Kita Pernah Salah

Kita Pernah Salah
KEHIDUPAN MENYIMPANG


__ADS_3

Airin bingung bagaimana cara nya memberi tahukan kepada Nathan tentang perasaan Andrew untuknya, sedangkan tempo hari saja sewaktu Sierra menawarkan pekerjaan padanya Nathan tidak setuju. Ada saja pikiran - pikiran negatif yang menjalar di otak nya. Apalagi yang ini masalah perasaan ...


Entah bagaimana respon Nathan nantinya, Airin tetap memberi tahu kan nya.


" Aku kan sudah bilang agar kamu menjaga jarak dengan Andrew, Airin. Apa kamu tidak mendengar nya Hah ? " Ucap Nathan meninggikan nada bicaranya.



Airin hanya tertunduk, Matanya menatap lantai.


" Orang kalau sudah kena penyakit cinta, ya jadi begini. Semuanya jadi buta seketika. Kamu jangan menyalahkan Andrew saja dalam hal ini. Karena Aku yakin kamu juga suka sama dia kan ? . " Ucap Nathan.


Airin masih tertunduk pasrah. Kalau Nathan sudah berkata seperti itu, gimana Airin mau menyangkalnya. Nyali nya cukup menciut. Dia bahkan tidak berani mengangkat wajah nya apalagi sampai menatap mata Nathan. Karena memang semua yang dikatakan Nathan benar adanya.



" Aku hanya merasa bahagia kalau aku menghiburnya. Merasa tenang kalau dia bisa tersenyum. Dan aku selalu khawatir jika dia akan menjadi muram kalau aku tidak menghiburnya !! " Ucap Airin berusaha mengungkapkan apa yang di rasakannya.


" Kamu saja yang terlalu bodoh. Ibarat kan perahu yang kau layarkan dalam deras nya gelombang di lautan. Suatu saat kamu akan merasa lelah dan ingin rasanya berlabuh, padahal daratan itu begitu mewah untukmu. Jangan mimpi, Airin ! itu bukan daratanmu .... " Jelas Nathan.


" Kak, Aku tak berharap apa pun. Aku pun tak pernah mengerti bagaimana awalnya bisa jadi seperti ini. Jadi tolong . . . !! " belum sempat Airin menyelesaikan kalimat nya, Nathan sudah memotong duluan.


" Kalau kamu berniat, kamu bisa menjauhi dia. " Ucap Nathan ketus.


Deg ...


Airin merasa nafas nya berhenti berhembus...


" Bagaimana bisa ? Aku kan ngamen, Kak. Sedangkan Andrew paling suka nongkrong di halte. " Celetuk Airin.


" Mulai besok enggak usah . " Ucap Nathan.


" Enggak usah ? Jadi aku tidak bekerja lagi maksudnya begitu, Kak ? Tapi Andrew juga tahu tempat ini, bisa saja kan di kemari? " Jawab Airin.


" Kamu bisa kerja ! " Ucap Nathan.


" Hah 😲 kerja apaan ? " Tanya Airin bingung.


" Tempo hari kamu bilang ada yang nawarin kamu kerja ? " Ucap Nathan.


Mata Airin sontak berbinar.


" Sierra ? Jadi, Aku boleh bekerja di tokonya Sierra ? " Ucap Airin.


Nathan tak menanggapi kalimat Airin. Dia malah berkata, , ,


" Kamu harus berangkat pagi - pagi dan pulang ketika Aku sudah pulang di rumah. " Jelas Nathan.


" Kalau Andrew mencari, bagaimana ? " Tanya Airin.


" Kamu ini banyak alasan nya. Sebenernya kamu itu niat menjauhi dia nggak, sih. " Ucap Nathan.

__ADS_1


" iii..iya, Kak . " Jawab Airin terbata - bata.


" Jangan sampai dia tahu tempat kerja mu yang baru ! " Ancam Nathan.


" Baiklah. " Jawab Airin pasrah.


πŸ–‡οΈπŸ–‡οΈπŸ–‡οΈπŸ–‡οΈπŸ–‡οΈπŸ–‡οΈ


Andrew membanting punggungnya ke sandaran sofa.


" Gue udah bilang kalau gue enggak bisa ngelanjutin bisnis ini. " Wajahnya mengelam, memandang lelaki di hadapannya dengan lirikan sinis.



" Lu tahu enggak, gue pengen jadi orang baik - baik dan lurus. " Jelas Andrew.


