
Pagi itu Airin sudah bersiap - siap untuk pergi menemui Sierra perihal membahas masalah pekerjaan yang di tawarkan Sierra tempo hari.
Setiap orang pasti memiliki perbedaan masing - masing. Begitu pula dengan Nathan dan Sierra.
Gadis itu tersenyum tipis melihat kedatangan Airin.
" Sudah dibolehin kerja sama Nathan ? " Tanya Sierra.
" Iya boleh. " Jawab Airin.
" Cepat amat prosesnya ? Bukannya kemarin - kemarin Kakakmu itu melarangmu mati - matian. " Sindir Sierra.
" Karena lagi ada masalah, Ra. " Jawab Airin tertuduk lesu.
" Masalah apa, Boleh aku tahu ? " Ucap Sierra.
Akhirnya Airin menceritakan semua tentang Andrew. Mulai dari tentang keluarga nya, juga tentang pernyataan perasaannya yang begitu tiba - tiba dalam hal cinta.
" Cinta itu wujud anugerah dari Allah, Airin. " Ucap Sierra.
" Seharusnya begitu, kan ? Tapi nyatanya ada yang harus menghalangi cinta itu dan membuat seseorang ditikam lara sendiri . " Ucap Airin lirih.
" Duh . . . . yang lagi kasmaran . . . " Goda Sierra.
Airin mencubit lengan Sierra..
" Siapa juga yang lagi kasmaran ? Aku tuh hanya kasihan dengan Andrew. Aku bahkan bisa membaca kejujuran dari mata nya " Elak Airin.
Sierra duduk berhadapan dengan Airin. Dua botol teh segera diambilnya dari dalam kulkas di sudut ruang.
" Aku biasa minum air dingin begini enggak peduli mau pagi, siang ataupun malam sekalipun . " Ucap Sierra.
" Kalau aku sih, apa saja. Yang penting bisa ngilangin haus. " Ucap Airin.
" Begini, Rin. Cinta itu tak bermata. Kalau kita tidak jeli menuntunnya, maka cinta itu akan kesasar dan akhirnya jatuh pada derajat cinta yang rendah . " Ucap Sierra.
" Kalau menurutmu, cintaku kepada ... Aduh, jadinya ngaku deh. Tapi jangan ketawakan aku ya, Ra ! Aku memang samar - samar merasakan perasaan yang aneh terhadap Andrew. " Ucap Airin.
Sierra mengangguk - angguk.
" Yakin saja, jika dua orang sudah ditakdirkan untuk bersama, maka dari sudut bumi manapun meraka berasal pastilah mereka akan bertemu. Ketahuilah
Cinta bukan hanya sekedar ucapan, namun harus dibarengi dengan pengorbanan. Mencintai dan dicintai itu adalah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wata’ala.” Jelas Sierra.
Airin terdiam sejenak ....
" Sudah lupakan apa yang kuceritakan tadi, Ra. Sekarang pekerjaan apa yang harus aku lakukan ? " Tanya Airin.
Sierra mendehem ..
" Nanti ada Meila. Dia yang akan membimbingmu, Sebab dia yang menjadi kepala usaha ini. Aku ini hanya semacam pemilik sahamnya saja dan Meila selain pemegang saham, juga merangkap sebagai semacam direkturlah ... " Jawab Sierra.
__ADS_1
Fiuhhh ... Airin menghembuskan nafas pelan " Hebat, dong. " Jawabnya.
" Teman - temanku mana ada yang enggak hebat ? " Lirik Sierra sembari tersenyum.
Bakat Humor dan Jail Airin segera bangkit.
" Iya, emang temen kamu hebat - hebat. Enggak percaya ? Kenalin ..." Airin mengulurkan tangannya.
" Perasaan cuma itu aja yang enggak hebat, deh .... " seloroh nya.
Sierra kembali ke meja depan. Tangannya mulai menata beberapa berkas administrasi yang berserakan di meja , , ,
" Kami sekedar memberdayakan sumber daya muslim. Syukur - syukur bisa memperbaiki taraf kehidupan setingkat lebih baik. " Ucap Sierra.
Sekarang giliran Airin yang mengangguk - angguk...
" Eh, ya ... kapan - kapan boleh kamu ajak Nathan main ke sini, biar dia tidak berpikiran negatif terus terhadap kita. " Canda Sierra
Ide yang bagus. Airin sebenarnya ingin sekali memperkenalkan Nathan kepada Sierra. Tapi Nathan ny yang selalu sibuk tidak punya waktu libur.
Meila tiba sekitar jam delapan lebih sedikit.
" Assalamu'alaikum. Ini Airin, ya ? Sierra banyak cerita tentang kamu. " Ucap Meila.
Airin terpana. Orang yang baru dilihatnya dan belum dikenalnya tiba - tiba mengembangkan tangan dan memeluknya erat. Dia tersanjung. Agak gugup membalas pelukan itu.
