
disaat sedang menunggu supir keluarga untuk menjemput, tiba tiba hp leodra bergetar yang menandakan panggilan masuk, dilihat nya ternyata panggilan masuk dari kak bian yang merupakan kakak laki laki leodra
"hallo assalamu'alaikum, adek yang mana yang sakit kak?" tanya leodra to the point
leodra merupakan anak kedua dari empat bersaudara, maka dari itu ia menanyakan perihal adik yang manakah yang sakit
"udah, kamu tunggu aja pak agus disana" kak bian langsung mematikan panggilan nya
leodra mencoba untuk menghubungi kembali kakak nya itu namun ternyata ada panggilan lain yang masuk ke hp nya, dan itu panggilan dari tante nana
"hallo" leodra menjawab tak bersemangat
"kenapa sayang?" tanya tante nana
"tan, adik yang mana yang sakit?" tanya leodra
__ADS_1
"adik yang bungsu sayang, kamu yang sabar ya. karena adek udah ngga ada"
jedarrr....
leodra merasa dunia nya hancur, ia tidak menyangka adik imut nya yang baru berumur tiga bulan itu sudah tiada, leodra merasa menjadi kakak yang paling buruk di dunia ini.
dulu saat kelahiran adik nya tersebut ia tidak ada di rumah, ia baru bisa pulang dan melihat langsung wajah sang adik saat adiknya berumur dua belas hari, dan kali ini adik nya meninggal ia pun tidak ada di sisi nya. yaa tuhan takdir macam apa ini?
"lee yang sabar ya" ucap tante nana yang ternyata belum memutuskan sambungan telpon nya
"ia tan, udah ya tan pak agus udah sampe soal nya" bohong leodra
"iya, kamu hati hati dijalan" ucap tante nana
setelah telpon di matikan leodra langsung terisak, ia tidak menyangka takdir adiknya hanya sampai disini, namun entah mengapa jauh didalam hatinya leodra tidak bisa percaya semua ini, semua ini sangat sulit untuk di percaya, adiknya meninggal pada tanggal yang seharus nya menjadi ulang tahun kakak nya. leodra masih positif thinking, ia yakin ini semua hanya prank dari keluarga nya
__ADS_1
setelah cukup lama leodra menunggu, akhir nya pak agus pun tiba
"non, maaf bapak teh lama" ucap pak agus sungkan
"iya ngga papa pak, ayok langsung berangkat aja" leodra berusaha menyembunyikan kesedihan nya
selama di perjalanan leodra selalu melirik pak agus yang saat ini sedang fokus pada kemudi nya, leodra ingin sekali bertanya akan kebenaran semua ini. karena leodra pun tidak mengerti dengan hatinya, disatu sisi hatinya sangat yakin bahwa ini hanya sekedar prank, namun di sisi lain ia juga seperti nya mempercayai apa yang di ucap kan oleh tante nya.
leodra ingin sekali bertanya
'kapan kah adik nya tersebut akan di makam kan, apakah hari ini juga ataukah menunggu besok' namun leodra mengurungkan niat nya karena ia takut jika info dari tante nana ternyata bohong dan ia akan di kira gila karena mendo'a kan adik nya tiada
kini tibalah leodra di kampung nya, di perjalanan menuju rumah nya ia melihat para warga yang memakai peci dan nampak seperti orang yang habis melayat, dan disitulah leodra percaya akan info yang disampaikan oleh tante nya.
seketika itu pula air mata nya jatuh, ia tidak bisa menahan kesedihan ini, ia tak mampu. namun leodra berusaha sebisa mungkin menguasai dirinya agar terlihat tegar, walau bagaimana pun selama ini tidak pernah ada orang yang melihat nya menangis
__ADS_1