Riki menyelai poni rambutnya dengan jari - jari tangan. Dia lah Riki Arinto yang menjadi lawan bicara Andrew saat ini.


" Lu udah pikir baik - baik untuk mundur dari bisnis ini ? " Tanya Riki.


" Ya. " Jawab Andrew singkat.


" Juga akibat nya ? " Balas Riki.


Andrew menggebrak meja.


" Jangan ngancam gue, Ki !!. " Ucap Andrew tersulut emosi.


" Tenang dulu, kawan. Jangan mudah marah begitu !!." Ucap Riki.


Andrew menggeleng - gelengkan kepalanya.


" Gue tahu ini bisnis enggak bener. Kasihan orang - orang yang menjadi korban. Mereka kehilangan masa depannya hanya karena tawaran kenikmatan sesaat pada obat - obatan terlarang. " Jelas Andrew pilu.


" Hm . . . , Kalo gue perhatikan, Lu jadi sosial banget sekarang ini. " Ucap Riki.


Andrew menundukkan bahunya.


" Please, Ki. Aku pengen benahin hidup dengan lebih baik lagi. Saat ini Gue lagi tumbuh semangat untuk memulai menata diri dan hidup Gue. " Ucap Andrew sesaat terbayang - wayang wajah Airin sang pujaan hati.


Riki memainkan korek api di tangannya.


" Lu pikir, akan bagaimana hidup Lu nanti. Yang udah terlanjur terkontaminasi lingkaran ini ? "


" Gue siap dengan segala konsekuensinya . " Ucap Andrew tegas penuh penakanan dalam kata Konsekuensinya.


" Jangan bodoh, Ndrew ! Lu tak ingin lebih di hargai keluarga Lu ? " Hasut Riki halus.


Andrew menghela napas kasar.


" Justru Gue semakin merasa tak berharga dengan mengambil jalan ini. "

__ADS_1


" Apa mungkin kau di pengaruhi wanita itu ? " Tuduh Riki.


Tatapan Andrew menyorot tajam wajah lawan bicaranya.


" Apa maksudmu ? "


Tiba - tiba Riki tertawa menggelegar memenuhi ruangan sunyi tersebut...


" Dari awal Gue udah ngomong, jangan terlalu spekulatif mau ngedeketin orang - orang seperti itu untuk direkrut. Nyatanya ? " Ucap Riki dengan licik nya.


Andrew paham betul siapa yang sedang di bicarakan temannya ini ...


" Tolong jangan sangkutin Nathan dalam urusan ini. Dia tidak tahu apa - apa masalah ini. " Ucap Andrew.


Riki tertawa penuh kelicikan ,,,,


" Hee. . . gimana enggak ? Gue lihat, Lu mulai berubah sejak kenal sama tukang ngamen cenggeng itu. " Ucap Riki penuh penakanan dalam kalimat Tukang Ngamen Cenggeng.


" Dia tidak cenggeng . " Bela Andrew.


Riki mangut - mangut saja...


" Mmm,, Baik, baik ... ! Lu emang lagi setia - setia nya sama dia. Tapi dengerin dulu, Bro. Kamu harus berpikir bahwa untuk keluar dari sini, Lu harus berurusan dengan Bos. "


Andrew mengernyitkan keningnya...


" Apa ? " Tanyanya


Riki mendehem, " Tentu saja Bos tidak ingin ada bahaya atau rintangan dalam hidupnya . " Ucap Riki mengompor - ngompori.


" Ki, Gue udah bilang. Gue enggak bakal berkoar di luaran sana. Yang penting kalian pada ngebiarin Gue bebas dan setelah itu gue enggak bakal berulah macam - macam. " Ucap Andrew.


" Begitu ? " Ucap Riki meremehkan.


" Ya. Gue janji . " Jawab Andrew.


" Lihat saja keputusan Bos nanti. " Ucap Riki.


" Gue enggak bakal nungguin keputusan Bos. Gue udah punya keputusan Gue sendiri. " Balas Andrew.


" Mmm... ya ... ya ... " Ucap Riki.


Andrew segera beranjak dari sofa berlalu meninggalkan Riki sendirian di tempat itu ....


_______________


...BONUS VISUAL CAST RIKI ARINTO VERSI AUTHOR YAAAπŸ‘‡πŸ‘‡ (Maaf apabila tidak sesuai selera kalian SEMUA πŸ™πŸ™ 😌😌)...



...**** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semuaπŸ™πŸ™ Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar 😁😁...

__ADS_1


...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... TerimakasihπŸ€—πŸ€—~~...


__ADS_2