
Akhirnya mereka telah menyelesaikan semua tantangannya dan menuju ke ruangan selanjutnya yaitu peta dari 4 sisah pecahan benda dari pedang itu.
" Ah itu dia ada peti ",
" Pasti di dalamnya ada harta yang menarik mwaheheheh! ",
Kegilaan Eyes terhadap item quest tantangan mulai keluar.
" Hoi jaga sikapmu dan jangan berharap terlalu tinggi nanti kau jatuh ",
Kata Elia sambil memandang lucu Eyes tetapi wajah nya tetap dingin.
" Bodoh amat akan ku buka, harta karun aku datang! ",
" Ha apa ini?, sebuah surat ",
Eyes hanya mendapatkan sebuah kertas saja di dalam peti itu.
" Ah mungkin didalamnya ada sebuah cincin atau benda kecil lainya di dalam surat ini, baiklah ayo cek ",
Dan ternyata di dalamnya adalah sebuah kertas yang bertulis bertujuan untuk menipu.
" Maaf anda kurang beruntung ",
Emosi Eyes mulai naik dan semakin marah karena di bohongi oleh sebuah peti.
" APA APAAN INI DASAR PETI KONYOL KUHANCUR KAN KAU ",
Erui, Elia, Stella dan Alisa tertawa terbahak bahak melihat Eyes yang begitu marah pada peti.
" Hahahahah rasakan itu, kan sudah di peringatkan kakakku untuk tidak berharap lebih tinggi ",
Tiba tiba peti itu spontan ikut tertawa dan membuat para wanita ketakutan.
Tetapi tidak dengan Eyes dia langsung kembali menoleh ke peti itu dengan tatapan tajam dan langsung mengejarnya sekaligus menembaknya.
" Hahahaha kau lucu sekali manusia hahaha ",
" HAAAA, SINI KAU KU BUNUH SEKARANG JUGA ",
" Maaf kan aku maaf kan aku jangan kejar aku lagi AAAAAAAAA ",
Eyes terus mengejar peti harta karun yang hidup itu.
" Baiklah baiklah aku menyesal akan ku beri kau hadiah sebagai gantinya ",
Karena kata kata Peti itu sangat menguntungkan bagi Eyes dia pun berhenti mengejarnya.
Peti itu pun mengatakan bahwa dia tahu tujuan mereka datang kesini yaitu mencari peta dari pecahan pedang.
Itu membuat mereka terkejut karena dia tahu kedatangan mereka bisa di ketahuinya.
__ADS_1
" Jadi apa kau akan menghalangi kami untuk mendapatkan peta itu ? ",
Peti itupun membantah nya.
" Tenang saja aku hanya memastikannya saja kalau begitu kau butuh cermin ini ",
Kemudian sang Peti memberikan cermin kecil itu dan menjelaskan kegunaannya yaitu dapat membuka map berjarak beberapa kilometer dan dapat mendeteksi kehidupan yang ada di sekitarnya.
Eyes pun sedikit gembira dengan hadiah tersebut.
Tetapi tetap saja Eyes meminta peta itu pada sang peti.
"Baiklah akan kuberikan peta itu tapi bisa kau perlihatkan pedangmu padaku ? ",
Karena menurut Eyes sang peti itu mengetahui lebih banyak tentang pedang itu dan sejarahnya dia memberikannya untuk di periksa.
Sang peti itupun menjelaskan bahwa pedang yang dimiliki Eyes saat ini adalah masih bagian terkecil dari kekuatannya dan jika mereka mendapatkan semua bagian pecahan pedang ini dari jiwa maupun materialnya kekuatannya akan melebihi apapun, bahkan dapat menghancurkan dunia ini.
" Akan tetapi yang dapat mengendalikan kekuatannya itu adalah jiwa kegelapan dan jiwa suci walaupun mereka berlawanan tetapi kekuatan jiwa itu dapat di netralkan ",
Jiwa suci adalah jiwa yang bangkit ketika pemilik merasa harus melindungi orang yang harus dilindunginnya dengan serius tanpa bantuan kekuatan lainya sama sekali.
