Kosonge

Kosonge
bagian 12


__ADS_3

leodra berjalan dengan tergesa menuju tempat dimana ia bisa menenangkan dirinya, ia kembali menuju taman yang merupakan tempat favorit tempat nya menumpah kan segala masalah yang menghimpit nya


leodra duduk di kursi taman hingga jam sekolah berakhir, ini bukan pertama kalinya bagi seorang leodra tidak mengikuti pelajaran, karena ia memang selalu berbuat semau nya, ia akan belajar jika mood nya baik dan akan bolos jika fikiran atau pun mood nya buruk.


sesaat setelah bel sekolah berbunyi, leodra kembali ke kelas nya, membereskan buku nya lalu membawa tas nya dan hendak keluar


"lee" panggil gisel


"gue ada urusan" leodra berjalan meninggal kan gisel dan andre di dalam kelas


gisel menatap kepergian leodra dengan sedih, ia tahu bahwa leodra pasti sangat kecewa dengan apa yang sudah ia rencana kan, karena secara tidak langsung itu berarti gisel memperalat leodra untuk kepentingan pribadi nya, gisel benar benar menyesal akan keputusan nya. sedangkan andre hanya melihat aksi saling diam antara leodra dan gisel, jujur ia sangat membenci situasi ini, situasi dimana biasanya mereka akan bercanda dengan hal hal yang sedikit nyeleneh, namun kali ini leodra menunjukan kembali wajah datar yang selama ini sudah sedikit berkurang itu

__ADS_1


leodra segera berjalan dengan tergesa menuju sanggar pramuka di sekolah nya yang merupakan tempat ia dan teman teman seorganisasi nya untuk berkumpul


"assalamu'alaikum" salam leodra saat memasuki ruangan


"wa'alaikum salam" jawab mereka semua serempak


mereka semua bersalaman dengan salam khas anak pramuka


mereka semua langsung duduk dan bersiap untuk memulai rapat tentang acara yang akan mereka adakan, sepanjang rapat leodra hanya diam dan sedikit memperhatikan, ini memang suatu kebiasaan bagi leodra, ia akan diam selama rapat berlangsung dan tidak akan memberi sanggahan apapun bahkan sampai acara selesai


"gimana dari pradana, mungkin ada yang perlu ditambah mengenai usulan dari kakak kakak yang lain tadi?" tanya moderator

__ADS_1


"pas" jawab leodra


mereka semua sudah sangat faham dengan sikap leodra jadi mereka tidak terlalu ambil pusing akan sikap acuh nya tersebut, karena mereka tahu di balik sikap nya yang seakan acuh tersimpan rasa tanggung jawab yang begitu besar dalam diri leodra


setelah moderator menutup rapat, maka leodra langsung beranjak dan berpamitan untuk pulang


"baiklah kalau begitu, saya izin" leodra menangkup kan tangan nya di depan dada dan di jawab anggukan oleh semua anggota nya dan tak lupa salam khas selalu mereka budayakan


leodra berjalan dengan wajah datar nya dan para siswa maupun siswi yang tak sengaja berpapasan dengan nya pun hanya melihat nya dengan acuh, mereka sudah faham dengan teman mereka satu ini, ia akan selalu menampil kan wajah datar nya apalagi jika dirinya dalam masalah, dan daripada mereka semua mendapat masalah hanya karena mengganggu kenyamanan seorang leodra, maka lebih baik bagi mereka untuk diam


leodra berjalan melewati koridor sekolah dan berniat untuk pulang namun saat ia melintas di depan kelas fisika, ia mendengar seseorang yang memanggil nya dengan cukup keras dari arah belakang

__ADS_1


"leodra" panggil nya


__ADS_2