
sesampai nya di taman sekolah, kedua nya duduk di bangku taman dan saling diam dengan fikiran masing masing
"lee" gisel memulai pembicaraan
"kenapa?" tanya leodra
"gue.. pengen jujur sama lo" gisel nampak ragu akan apa yang ia sampaikan
"jujur apa nih kayak serius banget gitu?" tanya leodra penasaran
"tapi lo jangan ngeledek gue ya" gisel masih mencoba mengulur waktu agar ia sanggup untuk mengatakan isi hati nya
"iya iya, kenapa? cerita buruan"
gisel menarik nafas dalam untuk mengatakan hal yang cukup mengganjal di hati nya saat ini
"gue.. cin.. ta" gisel menggantung ucapan nya dan membuat leodra penasaran "sama andre" sambung nya
leodra memandang gisel tak percaya, raut wajah yang tadi menunjukan penasaran kini berubah menjadi raut wajah kecewa, jauh didalam hatinya leodra merasa hancur.
bagaimana mungkin ia dan gisel menyukai satu orang yang sama, dan orang itu adalah sahabat mereka sendiri. leodra yakin rasa cinta gisel untuk andre sangat lah besar, terbukti kini gisel mengatakan cinta kepada andre sedang kan saat ini pun gisel sudah memiliki kekasih yang bahkan hubungan kedua nya sudah berjalan tiga tahun lamanya
"lee" gisel melambaikan tangan nya di depan wajah leodra "kenapa?" tanya gisel melihat keterkejutan diwajah sahabat nya itu
leodra mencoba menguasai dirinya dengan menghembus kan nafas nya dengan pelan
"mm nggak, nggak papa cuma shock aja denger lu suka sama andre" jawab leodra mencoba menguasai dirinya
"aneh ya?" tanya gisel dengan nada yang sangat lemah
__ADS_1
"nggak, nggak aneh kok, gue cuma nggak nyangka aja kalo lo ternyata suka sama andre" jawab leodra
"terus gue harus gimana sekarang?" gisel mencoba meminta solusi dari sang sahabat
leodra mengangkat bahu nya acuh
"ikutin kata hati lo aja"
"gue cinta sama dia" jawab gisel spontan
"terus?" tanya leodra penasaran
"gue bakal perjuangin cinta gue" gisel menjawab dengan semangat membara, seolah menjelaskan bahwa ia benar benar akan memperjuangakan perasaan cinta nya
leodra masih mencoba untuk tenang
"terus gimana dengan daniel?" tanya leodra
sesampainya di kelas, ternyata siswa yang lain sudah berberes peralatan sekolah masing masing
"mau kemana?" tanya gisel pada teman teman nya
"hari ini kita pulang cepet, soal nya guru rapat" jawab seorang siswa
baik gisel maupun leodra langsung membereskan semua peralatan mereka lalu pulang.
"mm sel, gue kayak nya duluan aja ya pulang nya, soal nya ada urusan" ucap leodra pada gisel
"lu ngga mau gua anterin aja?" tanya gisel
__ADS_1
"kayak nya ngga usah deh, makasih ya sebelum nya, bye" leodra berjalan sembari melambai kearah gisel dan dijawab anggukan oleh gisel
leodra langsung berjalan dengan tergesa, ia ingin menumpah kan segala tangis nya di kamar yang selama tiga tahun menemani nya itu,
saat akan berjalan keluar gerbang, leodra berhenti karena mendengar seseorang memanggil nya
tin.. tin..
"lee" serunya
leodra melihat kearah mobil yang sedari tadi membunyikan klakson nya itu, dan ternyata orang itu adalah kevin
"lu ngga di anterin gisel?" tanya kevin
"ngga, kenapa?" tanya leodra
"yaudah masuk, gue yang anterin" ucap kevin
"makasih, tapi gue jalan aja, lagian deket juga" leodra mencoba untuk menolak
"masuk sekarang!" ucap kevin tak terbantah kan
entah mengapa leodra tidak mampu untuk membantah kevin lebih jauh lagi, mau tak mau leodra menumpang di mobil kevin karena ia malas jika harus berdebat dengan mood yang berantakan seperti saat ini
"kalo ada masalah cerita aja, gue siap kok jadi pendengar yang baik buat lo" kevin mencoba mengorek informasi
leodra memandang kevin dengan intens
"masalah? mana ada masalah yang mau hinggap ke gue, yang ada tuh masalah langsung ngibrit kalo sama gue mah" leodra masih berusaha menutupi masalah nya
__ADS_1
"gue kevin, bukan andre ataupun gisel yang akan percaya gitu aja sama omong kosong lo, gue tau lo ada masalah, tapi kalo lo belum siap cerita yaudah, gue maklumin" ucap kevin serius
"ngaco" leodra tetap berusaha menguasai dirinya