Jika Jiwa kegelapan adalah sebuah jiwa yang bangkit karena amarah yang luar biasa karena merasa di hianati atau kehilangan seseorang yang mereka sayangi, sampai jiwa kegelapan ke titik terakhir akhirnya.
Setelah menjelaskan semuanya sang peti itu memberikan peta itu pada Eyes dan mengembalikan pedangnya.
" Semua sudah ku jelaskan disini jadi kalian bisa pulang dan mencari material itu ",
" Sampai bertemu kembali ",
"Jadi Eyes apa kita langsung mencari kristal yang ada di peta itu ? ",
" Tidak kita akan liburan dahulu hahahaha ",
Semuanya pun senang dengan kabar liburan itu.
" Aku hanya mau menghabiskan waktu senggangku dahulu untuk menghibur mereka agar tidak terlalu memaksa mereka saat di perjalanan ",
Ucap Eyes dalam hatinya.
" Pertama - tama kita kembali ke Guild istanah yang kemarin pernah kita kunjungi untuk misi mengatasi Alisa ",
"Mau apa kita ke sana Eyes ? ",
Eyes pun menjelaskan karena jaraknya dekat dan agar dapat recomendasi penginapan agar besok dapat mudah untuk mencari tempat penginapan.
" Baiklah ayo pulang ",
" Ayoo ",
Merekapun segera berangkat kembali dan akan menyusun rencana liburan besok.
__ADS_1
Saat itu Eyes tidak sengaja melihat sebuah sungai yang di mana ada gadis kecil yang sedang di tengah tengah danau itu dan segera berhenti menghampirinya karena penasaran.
" Hoi bocah kenapa kau ada disana ? ",
Tanya Eyes dengan berteriak agar terdengar karena jarak yang jauh.
Tetapi gadis itu hanya menangis saja dan secara terpaksa Eyes berenang menghampirinya.
"Hei ada apa ? ",
" Hiks hiks hiks aku tertinggal oleh keluargaku saat aku melakukan perjalanan bersama orang tuaku untuk berlibur ",
" Apa kau tahu kalian akan berlibur dimana ? ",
" Tidak karena mereka berniat untuk memberikanku kejutan, tatapi aku malah tertinggal oleh mereka hiks hiks hiks ",
Eyes pun memahami situasai tersebut dan bermaksud membawanya ikut berlibur bersama mereka dan siapa tahu akan bertemu mereka di suatu tempat.
Saat kembali banyak pertanyaan muncul.
" Eyes siapa anak ini ? ",
" Kenapa kau membawa anak ini ? ",
" Dimana orang tuanya ?",.
Pada akhirnya Eyes menjelaskanya saat di perjalanan pada akhirnya mereka memahami maksud Eyes untuk menemukan orang tuanya saat berlibur.
Akhirnya mereka sampai kembali di Guild.
Eyes langsung menanyakan pada staf apakah ada penginapan yang murah untuk enam orang.
Staf itupun memberikan alamatnya dan segera menuju ke tempat alamat itu.
Saat tiba tidak disangka sangka Eyes kembali bertemu dengan Clara si pandai besi.
" Haaa Eyes ",
" Ouh hay Clara
"Apa yang kau lakukan disini Clara ? ",
Eyes pun terkejut saat Clara menjelaskan bahwa ia bekerja disini dan menitipkan toko pandai besinya pada wakilku jadi aku bisa sedikit bebas.
Setelah perbincangan itu Eyes mengagumi Clara karena pekerja keras.
Karena kelelahan Eyes pun langsung menyewa satu kamar untuk untuk enam orang dan langsung beristirahat disana.
Para wanita tidak bisa tidur karena tidak sabar menunggu rencana liburan besok.
Karena Eyes sepertinya lupa bertanya nama gadis kecil itu pada akhirnya Elia lah yang bertanya dan yang lainya juga.
__ADS_1
" Namamu siapa ? ",
" Namaku adalah Lila ",