Kosonge

Kosonge
planing


__ADS_3

leodra menatap gerbang sekolah yang ada di hadapan nya ini dengan senyuman penuh, sekolah yang sudah 3 tahun ini banyak memberikan pelajaran berharga untuk nya


"hai gengs good morning pagi pagi" seru leodra saat memasuki kelas


"makanya kalo di suruh belajar tuh belajar, jangan malah bolos. mana ada orang nyapa good morning pagi pagi" gisel menjawab dengan mode sewot nya


"itulah kelebihan gue, kalo cuma good morning itu udah biasa, tapi kalo good morning pagi pagi, itu baru luar biasa. ngomong ngomong babang andre belum dateng nih?" leodra tampak celingukan mencari keberadaan laki laki pujaan nya itu


"biasa... lu berdua kan sebelas dua belas" jawab gisel dan di hadiahi tatapan tajam namun dengan wajah menggemas kan khas leodra


tak lama setelah kedatangan leodra, kini nampak laki laki yang terlihat amat sangat tampan yang sudah dinantikan oleh dua gadis itu sedari tadi


"hai" sapa andre pada gisel dan leodra dengan gaya nya yang selalu tebar pesona


"inget jalan juga loh? gue kira udah lupa jalan kesekolah makanya telat mulu" cerocos leodra


"sadar neng? lu berdua tuh sama aja, untung ngga lahir dari rahim yang sama, kalo sampai kalian lahir dari rahim yang sama, udah" gisel mengangkat kedua tangan nya "gue yakin orang tua lu berdua angkat tangan ngadepin anak kayak kalian" sambung nya

__ADS_1


"eeh ni bocah sembarangan kalo ngomong, model kayak kita gini limited edition tau" seru andre sembari menoyor kepala gisel dan di hadiahi tawa oleh leodra


kring.. kring..


bel masuk berbunyi dan seketika itu semua siswa langsung duduk di kursi masing masing untuk memulai pelajaran.


hari ini adalah hari yang paling membosan kan bagi anak sosial, dimana hari ini adalah hari menghitung ketinggian suatu pohon dengan rumus rumus yang memusing kan.


setelah sekian lama mengikuti pelajaran yang membosan kan itu akhir nya pelajaran pun usai, dan kini saat nya istirahat, tempat paling tepat yang menjadi tujuan tiga sekawan itu adalan kantin


"yaelah ini baru semester satu kali, udah mau lulus aja" leodra menjawab dengan ketus, entah mengapa ia sangat sensitif jika menyangkut perpisahan


"ya kan planning aja dari sekarang" jawab gisel


"kalau gue sih kayak nya kuliah" andre menyahut


"lo?" tanya andre pada gisel

__ADS_1


"kayak nya sih kuliah juga, cuma belum tau dimana" jawab gisel


"kalo lo gimana lee?" tanya gisel pada leodra yang sedari tadi asik memakan makanan nya


"ga tau, nikah mungkin" leodra menjawab dengan acuh


"ehh buset nih bocah ya, omongan nya ga jauh jauh dari nikah" balas gisel


"toh juga nanti kan nikah juga ujung ujung nya" jawab leodra tak mau kalah


"ya iya tapi jangan buru buru kali, belajar dulu yang bener, mau langsung nikah aja" gisel kembali dengan mode sewot nya


"iya masa mau langsung nikah aja, mau lo setelah nikah jadi ibu rumah tangga, diem aja di rumah ngga ada kerjaan" timpal kevin dari arah belakang leodra dan duduk bergabung bersama mereka bertiga


leodra melirik kevin, gisel dan andre bergantian lalu melanjut kan makan nya "ya selagi orang nya masuk kriteria ngga jadi masalah mau jadi ibu rumah tangga juga, toh kebutuhan kan terpenuhi sama suami" leodra tersenyum membayangkan menjadi ibu rumah tangga yang merdeka


mereka bertiga hanya geleng geleng kepala mendengar penuturan leodra, pasal nya kriteria yang diingin kan oleh leodra sangat lah tinggi, walaupun sebenar nya mereka tahu bahwa leodra tidak mungkin benar benar memilih kriteria itu

__ADS_1


__ADS_2