
Pagi hari telah tiba, ada seseorang yang mengetuk pintu Eyes karena terlalu berisik Eyes langsung membuka pintu itu.
Saat dibuka ternyata itu adalah Putri Roura yang ingin membangunkan Eyes, sekaligus menagih janji untuk pergi ke ibu kota kerajaan istanah bawah saat pagi.
Eyes juga ingin mengajak beberapa orang tetapi mereka masih tertidur pulas begitu juga Alisa yang tertidur di kamar milik Lila.
" Kalau begitu kita berangkat sekarang saja putri Roura ",
" Baiklah, tapi sudah berapa kali aku untuk memintamu memanggil namaku saja !!",
" Entahlah aku lupa hahaha ",
" Lupakan saja, mulai sekarang panggil saja aku Roura jangan memakai nama putriku untuk memanggil diriku atau aku akan pergi !! ",
" Hahaha kata katamu keren sekali ",
Putri Roura dan Eyes berangkat menuju ibu kota hanya berdua saja, ternyata letak ibu kota ada di belakang bawah istanah.
Dari yang dilihat Eyes kota itu terlihat indah dan sudah banyak orang yang berbelanja untuk mencari bahan makanan di pagi hari.
" Wah padahal masih pagi sekali jadi karena ini kau membangunkanku pagi pagi begini ",
" Benar, di kerajaan ini kota sudah mulai beraktifitas disaat pagi sekali ",
Mereka berdua turun menggunakan tangga yang menuju ke ibu kota.
" Tunggu tunggu ada yang aneh tapi apa ? ",
Ucap Eyes dalam hatinya dan berfikir sejenak.
Saat turun Eyes baru menyadari bahwa di laut seharusnya tidak memiliki awan, hal itu membuatnya bertanya tanya pada putri Roura tentang hal itu.
" Ahh iya, kenapa disini ada awan bukankah itu aneh ? ",
Eyes bertanya pada putri Roura sambil terheran heran, tetapi putri Roura hanya tersenyum dan langsung menjelaskannya.
" Di dunia sihir ini tidak ada yang tidak mungkin, tetapi tenang saja itu hanya ilusi untuk membuat suasana kota tidak membosankan bagi rakyat ",
" Jadi hanya ilusi ",
Akhirnya mereka sampai ke ibu kota setelah berjalan menuruni tangga itu.
Putri Roura di sambut dengan baik oleh para penduduknya bahkan menggelar beberapa pertunjukan untuknya.
" Ahhh jadi anggota kerajaan enak sekali ya ",
Kata Eyes sambil membual menghadap kesamping.
" Kau bilang apa tadi ? ",
" Tidak tidak aku hanya bergumam saja tak usah dipikirkan ",
Mereka berdua melanjutkan untuk berbelanja kebutuhan Eyes dan barang yang ingin dia cari.
Ketika berjalan Eyes tak sengaja melihat seseorang yang menjual perhiasan dan berniat mampir sejenak.
__ADS_1
Perhiasan di sana terlihat indah dan elegan seperti melambangkan lautan dan langit.
Eyes pun membeli salah satu perhiasan itu, yaitu sebuah kalung dengan permata sebagai hiasannya.
" Pilihan yang bagus bocah ini adalah benda yang paling orang banyak gemari tetapi aku menyimpannya untuk berjaga jaga jika salah satu keluarga istanah datang ke kota ",
Pedagang itu berkata sambil sedikit bercanda pada Eyes.
" Putri Roura sudah lama kau tidak kemari, apakah sedang asik kencan dengan pria ini ? ",
Sedikit sedikit pedagang itu juga membuat candaan.
" Hummm paman jangan begitu itu membuatku malu ",
" Hahahahaha baiklah putri ",
Eyes pun juga sedikit tertawa, melihat itu putri Roura sedikit merasa lega.
" Kalau begitu kami lanjut lagi paman, sampai jumpa ",
" Ya sampai jumpa putri ",
Berkeliling sambil melihat lihat sekitar Eyes mengamati setiap pedagang dijalan untuk menemukan beberapa hal yang menarik perhatiannya.
