
Setelah membereskan monster itu untuk persediaan mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari jalan keluar dari dungeon ini.
Dengan keadaan yang membosankan Erui berbincang bincang sambil menanyakan beberapa hal tentang Eyes.
"Setelah keluar dari dungeon ini kau mau apa?"
Erui bertanya sambil penasaran.
"Mungkin aku akan sibuk dengan pecahan pedang ini".
Eyes tak mau membicarakan hal tentang mengalahkan raja iblis karena dia tidak mau lagi bersangkutan dengan dunia lamanya.
Tujuan Eyes mengumpulkan pecahan pedang itu karena dia penasaran kekuatan apa yang akan dia dapat setelah melengkapi pecahan pedang tersebut.
Karena pedang dan dua komponen jiwa yang di dapatnya seperti memiliki kekuatan yang besar.
"Dua komponen saja sudah sekuat ini bagaimana jika delapan komponen ini terkumpul dalam satu pedang ini?",
Eyes penasaran sambil bergumam.
Dari beberapa hari mereka berkeliling dan sesekali memburu monster yang levelnya di atas puluhan yang membuat Eyes tanpa sadar telah naik level secara drastis.
Karena lamanya perjalanan Eyes bingung harus kemana lagi untuk mencari jalan keluar dan iseng iseng menanyai Elia dan Erui.
"Apakah kalian tahu jalan keluar disini?, hahaha mana mungkinkan, kalian saja hanya terjebak di dalam kristal itu mana mungkin tahu jalan keluar",
Elia menjawab bahwa mereka tahu jalan keluar dungeon ini yang membuat Eyes semakin bingung.
"Apaaaa!!!!,"
"Kalian tahu jalan keluarnya kenapa tidak memberitahuku dari awal perjalanan.",
"Jika kalian memberi tahuku sejak awal mungkin kita sudah keluar dari sini hadehhhh",
Dengan wajah datarnya Elia kembali menjawab Eyes.
"hoi bukan kah kau yang menyuruh kami untuk mengikutimu saja, jadi kami hanya menurut",
Eyes hanya bisa diam kerena dia tidak ingin berdebat.
"Ya sudahlah terserah kalian,jadi dimana jalan keluar itu apakah membutuhkan waktu lama untuk kesana?",
Erui dan Elia pun menunjuk tangan nya ke belakang Eyes yang ber tandakan jalan keluarnya ada di belakang nya.
"Fuihh, sukur lah jika itu di belakangku jadi tidak perlu waktu lama lagi untuk perjalanan sia sia ini.",
Tetapi untuk mekanis ini seperti puzzle yang kebetulan itu seperti puzzle anak sekolah dasar dan membuat Eyes sedikit tertawa karena itu terlihat gampang baginya.
Erui dan Elia membantahnya dan mengatakan bahwa itu sulit.
"Itu mekanisme yang paling sulit di dunia ini!!",
__ADS_1
Erui berteriak sambil kesal karena Eyes meremehkan mekanis itu. Elia pun bertanya apakah Eyes bisa menyelesaikan puzzle tersebut.
"Jadi apakah kau bisa memecahkan puzzle ini jika itu gampang bagimu?",
Eyes pun menjawab sambil tertawa.
"Hahaha, puzzle ini hanya perlu aku geser geser saja sudah selesai.",
Dengan sangat cepat Eyes menyelesaikannya dan membuat mereka berdua terbengong keheranan.
mereka bertiga pun keluar dari dungeon itu,tetapi bukan keluar melalui pintu utama justru pintu lain.
Tak lama kemudian datang seorang gadis yang meminta tolong karena dirinya di kejar oleh seekor monster.
"Tolong aku seseorang siapapun!!!!",
Dengan kekuatan Eyes yang telah meningkat pesat tak perlu waktu lama dengan hanya memukul monster dengan tangan kosong monster itu pun kalah.
Berganti cerita ke tempat teman temanya Eyes kembali.
"Gul bagaimana dengan Eyes?",
Tanya temanya yang sedikit hawatir dengan Eyes. Justru Gul malah mengumbar dan justru berkata yang tidak tidak.
"Sudah lah jangan hawatirkan dia tak ada gunanya menyelamatkan dia, mungkin Eyes sudah jadi santapan monster itu.",
Tak sengaja clara mendengar percakapan mereka saat sedang mengantarkan peralatan mereka.
Kata clara sambil khawatir.
