Kita Pernah Salah

Kita Pernah Salah
TERBAYANG - BAYANG KENANGAN PAHIT


__ADS_3

Hari ini Nathan pulang menjelang malam. Letih teramat sangat terlukis di wajahnya. Buru - buru Airin menyiapkan kopi panas.


" Kak Nathan mandi air hangat aja ya..., biar ngurangin letih, " Tawar Airin.


" Kayak kakek - kakek aja mandi air hangat, Rin . "


" Yee ..., Kalau wajahmu lusuh begitu, apa bedanya dengan kakek - kakek ? " seloroh Airin,


" Mau enggak nih ? "


" Enggak usah. Biarin aku mandi air biasa aja. "


Tapi bener apa yang dikatakan Nathan. Ibu dulu pernah menjelaskan bahwa mandi air hangat , pada saat tertentu memang sangat bermanfaat. Namun air biasa lebih bersifat netral.


Sekilas bayangan Ibu sangat mengusik hati Airin.


Dipandanginya Nathan yang tengah menikmati kopi. Tidak terlintas sedikit pun keberanian Airin untuk menjelaskan keadaan Ibu kepada Nathan.


Tubuh Nathan yang kurus seperti menyembunyikan kemauan yang membaja dan tak pernah mau menyerah pada satu prinsip, Nathan seorang yang idealis.


Seperti Airin, Nathan tak mengenal seperti apa rupa Ayahnya. Mungkin seperti Nathan mungkin pula tidak.


Airin pernah mendapat sedikit informasi, bahwa Ayah dari Nathan pernah menjalin cinta kasih dengan Ibu. Lelaki itu melamar Ibu. Tapi karena masih ada ikatan darah antara keduanya, maka hubungan cinta itu tidak mendapat restu.


Sayangnya, kedua insan yang mabuk cinta itu lupa daratan. Keduanya nekat untuk mati bersama dengan meminum obat serangga. Sang lekaki tewas, sedangkan Ibunya berhasil diselamatkan dalam keadaan kritis. Diketahui kemudian bahwa Ibunya itu telah mengandung bayi usia satu bulan.


Sedangkan tentang Ayahnya sendiri, Airin tak pernah tahu sedikitpun. Ada yang mengatakan langganan Ibunya, ada yang mengatakan pacar gelapnya.


Namun sudah menjadi kemantapan Airin, siapapun Ayahnya, ia tak akan mempermasalahkannya, apalagi menyalahkan Ibunya. Ia sangat menyayangi Ibunya.


Dan apabila memandang Nathan, ada segores nyeri yang menikam tiba - tiba. Seperti yang dikatakan Ibu, Nathan mempunyai alasan sendiri untuk membenci Ibunya. Tapi bukankah Ibu juga memiliki lebih banyak hal untuk dihargai ? Ibu memiliki kelembutan cinta dan kasih sayang yang penuh terhadap kita.


Airin ingat saat Ibu bersimpuh di samping dapur sehabis dicaci maki Nathan. Ibu menghabiskan masa tua nya untuk merawat Nathan dan Airin dengan bekerja sebagai buruh cuci meninggalkan profesi gelapnya.


" Ibu sangat menginginkan Nathan mencintai Ibu, Nak. Tapi untuk membuat itu, Ibu punya apa ? "

__ADS_1


Cara duduk Ibu yang menggeloso itu saja sudah mencakar - cakar kepiluan. Belum oleh kata - kata Ibu yang bergetar - getar duka. Air mata Airin luluh segera .


" Ibu, jangan begitu. . . !"


" Tapi Ibu yakin, suatu saat Nathan akan mengerti mengapa Ibu tak bisa membencinya. Dan itu sudah cukup untuk mengobati hati Ibu. "


" Ibu, Janganlah kepedihan itu menyiksa diri dan menyebabkan luka yang berlarut - larut. Mungkin Nathan menyimpan amarah menyebabkan dia buta dari sesuatu yang kasat mata !! "


Nathan memang tertekan dengan cemoohan masyarakat. Dulu semasa SD, Nathan sempat sekolah sampai kelas empat.


