
Kabar tentang Eyes yang mengalahkan banyak pasukan raja iblis telah menyebar ke seluruh benua, dan menyebut Eyes sebagai pahlawan.
Lama kelamaan mulai terdengar oleh Gul, tetapi Nama Eyes semakin lama semakin hilang hanya nama pahlawannya saja yang tersebar.
Gul memiliki rencana untuk merekrut pahlawan itu untuk membantu mereka mengalahkan raja iblis.
Mereka tidak tahu bahwa pahlawan itu adalah Eyes.
Berganti ke Eyes yang hampir sampai ke kuil naga emas dan berhenti sejenak ke kota selanjutnya.
Eyes berhenti di kota itu untuk mencari uang sejenak, dan pergi ke guild petualang bertanya tentang tugas yang menghasilkan uang banyak.
"Permisi apakah ada misi yang dapat menghasilkan banyak uang?",
Pegawai guild bertanya apakah Eyes sudah terdaftar sebagai petualang atau belum.
"Apakah tuan punya kartu petualang untuk mengakses misi ini?",
"Eehhh, sebenarnya punyaku hilang entah kemana jadi aku kesini sekalian mendaftar",
Pegawai guild langsung memberikan formulir dan segera Eyes mengisinya.
Setelah meneliti Pegawai guild itu terkejut karena nama petualang yang di depannya adalah pahlawan Eyes.
Kerena kota yang pertama dan kota kedua yang pernah di kunjungi hampir berdekatan jadi nama Eyes masih terdengar oleh mereka.
Membuat satu ruangan terkejut.
"Heh apakah dia benar Eyes si pahlawan itu?",
"Entahlah kawan kemungkinan itu benar karena dikabarkan juga dia membawa tiga gadis cantik",
"Wah beruntung sekali dia sudah kuat dan terkenal lagi",
Bisik bisik dari para petualang yang ada di dalam ruangan.
Karena pegawai itu mengira Eyes hanya petualang yang levelnya rendah saat ia melihat data petualang Eyes tadi pegawai guild pun mengganti misi yang semula tingkat C menjadi tingkat S.
Data guild menjelaskan bahwa misi mereka membunuh monster raksasa level 70 bersama party Black slayer yang sebenarnya party milik Gul.
Misi itu membuatnya ingin membuang jauh jauh kertas itu, tapi karena hadiahnya lumayan Eyes tak bisa menolak.
"Baiklah aku terima ini",
"Ok akan ku daftarkan segera kau ke guild petualang kami!",
Elia pun menyinggung dengan perkataan yang sedikit membuat kesal Eyes.
"Ehemm, Aku tidak akan terlibat lagi dengan dunia lamaku.",
Karena menyinggung Eyes langsung membantah dengan sedikit malu perkataan itu.
"Diam, ini juga karena kalian memakan bekal terlalu banyak di perjalanan membuatku harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli lagi makanan saat di perjalanan.",
Stella dan Erui pun tertawa saat melihat reaksi wajah Eyes yang aneh.
Waktu yang di tentukan adalah besok karena berhubung party milik Gul yaitu Black slayer belum datang ke kota itu.
__ADS_1
Para wanita menyarankan untuk menginap di penginapan.
Tetapi uang yang dimiliki Eyes tidak cukup untuk menginap dan hanya bisa membeli makanan saja.
Kemudian ketua Guild tiba tiba menghampiri Eyes dan meminjamkan kamar untuk mereka berempat.
"Nak bagaimana jika kau menginap disini sementara, tetapi aku hanya memiliki satu kamar dengan dua tempat tidur saja",
"Terimakasih ketua Guild karena telah meminjami kami satu kamar, itu saja sudah cukup buat kami.",
Eyes pun berterima kasih dan menyuruh mereka para wanita dahulu.
Persaingan sengit terjadi disini dimana mereka berebutan untuk bisa tidur berdampingan dengan Eyes.
"Karena kalian kakak beradik harusnya kalian tidur bersama kan",
Ucap Stella sambil tersenyum manis.