Kembali lagi ke Eyes dan yang lainya. Setelah menyelamatkan gadis itu Eyes pun bertanya darimana asalnya dan bagaimana dia sampai di kejar monster itu.
"Apa yang kau lakukan disini dan dimana tempat tinggalmu?, kenapa monster itu menyerangmu?",
Setelah menjelaskan semua bahwa desanya sedang di serang oleh sekelompok goblin yang berusaha menangkap mereka semua untuk sandra dan yang mengejar gadis itu adalah salah satu anjing dari goblin itu.
Setelah menjelaskan Eyes pun bertanya siapa nama gadis itu.
"oh iya ngomong ngomong siapa namamu bocah?",
Gadis itupun menjawab dengan dengan sedikit kesal karena di katakan bocah oleh Eyes.
"Hmmmmm, namaku Stella dan aku bukan bocah!!!",
"Ok Stella bawa aku ke desamu",
"baiklah",
Eyes pun tak sengaja melihat status bar nya bawaha skill pemanggil benda nya kini be evolusi menjadi skill perwujudan dan Eyes pun memikirkan ide yang menyenangkan.
Skill perwujudan adalah skill yang berevolusi yang dapat mewujudkan benda benda yang ukuranya sedang.
__ADS_1
"Erui, Elia, Stella bantu aku merakit ini, gambar cetakanya ada disana",
Eyes meminta bantuan mereka untuk membuat sesuatu hal yang besar untuk melawan pasukan goblin itu dengan cepat.
Dengan kebingunan mereka bertiga Erui,Elia,dan Stella mengikuti rancangan cetakankanya dengan begitu teliti agar tidak ada yang salah.
Mereka berhasil membuat dua buah benda dari rancangan cetakan itu dan segera memberi tahukan nama benda itu.
"Aku Eyes sebagai penemu benda ini akan memberi nama benda ini adalah sebuah Tank!!".
Dalam hati Eyes berkata.
"Untung saja aku pernah melihat di internet tentang cetakan pembuatan tank hehehe",
Mereka semua kebingungan tentang apa yang disa di lakukan dengan benda ini untuk melawan goblin itu.
Karena Eyes tidak ingin ambil pusing diapun tancap gas menuju desa yang ditinggali oleh stella.
Setelah itu sebuah ledakan mengejutkan sebagian penduduk desa dan para goblin yang sedang berjaga disana.
Ini pertama kali Eyes bermain main menggunakan sebuah mesin besar dan harus hati hati agar tidak mengenai penduduk desa.
Sebagian gerombolan goblin lari dan hanya menyisahkan beberapa saja, karena tinggal membereskan beberapa saja seluruh kemudi di kendalikan Elia dan tugas Eyes hanya perlu membasmi para goblin itu.
Beberapa jam pun berlalu warga desa sangat terbantu dengan datangnya Eyes ke desa.
"Terimakasih karena telah menyelamatkan desa kami kami sangat bersyukur sekali",
Eyes menjawab dengan agak sedikit malu dan bangga.
"Ehh,ya sama sama",
Malam pun tiba semua warga desa pun berpesta atas kebebasan mereka dari para goblin itu, karena Eyes sangat menikmati pesta itu yang membuatnya mengantuk tak disangka Elia yang dingin memindah kan kepala Eyes kepangkuanya dan membuat adik nya iri.
"Uh kakak seharusnya aku yang berada di situ!!",
Kata si Erui sambil kesal.
"Tak apa kapan kapan gantian kau yang akan ada di posisi ini.",
Pagi pun tiba Eyes,Elia dan Erui ingin melanjutkan berjalananya dan meninggalkan sebuah tank nya untuk senjata melawan monster jika ada yang datang ke desa mereka.
"Ini kendaraan yang aku hadiahkan buat kalian dan ini cetakan untuk membuat peluru nya dan cara menggunakan benda ini",
Warga desa desa pun berterimakasi pada mereka bertiga.
Saat hampir pergi Stella memanggil mereka dan berinisiatif untuk ikut bersama mereka.
Setelah menjelaskan bahwa Stella tidak memiliki keluarga lagi di desanya Eyes pun memperbolehkannya untuk ikut dengan syarat harus menurut perkataanya.
Stella pun menyetujuinya, berangkatlah mereka ber empat menggunakan mobil jeep yang sudah di rancang oleh Eyes saat pagi mulai terang, setelah itu mereka berpamitan dengan warga desa tersebut dan memulai perjalanan pertama mereka di dunia luar.
__ADS_1