa teman ku. Nah, sementara ini Kami membutuhkan seorang tenaga untuk menjaga toko, " Kata Siera menjelaskan perihal permasalahan di Tokonya.
Airin kebingungan untuk menjawabnya, karena tawaran itu datang begitu tiba - tiba,,,
Siera cepat melanjutkan ucapannya , " Kamu pertimbangkan saja dulu, Rin. Mungkin gajinya tidak sebesar penghasilanmu kalau ngamen begini. Tapi dari segi aman dan nyamannya bisa ku jamin akan lebih baik disana. "
" Baiklah berhubung hari sudah menjelang sore, aku pamit pulang dulu ya, kamu pikirkan baik - baik tawaran ku tadi. " Siera pergi sambil menepuk - tepuk bahu Airin.
Airin masih terdiam, diam sungguh bingung dan gelisah bagaimana menyampaikannya kepada sang Kakak. Tapi memang benar apa yang dikatakan oleh Siera tadi bahwa bekerja sebagai pengamen sangat berbahaya untuk seorang wanita seperti dirinya ini.
___________
...BONUS VISUAL CAST VERSI AUTHOR YAAA๐๐ (Maaf apabila tidak sesuai selera kalian SEMUA ๐๐ ๐๐)...
...**AIRIN LEEANASTASYA...
...(Ini dia yang biasa dipanggil Airin yang suka sensian banget sama orang dan yang pasti Adek kesayangannya Kakak Nathan ๐**)...
...**NATHAN LEEANSYAH...
...(Ini dia yang biasa dipanggil Nathan Babang kesayangnya Airin si super sensian, Nathan si cowok pendiam tapi jomblo ya Kak ๐คญ๐คญ**)...
...**ANDREW WIJAYA...
...(Ini dia yang biasa di panggil Andrew temennya si Kakak Nathan ya, cowok baik hati yang udah kasih kerjaaan si Nathan dan ga tau ada maksud udang dibalik bakwan atau enggak nih๐๐**)...
...**SIERRA PRAMITA...
...(Ini dia yang biasa di panggil RA sama si gadis sensian siapa lagi kalo bukan Airin ya girls๐คญ Siera ini cewek pendiam dan irit banget kalo ngomong kalo ga penting penting amat pasti ditutup rapet banget loh๐...
__ADS_1
...******* Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih๐ค๐ค~~...