" Wa'alaikumus salam . . . " Jawab Airin kikuk.
" Aduh jadi enggak enak, nih. Kayak orang terkenal aja. " Ucapnya lagi.
" Eh, enggak juga. Sierra memang sudah sering cerita, kok. " Ucap Meila.
" Cerita apa ? " Tanya Airin , , ,
Sierra tersenyum.
" Tenang aja, aku belum cerita sama Meila tentang kamu nangis di Bus. " Goda Sierra.
" Yeee. . . Jelek, kalau begitu sama aja ngasih tau, " Ucap Airin menggerutu.
" Heh, memangnya Airin suka nangis ? " Timpal Meila ikut tersenyum.
Sierra cuma senyum - senyum aja merespon pertanyaan Meila, sedangkan Airin cuman nyengir kuda aja.
Airin begitu terharu, dengan suasana seakrab ini seperti sudah lama mengenal padahal mereka semua baru kenal. Lalu dipandanginya wajah gadis ayu di hadapannya itu. Anggun satu kata yang keluar di batin Airin.
▪️▪️▪️▪️▪️
Siang itu Andrew bertemu Nathan di tempat kerja.
" Airin enggak cocok untuk kamu. " Ucap Nathan membuang muka dengan dengusan sangar.
Hampir saja Andrew hilang kesabaran dengan perlakuan Nathan terhadapnya.
__ADS_1
" Sebaiknya antara Airin dan Kamu tidak usah bertemu lagi. " Ucap Nathan.
" Kenapa ? Kamu jangan posesif begitu, Than. Bagaimanapun cinta tidak bisa di paksa. " Jawab Andrew yang sudah mulai geram.
Nathan menggebrak dinding.
" Memaksa apa ? Aku hanya mencoba bertahan dan melindungi hidupku, juga hidup Adikku. " Ucap Nathan emosi.
Andrew mengernyitkan keningnya, , ,
" Bicara apa kamu, Than ? Aku tidak ada niat menghancurkan hidupmu apalagi hidup Airin. " Ucap Andrew.
" Aku tahu kamu orang baik, Ndrew. Tapi kebaikan itu tidak seharusnya seperti ini, karena itu bisa mempengaruhi hidupku dan hidup Airin. " Ucap Nathan.
" Apa maksudmu ? " Tanya Andrew bingung.
Nathan menghela napas kasar. . .
" Kamu tahu Aku sangat berterima kasih dengan kebaikan dan perhatianmu selama ini terhadapku dan Airin. Hati kami berdua seperti kapas kering sekarang. Jika kamu memercikan api di atasnya, akan muda terbakar . " Jelas Nathan.
" Airin ? " Ucap Andrew.
" Tentu saja dia. Kamu bual kata - kata indah untuknya. Dan itu akan sangat membuat Airin terlena. " Ucap Nathan.
Andrew mengeleng - gelengkan kepala nya.
" Aku tidak mengerti perasaan dan jalan pikiranmu, Than. " Ucap Andrew.
" Tentu saja tidak. Kamu bisa singgah dan berlabuh di mana saja kamu inginkan. Kamu sekedar istirahat dan kamu pikirkan saja bagaimana jika istirahatmu sudah hilang dari rasa lelah itu dan setelah nya, kamu akan berlalu seperti angin. " Terang Nathan.
" Tentu saja tidak. Aku serius dengan Airin. " Ucap Andrew dengan tegas.
Nathan mengangguk - angguk.
" Hidup tidak cukup dengan keseriusan cinta semacam itu, Ndrew. Kamu akan bebas menjelajah apa pun lautmu, sedangkan sebagai pelabuhan sederhana yang tak punya apa - apa, Airin akan merasa tersakiti yang amat dalam " Ucap Nathan...
" Than, Aku tidak bermaksud untuk meninggalkannya. Aku akan ... " Ucap Andrew terpotong oleh Nathan.
" Karna saat ini kamu masih di sini, Ndrew. Kamu masih bisa menghilangkan masalahmu dengan bercerita pada Airin. Kau belum kemana - mana dan belum di mana - mana. Saat letihmu hilang, Kamu akan kembali berlalu . " Ucap Nathan.
Andrew menggenggam tangan Nathan , , ,
" Nathan, please . . . mengerti lah aku. " Ucap Andrew meyakinkan Nathan.
Tapi tangan itu di kibaskan Nathan.
" Tidak. Aku lebih kasihan pada Airin. Jika kali ia terpuruk olehmu, Akan sangat sulit bagi nya berdiri kembali. " Ucap Nathan ,,,
Nathan membantingkan topinya ke lantai dan berlalu segera meninggalkan tempat itu ...
...**** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua🙏🙏 Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar 😁😁...
...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih🤗🤗~~...
__ADS_1