
" Huaaa akhirnya pagi juga ",
" Eh kenapa ini kenapa kalian berdua ada DI TEMPAT TIDURKU! ",
Eyes terkejut sambil berteriak karena Erui dan Elia ada di tempat tidurnya.
Sedangkan Stella, Alisa, dan Lila membantu membuat makanan pagi.
" Kak Stella kenapa Eyes berteriak ? ",
" Benar kenapa ayah angkat berteriak ? ",
Alisa dan Lila bertanya kepada Stella tentang keributan di kamar Eyes.
Stella pun segera menyelanya takutnya akan membawa dampak buruk pada mereka, Stella pun memberikan tugas pada Alisa dan Lila untuk menyiapkan piring agar mereka tidak bertanya tentang hal tadi lagi.
Setelah semuanya siap Stella pun memanggil Eyes dan adik kakak itu turun untuk makan.
" Hoi apa kalian tidak lapar kalau lapar turun dan segera ambil makananmu ",
Mereka pun turun dengan Eyes yang sedang mengomel.
" Kalian ini bisa tidak jangan menyelinap di kamarku bukankah kalian semua sudah ku beri kamar sendiri itupun lebih besar dari punyaku ",
" Kenapa sih tidak boleh sesekali saja aku dan kakak ku ingin bersamamu, benarkan kak ? ",
" Tidak tahu ",
" Uhhh kakak tidak pernah berubah sama sekali !",
Perdebatan itu berakhir saat mereka sampai di tempat duduk di meja makan lantai satu.
Mereka pun makan bersama dan membahas tentang cara mencari orang tua Lila.
Karena mereka berfikir tempat liburan terdekat kemungkinan adalah tujuan mereka.
Semua pun berfikir sama tetapi Elia menyela dan menyalahkan Eyes tentang keterlambatannya dalam mencari orang tua Lila.
" Kita terlalu lama mencari orang tua Lila itu karena dirimu Eyes ",
Eyes pun menyela pernyataan yang dibuat Elia.
" Tunggu tunggu, hoi apa maksudmu menyalahkanku namanya juga mencari orang haruslah bersabar dan berfikir ",
" Lalu kenapa kau tidak berfikir saat itu dan menggunakan benda itu untuk mencari lokasi mereka ? ",
Lalu Elia pun menjelaskan kenapa itu bisa salah Eyes.
" Akhhhh, benar juga kenapa aku tidak menggunakan cermin itu saja sungguh bodohnya aku !! ",
Ucap Eyes dalam hatinya.
Kemudian Elia pun menyerang Eyes dengan serangan mental.
" Dasar bodoh ",
Serangan mental pertama.
" Tidak pernah berfikir sebelum bertindak ",
Serangan mental ke dua.
" Payah ",
Serangan mental ke tiga.
__ADS_1
" Dasar seperti orang tua saja mudah lupa ",
Serangan mental ke empat.
" Tidak punya akal ",
Dana serangan mental ke lima.
" Baiklah baiklah aku salah aku minta maaf ",
Eyes pun meminta maaf pada mereka semua.
Saat selesai berdebat Erui mengusulkan untuk berkunjung di pantai.
Karena di pantai jarak sari tempat Lila tertinggal tidak begitu jauh dan juga sungai itu terhubung dengan lautan pantai itu.
Pada akhirnya mereka pun setuju untuk ke pantai.
Saat Eyes sedang mempersiapkan mobilnya Clara datang padanya untuk meminta Eyes mengajaknya.
" Hai Eyes ",
" Oh Clara ada apa kamu datang mencariku ?
" Apa benar kau akan pergi liburan ke pantai ? ",
" Iya benar memang kenapa ? ",
" Bawalah aku denganmu ke pantai ayolah boleh ya boleh !! ",
" Baiklah baiklah tapi berhentilah menggoyangkan badanku ",
Karena mobil Eyes tidak dapat di muat oleh banyak orang dia pun menyarankan Clara untuk menaiki kendaraan lain buatannya.
Clara pun menyetujuinya.
Semua orang pun siap untuk berangkat dan barang barang sudah di tempatkan di belakang mobil mereka yang termasuk Clara juga.
Air lautan pun telah terlihat dan membuat mereka gembira karena tujuan mereka liburan mendekat.
Hanya butuh beberapa menit mereka tiba di pantai.