Namun karena ejekan teman - temannya, ia tak mau melanjutkan sekolahnya. Dia sangat malu diolok - olok sebagai anak pelacur,,,


Di usia remaja, ia mulai mengenal ketertarikan terhadap lawan jenis. Ia pun mengungkapkan cintanya kepada gadis impiannya.


Namun si gadis yang anak seorang sesepuh kampung menuding nya,


" Mau suka sama aku ? Ngaca dulu kamu itu siapa? "


Waktu itu Nathan sangat sakit hati, Lalu dia menghadang gadis itu di lapangan. Dia menghajar habis - habisan gadis itu sampai menangis.


Akibat perbuatan Nathan itu, seluruh penduduk kampung marah. Nathan diseret ke lapangan di hadapan Ibu dan Adiknya. Di sana Nathan dihajar hingga babak belur dan hampir mati.


*****


" Kenapa bengong ? " Tanya Nathan


Airin tergagap melihat Nathan berdiri di depan nya dengan gelas kosong .


" Eh, apa ? " Jawab Airin


" Kamu suka bengong begitu. Anak ayam tuh kalau suka bengong biasanya besok mati. "


" Mau mandi sekarang? Atau kopinya nambah ?"


" Enggak. " Nathan melangkah ke pojokan meletakkan gelas plastik yang sudah buluk warnanya.

__ADS_1


" Bengong melulu. Lagi ada masalah apa,? cerita sini " Tanya Nathan


" Enggak ada apa - apa kok."


" Beneran !!! Lantas kenapa kamu bengong ? "


" Lagi pengen bengong aja, emang ga boleh ?? , " Jawab Airin sekenanya ,,,


" Jangan - jangan kamu lagi jatuh cinta ? " Seloroh Nathan


Airin ngakak,, " Ngaco aja, emang sama siapa coba ? "


" Kali aja sama Andrew ". Kata Nathan...


Airin langsung mencubit lengan Nathan yang dibalas cengiran. Nathan segera kabur ke kamar mandi .


" Dasar Kak Nathan ngeselin " Umpat Airin


Sepeninggalan Nathan, Pikiran Airin kembali menerawang. Dirajutnya lintas - lintas kenangan bersama Kakak semata wayangnya itu.


Nathan memang sangat menyayangi Airin melebih siapapun walaupun kenyataannya mereka bukan saudara kandung tapi tetap lahir dari Ibu yang sama.


Air mata Airin merembes membasahi pipi mulusnya.


" Tidakkah di dalam hatimu terbetik satu cinta kepada Ibu, Kak ? "


" Dan sekiranya Ibu memiliki salah,tidakkah kau bisa merelakan maafmu sekedar membuat Ibu lega ? "


Bukankah di penghujung hayat Ibu, Ibu telah berusaha memperbaiki hidupnya ? Tuhan saja Maha Pengampun.


Nathan masih di kamar mandi saat Airin menyungkur tersedu - sedu. Beban batinnya sangat berat. Ia sangat tersiksa. Bagaimana ia akan mengatakan kepada Sang Kakak, Jika ia memaafkan Ibu sekalipun segalanya amat terlambat ?


Setahun lalu Ibunya meninggal akibat kecelakaan. Seperti biasanya berita - berita itu sampai kepada Airin, Namun tak berlanjut kepada Nathan.


Airin tak kuasa menyampaikannya karena ia tak sanggup jika melihat Sang Kakak gembira dengan kematian Ibunya. Dan itu sangat mungkin, mengingat besarnya kebencian Nathan kepada Ibunya.

__ADS_1


...*** Mohon maaf apabila ceritanya kurang memuaskan kalian semua🙏🙏 Author masih belajar menulis novel yang baik dan benar 😁😁...


...,,, Mohon bantuannya ya Jangan lupa Vote, Like dan Komentar nya biar Author lebih semangat lagi ... Terimakasih🤗🤗~~...


__ADS_2