Tiba tiba Eyes terpikir sebuah ide sekaligus akan membawa oleh oleh pada orang yang di istanah.
" Kita mau kemana Eyes ? ",
Tanya putri Roura.
Mereka berdua pun langsung menuju ke beberapa toko untuk membeli barang itu sekaligus sedikit bersenang senang juga.
Setelah semua selesai Eyes dan putri Roura kembali ke istanah, ketika itu mereka di sambut oleh Alisa dan yang lainya juga.
" Eyes kamu kemana saja ",
" Maaf aku hanya ingin membeli beberapa oleh oleh saja hehehe ",
" Boleh aku minta sekarang oleh oleh itu ? ",
Tanya Alisa.
" Untuk kalian nanti saat di permukaan akan ku tunjukan, untuk sekarang aku juga memiliki oleh oleh untuk Lila dan komandan juga ",
Komandan dan Lisa terkejut karena juga mendapatkan hadiah dari Eyes.
Terutama Lila yang sangat mengagumi Eyes, dan langsung membuka hadiah itu.
" Lila itu adalah mahkota yang indah bukan ? , itu juga akan melindungimu saat dirimu sedang dalam bahaya ",
Eyes berkata begitu karena semua barang yang dia bawa telah di beri sebuah material dari dungeon saat pembuatannya.
" Iya ini indah, terimakasih Eyes ",
" Sama sama dan ini untuk komandan, sebuah pedang ",
" Aku juga dapat ? ",
__ADS_1
" Tentu saja semua orang dapat, dan pedang ini sudah ku tambahkan beberapa tambahan material yang dapat menajamkan dirinya sendiri ",
" Baiklah terimakasih akan kucoba nanti ",
Eyes pun juga di berikan pil yang sesuai permintaan pertamanya datang kesini.
Setelah semua hadiah di berikan mereka kembali ke permukaan dan langsung berpamitan dengan putri Roura, Lila, dan komandan.
Untuk sementara mereka kembali ke penginapan untuk persiapan menuju tengah laut mengambil kristal elemen air.
Saat masuk Clara menyambut mereka semua dengan beberapa makanan yang dia buat.
Erui dan Elia langsung memakan makanan itu karena pagi tadi mereka tidak sempat makan sebab Eyes terburu buru untuk berangkat.
" Hey kalian sudah kubilangkan untuk pelan pelan makan nanti tersedak ",
Ucap Eyes agar mereka pelan pelan makan.
" Mana mungkin nyam ( sedang mengunyah ) kami tersedak nyam ( sedang mengunyah ) benarkan kak ? ",
" Benar ",
Disaat itu juga justru secara bersamaan mereka tersedak karena tidak memperhatikan saran dari Eyes.
" Hukksssss hukss hukss ",
Spontan Eyes langsung tertawa karena tidak bisa menahan tawa melihat Erui dan Elia tersedak secara bersamaan.
" Hahahaha benarkan apa yang ku bilang kalian malah tidak memperhatikanku ",
Stella dan Clara pun menenangkan mereka semua lalu memberikan Erui dan Elia minum agar merasa legah.
" Baiklah baiklah kami minta maaf yakan kak ",
" Hem hem ", ( mangganggukan kepala )
Setelah itu mereka juga ikut makan bersama untuk mengisi tenaga kembali.
Eyes memberikan hadiah juga pada Clara yaitu sebuah gelang yang dapat melindunginya saat terjadi sesuatu buruk sama seperti milik Lila.
Itu membuat senang Clara karena mendapatkan hadiah dari Eyes langsung.
Disaat itu juga beberapa orang mengeluhkan hadiahnya.
" Eyes bagaimana hadiah aku, kakakku, Stella dan Alisa ? ",
Tanya Erui.
" Sabar lah sedikit, karena hadiah kalian bukanlah sebuah benda yang dapat di tunjukan pada saat sekarang ",
" Baiklah kami mengerti ",
Mereka semua pun Selesai makan dan langsung membereskan semuanya.
Setelah selesai persiapan mereka berpamitan pada Clara untuk pergi sebentar dan akan segera kembali secepatnya.
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w
__ADS_1