"Apa?,seharusnya kami yang tidur disamping Eyes, benarkan kakak",
"Tidak, kalian tidurlah berdua aku akan tidur dengan Eyes",
"Uhhh kakak",
Saat disitulah ide mereka muncul.
"AKU PUNYA IDE",
Dengan kompak dan serentak mereka memiliki ide, yaitu menghancurkan kasur di sebelahnya dan membuangnya dengan begitu mereka bertiga akan impas.
Saat kembali Eyes pun terkejut, yang ketua Guild bilang bahwa di ruangan itu terdapat dua kasur tetapi ini hanya satu.
Tetapi karena Eyes mengetahui niat mereka Eyes pun mengerjai mereka.
"Oh tidak disini tidak ada tempat tidur lagi apakah aku akan tidur di sana?",
Mereka bertiga pun menawarkan untuk tidur di tempat tidur mereka.
"Kalau begitu kesini hehehe",
Eyes pun menjawab dengan tertawa.
"Kalian bodoh ya setelah menghancurkan tempat tidur itu dan membuang nya, terus berfikir bahwa aku tidak akan ada tempat tidur lagi dan aku terpaksa tidur bersama kalian",
Mereka terkejut karena ketahuan rahasia mereka.
"Bagaimana kau tahu?",
"Itu rahasia perusahaan",
Itu membuat mereka putus asa.
"Aku mengetahui karena aku mendapatkan
skill dari monster cacing beberapa hari yang
lalu yaitu dapat merasakan getaran dari tanah
__ADS_1
dengan jelas, saat mereka membuang tempat tidur itu aku bisa merasakannya dan langsung mengeceknya",
Eyes mengatakan itu dalam hati.
"Sudah lah, apakah kalian lupa bahwa aku memiliki skill yang dapat membuat suatu benda?",
Setelah itu Eyes membuat tempat tidur yang mewah dan membuat mereka bertiga sedikit kecewa.
Pada malam hari Erui, Elia dan Stella ingin merencanakan sesuatu yaitu menyelinap ke tempat tidur Eyes dengan hati hati.
Hal itu tidak akan mudah karena posisi Eyes yang menguasai tempat tidur itu membuat mereka harus menggesernya dengan perlahan tanpa membangunkannya.
"Hoi kak hati hati saat menggeser tangannya",
"Baiklah",
"Stella kau siapkan alat pemukul jika dia tiba tiba terbangun",
"Serahkan padaku",
Mereka bertiga berbicara sambil bisik bisik.
Pagi pun tiba Eyes terbangun dan terkejut karena mereka tidur di tempat tidurnya.
"Sial aku kecolongan, lain kali aku harus lebih berhati hati dan lagi kenapa kepalaku sakit sekali ya seperti habis dipukul keras",
"Tak usah dipikirkan lebih baik aku bersiap siap saja",
Kata Eyes sambil sempoyongan karena kepalanya yang sakit.
Mereka bertiga pun terbangun dan merayakan keberhasilan mereka.
"Yes kali ini kita berhasil",
"Oh iya Stella bukannya kau memukul terlalu keras kemarin",
Ucap Elia
"Hehehe mau bagaimana lagi dari pada beresiko",
Erui pun menenangkan mereka berdua agar tidak terlalu khawatir.
"Sudah lah yang penting kita berhasil, lagi pula Eyes itu kuat tidak mungkin dia mati dalam satu pukulan saja",
Setalah perdebatan itu mereka ikut bersiap siap untuk berangkat juga.
"Oh kalian sudah siap siap?",
"Baiklah ayo berangkat sekarang, tapi tunggu aku untuk mengisi bahan bakar kendaraan ini",
Kata Eyes sambil mengisi bahan bakar kendaraanya.
Meraka berempat pun berangkat menuju lokasi yang di tunjukan pada peta misi Guild.
"Oh iya dari mana kau mendapatkan kekuatan perwujutan ini?",
Erui bertanya asal usul Eyes karena penasaran.
__ADS_1
"Aku pun juga bingung, tapi sepertinya ini kudapatkan dari seorang yang mengaku malaikat",
Sepertinya Erui dan Elia merasa tidak asing dari kata Malaikat itu tetapi mereka tak mau memikirkannya karena bukan urusan mereka.