
leodra berusaha sebisa mungkin menahan air mata nya agar tidak jatuh, leodra melihat sudah banyak para keluarga baik dari pihak ayah maupun pihak ibunya berada di rumah nya
leodra menarik nafas agar bisa sedikit membendung kesedihan nya, setelah leodra merasa yakin barulah ia memberanikan keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah, kali ini tidak ada lagi keraguan dalam hatinya, ia yakin ini semua nyata
leodra berjalan masuk kedalam rumah nya seakan tidak ada masalah yang menimpa nya, dan entah mengapa air mata nya seakan benar benar enggan untuk keluar dan leodra bersyukur akan hal itu.
saat sampai didalam rumah, ia melihat adik kecil nya yang di baringkan masih dengan keadaan utuh, seakan akan adik nya tidak lah meninggal tetapi hanya tertidur. leodra melihat kak bian yang berjalan menghampiri nya dengan mata sembab nya lalu ka bian merangkul pundak leodra dengan sayang
"adek udah ngga ada sayang" ucap kak bian berkaca kaca
entah mengapa leodra benar benar merasa biasa saja, ia hanya menjawab perkataan kakak nya dengan senyuman dan anggukan kecil
leodra berjalan mendekati adik nya tersebut, berniat untuk mencium nya terakhir kali
__ADS_1
"kak, udah nanti kakak malah nangis ngeliat adek, dan itu ngga baik buat si adek" ucap bunda hani ibu leodra
leodra melihat bunda nya dan mengangguk, ia melihat seluruh anggota keluarga nya, ayah nya dengan mata yang sembab, begitu pula dengan adik nya lisa yang juga nampak masih terisak, dan sang bunda dengan keadaan yang sangat tenang.
ini memang bukan yang pertama kali nya untuk bunda hani, karena sebelum ini anak pertama dan ketiga nya pun pernah mengalami hal ini, meninggal saat usia belum genap satu tahun. dan memang menurut cerita para keluarga, bunda hani tidak pernah menetes kan air mata nya setetes pun saat kematian kedua anak nya tersebut. dan kini hal serupa pun terjadi kembali
"pak, kakak nya sudah sampai, jadi penyempurnaan mayat nya sudah bisa dilakukan" ucap ayah bimo yang merupakan ayah dari leodra
**
"kak" panggil bunda hani
"iya bun masuk aja, pintunya ngga di kunci kok" jawab leodra dari dalam
__ADS_1
leodra segera menghapus air matanya, ia tidak mau jika sampai bunda nya sedih melihat nya rapuh, setelah pintu kamar terbuka terlihat lah wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu memasuki kamar putri nya
"kakak ngapain?" tanya bunda hani pada putri nya dan duduk di tepi tempat tidur
"ngga papa bun cuma kecapean aja, soal nya kan perjalan dari kota kesini cukup jauh" kilah leodra
ibu hani hanya tersenyum
"ya sudah kalau begitu kakak istirahat ya" ucap bunda hani sambil mengusap puncak kepala putri sulung nya itu
setelah mengatakan itu, bunda hani langsung keluar dari kamar putri nya dan menuju ruang keluarga, dimana disana sudah ada sang suami, dan kedua putra putri nya
"kakak kenapa bun?" tanya lisa
__ADS_1
"kecapean katanya, mungkin dia juga sakit kepala karena seharian nahan nangis, udah biarin aja kakak kamu istirahat" bunda berjalan dan duduk di samping suami nya
"anak itu memang selalu seperti itu, ia tidak pernah mau menunjukan sisi lemah nya dihadapan orang lain" ucap ayah bimo