" Wah karena ini dekat dengan istanah kelihatanya sedikit ramai disini ! ",
Alisa dan Lila langsung bermain air di temani oleh Stella.
Yang lainya menyiapkan payung, makanan, dan tempat berteduh untuk beristirahat.
" Kalian hati hati ya ",
Pesan Eyes kepada Alisa dan Lila.
" Baik ",
Clara, Elia dan Erui bermain bola voli yang di siapkan oleh Eyes saat perjalanan.
Eyes hanya duduk dan bersantai sejenak sambil melihat lihat isi tas pada status bar.
Setelah beberapa jam dan saat nya untuk beristirahat sambil makan.
" Kalian semua waktunya istirahat !",
" Kami datang ",
Makanan yang di keluarkan Eyes sangat enak membuat mereka bersemangat.
__ADS_1
Sambil bersenang senang mereka mengobrol dengan gembira.
" Eyes kami pergi main dulu ya di sekitar sini! ",
" Baiklah jangan main jauh jauh ",
Eyes dan yang lainya hanya mengawasi Alisa dan Lila dari kejahuan.
Tiba tiba sesuatu dari dalam air keluar dan ternyata itu adalah sebuah pasukan dari dalam lautan.
" SEMUA PASUKAN TANGKAP SEMUA ORANG YANG ADA DI PANTAI INI !! ",
Perintah gadis komandan yang keluar dari lautan.
Eyes langsung terbangun langsung ketika kejadian itu terjadi.
Lalu ada lagi seorang gadis dewasa yang datang menghampiri Lila.
" Lila apa kau baik baik saja ? ",
"Dan siapa anak yang di sebelahmu ? ",
" Kakak mereka itu telah membantuku kenapa kalian berbuat jahat pada mereka ",
Kemarahan Eyes tiba tiba meningkat dan auranya pun keluar membuat pasukan dari dalam air itu bergetaran.
Tetapi komandan itu tetap bersikeras menangkap Eyes.
Saat pasukan itu ingin menyerang Eyes mereka tidak bisa melakukanya karena saat berada beberapa meter dengan Eyes bisa membuat mereka langsung pingsan.
Pada akhirnya komandan itu sendiri yang menghadapi.
Hanya dengan membuka mata Eyes saja itu dapat membuat komandan itu berlutut.
" Kakak cepat hentikan ini semua !",
" Baik aku mengerti Lila !,"
Kakak Lila menuruti kata adiknya karena melihat Eyes yang begitu kuat dan tidak berani lagi membuatnya marah.
" Kalian sudah cukup lepaskan mereka semua dan kalian kembalilah ke istanah bawah komandan dan aku akan tetap disini! ",
Yang lainya pun berusaha menenangkan Eyes setelah kejadian itu.
Lila menjelaskan pada kakaknya dan komandan mereka tentang kejadian yang sebenarnya.
Kemudian Kakak Lila dan komandan itu meminta maaf pada Eyes dan yang lainya juga.
" Maaf kan kami karena berbuat lancang padamu ! ",
" Tidak apa apa maafkan aku juga karena membuat pasukanmu kesusahan ",
" Terimakasih karena memaafkan kami Tuan Eyes, perkenalkan namaku adalah putri Roura dan ini komandan pasukan kami bernama Karina ",
Eyes pun mengajak mereka untuk ikut bergabung dengan mereka dan bertanya beberapa hal tentang ada kejadian apa sampai Lila tertinggal di perjalanan mereka.
Mereka mengatakan bahwa tempat benteng di bagian Utara telah di kuasai oleh pasukan iblis air.
" Setelah benteng kami di serang kami melintasi beberapa jalan air menuju lautan dengan hati hati tetapi. . . . . . ",
" Tetapi ? ",
" Aku lalai dalam menjaga adikku, perjalanan hampir beberapa jam saat sudah sampai aku sadar adikku tertinggal lalu kami berencana mencari nya besok pagi dan saat ingin berangkat kekuatan energi Lila menyebar sampai ke tubuhku ",
" Jadi saat kau sudah sampai di permukaan kau mengira kami menculik Lila dan kau juga mengira Lila mengeluarkan kekuatannya karena terpojok ? ",
__ADS_1
" benar ",
Eyes pun menjelaskan kekuatan Lila keluar karena Lila menggunakannya untuk bermain air dengan Alisa.