
tring... tring...
suara ponsel membuat lamunan andre buyar, di lihat nya layar ponsel untuk melihat siapakah yang menghubungi nya di jam kerja seperti ini, dan terpampang lah nama 'mama' di layar ponsel nya, buru buru ia mengangkat panggilan dari mama nya tersebut
"halo ma" seru andre sesaat setelah mengangkat panggilan
"ke rumah sakit sekarang" titah nyonya sonia
"si.. siapa yang sakit ma? mama sakit? atau... "
"istri kamu di rawat, di rumah sakit kasih bunda kamar vvip no. 20" ucap nyonya sonia langsung agar putra tidak berasumsi lebih jauh lagi
tut...
panggilan terputus, menyisakan andre yang kini masih mematung dengan ponsel yang masih setia berada di telinga nya, sesaat kemudian ia pun tersadar dan segera memanggil asisten nya
"mark, keruangan ku sekarang" panggil andre dari saluran interkom
tak lama setelah itu muncul lah mark dari balik pintu ruangan nya
"tuan memanggil saya?" tanya mark sopan
__ADS_1
"urus semua pekerjaan hari ini, saya harus ke rumah sakit sekarang" andre segera beranjak dari kursi kebesaran nya dan hendak berjalan keluar
"rumah sakit? tapi sia.. " belum sempat menyelesaikan ucapan nya andre lebih dulu menyahut
"istri ku sakit dan sekarang sedang di rawat" andre segera keluar dari ruangan nya meninggal kan mark seorang diri.
"istri?" beo mark, sesaat kemudian ia menarik sedikit sudut bibir nya, menyungging kan senyum tipis yang bahkan nyaris tidak terlihat
*
*
*
leodra melihat kearah pintu, disana berdiri sosok yang ia cintai tengah menatap dengan mata teduh kearah nya, leodra tersenyum kepada sosok tersebut lalu berusaha bangkit dari posisi berbaring nya, dengan segera andre mempercepat langkah nya menuju ranjang leodra dan membantu sang istri untuk duduk
"apakah ada yang sakit?" tanya andre setelah berhasil membantu leodra duduk dengan posisi ternyaman nya
leodra menggeleng
"tidak ada yang sakit, mama hanya terlalu khawatir saja" leodra masih berusaha memperlihatkan senyum nya seakan ia benar benar baik baik saja
__ADS_1
"maaf" ucap andre
leodra mengernyit, dengan pernyataan andre
"maaf untuk?" tanya leodra, karena sejujur nya ia tidak tahu maksud kata maaf yang di ucapkan andre
"untuk ketidaktahuan ku dengan makanan yang kau sukai atau tidak" andre berucap penuh sesal
leodra tersenyum mendengar penuturan andre, ia berharap apa yang diucap kan andre benar benar tulus dari dasar hatinya
"setidak nya kau sudah berusaha" leodra mencoba memenangkan hati andre dengan memuji nya
"tapi ternyata gagal" sahut andre cepat, ia tahu leodra berusaha menghibur nya, tapi jauh di dasar hatinya ia benar benar menyesal telah membuat leodra berada dalam posisi ini
"bukankah kegagalan adalah langkah awal dari keberhasilan?"
leodra kembali tersenyum untuk menenang kan hati andre, entah mengapa ia merasa bahwa andre benar benar tulus mengkhawatirkan nya
andre melihat leodra yang saat ini tengah tersenyum manis padanya, ada rasa sesal dalam hati andre karena telah mengkhianati leodra, andre tidak bisa membayangkan jika sampai leodra tahu kebenaran bahwa andre masih sangat mencintai gisel, maka leodra akan membenci nya dan memutuskan persahabatan mereka yang bahkan baru beberapa minggu ini dianggap leodra. namun di satu sisi ia juga tidak bisa membohongi hatinya bahwa masih nama gisel yang terukir dengan indah didalam sana
'maaf jika suatu saat kau akan kecewa setelah mengetahui semua nya' andre menggenggam tangan leodra lalu mengecup nya dengan begitu lembut, seolah ingin mewakilkan permintaan maaf yang belum bisa ia sampaikan
__ADS_1