KRGRLAPAN'S EYES

KRGRLAPAN'S EYES
DIHIANATI


__ADS_3

Setelah terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi Eyes berhasil selamat karena terjatuh di atas air dan berhasil naik kepermukaan.


Dengan keadaan lemas Eyes mencari tempat untuk persembunyian agar tidak gampang di temukan oleh monster level tinggi.


"Autsss,hampir saja aku mati jika aku jatuh ke tanah mungkin tubuh ku akan hancur dan jadi santapan hewan hewan disini.",


"Ada tempat persembunyian yang tepat aku akan memulihkan diri di sana.",


Eyes pun memulihkan diri sambil merenungkan hal yang baru saja terjadi.


"Yang benar saja aku telah di hianati,mungkin itu sudah wajar dalam petualangan",


Setelah beristirahat dan memulihkan diri dia sadar bahwa tidak bisa terus bersembunyi.


Eyes tidak dapat menggunakan item bukunya karena hanya menambah kan sedikit kekuatan jika Eyes masih di level rendah dan juga skill yang dimiliki buku itu hanya menghilang saja.


Eyes lupa kalau belum mengecek skill dasar miliknya yang terdapat di bar status, dan langsung mengeceknya.


"Aku akan mengecek skill pada status bar ku.",


"Pasif ini dapat memperoleh skill andalan monster yang telah dikalahkan, ini agak menarik",


"Dan skillnya pemanggil benda?, apakah aku bisa memunculkan benda tetapi sepertinya hanya benda kecil karena levelnya yang masih level satu, aku akan ambil dua belati saja."


Dia berinisiatif membuat beberapa jebakan untuk mengalahkan monster dan melemahkanya.


"Tinggal memancing monster itu kesini.",


Salah satu monster kalajengking berhasil terpancing olehnya jebakan pun mulai bereaksi dan menjerat kalajengking dan memotong ekor dan salah satu capit nya.Eyes pun menghadapi kalajengking itu akan tetapi dia masih kesulitan karena kecepatan kalajengking itu sedikit merepotkannya.


"Sial!!, ternyata tidak bisa meremehkan monster level tinggi aku hampir di buatnya terluka di lengan, ah aku punya ide heheheh!",


Dengan diam diam menggunakan teknik kamuflasenya dan mengambil potongan ekor kalajengking itu secara diam diam Eyes pun mengandalkan tambahan kecepatannya dari buku itu untuk mendekati monster itu.


Bersiap untuk melompat dan melakukan serangan.


"Sedikit dekat saja sudah cukup aku akan melompat!",


"Rasakan tusukan ini dasar Udang darat!!!",


Monster itu pun terkena racun nya sendiri dan perlahan lahan mulai melemah dan mati.


Setelah mengalahkan monster itu Eyes mendapatkan skill racun yang dapat keluar racun dari tangannya.


"krukkkkk",


Perut Eyes pun berbunyi yang bertanda sedang kelaparan dan Eyes mau tidak mau harus memakan daging kalajengking itu.


"Sebaiknya aku akan memakan bagian yang tidak terkena racun.",


"Rasanya tidak enak sekali, mau tidak mau harus ku makan",


Setelah itu Eyes berkeliling berharap menemukan petunjuk, dan diapun menemukan sebuah gerbang raksasa di dekatnya saat mengalahkan kalajengking itu.


"Sepertinya penjaga gerbang itu adalah monster ini.",

__ADS_1


"Aku akan coba masuk.",


Di dalam sana ternyata terdapat banyak jebakan yang sangat sulit di lalui dan membuat Eyes berfikir bahwa disana pasti terdapat barang berharga.


Dengan kecerdikan nya di mengakali jebakan jebakan dan sesekali menghafalkan beberapa mekanisme jebakannya menggunakan batu yang di lempar berkali kali.


"Yap,sangat mudah di hafal",


Setelah lama menghafal mekanisme tersebut Eyes pun beraksi untuk melewati jebakan dengan perkiraan dan perhitungannya.


"Pasti ada harta karun yang sangat berharga di sana mwehehehe",


Didalam hanya ada Kristal raksasa dan sebuah pedang rusak dan itu agak mengecewakannya, tetapi insting petualangannya yang sering muncul dalam bermain game mengatakan bahwa item adalah no satu.


"Untuk kristal ini akan aku tangani setelah aku mengambil pedang ini, mungkin Clara dapat memperbaiki pedang ini",


Setelah mencabut pedang itu seolah olah pandanganya kabur dan matanya kemudian terasa sakit seperti di tusuk, Eyes hanya bisa menjerit kesakitan.


"Argghh, apa yang terjadi pada mataku ini sakit sekali!!!!",


Tiba tiba kristal itu pecah dan mata Eyes pun kembali tidak merasakan sakit.


Eyes terkejut melihat yang ada di dalam pecahan Kristal tersebut adalah dua orang gadis berambut merah dan biru.


