
Hari hari menyenangkan menurut Eyes di saat dia dapat berkumpul dengan orang orang yang sangat ia sayangi.
Agar dapat menjaga senyuman mereka semua Eyes bertekad untuk menjadi lebih kuat dari siapapun dan tidak ada seorang pun yang akan mengganggu mereka semua.
Karena Eyes tidak ingin terlalu merepotkan putri Roura dan yang lainya juga Eyes berencana untuk segera kembali tetapi putri Roura menyarankan untuk istirahat disini disebabkan hari sudah mulai gelap.
Eyes pun menerima tawaran itu, Eyes tidak ingin mengambil resiko jika ada sesuatu yang buruk menimpa dirinya pasti akan sulit menjaga banyak orang.
" Oh iya di sinikan adalah istanah kerajaan, apakah tidak ada ibu kota di sekitar sini ? ",
Eyes bertanya kepada Putri Roura karena dia penasaran ingin ke ibu kota dan ingin melihat beberapa barang yang mungkin akan berguna di perjalanan.
" Kau itu, dasar Eyes pastinya ada dimana ada kerajaan pasti ada penduduknya juga dong hmmmm ",
" Hahahaha maaf kan aku, aku hanya membual saja ",
" Bagaimana besok pagi sebelum kau kembali kita berkeliling di ibu kota milikku terlebih dahulu ? ",
Putri Roura menawarkan untuk mengantar berkeliling di ibu kota sebelum Eyes kembali.
" Jika itu tidak merepotkan mu boleh saja, mungkin aku akan mendapatkan potongan harga saat membeli barang bersama putri kerajaan ",
" Kau itu jangan menggodaku ",
Mereka berdua pun tertawa karena percakapan tadi.
Hari pun mulai malam semua orang telah tertidur karena kelelahan.
Eyes terbangun untuk pergi ke tempat kamar kecil untuk buang air.
Saat keluar dari pintu dan berjalan beberapa langkah Eyes melihat Putri Roura sedang termenung di taman sambil melihat ke arah air laut.
Karena penasaran Eyes menghampiri putri Roura.
" Ada masalah apa kau disini sendirian sampai bengong begitu ? ",
" Ternyata kau Eyes kukira Karina dia selalu mengomeliku jika malam malam seperti ini saat setiap aku disini ",
" Jelas sajalah kau kan seorang putri pasti semua memperhatikan dirimu juga ",
" Kau benar juga ya ",
Putri Roura pun langsung menanyakan pertanyaan tentang dirinya yang pantas atau tidak menjadi seorang penerus kerajaan.
" Hey Eyes apakah aku pantas jika menjadi seorang penerus di masa mendatang ? ",
__ADS_1
Dan Eyes pun menjawabnya dengan serius tentang hal itu.
" Pantas tidaknya tergantung pada dirimu sendiri, tapi kuyakin kau dapat menjadi pemimpin kerajaan yang hebat saat dirimu sudah menjadi penerus kerajaan ini ? ",
" Terimakasih karena telah menghiburku Eyes ",
" Sama sama, tapi tadi itu bukan untuk menghibur karena itu adalah saran hehe ",
Putri Roura pelan pelan menyandarkan kepalanya ke bahu Eyes dan membuat Eyes terkejut.
" Tunggu tunggu apa yang kau lakukan ? ",
" Biarkan aku menyandarkan kepalaku ke bahumu sebentar saja ",
" Bukanya Tidak boleh, tapi aku harus ke kamar kecil dulu !! ",
" Hmmm kau ini, sudah lah aku duluan sampai jumpa ",
" Ok ok ",
Eyes pun langsung pergi dari taman itu untuk ke kamar kecil tetapi yang jadi masalah kali ini Eyes tidak mengetahui dimana tempat untuk buang air.
Dengan keadaan panik Eyes berlari keliling istanah untuk mencari kamar mandi dan setelah itu Eyes tak sengaja menabrak Komandan karina.
" Ah tuan Eyes apa yang kau lakukan malam malam begini berlari ? ",
" Dari sini lurus saja belok kiri lalu ada pintu besi masuk saja disana kamar kecilnya ",
" Kalau begitu terimakasih dan sampai jumpa ",
" Hey tunggu aku belum selesai bicara, dasar orang ini main tinggal saja ",
Eyes pun berlari menuju kamar mandi itu pada akhirnya masalah pun terselesaikan.
Ketika keluar dari kamar mandi Eyes tak sengaja terpeleset sampai jatuh dan komandan Karina juga ada disana menertawakan Eyes yang terpeleset.
" Adududuh, apa yang lucu komandan ? ",
" Sudah dilihat sendiri lah yang lucu itu saat kau terpeleset saat membuka pintu hahahaha ",
Komandan Karina pun tertawa terbahak bahak saat melihat Eyes terjatuh.
" Dan kenapa komandan ada disini ? ",
" Aku kesini karena aku ingin melihatmu terpeleset atau tidak ? ",
__ADS_1
" Apa maksudmu ? ",
Eyes pun kebingungan dengan maksud komandan.
" Jadi begini Tuan Eyes saat kau berlari meninggalkan diriku, aku ingin memperingatimu untuk berhati hati karena keadaanya masih licin tapi kau langsung main pergi saja ",
" Sudah lah jangan dibahas kalau begitu kejadiannya telah terjadi ",
Eyes pun ingin kembali ke kamarnya lagi untuk istirahat karena keadaan sudah larut, dan jalan komandan searah dengan kamar milik Eyes mereka pun memutuskan untuk berjalan bersama.
Sambil berjalan mereka berdua juga membahas beberapa hal untuk mengubah suasana saja.
" Oh iya komandan sudah berapa lam kau tinggal di istanah ? ",
" Entahlah aku juga lupa karena sejak kecil aku sudah di tugaskan oleh ayahku untuk mengawal putri Roura ",
" Mengawal, Apakah ayahmu juga bertugas disini lalu dimana dia ? ",
" Ya, Ayahku pernah bekerja disini dia adalah seorang komandan sama sepertiku tetapi ayahku telah meninggal karena serangan jantung saat bertugas ",
" Akh , maaf kan aku karena menanyakan hal yang tidak mengenakan!! ",
" Tidak apa, setelah kematiannya hanya putri Roura dan keluarganya yang peduli padaku sebab dari itu aku bertekad untuk melindungi mereka semua dan akhirnya aku menjadi komandan setelah berlatih dengan keras ",
Perbincangan itu dilanjutkan dengan canda gurau juga agar tidak mengubah suasana ke keadaan canggung.
Eyespun sampai ke kamarnya dan langsung berpisah dengan Karina karena kamar milik Karina sedikit jauh.
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w. w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
__ADS_1
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w