"Apa dua orang gadis?, tapi cantik juga apa aku tinggalkan mereka atau aku bawa bersama untuk keluar?.",


Salah satu gadis bangun dan mengatakan bahwa Eyes adalah orang yang di tunggu mereka.


"Ah sudah datang, perkenalkan aku Erui dan yang berambut merah ini bernama Elia dia adalah kakaku.",


Dengan antusias dan senang Erui memperkenalkan dirinya dan kakak nya.


Kakak Erui yang bernama Elia pun bangun dan menjawab dengan wajah datar dan perkataan datar.


"Ahhhh, apa sudah pagi? Aku masih mengantuk",


"Ah kak jangan tidur lagi butuh setengah tahun untuk membangunkanmu",


Eyes pun hanya memperhatikan dan bertanya tentang mereka.


"Siapa kalian?",


"Heeeee,bukan kah aku sudah memperkenalkan diri tadi",


" Bukan itu maksudku, kalian kenapa ada disini dan bagaimana kalian ada di dalam kristal ini?",


Erui menjawab sambil membangunkan kakaknya yang sedang tertidur.


"Aku tidak tahu sepertinya setengah dari ingatanku telah hilang, kakak bagaimana denganmu apa kau masih ingat?",


Dengan setengah sadar Elia hanya membuka matanya saja dan melihat Eyes di depannya,mengatakan hal tentang matanya dengan datarnya.


"Ahhh, sudah ada yang bisa mencabut pedang ini dan matamu telah di beri kekuatan"


"Apa maksudmu mataku telah di beri kekuatan?",

__ADS_1


Eyes terkejut, untungnya di sekitar kristal itu terdapat genangan air yang mengelilingi kristal itu.


Bener saja mata Eyes seperti ada yang berbeda dan warna matanya berubah merah dan biru.


"Tunggu apa ini maksudnya?, kenapa warna mataku berubah menyamai warna rambut kalian?",


Tanya Eyes sambil kebingungan.


"Mana kami tahu kan aku sudah bilang setengah dari ingatan kakakku dan ingatanku hilang",


"Ah sudahlah yang penting mataku tidak sakit lagi",


"Jadi apa yang kalian bisa ingat dari setengah ingatan kalian ini?",


Erui menceritakan tentang pecahan pedang tersebut bahwa pedang itu memiliki delapan komponen empat komponen itu adalah sebuah kristal langkah dari beberapa elemen dan empat dari komponen itu adalah jiwa pemegang pedang itu,dengan kata lain dua matamu adalah komponen jiwa nya.


Jadi kau hanya perlu menemukan enam komponen lagi.


Eyes bertanya tentang keberadaan komponen kristal itu.


"Jadi ada sebuah kuil naga emas yang menyimpan peta keberadaan kristal tersebut.",


"Apa ada yang di tanya kan lagi ?",


Eyes pun hanya bertanya hal itu saja karena dia tidak ingin ambil pusing dari penjelasan Erui.


"Kalian mau keluar dari sini atau tinggal disini?, jika kalian mau keluar ikut denganku jika tidak tinggal disini saja",


mereka berdua pun mengikuti Eyes keluar dari ruangan tersebut dengan melewati jebakan yang Eyes ingat mekanismenya.


Setelah keluar dari ruangan Erui dan Elia merasa sangat lapar.


"Daging ini rasanya akan agak sedikit aneh jadi tahan saja ya!",


Eyes hanya dapat memberikan daging kalajengking yang ia simpan untuk perjalanan


"Wah enak sekali bagaiman dengan kakak apakah rasanya enak?",


"hmm, rasanya enak nyammm"


Eyes pun merasa bingung sekali terhadap mereka berdua.


"kenapa saat aku makan itu justru tidak enak tapi saat mereka makan malah enak, ini lidahku atau lidah mereka yang bermasalah?"


Setelah makan mereka pun melanjutkan perjalanan dan menemukan seekor monster dan berusaha mengalahkanya.


"Apa kalian memiliki kemampuan atau sihir?"


Erui dan Elia pun menjawab bahwa mereka tidak mengingatnya. Dan pada akhirnya Eyes pun harus memasang beberapa perangkap untuk monster itu.


Akan tetapi Kakak Erui tak sengaja mengayunkan tangannya dan mengatakan musnah yang membuat monster itu langsung kalah,itu membuat Eyes dan Erui kebingungan.


"Oi, bagaimana kau melakukanya?, kau mengatakan bahwa kau tidak mengingatnya"


"Benar katanya, Oh iya ngomong ngomong siapa namamu?,

__ADS_1


Erui dengan polosnya bertanya nama Eyes yang membuat Eyes hanya bisa pasrah dengan kebodohan mereka.


"Kenapa tidak tanya dari awal saja, Namaku adalah Eyes",


__ADS_2